Published February 9th, 2010

Cara Backup Konfigurasi (Setting) Router MikroTiks

Tentunya netters sekalian suatu saat akan di hadapkan pada keadaan “failure connection“, dan ternyata kita belum sempat melakukan backup konfigurasi pada router kita, dapat di bayangin aktifitas yang harus kita lakukan untuk mengembalikan ke default seperti semula. Untuk mengantisipasi hal tersebut MikroTiks sudah mennyediakan beberapa cara untuk mem-backup setting konfigurasi yang telah kita lakukan.

MikroTiks ternyata dapat melakukan proses backup dengan mudah, netters sekalian tinggal menentukan, mau di backup seperti apa setting/konfigurasinya ??

  1. apakah manual
  2. apakah manual dan di kirim ke email anda
  3. apakah otomatis menggunakan script
  4. apakah otomatis menggunakan scheduler dan script

mari coba kita ulas satu persatu, siapkan senjata WINBOX atau mode console MikroTiks anda

==============================================================================
1. backup dengan cara manual

[riadi@HOTSPOTS] > system backup save name=riadi-backup
Saving system configuration
Configuration backup saved
[riadi@HOTSPOTS] >
untuk memanggil kembali file backup tadi, dapat dilakukan dengan cara
[riadi@HOTSPOTS] > system backup load name=riadi-backup
Restore and reboot? [y/N]: y
Restoring system configuration
System configuration restored, rebooting now
[riadi@HOTSPOTS] >
Router Akan restart dan file backup akan menggantikan konfigurasi sebelum nya

============================================================================
2. backup dengan cara manual dan hasilnya di kirim ke alamat email kita

[riadi@HOTSPOTS] > tool email send to=sysadmin@uad.ac.id server=”118.97.x.xx” (IP ini adalah IP SMTP ISP kita)
from=riadi@uad.ac.id file=riadi-backup
subject=konfigurasi-backup-HOTSPOTS

=======================================================================

3. backup otomatis menggunakan script

[riadi@HOTSPOTS] > tool email set server=118.97.x.xx from=riadi@uad.ac.id
selanjutnya kita siapkan script untuk mengirim file backup ke kita menggunakan email
[riadi@HOTSPOTS] >system script
add name=”backup_mail” source=”/system backup save name=riadi-backup \n/tool \
e-mail send file=fery-backup.backup to=\”sysadmin@uad.ac.id\” body=\”Backup Setting Mikrotik \
\” subject=\(\[/system identity get name\] \
. \” \” . \[/system clock get time\] . \” \” . \[/system clock get date\] \
. \” Backup\”\)\n”
[riadi@HOTSPOTS] >
untuk menjalankan script yang sudah terkirim ke email kita
[riadi@HOTSPOTS] system script> run riadi-backup
[riadi@HOTSPOTS] system script>

=========================================================================
4. backup otomatis menggunakan scheduler dan script

misalnya, netter akan men-setup untuk membackup setting setiap minggu, maka harus dilakukan konfigurasi sebagai berikut :
[riadi@HOTSPOTS] > system scheduler add name=”scheduler_backup” on-event=“riadi-backup”
start-date=feb/10/2010 start-time=07:30:00 interval=7d
comment=”” disabled=no
[riadi@HOTSPOTS] > system scheduler print
Flags: X – disabled
# NAME ON-EVENT START-DATE START-TIME INTERVAL RUN-COUNT
jadwal_backup_by-email feb/10/2010 07:30:00 1w 0
[riadi@HOTSPOTS] >
selanjutnya, bagi netters yang sudah lumayan ahli dapat memanfaatkan script berikut ini
[riadi@HOTSPOTS] > /system script add name=scheduler_backup source={/system backup save name=([/system identity get name] . “-” . \
[:pick [/system clock get date] 7 11] . [:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 4 6]); \
/tool e-mail send to=”sysadmin@uad.ac.id” subject=([/system identity get name] . ” Backup ” . \
[/system clock get date]) file=([/system identity get name] . “-” . [:pick [/system clock get date] 7 11] . \
[:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 4 6] . “.backup”); :delay 10; \
/file rem [/file find name=([/system identity get name] . “-” . [:pick [/system clock get date] 7 11] . \
[:pick [/system clock get date] 0 3] . [:pick [/system clock get date] 4 6] . “.backup”)]; \
:log info (“System Backup emailed at ” . [/sys cl get time] . ” ” . [/sys cl get date])}

========================================================================

OK, Semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published February 7th, 2010

Konfigurasi Setting HTTP Walled Garden [Hotspot on Mikrotiks]

Hotspot Walled Garden merupakan sebuah layanan /feature yang mengizinkan semua user yang tidak memiliki autentikasi (yang tidak terdaftar dalam list user HOTSPOT) untuk mengakses halaman website tertentu. tetapi ketika akan mengakses alamat / url yang lain harus tetap melakukan autentikasi melalui proses login terlebih dahulu.

Berikut ini sedikit tampilan screen shoot konfigurasi Walled Garden pada Mikrotiks.

semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published November 21st, 2009

Bandwith Management – Disiplin Antrian [BSD Minded]

Para dedemit maya dan dedengkot NAP yang budiman, pengalokasian bandwidth salah satu hal yang paling penting dalam disiplin antrian. Alokasi bandwidth yang rata dapat dicapai dengan menggunakan disiplin antrian yang tepat. Mekanisme yang sama juga aliran yang keliru, dengan demikian menjaga trafik lainnya.

BM-BSDMinded

Tujuan penting lainnya adalah untuk mengontrol waktu tunda dan jitter (variasi waktu acak)  dimana   merupakan   hal   yang   penting   untuk   membangun  aplikasi-aplikasi yang  real-time. Hal yang mungkin untuk membatasi waktu tunda  dan   jitter   dari   suatu   aliran   dengan   mengembalikan  resource jaringan   yang  dibutuhkan. Permission kontrol diperlukan untuk memutuskan apakah resource yang minta  dapat di alokasikan. Selain itu diperlukan juga untuk mengatur laju aliran balik dalam arti  pembentukan. Laju kedatangan haruslah lebih rendah dari laju kepulangan (balik)  untuk menghindari  waktu tunda yang disebabkan oleh aliran trafik sendiri.  Suatu  leaky bucket adalah mekanisme sederhana  shaper  dengan  ukuran  buffer   yang  terhingga.   Mekanisme   shaper   lain   yang   popular   adalah  token   bucket  yang  membolehkan ledakan (burst) kecil dengan ukuran ledakan yang dapat di konfigurasi.  Token bucket dapat mengakomodasi aliran-aliran trafik dengan karakteristik ledakan  sehingga lebih sesuai untuk trafik internet saat ini. Tujuan   lain   disiplin   antrian   adalah   menghindari   kongesti (congestion).   TCP  mempertimbangkan  packet   loss sebagai   tanda   kongesti.   Suatu   router   dapat  memberitahukan TCP kongesti secara lengkap   dengan meng’-drop  paket secara  sengaja.

Berikut ini beberapa disiplin antrian yang sering digunakan, antara lain :

  1. FIFO (First-In-First-Out) hanya mempunyai antrian tunggal dan sebuah drop-tail dropper sederhana.
  2. PQ (Priority Queueing) memiliki antrian-antrian ganda yang diasosiasikan dengan  prioritas berbeda. Sebuah antrian dengan prioritas tertinggi selalu di layani terlebih  dahulu. Antrian prioritas merupakan bentuk tersederhana dari antrian preferensial.  Bagaimanapun, trafik prioritas rendah  mudah rusak  hingga ada mekanisme untuk  mengatur trafik prioritas tinggi.
  3. WFQ (Weighted Fair Queueing) adalah suatu disiplin antrian yang menandai suatu  antrian bebas untuk tiap aliran. WFQ dapat memberikan alokasi bandwidth yang rata  dalam waktu kongesti, dan melindungi suatu aliran dari aliran yang lain. Bobot dapat  ditandai ke tiap antrian untuk memberikan proporsi berbeda dalam suatu kapasitas  jaringan.
  4. SFQ (Stochastic Fairness Queueing) adalah aproksimasi dari WFQ. WFQ termasuk  sukar untuk di implementasikan karena besarnya jumlah antrian yang diperlukan  sebagai  jumlah dari bertambahnya aliran-aliran. Pada SFQ, fungsi hash digunakan  untuk memetakan suatu aliran ke satu antrian yang telah fix, dan memungkinkan  untuk dua aliran berbeda di petakan ke dalam antrian yang sama.
  5. CBQ (Class Based Queueing),  dapat mencapai penyekatan dan pembagian   link  bandwidth dengan struktur golongan. Tiap golongan mempunyai antrian tersendiri  dan ditandai, dimana juga  membagi bandwidth. CBQ dapat mengatur penggunaan  bandwidth   dari   suatu   golongan.   Golongan  ‘child’  dapat   di   konfigurasi   untuk  meminjam bandwidth dari golongan induknya selama kelebihan bandwidth tersedia.
  6. RED (Random Early Detection) adalah mekanisme dropper yang menurut ke rata-rata panjang antrian. RED menghindari sikronisasi trafik dimana paket hilang TCP  dalam satu waktu. RED juga membuat TCP menyimpan antrian pendek. RED dapat  berlaku adil dalam arti paket tersebut di drop dari aliran-aliran dengan probabilitas  yang proporsional ke buffer mereka. RED tidak memerlukan status   per-aliran,  bersifat skala dan cocok untuk backbone routers.

Semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published November 21st, 2009

Bandwith Control [PFIFO,BFIFO,SFQ,RED,PCQ,HTB]

Netters dan blogger yang budiman, suatu saat kita akan dihadapkan pada permasalahan bagaimana supaya network kita mempunyai QoS (Quality of Service) yang ideal dan baik. QoS sebetulnya dapat di implementasikan dalam  mekanisme queue (antrian) selain itu QoS digunakan untuk memprioritaskan  trafik dan memanajemen paket.

HTB-01
Secara konseptual dan prinsip QoS diimplementasikan sebagai mekanisme queue (manajemen bagaimana paket menunggu untuk disalurkan ke sebuah interface). Queue bekerja saat meninggalkan interface (packet flow)sehingga bagaimana kita dapat  membatasi trafik yang masuk ke dalam router. Perlu di ketahui bahwa dalam sebuah interface hanya satu disiplin atau aturan yang dapat kita terapkan pada mekanisme queue nya.
Control Queing adalah permintaan dan kecepatan paket yang melalui interface serta  mendefinisikan dimana paket menunggu atau dikirimkan dan mana yang akan didrop.

Ada beberapa mekanisme scheduler yang sering digunakan antara lain : (melimit berdasarkan waktu tunggu paket)

  1. PFIFO – Packets First-In First-Out
  2. BFIFO - Bytes First-In First-Out
  3. SFQ - Stochastic Fairness Queuing
  4. RED – Random Early Detect

Sedangkan shaper (Untuk mengontrol kecepatan aliran data atau dapat juga sebagai scheduling job) yang sering digunakan antara lain :

  1. PCQ – Per Connection Queue
  2. HTB – Hierarchical Token Bucket

HTB-00

Selanjutnya mekanisme kontrol bandwith tersebut dapat di terapkan pada hampir semua router. Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit mengulas bandwith control yang sering digunakan dalam router Mikrotik.

Mikrotik mempunyai HTB Virtual Interface, artinya dapat mempunyai lebih dari satu interface fisik. Ada 3 Virtual interface yang di maintenance oleh Mikrotik RouterOs :

  1. Global-in (mengambarkan semua data yang masuk ke dalam interface) dieksekusi setelah mangle dan dst-nat.
  2. Global-out (mengambarkan semua data yang keluar dari interface) queque dikirim sebelum salah satu paket dikirim  ke spesifik interface.
  3. Global-Total (mengambarkan aliran data yang melalui router)

contoh : Ex = total max limit =256000 (maka kita akan mendaptkan upload + download = 256 kbps. (maximum).

Semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published October 14th, 2009

RouterOS v4 released [Mikrotik]

The new RouterOS version is available on the download page. Please remember some important basics before upgrading:
1. Update the Bootloader if using a RouterBOARD
2. If already running RouterOS v3.25 or newer,Update your RouterOS license
3. If you will use Netinstall for installation, make sure you have the latest version of Netinstall

Mikrotik-Powered
802.11n support

Full MIMO 802.11n wireless support is included with RouterOS v4 full release. High speed wireless links are now possible, with almost 200Mbit throughput on real tests by our customers.
RouterOS supports among others also the new RouterBOARD R series wireless 802.11n cards:
- RouterBOARD R52N
- RouterBOARD R2N

New feature: KVM virtualization
The new version introduces a new Virtualization mechanism, next to the existing Xen and MetaRouter – the Kernel-based Virtual Machine (KVM).KVM works much faster than Xen, and it directly supports the hardware virtualization features of Intel and AMD processors. For Intel it’s called VT-x and for AMD it’s called AMD-V.

If you have a X86 machine with a CPU that supports one of these technologies, you can use KVM for higher performance, better reliability and other benefits. For example, our new implementation of KVM has a newer kernel, which means more hardware support, and easier development for MikroTik to include new features. We have planned many new exciting Virtualization features in upcoming RouterOS versions.

MPLS and BGP new versions
Also new in this release are MPLS and BGP, which have gone out of the testing phase, and are ready for mass deployment. MPLS stands for Multi Protocol Label Switching. It can be used to replace IP routing – packet forwarding decision is no longer based on fields in IP header and routing table, but on labels that are attached to packet.
This approach speeds up forwarding process because next hop lookup becomes very simple compared to routing lookup. BGP is also all new, it has many new features, it is much faster, and much more reliable.

Semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Pages: 1 2 3 Next