Archive for the ‘Cisco’


Published June 17th, 2009

Manajemen Trafik Jaringan – 00 [cisco minded]

Para netters yang budiman, jika anda semua mau belajar ilmu jaringan, ada beberapa konsep dasar dan fundamental yang harus netters kuasai sehingga kalau terjadi permasalahan maka kita akan dapat melakukan troubleshooting dengan cepat tepat dan benar sesuai dengan urutan penanganan permasalahannya.

Referensi wajib yang harus netters pahami adalah konsep OSI (Open System Interconnection) layer, OSI layer ini memiliki tujuh layer dimana masing-masing mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri-sendiri;

osi

dari gambar diatas dapat kita ketahui,  bahwa layer-layer diatas juga dapat dikelompokkan menjadi 2 : Upper Layer dan Lower Layer.
Upper Layer dari model OSI mendefinisikan komunikasi antar aplikasi yang berada pada komputer end-user. Biasanya berhubungan dengan software komunikasi (layer 5,6,7).
Lower Layer model OSI terfokus pada transportasi data, dimana dapat dicapai melalui router, switch atau kabel fisik (layer 1,2,3,4).

contoh real penerapane adalah sebagai berikut :

  1. layer 7–> aplikasi [web,email, chat, dll]
  2. layer 6 –> aplikasi [enkripsi pada aplikasi tersebut : RSA,dll]
  3. layer 5 –> aplikasi [sesi pada aplikasi yang dijalankan berapa lama, dll]
  4. layer 4 –>  router[firewall, NAT, IP inspection,dll]
  5. layer 3 –> routing pada router [RIP,BGP,OSPF,EIGRP,dll]
  6. layer 2 –> hardware, switch, MAC-Address, dll
  7. layer 1–> ethernet

to be continued …..

semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published May 16th, 2009

Software Cisco IOS [Cisco Minded]

Para netters dan dedemit maya yang budiman, selama ini kita mengenal beberapa sistem operasi yang beraneka ragam dari yang menawarkan feature ini itu, pokokne seabyek para developer berusaha memikat hati pari penggunanya. Diantara banyak OS itu ada salah satu yang namanya Internetwork Operating Sistem (IOS), lhaa.. Cisco itu memakai ini untuk di tanam di dalam device device router besutan vendor ini. Asal para netter pernah nyicipi keluarga Linux / Unix  / BSD ketika ketemu IOS ini paling tinggal kedap-kedip sedikit dan running well.

Sama dengan PC, router atau switch tidak akan berfungsi tanpa operating system. Tanpa operating system, hardware tidak akan berguna. Cisco IOS mempunyai kemampuan:

  • Dasar routing dan fungsi switching
  • Akses ke jaringan dijamin keamannya
  • Beroperasi di skala jaringan

CLI (command line interface) dapat diakses dengan beberapa cara. Secara umum, CLI diakses melalui terminal console. Console menggunakan koneksi serial kecepatan rendah yang dihubungkan langsung dari router ke PC. CLI juga bisa diakses melalui remote koneksi dialup modem ke router lewat AUX port. Cara ketiga adalah melalui telnet ke router. Untuk akses melalui telnet ini, paling tidak satu interface router sudah dikonfigurasi alamat jaringannya (IP address), dan virtual terminal harus dikonfigurasi untuk login dan password.
CLI pada Cisco mempunyai struktur hirarki. Struktur ini berguna untuk melakukan jenis-jenis perintah ke router. Contoh, untuk mengkonfigurasi interface router, user harus masuk ke configuration mode. Semua konfigurasi yang dimasukkan ke interface tadi hanya berlaku untuk inetrface yang dikonfigurasi saja. IOS menyediakan interpreter service yang dikenal dengan command executive (EXEC). Setelah masing-masing perintah dimasukkan, EXEC akan memvalidasi dan menjalankan perintah.

Cisco IOS dibagi menjadi dua level akses, yaitu user EXEC mode dan privileged EXEC mode. Privileged EXEC mode juga dikenal sebagai enable mode. Di bawah ini adalah fitur-fitur dari user EXEC mode dan privileged EXEC mode:

cisco-mode

  • user EXEC mode hanya memiliki perintah-perintah terbatas. Biasanya hanya meliputi perintah-perintah yang bersifat monitoring atau view. User EXEC tidak mengijinkan user untuk melakukan perubahan konfigurasi pada router. User EXEC mode ini ditandai dengan prompt > -
  • privileged EXEC mode berisi perintah=perintah untuk akses ke router. Mode ini dapat digunakan untuk mengkonfigurasi password. Dan biasanya mode ini sering digunakan oleh administrator untuk perintah-perintah yang bersifat konfigurasi dan manajemen. Global configuration mode dan mode konfigurasi lainnya hanya dapat dilakukan melalui mode ini. Privileged EXEC mode ditandai dengan prompt #

(more…)

Incoming search terms for the article:

Published May 8th, 2009

Konfigurasi Router [Cisco Minded]

Di bawah ini, langkah-langkah untuk menghubungkan PC ke router:
1.   Konfigurasi terminal emulation ke PC dengan parameter:

  • COM port yang dipakai
  • baud: 9600
  • data bit: 8
  • No parity
  • Stop bit 1
  • No flow control

2.    Hubungkan konektor RJ-45 kabel roll-over ke terminal console router

wan-01
3.    Hubungkan ujung yang lain ke terminal DB-9

wan-02
4.    Sambungkan terminal DB-9 female adapter ke PC

Berikut ini beberapa konektor serial yang sering digunakan dalam mengkonfigurasi router

wan-03

Berikut ini contoh koneksi melalui DCE Serial

wan-04

Semoga Bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published May 8th, 2009

Aturan Router dalam WAN [Cisco Minded]

wan-00

Standar dan protokol atau fungsi utama dari operasi WAN adalah di layer fisik dan layer data link. Artinya 5 layer lainnya tidak ditemukan di WAN. Dengan kata lain standar dan protokol layer 1 dan layer 2 dari WAN berbeda dengan standar dan protokol layer 1 dan layer 2 dari LAN.
Layer fisik WAN menggambarkan interface antara data terminal equipment (DTE) dan data circuit-terminating equipment (DCE). Umumnya, DCE berada di sisi provider dan DTE berada di sisi device. Pada model ini, komunikasi melalui DTE dengan bantuan modem atau CSU/DSU.
Fungsi utama dari sebuah router adalah untuk mengirimkan data menggunakan alamat layer 3.  Proses ini disebut dengan routing. Routing terjadi pada layer network, atau layer 3.  Jika WAN beroperasi pada layer 1, 2 dan 3, apakah router adalah peralatan untuk LAN atau WAN ? jawabannya adalah dua-duanya.
Router dalam WAN adalah untuk mengantarkan paket data pada layer 3, tapi ia juga bisa dipakai dalam LAN.  Pada saat router menggunakan standar dan protokol layer fisik dan layer data link maka ia beroperasi sebagai peralatan WAN. Sebagai contoh, sebuah router mungkina harus mempunyai interface ISDN yang menggunakan enkapsulasi PPP dan sebuah interface serial yang terhubung ke jalur T1 yang menggunakan enkapsulasi Frame Relay. Router harus mampu merubah bit stream dari tipe layanan yang satu ke tipe yang lain, dalam hal ini ISDN ke T1 dan merubah enkapsulasi data link dari PPP ke Frame Relay.
Di  bawah ini adalah daftar standar dan protokol layer fisik pada WAN:

  • EIA/TIA-232
  • EIA/TIA-449
  • V.24
  • V.35
  • X.21
  • G.703
  • EIA-530
  • ISDN
  • T1,T3,E1 danE3
  • xDSL
  • SONET (OC-3, OC-12, OC-48, OC-192)

Di bawah ini adalah daftar standar dan protokol layer data link pada WAN:

  • High-level data link control (HDLC)
  • Frame Relay
  • Poin-to-Point Protocol (PPP)
  • Synchronous Data Link Control (SDLC)
  • Serial Line Internet Protocol (SLIP)
  • X.25
  • ATM
  • LAPB
  • LAPD
  • LAPF

Incoming search terms for the article:

Published May 8th, 2009

Router WAN [Cisco Minded]

komponen-router

Router adalah sebuah komputer khusus, router mempunyai komponen-komponen dasar yang sama dengan PC desktop, Router mempunyai CPU, memori, sistem bus, dan banyak interface input/output. Router didisain untuk melakukan tugas khusus yang tidak dimiliki oleh PC desktop. Contoh, router menghubungkan dan mengijinkan komunikasi antara dua jaringan dan menentukan jalur data yang melalui koneksi jaringan.
Sama dengan PC, router membutuhkan operating system untuk menjalankan fungsinya, yaitu Internetwork Operating System (IOS) software untuk menjalankan file-file konfigurasinya. Konfigurasi-konfigurasi ini berisi perintah-perintah dan parameter yang mengontrol aliran trafik yang masuk dan keluar dari router. Router menggunakan protokol routing untuk menentukan jalur terbaik.
Komponen utama dari router adalah random-access memory (RAM), nonvolatile random-access memory (NVRAM), flash memory, read-only memory (ROM) dan interface-interface.

RAM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:

  • Menyimpan tabel routing
  • Menangani cache ARP
  • Menangani cache fast-switching
  • Menangani packet buffering dan share RAM
  • Menangani antrian paket
  • Menyediakan temporary memory untuk file konfigurasi pada saat router bekerja
  • Data akan hilang pada saat router dimatikan atau restart

NVRAM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:

  • Menyediakan storage untuk file startup configuration
  • Data masih ada walaupun router dimatikan atau restart

Flash memory mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:

  • Menangani IOS image
  • Memberi akses software untuk melakukan update tanpa harus melepas chip pada prosesornya
  • Data masih ada ketika router dimatikan atau restart
  • Dapat menyimpan beberapa versi software IOS
  • Merupakan   tipe   dari    Electrically   Erasable   Programmable   Read-only   Memory (EEPROM).

ROM mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:

  • Menangani perintah-perintah untuk keperluan diagnosa power-on selt test (POST)
  • Menyimpan program bootstap dan dasar operating system
  • Membutuhkan melepas chip pada motherboard pada saat melaukan upgrade software

Interfaces mempunyai fungsi dan karakteristik sebagai berikut:

  • Menghubungkan router ke suatu jaringan sebagai keluar masuknya paket data
  • Hanya berada dalam motherboard atau sebagai module yang terpisah.

Incoming search terms for the article:

Pages: 1 2 3 Next