Ferrari Kembali ke Jalan yang “Benar” (?)

Vettel pebalap potensial, memimpin lomba dengan mulus sejak lap pertama (ia meraih posisi pole); tetapi ternyata Ferrari telah kembali ke jalan yang “benar” setelah dua tahun terseok-seok (karena kedatangan Alonso, kah?) Kita lihat perkembangannya…

Penasaran juga menunggu kembalinya Schumi :D

Posted in Lain-lain | Tagged | Leave a comment

Ubuntu 10.04

Ubuntu versi 10.04 segera dirilis dengan nama kode Lucid Lynx. Dikabarkan rilis 29 April 2010, tetapi versi Alfa sudah bisa dicoba.

Posted in F/OSS, Sistem Operasi | 3 Comments

Instalasi VideoLAN (VLC) di Karmic Koala

Screenshot

VideoLAN (VLC) adalah program yang cukup handal memutar berbagai format video, yang berjalan di berbagai platform. Dan lebih dari itu, ia FREE dan ternyata jalan baik di Ubuntu 9.10 Karmic Koala. Installasi VLC di Ubuntu cukup simpel dan mudah. Ini dia caranya.

Buka jendela (maaf, terpaksa pakai kata jendela) Terminal, ketikkan perintah:

sudo apt-get install vlc

Kita akan diminta password, berikutnya apt-get akan men-download dan melakukan installasi VLC. VLC dapat kita temukan di menu Applications > Sound & Video > VLC Media Player.

Untuk menambahkan plugin VLC di Firefox juga mudah, ini dia:

sudo apt-get install vlc vlc-plugin-* mozilla-plugin-vlc

setelah selesai, cek di Firefox (menu Tools > Add-ons. Harusnya di kotak dialog Add-ons sudah muncul VLC plugins terdaftar di sana.

Posted in F/OSS | 1 Comment

Tip mengoptimalkan kamera ponsel

Telepon seluler (ponsel) berkamera sudah bukan barang mewah lagi. Seberapa sering Anda memanfaatkan kamera ponsel Anda? Terlalu mahal jika membeli ponsel berkamera tetapi hanya untuk gaya-gayaan. Ini beberapa tip yang bisa memanfaatkan kamera untuk hal-hal kecil:

  1. Mencatat tulisan dosen di papan tulis kadang menjemukan. Manfaatkan kamera ponsel Anda untuk ‘menangkap’ tulisan dosen di papan tulis, untuk dibaca/disalin kemudian. Tapi, pastikan datang lebih awal untuk mengambil posisi paling depan agar gambar yang diperoleh cukup jelas.
  2. Kecewa karena tulisan resep di televisi muncul dan bergerak terlalu cepat? Ambil ponsel berkamera Anda, ambil gambarnya frame-by-frame untuk dicoba dikemudian waktu.
  3. Lupa tidak membawa bolpoin saat dibutuhkan untuk mencatat kode barang pada label, atau khawatir lupa lokasi parkir kendaraan di area yang sangat luas? jangan khawatir. Manfaatkan kamera, ambil posisi dengan tanda-tanda spesifik dilokasi tersebut, ambil gambarnya. Anda bisa menghemat ingatan!

Bagaimana menurut Anda? Anda punya tip lain, mari berbagi disini…

Posted in Lain-lain | 3 Comments

Kamis nge-blog

Hari ini, Kamis 6 Agustus 2009 kami belajar nge-blog di blog uad.ac.id.

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Cara menangkap layar pada Vista

Penulisan dokumentasi atau laporan tidak jarang membutuhkan bentuk tampilan nyata di layar. Cara yang paling sederhana tersedia dalam bentuk tombol PrtSc (Print Screen) yang dikombinasi dengan Alt atau Ctrl. Pada OS keluarga Windows, kombinasi Ctrl+PrtSc akan menangkap seluruh area layar sementara kombinasi Alt+PrtSc akan menangkap jendela aktif. Modifikasi hasil perlu dilakukan menggunakan tool pengolah gambar lain.

Installasi Snipping Tool

Windows Vista menyediakan tool terintegrasi untuk menangkap layar dengan fitur yang fleksibel, yaitu Snipping Tool. Namun sayang, tool ini hanya tersedia di versi Business dan Ultimate. By default, Snipping Tool tersedia sebagai paket komponen opsi Tablet PC, jika fitur ini belum terinstal pada Vista, Anda perlu mengaktifkannya terlebih dulu.

Buka Programs and Features pada Control Panel, disisi kiri terdapat pilihan Turn Windows features on or off. Centang opsi Tablet PC Optional Components. Vista membutuhkan beberapa saat untuk melakukan konfigurasi ini.

Temukan Snipping Tool di Accessories, atau ketikkan Snipping di Start Search.

Opsi tangkapan layar

Snipping menyediakan 4 opsi tangkapan layar: free-form, rectangular, window, dan full-screen. Opsi free-form sedianya disediakan untuk tablet PC yang menggunakan stylus pen sehingga tangkapan free-form akan mudah digunakan. Namun demikian, mouse dapat digunakan untuk menangkap bentuk bebas ini.

Opsi rectangular akan menangkap bentuk kotak yang dipilih dengan cara menggerakkan (click-and-drag) kursor dari ujung ke ujung membentuk kotak.

Opsi window akan menangkap satu jendela utuh, dan opsi full-screen akan menangkap seluruh layar.

Setelah layar ditangkap, Snipping akan membuka di jendela editing. Di sini, kita dapat menandai bagian-bagian tertentu dengan pena seolah-olah kita mencorat-coret gambar. Juga, memberikan tanda (marker) seperti kita memberikan tanda stabilo (maaf terpaksa menyebut merek). Tanda-tanda itu dapat dihapus dengan mudah pula. Demikian juga dengan warna tandanya, bebas kita tentukan.

Snipping juga menyediakan opsi lainnya. Buka bagian Options, Anda dapat memilih setelan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Hasil tangkapan yang telah diolah dapat disimpan dalam format gambar (JPEG, GIF, atau PNG) atau dikirimkan via email. Menarik, bukan…

Posted in Lain-lain, Sistem Operasi | Tagged , | Leave a comment

Terimakasih Anda Tidak Merokok di Lingkungan Kampus UAD

Sudah lama saya prihatin dengan spanduk-spanduk larangan merokok di lingkungan kampus UAD. Spanduk tinggal menjadi jargon macan ompong, banyak dan sering saya jumpai orang-orang merokok justru di bawah spanduk itu; tidak hanya mahasiswa (tapi jumlah ini yang banyak dan sering saya temui), tetapi juga staf, yang dengan berat hati terpaksa merokok di sudut-sudut kampus.

Kebijakan harusnya dikawal pelaksanaannya, dan yang tidak kalah penting adalah evaluasi. Sejauh saya cermati kebijakan larangan merokok tidak ‘diketahui’ sebenarnya siapakah ‘polisi’ penegaknya. Di awal-awal kebijakan itu diluncurkan, saya secara acak sering menegur dan mengajak mahasiswa yang saya temui untuk saya bantu mematikan rokoknya, atau memandunya ke arah keluar kampus jika terpaksa harus merokok. Belakangan saya menyurut mengingat ternyata staf juga tidak sedikit yang merokok (walaupun menyudutkan diri).

Evaluasi, sudahkah kebijakan itu di evaluasi: efektifitas dan maksud dikeluarkannya kebijakan tersebut. Saya kira dua hal inilah yang secara kelembagaan di UAD ini sangat lemah: Pengawalan kebijakan dan evaluasinya.

Bagaimana menurut Anda?

Posted in Lain-lain | 2 Comments