Archive for the ‘FreeBSD’


Published January 30th, 2009

Otomatisasi Bypass Squid Proxy Server

Kebetulan beberapa minggu ini, listrik yang di-suplay dari PLN agak batuk-batuk sehingga mengakibatkan beberapa server down dengan otomatis, kebetulan saja UAD mengimplementasikan salah satu mesin proxy servernya menggunakan Squid yang di topang dengan sistem operasi FreeBSD. Sistem ini berkolaborasi dengan mesin Core UAD yang mengelola seluruh NAT dan rule-rule penting yang harus mempunyai permit autentikasi allow dan deny sesuai dengan identifikasi kebutuhan yang dibutuhkan di UAD dengan bantuan program PF yang ditopang juga dengan sistem operasi FreeBSD yang khususon di-compile khusus untuk mengelola detak jantung network UAD.

squid-bsd2

Di UAD menerapkan sistem hanya ada satu NAT terpusat yang dikelola oleh mesin Core UAD, sedangkan jaringan VLAN yang tersebar diseluruh pelosok UAD hanya routing saja, untuk urusan ini kami mempercayakan kepada sistem operasi Mikrotik 3.17 dengan licence level 6. Permasalahannya adalah ketika mesin proxy utama mati, maka jaringan akan tetap berjalan normal tetapi tanpa menggunakan proxy, nek diterus-teruske koneksi yang sudah dan bisa di cache akan dipanggil terus menerus, walhasil akan menyebabkan pemborosan bandwith sek lumayan guede.

Berikut ini ada sedikit script untuk bumbu mesin proxy UAD, script ini akan berjalan otomatis ketika service network pada mesin core UAD di-start atau restart, script ini menggunakan sedikit shell programming, jadi kalau masih bingung, silahkan tanya-tanya sama simbah gugel siapa tahu nemu solusine. untuk lebih detailnya script yang kita gunakan seperti ini :

#!/bin/sh
delay=5;
rm -f /tmp/squid.up /tmp/squid.down
while [ 1 ] ; do
nmap -sT -p 8200 118.97.8.22 | egrep “8200/tcp.*filtered|open”
if [ "$?" -eq 0 ] ; then
echo “Squid is UP”
touch /tmp/squid.up
if [ -f "/tmp/squid.down" ]; then
logger “squid Already UP”
rm -f /tmp/squid.down
# Please put Action to put routing at here
/sbin/pfctl -a “RDR-PROXY” -f /etc/pf/anchor/RDR-PROXY
fi
touch /tmp/squid.up
else
echo “Squid is Down”
touch /tmp/squid.down
if [ -f "/tmp/squid.up" ]; then
logger “squid Already DOWN”
rm -f /tmp/squid.up
#please put action to remove routing at here
/sbin/pfctl -a “RDR-PROXY” -Fn
fi

fi
sleep $delay
done

semoga bermanfaat, stay tune at this blog, tetap semangat, OK.

Published December 26th, 2008

BGP untuk redundant link

Beberapa minggu ini, saya di kapokke karo setting switch 3Com gawane telkom, ceritane kie ngene, kebetulan saja almamater kita langganan koneksi Internet via Astinet Telkom. sementara saat ini bandwith yang kita sewa sebesar 3 Mbps untuk Internet, dan dulune 718 Kbps KAPAS-Janturan, 512 Kbps KAPAS-Pramuka, walhasil dengan pemakaian bandwith yang ada saat ini langsung njeplak koneksine.

singkat crito kita minta dinaikkan koneksi Dyna Access (KAPAS-JANTURAN, KAPAS-PRAMUKA) masing-masing 10 Mbps, antar kampus, akhirnya dengan beberapa pertimbangan dan alasan yang real dan *sedikit ngeyel* di turuti sama telkom, dong-donge nek diset 100 Mbps per interface VLANe telkom kie gak popo, mung tinggal nulis 10 opo 100 enter dadi, permasalahane terletak ketika komputer router UAD habis restart opo semaput, waduh.., koneksi FO antar kampus *agak rewel*, dengan sedikit jengkel saya ngebel mbak nora dedengkot masalah complain, saya minta tolong untuk disampaikan ke mas wizdan atau pak beni dari telkom sek mbahu rekso VLANee telkom men ndang diberesi penyakite.

kebetulan dengan adanya settinge switch 3com masing-masing kampus yang dipinjemi telkom, otomatis saya harus klak-klik ngedunke speed ning interface ethne kadang 100, kadang 10, kadang kudu full duplex, kadang kudu auto negotiation, walaaah…., njelehi, mentelengi interface sek rodo ribet.

UAD menerapkan dinamik routing menggunakan BGP untuk koneksi antar kampus, dan juga menerapkan dinamik routing menggunakan OSPF untuk koneksi Inherent. men rodo jelas kie ngene, dalam komunikasi data untuk mengirim data dari sumber ke tujuan, kie macem-macem dalane (rutene) lha kui sek di jenengi routing. secara teori routing kie ada 2  : routing statik dan routing dinamik.

  1. routing statik, ditentukan manual oleh admine, misale kalau dari KAPAS-UAD1 mau ke JANTURAN-UAD3, maka harus melewati jalure yang kita inginkan, misale mubeng-mubeng disik liwat beberapa ISP, dioper nek VSAT, di jebloske nek FO, trus di lewatke Wireless, sah-sah saja.
  2. routing dinamik, otomatis sesuai dengan algoritma yang digunakan (distance vector (BGP), linkstate(OSPF) dan hybrid).

Kalau di tempat kita menerapkan BGP dengan default koneksi lewat FO, tetapi ketika FO ne rewel secara otomatis akan pindah koneksi ke Wireless menggunakan RB gawane Mikrotik, Sedangkan untuk Inherent ketika kita mengakses website yang terhubung dan teradvertise IP Addressnya ke Inherent maka dengan algortima OSPF akan dicarikan rute terpendek untuk mencapai host tersebut.

Semua hal tersebut diatas ditangani mesin-mesin branded dengan OS yang lumayan tangguh.

  1. OSPF, Quagga —> CORE UAD {FreeBSD Stable 7.00 Compiled Secure Kernel for UAD)
  2. BGP, Routing    —> USERMAN (Mikrotik 3.10, Licenced Level 6)

ooooo, iya kalau mau lihat traffic yang ada di UAD, bisa lihat dibagian kanan bawah dari blog ini, disitu akan ada informasi mengenai penggunaan bandwith, yang utama antar kampus, dan ada VLAN Rombongan itu, untuk menghandel seluruh traffic di luar kampus 1 dan kampus 2 serta kampus 3.

Sementara kui sek ya informasine…, nguantux, sambil rengen-rengen ndangdutan.