Libur Kuliah Bagi Mahasiswa: Saatnya Berkarya dan Meningkatkan Skill

Libur panjang kuliah merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa. Setelah 1-2 minggu berperang dengan ujian akhir semester, akhirnya datang juga hari “kebebasan” itu, ya LIBUR PANJANG di akhir semester!

Tidak disangkal lagi nyaris seluruh mahasiswa larut mengharu biru dengan datanya liburan. Bagi yang berasal dari luar kota sudah jauh-jauh hari membeli tiket pulang kampung untuk mudik mengunjungi orang tua, saudara dan teman di kampung. Tidak sedikit pula yang sudah merencanakan perjalanan liburan ke berbagai tempat. Ya, semua agenda mahasiswa sudah dipenuhi nuansa bersenang-senang dan rileks, yang kalau diperhatikan akan jauh dari nuansa akademik perkuliahan. Read more…

Categories: Uncategorized Tags:

Aplikasi Bibliografi Perpustakaan Digital Berbasis Social Cataloging

Ardiansyah, Ahmad Ashari

INTISARI
Dalam dunia akademik, hampir seluruh hasil dari pengetahuan dan riset yang dihasilkan akan dituliskan dalam berbagai bentuk publikasi seperti buku, tulisan ilmiah (paper) ke dalam jurnal atau prosiding, artikel, majalah, laporan hasil penelitian, majalah ilmiah dan lain sebagainya. Seluruh pembaca dapat dengan mudah mengakses katalog publikasi tersebut di perpustakaan. Dengan keberadaan teknologi social cataloging saat ini, memungkinkan para anggota perpustakaan untuk dapat saling berkolaborasi satu sama lain dalam hal koleksi publikasi yang dimiliki, sehingga membentuk jejaring pertemanan berdasarkan kesamaan publikasi tersebut. Penelitian ini telah menghasilkan aplikasi perpustakaan digital berbasis social cataloging yang khusus mengelola publikasi di dunia akademik. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah keberhasilannya mengembangkan aplikasi yang memungkinkan melakukan Write Once Tag Forever, di mana untuk satu publikasi cukup dientri sekali dan member yang lain cukup melakukan tagging. Selanjutnya pengumpulan koleksi publikasi yang sangat cepat dan tersebar (distributed), karena kontribusi aktif dari para member sangat memungkinkan hal tersebut terwujud. Terbentuknya susunan bibliografi yang otomatis ditampilkan berdasarkan format dan ketentuan yang berlaku. Memudahkan para penulis untuk mengetahui jumlah sitasi yang diterima oleh publikasi tulisannya. Memfasilitasi partisipasi member dalam aplikasi ini seperti memberi komentar, memberi status ownership, reading, dan like/dislike terhadap suatu publikasi. Kemudian dapat melakukan sitasi dan memberikan saran (suggestion) publikasi kepada sesama anggota di dalam jejaring pertemanannya.
Kata kunci: publikasi, social networking, social cataloging, bibliografi, sitasi
Read more…

Program S2 Magister Teknik Informatika UAD Tahun 2015

Salah satu indikator sebuah perguruan tinggi yang maju dan besar adalah fokus pada program pascasarjana, di samping kualitas riset yang mumpuni. Namun, untuk melangkah ke sana tidaklah semudah yang dibayangkan. Banyak berbagai persyaratan administrasi dan teknis yang perlu dipenuhi. Oleh karena itu saya pribadi sangat salut dengan mulai menjamurnya program-program S2 di bidang Teknik Informatika dan Ilmu Komputer terutama oleh perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta.

Bisa kita lihat dari Program Magister Teknik Informatika UII yang sudah mulai membuka programnya dari tahun 2009. Kemudian Magister Teknik Informatika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Magister Teknik Informatika STMIK AMIKOM. Sebagai sesama berasal dari PTS terus terang saya pribadi mengakui UAD kalah cepat dalam hal pembentukan program Magister Teknik Informatika ini, di samping syarat kualifikasi staf pengajar yang masih kurang, yaitu yang bergelar S3 (Doktor/Ph.D),  ditambah lagi syarat penting lainnya yaitu akreditasi yang minimal B yang menjadi ganjalannya. Read more…

Strategi Pengembangan Aplikasi Berbasis Mobile

Tanpa disadari saat ini era komputer telah masuk ke ranah Mobile. Piranti satu ini sekarang tidak lagi hanya terbatas memiliki fitur standar seperti voice dan SMS semata. Akan tetapi lebih jauh lagi piranti Mobile sekarang telah mengintegrasikan fitur-fitur komputer antara lain pengelolaan dokumen, Internet, instant messenger dan lain sebagainya.

Dengan adanya fitur-fitur tersebut maka menyebabkan pertumbuhan pengguna smartphone semakin meningkat dengan sangat pesat. Imbas dari kondisi ini telah membuat para developer aplikasi yang selama ini fokus ke komputer desktop dan web mulai melirik dan fokus dalam pengembangan aplikasi berbasis piranti mobile.

Akan tetapi dalam proses pengembangan aplikasi berbasis mobile tersebut ternyata tidak sesederhana yang sering kita fikirkan. Karena aplikasi berbasis desktop atau web yang telah dikembangkan dan digunakan banyak orang sebelumnya menjadi salah satu faktor penting dalam melakukan proses migrasi ke aplikasi berbasis mobile. Mengingat perubahan dari desktop ke mobile sedikit banyak akan membuat perubahan user behavior yang selama ini telah terbentuk.

Saat ini ada beberapa platform piranti mobile yang paling banyak digunakan oleh user, yaitu antara lain: Read more…

Dampak Ekonomi Dari Piala Dunia Afrika 2010

Perhatikanlah kalau sedang musim panas, maka penjualan kulkas, kipas angin dan Air Conditioner meningkat pesat. Kalau sedang bulan puasa maka panjualan kulkas, sembako dan jajanan juga melejit. Menjelang siswa sekolah baru, maka alat tulis dan buku mengalami penjualan meroket. Nah bagaimana kalau Piala Dunia 2010 di Afrika besok?

Perhelatan akbar sepakbola empat tahunan ini tinggal beberapa hari saja bakal bisa kita saksikan. Para penggila bola sudah barang tentu dengan suka cita menyambut acara ini. Yang pasti jadwal tidur harus sedikit berubah dan juga bagi istri-istri harus rela melihat perubahan ritme hidup sang suami selama bulan Juni besok. Namun kira-kira apa dampak ekonomi dari setiap penyelenggaraan Piala Dunia ini? Mari kita lihat:

  • Yang merasa televisinya udah jadul, dan sudah tidak memancarkan warna dan gambar yang cemerlang kemungkinanan pemiliknya yang Gibol (Gila Bola) mencoba untuk mengganti yang baru. Begitu pula yang TV nya cuma 14 inch, mungkin akan mengganti dengan yang lebih besar. Yang masih kurang puas dengan layar besar kemungkinan akan mengganti dengan TV LCD dst. Intinya bisa ditebak penjualan televisi akan terdongkrak yang menyebabkan toko-toko elektronik akan memperbanyak stok barang mereka.
  • Kafe, restoran yang sering menyediakan sarana nonton bareng tentu tidak kalah sigap untuk mempromosikan tempatnya untuk bisa selalu ramai dipenuhi para penggila bola yang ingin Nobar.
  • Penjualan Kopi, Kacang, dan Snack lainnya tentu saja akan ikut meningkat. Karena sangat jarang sekali kita temukan orang sedang nonton bola tanpa ditemani camilan dan makan ringan bukan :) Supermarket, hypermarket dan toko-toko makanan paling tidak akan menerima berkah dari Piala Dunia.
  • Kaos dan merchandhise berbagau negara favorit para Gibol tentu akan diburu. Sehingga toko pakaian sport akan menerima “durian runtuh” dari para pecinta bola yang menjagokan tim kesayangan mereka.
  • Terakhir adalah PLN yang akan menerima “percikan” rejeki. Mengapa? Karena dengan jadwal pertandingan yang banyak tentu saja televisi akan lumayan “kerja keras” menyala untuk ditonton, sehingga secara tidak langsung akan menambah beban biaya listrik bulan berikutnya.

Nah itulah kiranya dampak ekonomi dari penyelenggaraan Piala Dunia besok. Ada yang mau menambahkan?

Oh ya, PD 2010 ini seperti biasa saya akan menjagokan Belanda dan Italia. Kalau Anda ?

Facebook Cuma Trend Sesaat, Hanya Blog Trend Sejati!

Sejak demam facebook melanda dunia, banyak sekali dampak yang ditimbulkan oleh salah satu situs jejaring sosial ini, baik yang positif maupun negatif. Mulai dari terjalinnya kembali pertemanan antarteman lama di sekolah dulu yang terpisah lama, hingga maraknya pornografi dan perdangan anak. Dampaknya ini pula ternyata berimbas pada eksistensi situs sejenis seperti Friendster yang lambat laun semakin memudar. Namun ini juga belum cukup, di luar dugaan ternyata gelombang penggunaan Facebook yang bak air bah digital ini juga menghantam salah satu komunitas kuat di Internet yaitu BLOGGER!

Blogger yang selama ini terkenal dengan eksistensi mereka dalam hal tulis-menulis konten dengan menggunakan blog sebagai mediumnya merupakan salah satu pilar penting dinamisasi konten di Internet. Ternyata atas kehadiran Facebook ini turut menyeret para blogger dalam sebuah keasyikan tersendiri sehingga ternyata melupakan “tugas utama” mereka dalam mengisi konten blog mereka sendiri. Pak Nukman Lutfie dan Pak Rony TDA pernah mengutarakan keprihatinan mereka mengenai hal ini. Beliau berdua menyayangkan banyaknya blogger sekarang yang sudah sangat jarang sekali mengisi blog mereka karena keasyikan selalu mengupdate status Facebook. Memang  harus  saya akui sendiri termasuk salah satunya yang sempat sekian lama vakum dalam mengisi blog secara rutin karena keasyikan Facebook selain juga tugas-tugas keseharian. Read more…

Kiat Belajar Tepat Waktu (On Time) Dengan Prinsip H-1

Bangsa kita terkenal dengan kebiasaan khasnya yaitu TELAT! Bayangkan saja rapat jam 9 pagi bisa molor dimulai hingga 9.30 bahkan jam 10! Mahasiswa juga tidak ketinggalan ketika masuk kuliah. Masuk jam 1 siang pada datang jam 1.15 bahkan ada juga yang tanpa malu masuk jam 1.30! Belum lagi yang lain, sehingga klop sudah kebiasaan karet di masyarakat kita ini semakin mendarah daging hingga ke generasi muda sekarang.

Salah satu syarat kesuksesan dan kemajuan sebuah negara adalah DISIPLIN, yang bentuk penerapannya yang paling mudah kita lihat adalah dengan cara membudayakan tepat waktu. Nah, bila salah satu syarat ini saja kita tidak mampu maka sudah barang tentu kesuksesan dan keinginan kita untuk menjadi negara sukses bakal jauh dari capaian. Coba kita bayangkan kalau di bidang bisnis. Sekian detik saja kita telat, uang pun melayang. Masih ingat kan tragedi salah satu menteri kita yang telat menyambut tamu dari negara lain yang sudah menunggu sekian lama, akhirnya tamunya pun pergi meninggalkan sang menteri.

Untuk itu kita mesti segera membenahi diri mulai dari para individu-individu terlebih dahulu. Tegakkan disiplin yang tinggi dalam setiap aktivitas kita. Bukankah di pendidikan dasar kita sudah terlatih dengan masuk tepat waktu? Telat sedikit saja pintu gerbang sudah ditutup! Sehingga dengan begitu para siswa tidak lagi mengulangi perbuatannya itu. Ada rekan saya mengatakan istilah yang cukup menarik buat saya yaitu “…kita ini lebih menghargai orang yang telat daripada orang yang tepat waktu…”. Maksudnya kita rela mengulur waktu untuk memulai sesuatu demi menunggu orang yang telat! Sedangkan yang sudah tepat waktu malah harus kena getahnya juga menunggu :)

Dari sana saya mencoba membagi kiat agar kita bisa kembali menjadi manusia yang tepat waktu yang saya namakan Prinsip H-1. Pasti kita sering melihat ada sebagian orang yang sengaja membuat jam dinding/tangan mereka lebih cepat sekian menit/jam. Tujuannya dengan harapan agar mereka terlihat tergopoh-gopoh untuk segera bersiap diri, sehingga nantinya ketika sampai paling tidak akan tepat waktu bahkan lebih cepat. Nah, ini lah yang dinamakan Prinsip H-1, karena kita sudah mensetting waktu kita sendiri agar bisa sampai di segala macam acara atau kegiatan bahkan pekerjaan lebih cepat satu langkah (one step ahead).

Coba kita bayangkan misalnya, kita masuk kantor lebih cepat sekian menit/jam dari jam kantor, mengumpul tugas/proposal/laporan lebih cepat satu hari, hadir rapat lebihc cepat sekian menit/jam dari agenda, selesai rapat bisa lebih cepat dari jadwal, bahkan hingga sholat wajib dan Jum’at lebih cepat dari kumandang azan kita sudah duduk duluan menunggu di masjid. Andaikan semua kita bisa melakukan hal tersebut mulai dari anak-anak didik kita, karyawan/anak buah hingga pejabat dan pimpinan sudah barang tentu negara kita akan bisa menyaingi negara Jepang yang sudah terkenal dengan budaya tepat waktunya. Sehingga salah satu syarat sukses kita untuk menjadi negara besar dan sukses akan tercapai!

Apa Sih Yang Dibanggakan Jadi Mahasiswa UAD!!?

Saya ingin membagi cerita pengalaman nyata yang tidak akan saya lupakan. Saya dulu kuliah S1 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), sebuah PTS di Yogyakarta. Memang salah satu keberuntungan PTS di Yogyakarta adalah karena waktu itu PTS banyak dibantu tenaga dosen dari dosen-dosen PTN. Sehingga ilmu yang kami terima sudah barang tentu sama saja dengan yang diterima oleh mahasiswa negeri. Nah, salah satu dosen saya adalah berasal dari UGM tepatnya dari Fakultas MIPA, yaitu  bapak Drs. Bambang Nurcahyo Prastowo, M.Sc. Bisa dikatakan beliaulah yang membuka dan memberi kesempatan saya dan teman-teman mahasiswa saya dulu di jurusan Teknik Informatika bisa maju dan berprestasi. Sebelumnya kami pun sama dengan para mahasiswa yang dari PTS-PTS, merasa minder dan kurang bergairah untuk berprestasi. Namun, sejak dibimbing oleh beliau dalam suatu komunitas beliau mengatakan kata-kata “sindiran” penyemangat kepada kami, yang saya kutipkan sebagai berikut:

“…kalian ini dari UAD, yang cuma perguruan tinggi swasta, nggak terkenal lagi..! Coba tanya UAD ke orang lain, pasti kebanyakan nggak kenal. Bayangkan aja, kalian ini dari UAD, swasta nggak terkenal, mahasiswanya pun sudah duluan dicap bodoh jadi apa lagi yang menjadi kebanggaan kalian, apa yang bisa Anda banggakan dengan status kemahasiswaan kalian…? Beda dengan saya atau mahasiswa saya yang di UGM, sebodoh-bodohnya mahasiswa UGM, tetap saja dia dianggap mahasiswa pintar, lha wong dari UGM, salah satu PTN terkenal di negeri ini, apalagi bila mahasiswa tersebut berprestasi kan tambah terkenal nama UGM, begitu juga saya, semalas-malasnya saya mengajar, tetap saja saya dosen UGM, yang prestise…! Nah, oleh karena itu kalian yang dari UAD ini harus memiliki sesuatu yang bisa dijadikan “alat” untuk menunjukkan prestasi kalian sehingga bisa mengangkat harum nama kalian sebagai mahasiswa UAD yang dari swasta…”

Mahasiswa Indonesia yang ingin maju, bayangkan kalau Anda yang disinggung dengan kata-kata tersebut, mungkin reaksinya jadi sedikit tersinggung bukan? Begitu juga kami pada waktu itu. Tapi kami langsung menyerap maksud beliau berkata seperti itu dikarenakan beliau ingin memotivasi kami agar bangkit, maju dan berprestasi. Sejak itulah kami akhirnya menjadikan salah satu bidang dalam Informatika yaitu GNU/Linux yang menjadi “alat” kemajuan dan prestasi kami sebagai mahasiswa dan hasilnya sungguh luar biasa. Nama UAD telah tercatat sebagai salah satu kampus yang terkenal di bidang TI di Indonesia ! Bahkan dulu kampus negeri dan swasta pun mengakui bahwa kampus yang terkenal dengan Linux itu ya UAD. Kekuatan inilah yang sempat beberapa waktu menjadi nilai jual tinggi UAD di mata calon mahasiswa (termasuk Anda mahasiswa Informatika UAD sekarang bukan ? :)

Tampaknya juga saat ini kampus-kampus swasta sudah menerapkan cara seperti ini yaitu dengan memberikan sesuatu yang berbeda atau menjadi brand yang menunjukkan kelebihan kampus tersebut. Misalnya, STIMIK AMIKOM yang terkenal sebagai kampus yang menghasilkan para wirausaha (entrepreneur). Saya melihat Prof. Suyanto sebagai top leader mampu menerjemahkan visi dan misi kampusnya untuk bisa mengambil segmentasi yang berbeda dengan kampus-kampus lain. Alhasil, sama seperti UAD dengan brand Linux-nya, Amikom pun berhasil dengan brand kampus pencetak para entrepreneur selain kampusnya orang-orang berdasi.

Sebagai konklusi, maka bagi mahasiswa UAD, sekarang coba cari keunggulan khas Anda, buat tim atau gank kalau bahasa kalian. Cari leader gank yang kuat dan mulailah belajar dan bekerja keras membuat keunggulan dan prestasi demi prestasi. Kalau sudah mencetak prestasi maka pimpinan universitas pun pasti tidak segan-segan untuk memfasilitasi dan memberikan apa yang kalian mau demi kemajuan UAD secara keseluruhan dan khususwa mahasiswa yaitu Anda sendiri.

Saya tunggu prestasi-prestasi dan kebanggaan kalian menjadi mahasiswa UAD…!!

Hati-Hatilah Ketika Menggandakan Skripsi-Tesis-Disertasi!

Anda perhatikan di salah satu pusat perbukuan di jantung kota jogjakarta. Dengan sangat mudah kita dapatkan bertumpuk-tumpuk makalah kuliah/tugas mahasiswa bahkan Skripsi-Tesis-Disertasi yang diperjualbelikan secara bebas. Sudah lama kita tahu bahwa salah satu “cara pintas” untuk menulis atau mendapat bahan berharga dalam penyusuan skripsi/tesis/disertasi tersebut adalah dengan membeli laporan-laporan yang sudah ada di pusat perbukuan tersebut.

Saya lumayan lama mengamati, mengapa dengan mudahnya para pedagang di sana mendapat dan memperjualbelikan hasil jerih payah mantan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai macam perguruan tinggi tersebut? Apakah mahasiswa sendiri yang menjualnya? Atau ada sindikat terselubung yang bekerja selama ini dengan modus yang tak kasat mata.

Oke mari kita bahas satu per satu. Untuk modus yang melakukan mahasiswa sendiri saya pikir sangat kecil mereka yang melakukan. Karena walaupun ada itu mungkin sangat sedikit sekali dan bisa jadi terbentur masalah ekonomi yang mendesak. Karena kalau kita tanya dalam diri kita sendiri, apakah rela hasil jerih payah berbulan-bulan menulis skripsi/tesis/disertasi tersebut hanya akan dijual eceran di lapak-lapak dengan keuntungan yang tidak seberapa? Nah, modus yang kedua ini yang merupakan dugaan kuat saya. Dan ini saya dapatkan secara tidak sengaja mengamati ketika banyaknya mahasiswa yang sedang menggandakan skripsi/tesis mereka di tempat foto copy.

Modusnya begini. Mahasiswa ketika akan ujian tentu saja diminta untuk menggandakan kurang lebih empat rangkap, tiga untuk dosen penguji dan satu untuk dirinya. Dan untuk laporan akhir yang sudah selesai/fix akan digandakan kembali kemungkinan 1-3 rangkap. Jadi ada dua tahap mahasiswa melakukan penggandaan laporan akhir mereka tersebut.

Nah, tentu saja untuk menggandakan sebanyak itu mahasiswa tidak mungkin akan menunggu di tampat fotocopy bukan? Sehingga harus menunggu beberapa hari. Dugaan kuat saya ketika masa menunggu inilah kemungkinan ada oknum tempat fotocopy yang bekerja untuk menggandakan lebih dari yang diminta oleh mahasiswa. Sehingga oknum tempat fotocopy ini lah yang menjadi salah satu supplier dengan menjualnya ke pusat belanja buku tersebut! Saya pikir dugaan ini sangat masuk akal (walau tentu saja harus kita buktikan secara riil).

Sehingga, bagi yang akan bersiap menggandakan Skripsi-Tesis dan Disertasi. Hati-hati lah dalam menggandakan laporan akhir Anda, kalau tidak jangan heran selang beberapa waktu laporan akhir Anda tersebut sudah berada di tangan siapa saja. Bahkan sangat besar kemungkinannya jadi sumber plagiat oleh orang lain!

Kita Umat Akhir Zaman yang Terbaik Sepanjang Masa!

Mari kita kembali merenung dan mengingat kembali sejarah-sejarah nabi dan rasul terdahulu yang pernah diutus Allah swt ke muka bumi. Mulai dari nabi Nuh, Hud, Saleh, Ilyas, Ilyasa’, Musa, Daud, Isa, Ibrahim, Ayyub, Sulaiman dan lain sebagainya. Mereka punya tugas mulia nan berat yaitu mengajak umat manusia di zamannya untuk menyembah Allah swt semata.

Akan tetapi ternyata para nabi tersebut tidak begitu saja mudah dipatuhi dan diikuti ajarannya oleh para kaumnya. Para nabi dan rasul yang mulia tersebut harus melewati berbagai penderitaan seperti diejek, dihina, dikejar-kejar bahkan diancam untuk dibunuh. Tidak tanggung-tanggung bahkan pertentangan dan ancamun pun muncul dari keluarga mereka sendiri! Ini sungguh sebuah tugas dari Allah SWT yang maha berat kalau kita ukur dari sudut pandang kemampuan manusia biasa.

Dan masih kita selalu ingat di sepanjang ceritata nabi dan rasul tersebut sebagian besar memiliki alur cerita, adanya dakwah nabi dan rasul yang gencar, dilanjutkan dengan repon yang sangat tidak baik dari kaum saat itu, dilanjutkan dengan pembuktian kalau mereka memang rasul dan nabi utusan Allah swt, kemudian keluarlah mukzizat dengan hasilnya ada yang mulai beriman, ragu-ragu bahkan masih tetap bandel. Di akhir cerita kemudian turunlah azab dan hukuman langsung cash kepada umat yang durhaka dan bandel tersebut. Mulai dari bumi yang dibuat gonjang ganjing, air bah, ditenggelamkan di laut, dan sebagainya. Read more…

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ...18 19 20 Next