Published May 23rd, 2010

Dermatoglyphics Multiple Intellegence Assessment [DMI] Berbasis Komputer

Para netters yang budiman, ternyata menurut beberapa sumber salah satu bagian tubuh kita khususnya sidik jari dapat digunakan untuk membantu mengetahui minat dan bakat seseorang dari sejak balita sampai orang tua.
Menarik too???
Dengan adanya tes sidik jari ini, diharapkan netters semua dapat mengetahui sejak dini bakat secara cepat, tepat dan akurat dari anggota keluarga kita antara lain : anak kita, saudara kita, tetangga kita, dan semua orang yang mempunyai sidik jari. Sidik jari netters sekalian dapat di anggap sebagai data utama mirip label pada penggunaan teknologi RFID atau pengkodean simbol tertentu pada teknologi Barcode, sedangkan metode DMI adalah detail spesifikasi teknis yang melekat pada sidik jari tersebut.

Mengapa ini penting ??
Seperti kita ketahui bakat dari seseorang biasanya bersifat bawaan sejak seorang lahir (gawan bayek). sedangkan minat itu merupakan hasil bentukan dari lingkungan, kebiasaan, pengulangan maupun pendidikan yang dihasilkan oleh stimulus tertentu. DMI memungkinkan kita mengetahui minat dari anggota keluarga kita seperti apa, sehingga diharapkan kita dapat  membantu mengarahkan dan mengembangkan minat sesuai dengan database yang sudah ada di dalam sistem DMI.

Harapannya ??
Kita tidak memaksakan anggota keluarga kita sesuai keinginan kita, biarkan mereka berkembang sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Dermatoglyphics Multiple Intelligence Assessment (DMI) merupakan teknik statistik yang dikembangkan menggunakan komputer untuk membaca atau mendeteksi peta potensi diri melalui sidik jari seseorang.  Hasil penilaian DMI ini mempunyai beberapa rekomendasi antara lain :

1. mengetahui peta otak kanan dan otak kiri yang cocok untuk orang tersebut
2. mengetahui pembagian distribusi multiple intelligence orang tersebut
3. mengetahui potensi driven model yang cocok untuk orang tersebut
4. mengetahui learning style yang cocok untuk orang tersebut
5. mengetahui learning sensitivity yang cocok untuk orang tersebut
6. mengetahui jenis karakter komunikasi yang cocok untuk orang tersebut

tertarik, ???

silahkan browsing-browsing sendiri, banyak kok yang menyediakan layanan tes DMI, di yogyakarta ada, jakarta ada, dll
jangan kaget kalau sudah nemu angka biaya yang harus anda keluarkan untuk melakukan tes tersebut
mahal / murah tergantung. yang penting kalau butuh ya dilakukan saja tes nya.

semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published May 23rd, 2010

Klasifikasi Sidik Jari [Dermatoglyphics Multiple Intellegence Assessment)

Para netters yang budiman, salah satu dari sekian banyak yang ada di tubuh manusia, ada satu bagian tubuh yang menjadi identitas pribadi yang mana kemungkinan kecil sekali jika terjadi kesamaan antara orang yang satu dengan yang lainnya.  Secara umum sidik jari di kelompokkan menjadi 3 yaitu :

1. Whorl (lingkaran)
2. Loop (sangkutan)
3. Arch (busur)

Masing-masing jenis tersebut diatas memiliki karakteristik parennial nature yaitu guratan guratan pada sidik jari yang melekat pada manusia seumur hidup, artinya sidik jari tersebut tidak akan pernah berubah terkecuali terjadi kecelakaan yang serius sehingga mengubah pola sidik jari yang ada.
Selain itu sidik jari dapat pula dijadikan panduan mengidentifikasi bagaimana potensi seseorang, jadi kita bisa mengetahui bakat atau potensi kita sehingga kita bisa mengetahui dan memberikan stimulan sesuai dengan potensi kita tersebut.

semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published December 6th, 2009

8 Aturan Keamanan Sistem [The Eight Rules of Security]

Untuk mengamankan sistem kita, baik dari sisi fisik, infrastruktur dan aplikasinya, ada 8 aturan yang layak untuk kita pertimbangkan dalam menjalankan roda dan siklus sistem yang ber-tulang punggung pada layanan teknologi informasi (TIK). Berikut ini 8 aturan keamanan tersebut.

  1. Rule of Least Privilege.
  2. Rule of Change.
  3. Rule of Trust.
  4. Rule of the Weakest Link.
  5. Rule of Separation.
  6. Rule of the Three-Fold Process.
  7. Rule of Preventative Action.
  8. Rule of Immediate and Proper Response

eight-rule-of-security

Berikut sedikit detail masing-masing itemnya.

  • Rule of Least Privilege – Only give enough access to a subject as required to do their job. My favorite quote is “The best security model is the one that lets you do anything… <pause> …that you are supposed to do”.
  • Rule of Change Management – When you make a new change you expose your business to new risk. Any time a change is to occur you must consider all possible security implications.
  • Rule of Trust – You must understand the implications of extending trust to anyone or anything within an organization. The rule of least privilege should prevail. Although you may trust your system administrator today, what happens when he holds a grudge towards you tomorrow ?
  • Rule of the Weakest Link – The old analogy still stands… you are only as strong as your weakest link. Think about it in for a second.
  • Rule of Separation – To effectively secure something, you must mitigate the risks associated with it by removing the threats around it. Isolating critical business resources and services to their own machines, followed by strengthening its offerings with the rule of least privilege, will significantly reduce the attack surface of the object you are trying to secure.
  • Rule of the Three-Fold Process – Security is NOT just about technology implementation. Administrators love to install new fancy wiz bang things, but typically don’t follow through the entire security management lifecycle.
  • Rule of Preventative Action – To effectively defend against the digital divide, you need to proactively assess the security in your environment. You need to keep aware of new security risks that are in the field; Keep current with security tracking mailing lists, RSS feeds etc. Regularly test your defences using vulnerability assessment tools before an attacker does. Maintain a strong three-fold process and keep your systems up to date with the latest security patches.
  • Rule of Immediate and Proper Response – Long before you are ever breached, you should have an Incidence Response plan put in place. It has been seen in the past, that when an organization responds poorly to an intrusion, they typically do more harm than the attacker did.

Semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published November 20th, 2009

Flowchart Module Ethical Hacking

Berikut ini tahapan aliran proses dalam melakukan proses investigasi bukti dijital sesuai alur proses dalam ethical hacking.
CEH-module
Semoga bermanfaat.