Tahun 2009, Setiap pegawai diwajibkan punya NPWP. Pengepul pajak mulai serius di Indonesia, sejak 1 Januari 2009. Saya lihat di Sebuah warung makan di Wonosari, dipasang pengumuman wajib punya NPWP Pribadi setiap warga yang sesuai ketentuan.

Saya sudah punya NPWP sejak 2006. Tapi, laporan ke Kantor Pajak baru sekali kemarin Desember 2008, karena ada teguran agar segera menyelesaikan laporan terakhir 25 Desember 2008.

Karena saya sebagai karyawan UAD, maka saya minta bukti bayar pajak ke bag Finansial.   Ternyata, begitu mudah untuk dapat bukti itu,.. trms pak Maryanto dan staff dan saya langsung bawa ke Kantor Pajak, jalan Ring Road utara, di lantai 4 untuk konsultasi. Waktu konsultasi tidak lama, tidak lebih dari 10 menit.

Nah yang lama itu antri.. penyerahan laporan di lantai 1.

Salah satu masukan yang saya ingat adalah, laporan bukti pajak  yang dibuat UAD, sebaiknya ada 3 lembar: 1 . Untuk UAD, 2. Untuk Dosen/Karyawan, 3. Untuk Kantor Pajak.

Karena waktu masih darurat, baru pertama melapor, maka foto copy juga boleh..

Pesan lain ” Pak , mohon besok 2009, bayarnya jangan terlambat ya.. terakhir 31 Maret 2009″.

Yes.. Sir. Saya akan taat… laporan sesuai jadwal.

Ayo laporan ke Kantor Pajak, jangan terlambat. Jangan takut, laporan hanya menyerahkan bukti kalau sudah bayar pajak, karena sudah dibayar oleh UAD.

Akhir penghujung 2008, Modus Kejahatan dengan menggunakan sarana Handphone dan ATM telah berkembang dan berubah dengan menebar Amplop berisi Cheque sebesar 4,7 Milyar. Modus ini telah menyebar ke berbagai kota: Bengkulu, Balikpapan, Tuban, Bogor Jogja, dll.

Beberapa hari yang lalu salah satu Amplop tersebut berada di depan pagar rumah saya. Saat saya buka Pagar pagi hari, ada amplop coklat bersampul plastik secara rapi terletak di pagar luar.
Saya ambil dan saya buka Amplop tersebut.

Pertama buka, memang membuat saya kaget. Ada surat penting dan ada chequenya sebesar 4,7 Milyar.  Wauuuu.. jumlah yang sangat besar, jatuh di depan rumah.

Jatuh atau dijatuhkan atau diletakkan?

Mulanya saya pikir ini ada orang tidak hati-hati bawa dokumen penting. Namun tidak begitu saja langsung saya percaya, selanjutnya muncul rasa curiga dalam beberapa hal:

  • Kertas yang tertera dalam isi amplop memiliki ketebalan yang sama dan halusnya juga sama. Padahal seharusnya memiliki ketebalan yang berbeda karena dikeluarkan oleh 3 lembaga: BPN, BANK BRI, dan yang mengelurkan SIUP.
  • Setelah dilihat dari sebalik setiap kertas nampak beberapa bagian tembus dari hasil cetak. Dugaan, semua kertas di cetak dengan printer berwarna dan  menembus ke bagian belakang kertas.
  • Warna Hitam semua tulisan di setiap kertas tidak warna Hitam Pekat, tetapi agak sedikit kabur lebih dekat ke warna biri tua.
  • Tulisan  BRI cabang “Manokwari” dan jumlah uang :”Empat Milyar Tujuh ratus juta rupiah” yang ada di cheque pakai komputer, dengan font latin dan mirip tulisan tangan yang bagus dan rapi.
  • Nama pada cheque masih kosong.
  • Background Logo Bank BRI pada cheque kabur dan tulisan yang menimpanya nampak daatr dan seolah bukan tulisan yang saling menimpa.
  • Amplop beserta isinya nampak masih rapi tidak ada bekas lipatan atau sedikit kusut, padahal semua isinya tertanggal tahun 2007.

Jika dilihat sekilas dan jika diterima oleh orang yang belum pernah melakukan pekerjaan cetak kertas dengan printer berwarna,  serta belum pernah melihat cheque asli yang dikeluarkan oleh bank, maka akan tertipu dan percaya. Hal itu bisa dilihat pada berita di berbagai daerah dibawah.
Alhamdulillah, dengan berbekal pada pengalaman maka saya bisa melihat ini semua dokumen tersebut hanya rekayasa atau palsu.

Ketika No HP yang tertera dalam amplop saya coba hubungi selalu dalam keadaan mati.

Amplop coklat tersebut berisi 3 lembar: Surat BPN, SIUP, dan Cheque.

Tadi malam saya cari di google tentang nama perusahaan yang ada di dokumen. Nama perusahan secara real ada dan terdaftar di Yellowpages.

Namun selebihnya, ternyata ketemu juga dengan adanya laporan tentang ampol yang sama di berbagai kota. Dan oleh pihak keplisian setempat dinyatakan sebagai modus kejahatan baru.

Baca di berita berikut:

  1. http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=53396
  2. http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver2/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=2125
  3. http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjI1ODg=&click=MTEz
  4. http://www.metrobalikpapan.co.id/berita/index.asp?IDKategori=1&id=13378
Amplop berisi cheque 4,7 Milyar

Amplop berisi cheque 4,7 Milyar

Alat ini bernama Timer digital. Timer digital merupakan alat elektronik yang berfungsi sebagai pengatur waktu untuk menyalakan dan mematikan listrik dengan daya maksimal 380 Watt, untuk listrik dengan voltage 220 V.

Sudah setahun lebih, saya memiliki alat ini dan saya gunakan untuk mengatur lampu luar Rumah: Lampu Teras, dan lampu Jalan. Terasa sangat membantu untuk tugas menghidupkan dan mematikan lampu. Sebelum pakai timer digital, lampu jalan tidak dapat dipastikan nyala dan matinya. Pernah sudah larut dan gelap jalan depan rumah lampu belum nyala. Padahal lampu tersebut sangat membantu pengguna jalan  karena tepat di pertigaan. Dengan adanya lampu itu maka pertigaan jalan menjadi terang benderang dan nyaman.  Dan pernah juga sudah jam 7 pagi belum dimatikan karena sibuk untuk menyiapkan anak-anak ke sekolah dan ke kantor.

Alhamdulillah, setelah cari-cari dan ketemulah timer digital itu. Waktu itu harganya sekitar rp 75.000,-.  Setelah di setting dan dipasang maka salah satu pekerjaan terselesaikan.  Lampu jalan dan teras akan menyala dan mati secara disiplin. Kelebihannya tentu kita menjadi sangat nyaman tidak perlu mengingat jam berapa sekarang dsb untuk menghidupkan atau mematikan lampu. Setiap  hari sudah bekerja dengan disiplin. Kekurangannya ya tidak kompromi.. Suatu saat, pergeseran matahari terbit semakin lambat jadi sudah jam 5.30 masih terasa gelap. Padahal Lampu harus mati jam itu. Pada saat itu sedang asyik baca koran pagi, dan lampu teras masih diperlukan untuk membaca. Tiba-tiba .. PET. Gelap dan samar-samar pemandangan lingkungan. Lampu telah mati sesuai jadwal.

Sebaliknya, pada sore hari matahari tebenam lebih cepat sehingga jam 5.30 sudah teras gelap apalagi pada waktu itu mendung jadi semakin gelap di pertigaan jalan depan rumah. Pada wakti belum jadwalnya timer digital menghidupkan lampu, maka jalan sudah gelap karena lampu belum menyala harus menunggu hingga jam 5.45.

Salah satu pekerjaan yang harus diingat hanya menggeser jam nyala dan jam mati. Sekali setting bisa dipakai selama 5 bulan. Salah satu ukuran yang gampang untuk mengingat yaitu  musim kemarau dan musin hujan, jadwal timer diubah menyesuaikan dengan jam terbit dan terbenam matahari.

Secara keseluruhan Timer Digital sangat membantu… Pernah suatu saat rumah ditinggal sejak sore, pulangnya malam. Maka kita tidak perlu menyalakan pada saat pergi, tetapi  diserahkan pada timer digital yang akan bekerja sesuai jadwal.

Salah satu hal yang penting juga… Timer Digital menggunakan  rechargeable battery untuk mengendalikan semuanya, jadi walaupun listrik mati pada saat dia harus menyalakan lampu jalan, maka pada saat lampu dari PLN sudah nyala akan tetap bekerja sesuai jadwal. Apalagi battery tsb langsung di charge pada saat aktif bekerja. Jadi semakin nyaman tidak dipusingkan ganti battery atau charge sendiri.

Anda mau..?

Silakan cari di toko listrik, karena saya bukan agen dan tidak ada pesan sponsor maka tidak saya sebut merk… hehe..maaf… :)

Sering kali, dalam  menampilkan gambar di website sangat diperlukan. Tetapi jika gambar tampilnya terlalu lama akan membuat pengunjung menjadi tidak tertarik dan bahkan cepat-cepat meninggalkan website, atau tidak akan berkunjung lagi.

Kenapa bisa demikian ?

Karena pengunjung tidak mau menunggu terlalu lama untuk melihat gambar yang akan muncul.

Bagaimana agar gambar dapat tampil dengan cepat?

Berdasarkan pengalaman dan diskusi berikut tip yang dapat digunakan:

1. Ukuran File Gambar. Gambar tidak memiliki ukuran file yang besar. Dengan koneksi data yang sedang, file dengan ukuran antara 100 kb – 200 kb masih dapat diterima oleh pengunjung.

2. Dipanggil tampilkan dengan menuliskan ukuran sebenarnya. Dalam tag html untuk menampilkan gambar disertai dengan statement: width=”200″ height=”100″. Angka tersebut hanya sebagai misal. Yang penting adalah adanya statemen ukuran file.

3. Menampilkan dengan ukuran sebenarnya. Sering kali gambar ditampilkan dengan ukuran yang tidak sesuai ukuran sebenarnya. misal ditampilkan dengan ukuran 60% atau angka lain. Untuk mengatasi kebutuhan tampilan gambar dengan ukuran yg berbeda dibuat file baru dg ukuran yang sesuai.

4. File dipanggil dari folder. Gambar dapat dipanggil dari alamat yang sesungguhnya dari mana gambar itu berada misal: blog.uad.ac.id/mdin/images/gambar1.jpg. Cara itu akan selalu memaksa agar gambar diambil secara langsung dari alamat website. Maka akan memberikan dampak penampilan terkesan jadi lama. Hal itu dapat diatasi dengan mengubah file diambil dari folder. Kenapa demikian? Jika diambil dr folder maka website akan mengambil gambar dari cache yang ada dalam komputer, jika gambar yang sama diperlukan lagi.

5. File diambil dari folder yang sama. Meneruskan pada point 4 diatas, gambar akan lebih cepat karena jika setiap halaman yang memerluan gambar yang sama diambil dari folder yang sama maka akan mengurangi waktu pencarian gambar.

Itu sebagian, tips… masih ada yang lain .. kita sambung di tulisan berikutnya.

Pages: Prev 1 2 3 ...25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Next

« Previous PageNext Page »