Archive for the ‘Mikrotik’


Published May 20th, 2009

System Watchdog on MikroTiks

Para cecunguk dan netters yag budiman, dalam dunia routing kadang kita tidak ingin dipusingkan dengan hal-hal sepele yang njengkelke dan nyebahi, sehingga proses automatisasi system untuk melakukan auto checking dan menindaklanjuti sesuai dengan rule dan prosedur yang diinginkan adalah mutlak diperlukan untuk saat-saat ini.

Salah satu vendor yang bergerak dalam bidang routing khususnya MikroTiks, menyediakan tools dan system yang dikenal dengan watchdog. system ini nantinya akan memungkinkan adanya informasi yang realtime dan dapat melakukan tindakan otomatis sesuai dengan default konfigurasi dan setup yang dilakukan ( in enggris : System watchdog feature is needed to reboot the system in case of software failures).

Berikut ini potongan contoh konfigurasi system watchdog.

[curut@RouteR] system watchdog> set auto-send-supout=yes \
\... send-to-email=coro@mbelgedes.com send-smtp-server=118.97.8.212
[curut@RouteR] system watchdog> print
  reboot-on-failure: yes
      watch-address: 118.97.8.200
     watchdog-timer: yes
      no-ping-delay: 5m
   automatic-supout: yes
   auto-send-supout: yes
   send-smtp-server: 118.97.8.212
      send-email-to: coro@mbelgedes.com
[curut@RouteR] system watchdog>

Semoga Bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published May 19th, 2009

Mikrotik RB 433UAH [Router USB Minded]

Para dedemit maya, juragan ukrek-ukrek, sebentar lagi per mei 2009 (coming soon) dunia routing untuk kelas menengah kebawah akan diramaikan device baru besutan Mikrotik yang mempunyai port USB, sehingga kita bisa menggunakan interface I/O USB untuk meng-explore dan menancapkan beberapa peripherial tambahan ke device tersebut.

rb433uah

Menurut rengen-rengen vendore device ini mempunyai spesifikasi sebagai berikut :

Mikrotik RouterBOARD 433UAH with Atheros AR7161 680MHz Network CPU (overclock to 800MHz), 128MB DDR RAM, 3 10/100 ethernet ports with MDI/X, 3 miniPCI, microSD, 2 USB 2.0 ports, 512MB NAND with RouterOS L5.
Supports POE on ether1: 10 to 28vdc on unused pairs (no power over datalines), or 10-28vdc power jack support. Overall dimensions: 150mm x 105mm (5.9in x 4.13in).

The RB433UAH features two USB 2.0 ports which allow you to connect external storage devices, 3G modems and more. The microSD card slot can be used for storing web proxy cache, log files, user manager and dude databases.

Semoga Bermanfaat.

Published December 26th, 2008

BGP untuk redundant link

Beberapa minggu ini, saya di kapokke karo setting switch 3Com gawane telkom, ceritane kie ngene, kebetulan saja almamater kita langganan koneksi Internet via Astinet Telkom. sementara saat ini bandwith yang kita sewa sebesar 3 Mbps untuk Internet, dan dulune 718 Kbps KAPAS-Janturan, 512 Kbps KAPAS-Pramuka, walhasil dengan pemakaian bandwith yang ada saat ini langsung njeplak koneksine.

singkat crito kita minta dinaikkan koneksi Dyna Access (KAPAS-JANTURAN, KAPAS-PRAMUKA) masing-masing 10 Mbps, antar kampus, akhirnya dengan beberapa pertimbangan dan alasan yang real dan *sedikit ngeyel* di turuti sama telkom, dong-donge nek diset 100 Mbps per interface VLANe telkom kie gak popo, mung tinggal nulis 10 opo 100 enter dadi, permasalahane terletak ketika komputer router UAD habis restart opo semaput, waduh.., koneksi FO antar kampus *agak rewel*, dengan sedikit jengkel saya ngebel mbak nora dedengkot masalah complain, saya minta tolong untuk disampaikan ke mas wizdan atau pak beni dari telkom sek mbahu rekso VLANee telkom men ndang diberesi penyakite.

kebetulan dengan adanya settinge switch 3com masing-masing kampus yang dipinjemi telkom, otomatis saya harus klak-klik ngedunke speed ning interface ethne kadang 100, kadang 10, kadang kudu full duplex, kadang kudu auto negotiation, walaaah…., njelehi, mentelengi interface sek rodo ribet.

UAD menerapkan dinamik routing menggunakan BGP untuk koneksi antar kampus, dan juga menerapkan dinamik routing menggunakan OSPF untuk koneksi Inherent. men rodo jelas kie ngene, dalam komunikasi data untuk mengirim data dari sumber ke tujuan, kie macem-macem dalane (rutene) lha kui sek di jenengi routing. secara teori routing kie ada 2  : routing statik dan routing dinamik.

  1. routing statik, ditentukan manual oleh admine, misale kalau dari KAPAS-UAD1 mau ke JANTURAN-UAD3, maka harus melewati jalure yang kita inginkan, misale mubeng-mubeng disik liwat beberapa ISP, dioper nek VSAT, di jebloske nek FO, trus di lewatke Wireless, sah-sah saja.
  2. routing dinamik, otomatis sesuai dengan algoritma yang digunakan (distance vector (BGP), linkstate(OSPF) dan hybrid).

Kalau di tempat kita menerapkan BGP dengan default koneksi lewat FO, tetapi ketika FO ne rewel secara otomatis akan pindah koneksi ke Wireless menggunakan RB gawane Mikrotik, Sedangkan untuk Inherent ketika kita mengakses website yang terhubung dan teradvertise IP Addressnya ke Inherent maka dengan algortima OSPF akan dicarikan rute terpendek untuk mencapai host tersebut.

Semua hal tersebut diatas ditangani mesin-mesin branded dengan OS yang lumayan tangguh.

  1. OSPF, Quagga —> CORE UAD {FreeBSD Stable 7.00 Compiled Secure Kernel for UAD)
  2. BGP, Routing    —> USERMAN (Mikrotik 3.10, Licenced Level 6)

ooooo, iya kalau mau lihat traffic yang ada di UAD, bisa lihat dibagian kanan bawah dari blog ini, disitu akan ada informasi mengenai penggunaan bandwith, yang utama antar kampus, dan ada VLAN Rombongan itu, untuk menghandel seluruh traffic di luar kampus 1 dan kampus 2 serta kampus 3.

Sementara kui sek ya informasine…, nguantux, sambil rengen-rengen ndangdutan.

Incoming search terms for the article:

Published November 16th, 2008

Tunnel & VPN on [Mikrotik] …………………….part two

Selanjutnya mari kita lanjutkan sek sharing mengenai tunnel dan VPN, kali ini saya akan membahas seputaran EOIP,  EOIP merupakan protokol yang digunakan untuk membuat terowongan (tunnel) menggunakan interface ethernet antara 2 buah router. syaratnya konfigurasi bridging harus aktif, maka lalu lintas data dalam jaringan akan di arahkan menggunakan EOIP kemudian akan dilanjutkan melalui koneksi IP address yang digunakan router tersebut.

(more…)

Incoming search terms for the article:

Published November 15th, 2008

Tunnel & VPN on [Mikrotik] …………………….part one

Haloo, semua netters dan dedemit maya sek selalu nongkrongin blog ini, kali ini saya akan berbagi pengalaman mengenai tunnel dan VPN yang ada di MikroTik Router. Tunnel dan VPN ini sebagian besar diterapkan dalam jaringan keseluruhan UAD, misale hotspot yang ada di seantero pojok-pojok ruangan dengan berbagai merk dan spesifikasinya masing-masing yang heterogen dengan feature besutan vendor masing-masing.

Pada prinsipnya apapun merk / vendor dari penyedia device network khsusunya AP sama saja, karena semua akan lewat saja (gampangane mung bridging wae), masalah sek krusial dan fundamental semuane akan di kelola menggunakan Mikrotik dan dipadukan dengan kecanggihan sistem operasi Unix dengan BSD nya (iso FreeBSD, OpenBSD, maupun NetBSD) opo Linux juga boleh untuk memanage koneksi beserta ubo rampene.

Men menyingkat sek nulis, kesel juga ngetik terus, nanti saya gak sempet ngurus sek liyane, Konsep utama dari Tunnel dan VPN adalah Melewatkan komunikasi antar corporate (private LANs over, Public networks, Leased lines, Wireless links) dan menyediakan sumberdaya (e-mail, servers, printers) can be accessed
securely by users having granted access rights from outside (home, while travelling, etc.)

Tunnel dan VPN mempunyai beberapa jenis antara lain :
1. IPIP
2. EoIP
3. PPPoE
4. PPTP
5. IPSec
6. Vlan
7. L2TP
8. VPN

(more…)

Incoming search terms for the article:

Pages: 1 2 3 Next