Capaian teknologi yang sudah sedemikian maju sampailah pada satu titik ketika pesawat terbang tidak lagi memerlukan pilot. Segala sesuatu sudah di-preset: tujuan, bahan bakar, tinggi jelajah, rute, dll sudah set di awal .Pada penerbangan publik perdana, para penumpang kaget bukan kepalang ketika ternyata diketahui di ruang kokpit tidak ditemukan seorangpun. Awak kabin menjelaskan bahwa pesawat yang ditumpangi sudah fully automatic. Para penumpang jadi ragu. Lantas terjadilah negosiasi antara para penumpang dengan duty manager maskapai tersebut dengan keputusan ditempatkanlah seorang pilot dan seekor anjing. Para penumpang lebih terkejut lagi, “untuk apa anjing disertakan di kokpit?”
“Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian, pesawat ini sudah dilengkapi dengan teknologi canggih. Ketika sudah diset, tidak boleh ada sesuatupun yang menyentuh peralatan untuk memastikan keselamatan penerbangan.” “Untuk itu, kami memerlukan seekor anjing untuk menjaga agar si pilot tidak menyentuh apapun di ruang kokpit.”
Walaupun, tersengut-sungut, diterima juga alasan tersebut.
Tapi… lantas kalau begitu apa pekerjaan si pilot?
“…karena ini penerbangan jarak jauh, maka pekerjaan pilot adalah memberi makan anjing.”
Itulah gambaran mengenai perkembangan TI yang sangat cepat tapi tidak diimbangi dengan perubahan budaya. Mestinya perkembangan TI itu juga diikuti perubahan gaya hidup–gaya hidup digital.
No related posts.
Ha.. ha… kerja sama yang hebat. Saling menjaga….. antara anjing dan manusia. Kalau ada troble di seting automatic pilotnya, mereka tidak perlu memperbaiki, but keduanya cukup berpelukan saja. he…
Ha.. ha… kerja sama yang hebat. Saling menjaga….. antara anjing dan manusia. Kalau ada trouble di seting automatic pilotnya, mereka tidak perlu memperbaiki, but keduanya cukup berpelukan saja. he…
mestinya ada co-pilot lagi pak untuk membersihkan pup si anjing