The Willingness to Change
“Sesungguhnya Allah tak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka mengubah sendiri keadaannya.”
Bacaan Mulia (13:11)
Taburlah gagasan, tuailah perbuatan;
taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan;
taburlah kebiasaan, tuailah karakter;
taburlah karakter, tuailah nasib.
ancient aphorism
The First Person I Must Change is Myself
When I was young and free
and my imagination had no limits,
I dreamt of changing the world.
As I grew older and wiser,
I discovered the world would not change,
so I shortened my sights somewhat
and decided to change only my country.
But it too seemed immovable.
As I grew into my twilight years,
in one last desperate attempt,
I settled for changing only my family,
those closest to me.
Alas, they would have none of it.
And now,
as I lay on my deathbead,
I suddenly realize:
“…if only I had changed myself first,
then by example I might have changed my family.
From their inspiration and encouragement
I would then have been able to better my country,
and who knows, I may have changed the world…”
Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,
aku bermimpi ingin mengubah dunia.
Seiring bertambahnya usia dan kearifanku,
kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah ….
Maka cita-cita itu pun kupersempit,
kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku…
Namun tampaknya itupun tiada hasilnya.
Ketika usia senja mulai kujelang,
dengan upaya terakhir yang penuh putus asa
kuputuskan hanya untuk mengubah keluargaku semata,
orang-orang terdekat denganku.
Namun, alangkah terkejutnya aku,
mereka pun tak berubah…!!!
Dan kini…
sementara aku berbaring saat ajal menjelang, baru kusadari:
“Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku sendiri,
dengan menjadikan diriku teladan,
mungkin aku bisa mengubah keluargaku.
Dan berkat inspirasi dan dorongan mereka,
kemudian akupun mampu memperbaiki negeriku,
dan siapa tahu, aku bahkan juga bisa mengubah dunia…”
written on a tomb of an Anglican Bishop in the crypts of Westminster Abbey
