Published November 21st, 2009

Bandwith Management – Disiplin Antrian [BSD Minded]

Para dedemit maya dan dedengkot NAP yang budiman, pengalokasian bandwidth salah satu hal yang paling penting dalam disiplin antrian. Alokasi bandwidth yang rata dapat dicapai dengan menggunakan disiplin antrian yang tepat. Mekanisme yang sama juga aliran yang keliru, dengan demikian menjaga trafik lainnya.

BM-BSDMinded

Tujuan penting lainnya adalah untuk mengontrol waktu tunda dan jitter (variasi waktu acak)  dimana   merupakan   hal   yang   penting   untuk   membangun  aplikasi-aplikasi yang  real-time. Hal yang mungkin untuk membatasi waktu tunda  dan   jitter   dari   suatu   aliran   dengan   mengembalikan  resource jaringan   yang  dibutuhkan. Permission kontrol diperlukan untuk memutuskan apakah resource yang minta  dapat di alokasikan. Selain itu diperlukan juga untuk mengatur laju aliran balik dalam arti  pembentukan. Laju kedatangan haruslah lebih rendah dari laju kepulangan (balik)  untuk menghindari  waktu tunda yang disebabkan oleh aliran trafik sendiri.  Suatu  leaky bucket adalah mekanisme sederhana  shaper  dengan  ukuran  buffer   yang  terhingga.   Mekanisme   shaper   lain   yang   popular   adalah  token   bucket  yang  membolehkan ledakan (burst) kecil dengan ukuran ledakan yang dapat di konfigurasi.  Token bucket dapat mengakomodasi aliran-aliran trafik dengan karakteristik ledakan  sehingga lebih sesuai untuk trafik internet saat ini. Tujuan   lain   disiplin   antrian   adalah   menghindari   kongesti (congestion).   TCP  mempertimbangkan  packet   loss sebagai   tanda   kongesti.   Suatu   router   dapat  memberitahukan TCP kongesti secara lengkap   dengan meng’-drop  paket secara  sengaja.

Berikut ini beberapa disiplin antrian yang sering digunakan, antara lain :

  1. FIFO (First-In-First-Out) hanya mempunyai antrian tunggal dan sebuah drop-tail dropper sederhana.
  2. PQ (Priority Queueing) memiliki antrian-antrian ganda yang diasosiasikan dengan  prioritas berbeda. Sebuah antrian dengan prioritas tertinggi selalu di layani terlebih  dahulu. Antrian prioritas merupakan bentuk tersederhana dari antrian preferensial.  Bagaimanapun, trafik prioritas rendah  mudah rusak  hingga ada mekanisme untuk  mengatur trafik prioritas tinggi.
  3. WFQ (Weighted Fair Queueing) adalah suatu disiplin antrian yang menandai suatu  antrian bebas untuk tiap aliran. WFQ dapat memberikan alokasi bandwidth yang rata  dalam waktu kongesti, dan melindungi suatu aliran dari aliran yang lain. Bobot dapat  ditandai ke tiap antrian untuk memberikan proporsi berbeda dalam suatu kapasitas  jaringan.
  4. SFQ (Stochastic Fairness Queueing) adalah aproksimasi dari WFQ. WFQ termasuk  sukar untuk di implementasikan karena besarnya jumlah antrian yang diperlukan  sebagai  jumlah dari bertambahnya aliran-aliran. Pada SFQ, fungsi hash digunakan  untuk memetakan suatu aliran ke satu antrian yang telah fix, dan memungkinkan  untuk dua aliran berbeda di petakan ke dalam antrian yang sama.
  5. CBQ (Class Based Queueing),  dapat mencapai penyekatan dan pembagian   link  bandwidth dengan struktur golongan. Tiap golongan mempunyai antrian tersendiri  dan ditandai, dimana juga  membagi bandwidth. CBQ dapat mengatur penggunaan  bandwidth   dari   suatu   golongan.   Golongan  ‘child’  dapat   di   konfigurasi   untuk  meminjam bandwidth dari golongan induknya selama kelebihan bandwidth tersedia.
  6. RED (Random Early Detection) adalah mekanisme dropper yang menurut ke rata-rata panjang antrian. RED menghindari sikronisasi trafik dimana paket hilang TCP  dalam satu waktu. RED juga membuat TCP menyimpan antrian pendek. RED dapat  berlaku adil dalam arti paket tersebut di drop dari aliran-aliran dengan probabilitas  yang proporsional ke buffer mereka. RED tidak memerlukan status   per-aliran,  bersifat skala dan cocok untuk backbone routers.

Semoga bermanfaat.

Incoming search terms for the article:

Published December 12th, 2008

Sinkronisasi Waktu menggunakan NTP Server

Para netters dan dedemit maya yang budiman, di jaman yang serba ugal-ugalan ini, waktu merupahkan hal yang sangat penting, kita akan di pacu dengan waktu, waktu yang akan melibas abis kita sampek teyeg-teyeg, atau kita yang akan mengendalikan waktu sehingga, semua bisa tertata lebih rapi sehingga kemungkinan akan meleset dari target yang sudah kita siapkan adalah sedikit.  Awake dewe semua kita mung berusaha wae, dene ada aral melintang yo wes, pasrah waee…, kabeh wes ono sek ngatur.

Kaitannya dengan waktu, standarisasi menggunakan standar internasional sangat lah penting, terutama untuk sistem yang realtime sek berbasis komputer, jangan sampai kita lakukan transaksi hari ini, munculnya besok pagi, *makanya sistem server harus disepakati dari awal mau mengikuti mahdzab waktu mana* semua it’s ok, tetapi ketika mau konfrontasi dengan banyak pihak, kesepakatan ini harus jelas. Bagi orang yang suka mainan waktu di server pasti akan kenal dengan NTP (network time protocol). The Network Time Protocol (NTP) is a protocol for distributing the Coordinated Universal Time (UTC) by means of synchronizing the clocks of computer systems over packet-switched, variable-latency data networks. NTP uses UDP port 123 as its transport layer. It is designed particularly to resist the effects of variable latency by using a jitter buffer.

NTP is one of the oldest Internet protocols still in use (since before 1985). NTP was originally designed by Dave Mills of the University of Delaware, who still maintains it, along with a team of volunteers.
Seekkk….  yoo, nguantuk tenan.., sok dilanjut (more…)

Published December 2nd, 2008

Mewarnai shell BSD

Para netters mania dan dedemit maya yang berbahagia, sebetulnya sering saya di tanya, pak pie to carane ben iso *ono kelire* os ku, koyo beberapa distro besutan Linux kae, trus tak tanya, emang nek ono warnane tambah nyaman apa??

emang sih, kalau ada warna ne menurut saya pribadi, membuat hidup lebih dinamis, ndak monoton, makanya lihat aja, rumah-rumah sek jarene modern, ada slogan *warna dapat menciptakan kesan mengundang dan menghadirkan suasana ceria sehingga pengguna rumah dan orang yang datang menjadi betah*. analogi tersebut dapat diterapkan pada OS khususnya sek mambu BSD.

Maka ada istilah kalau tak kenal maka tak sayang, orang males BSD salah satu sebab musababe, adalah njelehi, ribet angel, karo layare kiee putih wae, kalau ndak malah seperti NetBSD ijo kabeh, uuuuuu, marahi nambah judeg,  men ora bertele-tele, intine kie ngene.

Dalam sistem operasi BSD, di kenal yang namanya shell, sek jelas udu merk olie opo meneh sel sek koyo nek biologi, Shell, dalam komputer adalah salah satu jenis program bawaan sistem operasi (seringnya merupakan program yang terpisah dari inti sistem operasi) yang menyediakan komunikasi langsung antara pengguna dan sistem operasi. dalam BSD kie ono okeh shell–ee, mulai sh,bash,tcsh,csh,xsh,okeh banget deh.., kalau tertarik silahkan *sinau dewe disik*.

Pada kesempatan ini, saya akan mencoba share untuk mewarnai menggunakan shell tcsh. sebelumnya netters dan dedemit maya sekalian, saya asumsikan sudah sukses dan berhasil install misale FreeBSD dan sukses login dengan tidak ada permasalahan aral yang melintang.

Langkah-Langkahe detaile kie ngene :
(more…)

Published November 21st, 2008

Mainan pfSense

pfSense merupakan sistem operasi yang khusus digunakan untuk firewall dan router yang berbasis FreeBSD. Kalau netters dan dedemit maya pengin irit space dan tetap pengin memanfaatkan fitur BSD, saya kira pfSense merupakan pilihan alternatif yang tepat untuk membantu memanage network anda.

sek-sek, kalau mau install, gampang kok, saya kira ndak perlu panduan screen shoot, ketika netters sekalian sudah terbiasa dengan yang mambu NIX, serta punya kemampuan bahasa inggris mumpuni, pasti install kie mak wushh.. wussh…, 15 menit kemudian system sudah up.

selamat mencoba, oohh iya master bisa di download di sini

Incoming search terms for the article: