Jenis masakan inilah yang memiliki varian sangat banyak, setiap daerah memiliki jenis soto khas yang diperkaya dengan nuansa lokal; namun semuanya memiliki rasa soto yang khas.
Soto ini sangat bersejarah bagi saya, semacam makanan kenangan lah…
Di Jogja soto kudus telah dimodifikasi secara khas, karena di Kudus soto ini menggunakan daging kerbau.
Disini letak menariknya: di Kudus waktu itu cukup banyak warga beragama Hindu sehingga sapi yang dimulaikan oleh penganut Hindu, oleh orang Islam setempat tidak dijadikan sebagai bahan konsumsi. Toleransi yang menarik sampai ke urusan lidah. Sebagai gantinya, warga setempat menyembelih kerbau sebagai bahan makanan, termasuk soto kudus ini.
Daging kerbau di Jogja tidak begitu populer, mungkin melihat lenguhan dan legam+tebal kulitnya jadi enggan menyantap daging jenis ini. Padahal konon rasanya tidak kalah enak dibanding daging sapi. Untuk itu, soto kudus yang ada di Jogja menggunakan daging ayam. Beberapa malah menyatakan dengan gagah “asli ayam kampung”.
Soto ini selalu disajikan dengan makanan pelangkap: sate kerang, perkedal, tempe (mendoan), dll. Plus jeruk nipis yang disajikan tersendiri pada piring kecil. Eksotis.
Sajian pelengkap inilah yang menggugah selera, tetapi sekaligus yang sering membobol kantong. Sotonya sih… gak seberapa, bahkan soto ini selalu disajikan pada mangkuk kecil. Jadi siap-siap saja pesan dua sekaligus jika tidak ingin merasa hanya sekedar pengganjal perut. Rasanya… jangan tanya: enak banget, khas dengan taburan bawang putih goreng.


Akhirnya Vettel berhasil meraih juara di Sepang, tidak tanggung-tanggung duo Red Bull Renault bersama dengan Webber finish pada urutan satu – dua. Setelan mobilnya rupa-rupanya menunjukkan ketahanan yang meningkat. Ferrari dan McLaren harus hati-hati, kalau tidak ingin kecolongan.

Identitas Baru Mesin Pencari Google
Ternyata halaman hasil pencarianpun juga mengalami perubahan, area navigasi dipindahkan ke sisi kiri. Google memang sedang berbenah.
Bagi sebuah perusahaan terkenal perubahan itu seperti hidup dan mati. Pilihannya hanya “berubah ataoe mati!” Perubahan sebenarnya sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu ketika Google menyembunyikan informasi tambahan yang biasanya muncul di baris atas sesaat sebelum kita melakukan gerakan mouse. Asumsinya bagi pengguna yang sudah sangat familiar dengan Google, masuk langsung mengetikkan kata-kata kunci. Desain baru ini akan meningkatkan fokus pengguna kepada pencarian; karena demikian sejatinya Google dilahirkan.
Perubahan logo merupakan bagian desain ulang yang lebih besar dari pengalaman pencarian Google. Logo baru tampaknya lebih baik, meskipun bentuk strukturalnya sama persis, karena bentuk huruf yang digunakan tidak mengalami perubahan. Perbaikan dan perubahan ini menunjukkan betapa mudahnya untuk terbiasa dengan sesuatu yang tidak begitu menyenangkan seperti yang seharusnya… revolusioner!