Archive for the ‘Computer Networks’


Published September 3rd, 2010

Motherboard Kecil MiniITX MSI FUZZY CX-700 ATX [Murah, PC Router]

Bagi netters yang suka melakukan otak-atik PC, tetapi terkendala biaya dan ukuran, perlu di coba Motherboard Mini ITX di mana rata-rata memiliki ukuran yang minimalis tanpa mengurangi kemampuan mesin tersebut.  Salah satu Motherboard tersebut adalah besutan dari taiwan yang di beri label MSI FUZZY CX-700 ATX.  Motherboard jenis ini di beberapa toko networking online di banderol dengan harga kurang lebih Rp.900.000,00 an, Spektakuler bukan ??

Motherboar ini, memiliki beberapa spesifikasi yang penting, dan di buru oleh para pecinta PC Router, antara lain :
CPU     :     VIA C7 1 Ghz, Eden series in NanoBGA2 Package
Memory     :     DDR2 400/533
VGA Interface     :     VIA S3 UniChrome Pro II 3D Graphic Engine, Shared memory up to 128MB
Storage Devices

  • 2x SATA
  • 1x Ultra DMA 66/100 mode 40 pin IDE
  • 1x CF (Compact Flash) TypeII Socket X1 (share an IDE Port)

LAN Interface     :    2 Port Gigabit LAN 10/100 /1000 Mbps Realtek RL8110SC
Extended Interface

  • 1x Mini PCI Socket
  • 1x slot PCI 32 bit Support (3,3V & 5V)
  • Internal I/O (Onboard Pinheader)
  • 2x USB 2.0 ,  1x Pararel port, 1x Front Audio, 1x LVDS Connector
  • 2x RS232 Serial, 1x CD in Connector, 1x TV Out

Back Panel I/O     :

  • 2x RJ-45 Gigabit LAN, 4x USB 2.0
  • 1x Serial port RS-232, 1x PS2 Keyboard + Mouse, 1x Line in+Line out+Mic
  • 1x VGA Connector, 1x DVI, 1x TTV Out, 1x S-Video Out

Power Source / Form Factor     :     ATX
Board Dimension     :     170mmx170mm or 6.7inchx6.7inch
Operation Temperature     :     0 ~ 60° C


Semoga bermanfaat.

Published September 2nd, 2010

Konfigurasi COSS Cyclic Object Storage System [Unix, BSD, Linux Minded]

Para dedemit maya, napsteres, nuxer, nixer,  sering kali kita di buat pusing tentang konfigurasi cache pada PROXY Server terutama yang menggunakan SQUID sebagai mesin utamanya, kalau kita telisik lebih jauh, ada mekanisme yang sebetulnya sudah lama di sediakan oleh aplikasi tersebut untuk memanage konfigurasi cache nya.


Konfigurasi utama bisa di temukan pada
cache_dir coss /path/to/storefile size max-size=n [common cache_dir options]
dimana
max-size=n; di isi maksimal ukuran object yang di support COSS
selain itu kita harus menspesific kan / mendetailkan path dari file log tersebut dengan cara merubah baris berikut sesuai kebutuhan
cache_swap_log /path/to/log/%s

berikut tahapan-tahapan untuk melakukan proses ./configure :
1. % ./configure –enable-storeio=coss,ufs
2. dd if=/dev/zero bs=1048576 count=<size> of=<outfile>
3. cache_dir coss <file> <size> max-size=<max-size>
4. cache_swap_log /var/spool/squid/%s
5. berikut maksimalt limit ukuran object COSS

  • n=512 – 8192 MB
  • n=1024 – 16384 MB
  • n=2048 – 32768 MB
  • n=4096 – 65536 MB
  • n=8192 – 131072 MB

6. overwrite-percent=<n>
7. max-stripe-waste=<n>
8. membufs=<n>
9. maxfullbufs=<n>
10. cache_dir coss /var/spool/squid/coss 100 block-size=512 max-size=131072
11. cache_dir coss /dev/sdf1 34500 max-size=524288 max-stripe-waste=32768 block-size=4096 maxfullbufs=10

selamat ber-explorasi;

Incoming search terms for the article:

Published February 9th, 2010

Cara Backup Konfigurasi (Setting) Router MikroTiks

Tentunya netters sekalian suatu saat akan di hadapkan pada keadaan “failure connection“, dan ternyata kita belum sempat melakukan backup konfigurasi pada router kita, dapat di bayangin aktifitas yang harus kita lakukan untuk mengembalikan ke default seperti semula. Untuk mengantisipasi hal tersebut MikroTiks sudah mennyediakan beberapa cara untuk mem-backup setting konfigurasi yang telah kita lakukan.

MikroTiks ternyata dapat melakukan proses backup dengan mudah, netters sekalian tinggal menentukan, mau di backup seperti apa setting/konfigurasinya ??

  1. apakah manual
  2. apakah manual dan di kirim ke email anda
  3. apakah otomatis menggunakan script
  4. apakah otomatis menggunakan scheduler dan script

mari coba kita ulas satu persatu, siapkan senjata WINBOX atau mode console MikroTiks anda

==============================================================================
1. backup dengan cara manual

[riadi@HOTSPOTS] > system backup save name=riadi-backup
Saving system configuration
Configuration backup saved
[riadi@HOTSPOTS] >
untuk memanggil kembali file backup tadi, dapat dilakukan dengan cara
[riadi@HOTSPOTS] > system backup load name=riadi-backup
Restore and reboot? [y/N]: y
Restoring system configuration
System configuration restored, rebooting now
[riadi@HOTSPOTS] >
Router Akan restart dan file backup akan menggantikan konfigurasi sebelum nya

============================================================================
2. backup dengan cara manual dan hasilnya di kirim ke alamat email kita

[riadi@HOTSPOTS] > tool email send to=sysadmin@uad.ac.id server=”118.97.x.xx” (IP ini adalah IP SMTP ISP kita)
from=riadi@uad.ac.id file=riadi-backup
subject=konfigurasi-backup-HOTSPOTS

=======================================================================

3. backup otomatis menggunakan script

[riadi@HOTSPOTS] > tool email set server=118.97.x.xx from=riadi@uad.ac.id
selanjutnya kita siapkan script untuk mengirim file backup ke kita menggunakan email
[riadi@HOTSPOTS] >system script
add name=”backup_mail” source=”/system backup save name=riadi-backup \n/tool \
e-mail send file=fery-backup.backup to=\”sysadmin@uad.ac.id\” body=\”Backup Setting Mikrotik \
\” subject=\(\[/system identity get name\] \
. \” \” . \[/system clock get time\] . \” \” . \[/system clock get date\] \
. \” Backup\”\)\n”
[riadi@HOTSPOTS] >
untuk menjalankan script yang sudah terkirim ke email kita
[riadi@HOTSPOTS] system script> run riadi-backup
[riadi@HOTSPOTS] system script>

=========================================================================
4. backup otomatis menggunakan scheduler dan script

misalnya, netter akan men-setup untuk membackup setting setiap minggu, maka harus dilakukan konfigurasi sebagai berikut :
[riadi@HOTSPOTS] > system scheduler add name=”scheduler_backup” on-event=“riadi-backup”
start-date=feb/10/2010 start-time=07:30:00 interval=7d
comment=”” disabled=no
[riadi@HOTSPOTS] > system scheduler print
Flags: X – disabled
# NAME ON-EVENT START-DATE START-TIME INTERVAL RUN-COUNT
jadwal_backup_by-email feb/10/2010 07:30:00 1w 0
[riadi@HOTSPOTS] >
selanjutnya, bagi netters yang sudah lumayan ahli dapat memanfaatkan script berikut ini
[riadi@HOTSPOTS] > /system script add name=scheduler_backup source={/system backup save name=([/system identity get name] . “-” . \
[:pick [/system clock get date] 7 11] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 4 6]); \
/tool e-mail send to=”sysadmin@uad.ac.id” subject=([/system identity get name] . ” Backup ” . \
[/system clock get date]) file=([/system identity get name] . “-” . [:pick [/system clock get date] 7 11] . \
[:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 4 6] . “.backup”); :delay 10; \
/file rem [/file find name=([/system identity get name] . “-” . [:pick [/system clock get date] 7 11] . \
[:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 4 6] . “.backup”)]; \
:log info (“System Backup emailed at ” . [/sys cl get time] . ” ” . [/sys cl get date])}

========================================================================

OK, Semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published February 9th, 2010

Single Sign On Authentication using LDAP

Mungkin para netters mania beberapa tidak asing dengan istilah single sign on, atau biar mudah di cerna akal pikiran biasa SSO merupakan teknologi yang mengizinkan dan memungkinkan pengguna atau user yang terhubung ke suatu jaringan dapat mengakses sumber daya (resource) dalam jaringan tersebut hanya dengan menggunakan satu account pengguna saja, (mirip login autentikasi yang di terapkan google, jadi satu login bisa untuk : gmail, docs, wave, dll).

Dibalik kemudahan itu semua ternyata ada teknologi yang bekerja di belakang layar yang sering di kenal dengan LDAP. LDAP (Lightweight Directory Access Protocol) merupakan suatu network protokol yang digunakan untuk mengakses direktori. Pengertian direktori disini adalah sekumpulan informasi yang disusun berdasarkan hirarki tertentu. Informasi pada direktori, disebut juga atribut, dapat berupa informasi tentang account seseorang, informasi hardware, dan informasi yang lain tergantung schema yang tersedia. Bahkan kita pun bisa membuat schema sendiri.

Berikut ini gambar ilustrasi sebelum menerapkan teknologi single sign on authentication.

Berikut ini gambar ilustrasi sesudah menerapkan teknologi single sign on authentication.


Selanjutnya, mengenai tools yang sering digunakan adalah menggunakan OPENLDAP. ulasannya menyusul.. to be..continued.

Semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published February 7th, 2010

Konfigurasi Setting HTTP Walled Garden [Hotspot on Mikrotiks]

Hotspot Walled Garden merupakan sebuah layanan /feature yang mengizinkan semua user yang tidak memiliki autentikasi (yang tidak terdaftar dalam list user HOTSPOT) untuk mengakses halaman website tertentu. tetapi ketika akan mengakses alamat / url yang lain harus tetap melakukan autentikasi melalui proses login terlebih dahulu.

Berikut ini sedikit tampilan screen shoot konfigurasi Walled Garden pada Mikrotiks.

semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 Next