Habis ngobrol dengan teman.. dia senang karena bisa pakai internet di rumahnya tanpa kabel..
“Wah enak sekarang bisa pakai internet di rumah sepuasnya cuma 125 ribu sebulan..”
“Wah murah itu.. sepuasnya sebulan..”, kataku.

Beberapa hari kemudian, “waduh.. sebel. Internetku tidak stabil.. pakai lagu segala nih.. putus sambung.. putus lagi sambung lagi..” katanya.

“Haaa itu namanya unlimited under limited.. Iklannya tak terbatas, tapi kualitas atau layanannya terbatas alias tidak memuaskan.. ” komentarku.

Memang sebenarnya tidak ada yang terasa unlimited fully dari semua layanan yang ditawarkan provider internet dengan embel-embel sepuasnya… unlimited.. karena itu hanya iklan.
Dibalik semua kata-kata pemancing yang menggiurkan “unlimited.. sepuasnya… ” terdapat keterbatasan yang sudah diciptakan dan upaya agar perusahaan tidak rugi.
Kalau ditanya lebih mendalam pasti ujung-ujungnya, ini aturan, ini ketentuan, dll… yang pada intinya sebagai konsumen tetap harus gigit jari.
Atau mesti ada tanda bintangnya (*), ketentuan dan syarat berlaku.
Jadi jangan mimpi pada unlimited yang sebenar-benarnya…. semua ada batasnya, dan cari tanda bintangnya.

Langganan Spidi pakai kuota volume base lebih nyaman kalau tidak banyak yang didownload.

Kalau yang pakai banyak orang,.. maksudnya ganti-ganti user di komputer yang sama.. maka perlu diwaspadai.. jangan-jangan quota sudah habis atau malah sudah over.

Kalau mau cek pemakaian spidi dengan cepat tanpa iklan klik di alamat ini:
http://portal.telkomspeedy.com/new/front/index.php?act=disc

Cepet gak pakai muter-muter…

Pemilu 2009, telah berlangsung dan ternyata angka GOLPUT mencapai puluhan Juta… Luar Biasa. Masalahnya, banyak yang GOLPUTnya bukan karena kemauan dari masyarakat tetapi karena Aturan dan SISTEM PEMILU-nya yang menyebabkan golput.

Jaman Teknologi Informasi, kok malah ruwet ya…? Pemilu yang lampau, bahkan sebelum maraknya Komputer, jaringan komputer dan internet, kayaknya masalah DPT tidak terlalu kacau seperti PEMILU 2009.

Diskusi dengan temen-temen menarik tentang DPT dan GOLPUT ini… Komentar dari diskusi ini antara lain:

  1. KPU tidak gencar iklankan tentang adanya DPS dan DPT sehingga banyak warga yang tidak tahu dan bahkan terlambat daftar.
  2. KPU tidak mengumumkan tahapan PEMILU secara massiv dan dapat dipahami secara jelas oleh masyarakat. Diindikasikan KPU melaksanakan semua tahapan  tetapi sebatas menggugurkan kewajiban, tidak berorientasi target.. Ada-ada saja…
  3. Asal muasal data katanya dari pemerintah,  KPU tinggal pakai dan pemutakhiran data, ini pekerjaan yang sulit dicapai validitasnya.. apalagi waktu yang diberikan sempit  dan tidak ada publikasi yang gencar sehingga masyarakat tidak paham kalau ada masa pemutakhiran data. Memang yang lebih baik ya didata ulang sejak awal…
  4. Pemilihan berdasar KTP juga meningkatkan angka GOLPUT, apalagi mutasi  pemilih tidak mudah dan kecil kemungkinan bisa melaksanakan pemilihan. Hal yang tidak diketahui oleh KPU bahwa sebagian besar masyarakat pekerja/mahasiswa KTPnya tidak selalu identik dengan tempat kerja/tinggal kesehariannya. Banyak masyarakat yang sudah bertahun-tahun tinggal di wilayah kerja tetapi KTP masih di daerah asalnya demikian juga mahasiswa yang jauh dari rumahnya yang kemungkinan sulit untuk pulang HANYA untuk menyalurkan hak pilihnya.
  5. Banyak masyarakat yang GOLPUT karena beberapa hal sbb:
    1. Mahasiswa/pelajar yang merantau (luar Jawa) tidak mengetahui memegang form A5.
    2. Masyarakat yang memegang form A5 tetapi tidak dapat mengikuti pemilu krn tidak dilayanai di TPS yang dipilih.
    3. Pekerja dan pasien di RS yang tidak diberi TPS khusus
    4. Pekerja yang ditugaskan di wilayah yang jauh dari daerah asalnya, sehingga tidak tahu dapat c4 atau tidak.
    5. Masyarakat yang tidak masuk dalam DPT. Wah ini jelas GOLPUT…
    6. Masyarakat yang masuk dalam DPT tetapi terbawa arus (solidaritas) dari teman-temannya yang tidak masuk dalam DPT atau tidak memegang form A5… Wah ini menyia-nyiakan kesempatan..
    7. Masyarakat yang bingung kebanyakan partai dan CALEG.. Hehe.. mikir nyaur utangnya saja susah kok mikir caleg ya..
    8. Masyarakat yang apatis dengan ALEG krn opini dan fakta banyaknya aleg yang tertangkap KPK. Menyedihkan…
  6. Ada yang berpendapat Personil di KPU seharusnya memiliki jiwa enterpreneurship, dan berpengalaman mengelola hajatan besar : mantan direktur perusahaan, mantan pejabat negara, dll. PEMILU merupakan pekerjaan besar dan massal, perlu memahami dan berpengalaman menangani karakteristik masyarakat.
  7. Adalagi yang berpendapat, masyarakat kebanyakan lihat TV tetapi yang dilihat sinetron jd tidak fokus dengan PEMILU. Loh.. sinetron kok jadi pesaing PEMILU.. :)

Yah.. itu sekedar rerasan.. kok bangsa kita seperti ini, disaat teknologi semkain maju kok malah lebih ruwet… PEMILU-nya…

Pak Nuh melontarkan adanya SIN (Single Identity Number)… Hehe.. saya sudah rerasan juga pak di posting sebelum ini.. kapan Sistem Informasi penduduk Indonesia dibuat…. Prinsipnya  sama adanya Nomor tunggal dari setiap penduduk sehingga memudahkan untuk penggunaan berbagai keperluan: pemilu, pilkada, pilkadaes, pelacakan kejahatan, mutasi penduduk, pembuatan sim, jual beli, dll… 

Tetapi..

Itu tidak mudah karena memerlukan SDM dan infrastruktur yang terjangaku ke seluruh jaringan ke KELURAHAN se Indonesia..

Tapi juga, pasti dan harus bisa… Semoga tidak sekedar wacana..

Pemilu 2009 tinggal beberapa jam lagi..

Terasa beda antara pemilu 2009 dan yang sebelumnya.. Kalau masalah yang berkaitan dengan banyaknya kejanggalan DPT, kesiapan Kartu suara,  dll yang berhubungan dengan KPU tidak akan saya bahas. Sudah banyak yang membahas.

Tadi malam pas buka Facebook.. (hee..hee sekarang sudah punya, setelah selama berbulan-bulan tdk tertarik untuk punya akun di fesbuk…) ada yang mengagetkan.. adanya ajakan untuk menjadi supporter terhadap sebuah group “SAY NOT TO [capres]……”.

Aku ingat ketika tahun 1998 sebelum pak Suharto lengser, pengguna dunia TI juga sudah menyuarakan akan ketidaksukaannya pada Keluarga dan kerabatnya pak Harto melalui internet.. Terasa lepas dan puas kalau habis membaca banyak analis yang begitu berani membahas dan berpendapat yang dapat dikategorikan informasi underground.

Pemilu 1999 dan 2004 saya lihat penggunaan TI biasa saja.. nampaknya semua berusaha untuk memenangkan dan tidak  banyak yang saling menjatuhkan atau ketidaksukaannya ditampilkan secara terbuka.. dan ramai.

Baru 2009, di era pasca Obama Sukses dengan FaceBook, nampaknya para politisi ikut ramai menggunakan FaceBook sebagai sarana kampanye dan menggaet pemilih. Namun ada arus yang melawan dengan para caleg dan politisi.. yaitu masyarakat Facebook yang juga rakyat Indonesia.. mulai kritis akan nasib bangsa ini.. Sehingga ada yang khawatir atas munculnya tokoh-tokoh yang menurut masyarakat Facebook tidak kredibel.. untuk memimpin bangsa.

Kabarnya…. group diatas sudah diikuti oleh puluhan ribuan lebih pengguna facebook. Dan sudah ditutup [dibredel],.. tapi  muncul lagi pada saat saya diundang sudah ada 20 ribu lebih..

Memang di Era TI seperti ini, sebaiknya pemimpin bangsa dipegang oleh Personal yang memiliki kapasitas yang cerdas, berpendidikan Tinggi, berwibawa, Berani, Menjaga aset bangsa termasuk BUMN, Percaya dengan kemampuan dirinya dan tidak menonjolkan faktor keturunan, Berwawasan ke depan terhadap nasib Bangsa bukan nasib Parpolnya, melek TI lebih bagus, bisa bahasa Inggris lebih bagus, Memiliki kemampuan manajerial yang baik, Berani dialog dengan masyarakat,.. dll.

Apalagi di era masyarakat melek TI maka sebaiknya Presiden Indonesia adalah sosok yang tidak alergi dan takut dengan kritikan… karena dunia maya sangat keras dan tidak dapat dicegah berhamburannya kritikan yang kritis, tajam, cerdas, dan.. ada juga yang wathon… dan tidak sedikit yang tidak bertanggungjawab…

Nahh.. sambil menunggu masa contrengan dan hasil PEMILU 2009..

Mari kita jaga kenyamanan lingkungan, kita mencoba menahan diri untuk tidak terpengaruh jargon-jargon parpol dan caleg… Toh itu kreasi parpol dan caleg dalam masa kampanye.

Kita tunggu hasil Contrengan rakyat Indonesia besok Kamis 9 April 2009.   Selamat memilih Parpol dan Caleg yang berkualitas.. baik.

Selamat Datang Indonesia pasca Pemilu 2009..

Pages: Prev 1 2 3 ...7 8 9 10 11 12 13 ...32 33 34 Next

« Previous PageNext Page »