Feb 08

Kita harus mempunyai perhatian yang serius dalam upaya menyempurnakan akhlak kita karena nilai manusia bukanlah terletak pada bentuk fisik, suku, keturunan, gelar kesarjanaan, maupun harta, tetapi terletak pada ketaqwaan dan akhlak kita.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa di antara kalian. (Q.S. Al Hujurat: 13)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Sesungguhnya Allah tidak memperhati-kan bentuk rupa dan harta kalian, tetapi Allah memperhatikan hati dan amal-amal kalian. (HR. Muslim)

Ibnul Atsir menyebutkan “al khuluqu “ dan “al khulqu” dalam kitabnya An Nihayah berarti dien, tabiat dan sifat. Hakikatnya adalah potret batin manusia, yaitu jiwa dan kepribadiannya. (dalam Syeikh Ibnu Utsaimin, Nakarimul Akhlak).

Allah subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar memilki akhlak yang agung (Al Qalam: 4)

Ibnu Abbas r.a. berkata tentang ayat di atas, khuluqil ‘adhim yaitu dien yang agung. Demikian pula dikatakan oleh Mujahid, Abu Malik, As Suddi, Rabi bin Anas, Adh Dhahhak dan Ibnu Zaid.
Syeikh Salim Al Hilali berkata, “Dengan ini menjadi jelas bahwa akhlak yang agung dimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disifati dengannya adalah dien yang mencakup semua perintah-perintah Allah dan laranganNya sehingga bersegera untuk melaksanakan segala yang dicintai Allah dan diridhaiNya dan menjauhi segala yang dibenci dan dimurkaiNya dengan suka rela dan lapang dada” (dalam Syeikh Ibnu Utsaimin, Nakarimul Akhlak).
Dari keterangan-keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa kata akhlak mempunyai cakupan yang luas, yaitu mencakup akhlak kepada Allah dan akhlak kepada makhluk.

1. Akhlak yang baik terhadap Allah, terfokus pada tiga hal:

Pertama, Membenarkan berita-berita dari Allah, dimana tidak boleh seorang Muslim ragu terhadap kebenaran berita-berita Allah.
Dan siapakah yang lebih benar perkataan-(nya) dari pada Allah? (Q.S. An Nisaa: 87)

Kedua, Melaksanakan hukum-hukum Allah, tidak menolak sedikitpun dari hukum-hukum Allah tersebut.

Ketiga, sabar dan ridha kepada takdir-Nya. Kita semua mengetahui bahwa takdir-takdir Allah untuk makhlukNya tidak semuanya menyenangkan mereka.
Jika takdir Allah telah datang kepada seseorang maka hendaklah ia shabar dan ridha terhadap takdir tersebut, tetap bersikap tenang dan pasrah, serta yakin bahwa setiap apa yang menjadi ketetapan Allah pasti mempunyai hikmah yang sangat besar dan tujuan yang terpuji sehingga berhak atas Allah mendapatkan pujian dan rasa Syukur.

2. Akhlak yang baik terhadap sesama makhluk, meliputi:

Pertama, menahan diri dari menyakiti orang lain, baik menyakiti fisik, harta, ataupun kehormatannya.
Menyakiti orang lain dapat dalam bentuk lisan; menggunjing, mengadu domba, memperolok-olok, menjuluki dengan gelar yang buruk, menuduh dengan tuduhan dusta, saksi palsu dll., bisa juga dalam bentuk perbuatan; mengambil hartanya, menipu, memukul, membunuh, memperkosa, menahan hak orang lain dll.
Menahan diri dari menyakiti orang lain tersebut merupakan akhlak yang baik terhadap sesama makhluk. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya. (HR. Bukhari)

Kedua, berderma dengan membantu orang lain, baik bantuan itu berupa materi, saran, ilmu, tenaga, pikiran dan lain-lain.
Membantu orang lain dibedakan menjadi 3:
a) memenuhi kebutuhan orang lain ketika diminta dan ia mampu memenuhinya dengan wajah berseri.
b) Memenuhi kebutuhan orang lain sebelum diminta.
c) Memenuhi membantu orang lain/ sahabat lebih dari pada untuk memenuhi dirinya sendiri.

Rasulullah SAW bersabda:
Barang siapa melapangkan kesusahan dari kesusahan dunia seseorang mukmin, Allah akan melapangkan dari kesusahannya di hari kiamat. Barang siapa melepaskan kesusahan seseorang mukmin, Allah akan melepaskan kesusahannya di dunia dan di akhirat… (HR. Muslim)

Ketiga, bermanis muka
Rasulullah Sahalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Jangan engkau menganggap enteng perbuatan baik sedikit pun, meskipun engkau berjumpa saudaramu dengan wajah berseri-seri. (HR. Muslim)

Jadi diantara akhlak yang baik adalah hendaknya seorang muslim bergaul yang baik kepada keluarga, kerabat dan teman, tidak menjadi sempit dadanya dengan keberadaan mereka dan tidak menekan mereka, bahkan berusaha sedapat mungkin untuk menyenangkan hati mereka dalam batasan syariat Islam.
(Dinukil dari buku Bengkel Akhlak, oleh Fariq bin Gasim Anuz)

Incoming search terms for the article:

Related posts:

  1. MALU Rasa malu sekarang manjadi sesuatu yang mahal. Banyak orang yang...

2 Responses to “AKHLAK”

  1. zakimath Says:

    Sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wassalam:

    إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

    “Aku hanya diutus untuk menyempurnakan kemulian akhlak.“

  2. Aris Thobirin Says:

    Ya betul mas zakimath, itu merupakan salah satu misi diutusnya Rasulullah SAW.

Leave a Reply