Krishna vs Sinchan

Mendampingi si kecil menonton serial Little Krishna di TPI, saya merasa ‘aneh’ karena suara Krishna disulih oleh suara Sinchan.

Stereotip Sinchan yang kecil, norak, usil, dan kadang jorok; bagi saya cukup mengganggu karakter Krishna. Apalagi kalau mata pas tidak menatap layar TV, imaginasi saya menuju pada sosok Sinchan.

Barangkali bagi anak-anak sekarang yang tidak mengalami periode booming Sinchan waktu itu, tidak begitu aneh.

Bagaimana menurut Anda?

Posted in Serba-serbi | Tagged , | 2 Comments

Vettel Go for Montreal

Vettel mencetak waktu tercepat pada sesi latihan kedua di Montreal, Kanada (11/6) di bawah bayang-bayang Alonso (Ferrari). Dominasi Red Bull yang selalu menduduki posisi pole menunjukkan tim ini sangat berpeluang menjadi juara dunia.

Kompetisi internal yang mengakibatkan kedua banteng serudukan di Turki kemarin, yang akhirnya gagal mendulang podium 1 – 2; pada seri ini, Red Bull tentu akan berjuang keras dengan lebih hati-hati.

Klasemen konstruktor sementara Red Bull Renault beda tipis dengan McLaren Mercedes (171 – 172). Sepertinya kedua tim ini yang mendominasi sisa putaran F1 2010.

Ferrari, ah… tim ini tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang berarti, walaupun dalam beberapa seri berhasil mendesak ke atas. Mercedes GP dan Renault sudah akan menggerus posisi Ferrari, rupa-rupanya.

Posted in Serba-serbi | Tagged | Leave a comment

Tutuplah Botol dengan Rapat

Kebiasaan rapat orang Indonesia memang berlebihan, sampai-sampai menutup botol saja harus dengan rapat terlebih dulu.

Posted in Humor | Tagged , | Leave a comment

Agave: A Colorscheme Designer

Agave adalah tool pembangkit palet warna yang dapat digunakan untukĀ  menentukan tema/skema warna desktop, desain situs web, ikon, dan banyak lagi. Alat ini menyederhanakan proses memilih warna dengan membuat palet berdasarkan pemilihan warna awal sesuai dengan aturan yang dipilih dan ‘selera’ warna yang diharapkan.

Penentuan warna dasar tidak memerlukan pengetahuan yang kompleks: yang perlu kita lakukan adalah memilih warna dari grid yang tersedia di bagian bawah, dan Agave akan menghasilkan warna-warna pelengkapnya.

Pemilihan warna dasar juga dapat dilakukan dengan ‘mengambil’ dari sebarang area di layar menggunakan pick-a-color tool atau (jika kita sudah mengetahuinya) dengan mengisikan kode RGB warna dasar tersebut. Komposisi warna yang dihasilkan dapat di ekspor dalam bentuk angka heksadesimal, RGB, dan HSV untuk digunakan dalam berbagai keperluan seperti GIMP, CSS, atau implementasi lainnya.

Agave bahkan dapat menghasilkan palet acak yang atraktif jika kita tidak memiliki ide mengenai warna dasar ini. Segera setelah kita menemukan kombinasi warna yang kita sukai, kita dapat dengan mudah menyesuaikan dengan membuat lebih terang, lebih gelap, atau mengubah tingkat saturasinya. Hasil yang diperoleh dapat disimpan sebagai pilihan warna favorit agar dapat kita temukan dengan mudah di lain waktu, atau mengekspornya menjadi sebuah file.

Tertarik? Instalasi Agave dapat dengan mudah kita lakukan dengan Ubuntu Software Center atau bermain sudo-sudo-an di Terminal.

Posted in Desain, F/OSS | Tagged , , , | Leave a comment

Memilih Tema Warna yang Tepat

Warna bukan hanya kombinasi biru, merah, kuning, dan hitam; melainkan suatu bentuk komunikasi non-verbal untuk target audiens. Setiap warna memiliki makna dan pikiran. Kita mengasosiasikan warna tertentu dengan makna khusus, yang sangat boleh jadi kita tidak menyadarinya. Warna dapat membangkitkan reaksi emosional, budaya dan bahkan reaksi yang bersifat fisik, sehingga pemahaman arti dan hubungan warna akan membantu kita untuk menentukan pilihan warna terbaik.

Berikut adalah beberapa contoh dari berbagai warna dan artinya:

  1. Merah dianggap sebagai terpanas dari semua warna, sekaligus refleksi sebuah intensitas dan gairah. Hal ini juga menunjukkan bahaya, panas, kebakaran, kecepatan, darah, kegembiraan, persaingan, dan agresi.
  2. Biru adalah warna yang paling populer; menyampaikan perdamaian, ketenangan, kesetiaan, keharmonisan, kepercayaan, dan keyakinan.
  3. Kuning adalah warna yang memancarkan kecerdasan, iman, kebaikan, dan persahabatan. Kuning juga memancarkan optimisme, kebahagiaan, idealisme, dan imajinasi.
  4. Abu-abu biasanya berkonotasi netralitas, stabilitas, dan kebijaksanaan.
  5. Putih adalah warna kebersihan, kemurnian, pemuda, kesederhanaan, kepolosan, persahabatan, dan perdamaian.
  6. Hijau menyampaikan netralitas, pertumbuhan, uang, kerendahan hati, dan kebijaksanaan. Warna ini membawa kesan murah hati, dan dalam banyak kebudayaan, itu adalah pilihan yang logis untuk mewakili kesuburan, penyembuhan, dan ekologi.
  7. Oranye adalah warna hangat yang menunjukkan mewah, semangat, dan hal-hal eksotis. Warna itu sendiri mengungkapkan antusiasme, bersemangat, dan ekspansif.
  8. Ungu adalah warna yang kaya yang memancarkan misteri, royalti, dan spiritualitas. Hal ini juga menyampaikan keadilan dan kebenaran.

Selain itu, kita juga perlu mengetahui bagaimana warna bekerja sama: apakah akan menggunakan komplementer, analog, split complementary, atau skema warna triad.

  1. Warna komplementer adalah dua warna yang langsung berlawanan dari satu sama lain pada roda warna, seperti ungu dan kuning, merah dan hijau, atau oranye-merah dan biru-hijau.
  2. Skema warna analog menggunakan tiga warna. Kita tentukan warna utama dan dua warna yang terletak pada kedua sisi untuk membentuk skema warna analog. Misalnya, jika kita memilih warna biru sebagai warna utama, warna biru-ungu dan biru-hijau untuk menggenapi skema warna ini.
  3. Warna split complementary dapat mengesankan desain dengan kontras tinggi. Jadi, jika kita memilih merah sebagai warna utama, kuning-hijau dan biru-hijau akan melengkapi skema warna ini.
  4. Warna triad merupakan tiga warna dengan jarak sama pada roda warna, yang menyediakan skema yang seimbang dan penuh warna. Contoh skema warna ini adalah oranye, hijau, dan ungu atau merah, kuning, dan biru.

David Airey mengumpulkan sumber-sumber online yang komprehensif untuk belajar lebih jauh mengenai warna.

Posted in Desain | Tagged , , | Leave a comment

Adrian Newey

Ini dia Adrian Newey, aerodynamicist yang berada di balik kesuksesan Red Bull Renault meraih kemenangan combo 1-2 di Monaco (16/5).

Posted in Serba-serbi | Tagged , | Leave a comment

Desain: Cara Berkilah dengan ‘Cerdas’

Sejak tahun 2005 Uni Eropa menetapkan larangan iklan berbahan tembakau pada media cetak, temasuk sponsorship pada event lintas negara.

Formula One (F1) termasuk yang kena getahnya, sehingga tim Ferrari yang disponsori oleh Marlboro ‘mengamankan’ kerjasama mereka dengan cara unik. Barcode yang tertera di punggung mobil Ferrari itu dulunya bertuliskan Marlboro yang distilisasi khas yang sudah akrab itu. Semenjak diberlakukannya ketentuan larangan iklan tembakau di media cetak, mereka mengganti tulisan dengan barcode tersebut.

Semua berjalan dengan mulus, persoalan teratasi.

Dalam nalar bisnis yang paling sederhana, sebuah unit bisnis memberikan sponsor tak-kurang dari $ 1 Billion untuk lima tahun, tidak mungkin diberikan secara cuma-cuma. Pastilah ada pertimbangan ‘balik-modal’.

Coba kita cermati lebih detail: mobil F1 bergerak dengan kecepatan rata-rata mencapai 200 km/jam. Pada kecepatan tersebut secara visual barcode tersebut akan tampak ‘menyatu’ sehingga impresi yang muncul di alam bawah sadar kita bisa tak terduga.

Dan inilah (simulasi visual) hasil akhirnya ketika mobil tersebut berjalan dengan kecepatan 200 km/jam.

Bagaimana menurut Anda?

Update! Mulai di Catalunya, Spanyol minggu lalu (15/05), Ferrari telah mengubah barcode di punggungnya dengan garis putih saja. Mereka bilang untuk mengakhiri perdebatan yang tak-perlu.

Posted in Desain, Renungan | Tagged , , | Leave a comment