The Messiah (Iranian Movie)
by ogit on Nov.04, 2008, under Movies, Muslims
Dr. Emir Caner, seorang dekan dari Southwestern Baptist Theological Seminary merekomendasikan untuk orang Kristen menonton film ini, karena didalamnya mengungkap banyak hal-hal baru, seperti kapan Yesus digantikan, kenapa ibu dan para murid Yesus tidak mengenali bahwa orang yang mereka ikuti itu telah ditukar sebelum berada di atas kayu salib, serta apa tujuan Allah’ membutakan semua kerumunan termasuk murid -murid Yesus dan Maria ibu Yesus, sehingga mereka tetap berpikir bahwa Yesus lah yang sedang disalibkan.
“Mungkin orang Muslim dan Kristen akan menyadari melalui film ini bahwa Alquran hanya menawarkan suatu kemungkinan cerita yang mungkin terjadi saat itu, walaupun Alkitab sudah dengan jelas menuliskan sejarah mendetail yang dapat dipercaya dan telah dibuktikan bahkan hingga saat ini.” Demikian Caner menuliskan pernyataannya.
“Dia ( Yesus) bukan Anak Allah dan tidak pernah menjadi Anak Allah. Dia hanya nabi dan Dia tidak pernah disalibkan, itu adalah orang lain yang disalibkan menggantikan Dia,” Talebzadeh menyatakan kepada CNN.
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

February 10th, 2009 on 1:24 am
Maaf, posting ini meskipun kata2nya mirip tapi isinya sangat bertolak belakang dengan email (saya terima dari milis kristen), saya kutip sbb.:
Film ini menyajikan dua penutupan film – dari sudut muslim dan Kristen tentang Yesus dan salib-Nya. Film ini memenangkan penghargaan dari Roma, Rome ’s Religion Today Film Festifal sebagai nominasi dialog
antar umat beragama. Dr.Emir Caner, seorang dekan dari Southwestern Baptist theological Seminary merekomendasikan untuk orang Kristen menonton film ini, dan menanyakan beberapa hal berikut ini:
1. Kapan Yesus digantikan, menurut yang tertulis di Alquran?
2. Kenapa ibu dan para murid Yesus tidak mengenali bahwa orang yang mereka ikuti itu telah ditukar sebelum berada di atas kayu salib?
3. Apa tujuan ‘Allah’ membutakan semua kerumununan termasuk murid-murid Yesus dan Maria ibu Yesus, sehingga mereka tetap berpikir bahwa Yesus lah yang sedang disalibkan?
Caner, yang juga seorang professor bidang sejarah, mengatakan bahwa dia percaya pada akhirnya dengan cara kita menonton sambil bertanya berdasarkan sudut pandang itu, kita bisa menerima film ini.
“Mungkin Orang Muslim dan Kristen akan menyadari melalui film ini bahwa Alquran hanya menawarkan suatu kemungkinan cerita yang mungkin terjadi saat itu, walaupun Alkitab sudah dengan jelas menuliskan sejarah mendetail yang dapat dipercaya dan telah dibuktikan bahkan pada saat ini.” Demikian Caner menuliskan pernyataannya.
March 20th, 2009 on 8:46 am
yakin tuh ma yang ditulis?!
“Mungkin orang Muslim dan Kristen akan menyadari melalui film ini bahwa Alquran hanya menawarkan suatu kemungkinan cerita yang mungkin terjadi saat itu”
Berarti itu baru sebuah kemungkinan untuk kalian tapi di alkitab sudah tertulis jelas mengenai kematian dan kebangkitan TUHAN YESUS!
Emangnya di Alquran ada tertulis apa?! dan di ayat mana?!
“Dia ( Yesus) bukan Anak Allah dan tidak pernah menjadi Anak Allah. Dia hanya nabi dan Dia tidak pernah disalibkan, itu adalah orang lain yang disalibkan menggantikan Dia”
yakin akan statement diatas?! dapat darimana tuh?! apakah anda melihat dan membuktikan sendiri kebenaran dari kata2 yang anda tulis?!
pernakah anda membaca sebuah alkitab?! kalo pernah, di ayat mana tertulis seperti yang anda bilang?! Jangan membuat perang dalam agama karena semua agama baik adanya hanya bagaimana kita menerapkanya, apakah sudah benar menurut kitab suci masing2 atau atas inisiatif sendiri?! THINK ABOUT IT!
March 20th, 2009 on 3:15 pm
“Mungkin Orang Muslim dan Kristen akan menyadari melalui film ini bahwa Alquran hanya menawarkan suatu kemungkinan cerita yang mungkin terjadi saat itu, walaupun Alkitab sudah dengan jelas menuliskan sejarah mendetail yang dapat dipercaya dan telah dibuktikan bahkan pada saat ini.”
Sekali lagi itu bukan tulisan saya, Bang Tiyo juga sudah mengutipnya di blog ini lewat komentarnya dia. Yang menurut dia bertolak belakang, apanya yang bertolak belakang?? Itu pernyataan dari dekan Southwestern Baptist Theological Seminary. Persis seperti yg beliau sampaikan
“Dia ( Yesus) bukan Anak Allah dan tidak pernah menjadi Anak Allah. Dia hanya nabi dan Dia tidak pernah disalibkan, itu adalah orang lain yang disalibkan menggantikan Dia” Ini pernyataan Talebzadeh kepada CNN.
Itu berasal dari Alkitab sndri.
Kronologinya bisa Anda baca di sini : http://forum-arsip1.swaramuslim.com/threads.php?id=3753_1080_21_0
Itu bukan inisiatif saya sendiri cz segala hal itu harus ada sumber dan dasarnya.
Di dalam Alquran juga sudah ada..
Sekali lagi saya percaya Yesus, malahan itu sebuah kewajiban kami sebagai muslim. Saya juga percaya klo dia nanti akan dibangkitkan kembali.
Saya tidak ada niatan membuat perang dalam agama, cz islam itu universal.
April 13th, 2009 on 4:22 am
Kalau menurut Anda Nabi Isa (Yesus) tidak mati disalibkan, tapi digantikan oleh stuntman (orang lain), lalu dimana kuburnya? Kapan matinya?
Saya tidak meragukan kepercayaan Anda pada Yesus. Tapi cuma mau menegaskan Anda kalah dgn iblis: Anda percaya Yesus hanya sebagai nabi, sedangkan iblis mengakui keilahian Yesus. Berikut ini saya kutip Markus 5:1-13 berikut ini:
5:1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
5:2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
5:3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
5:4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
5:7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”
5:8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”
5:9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak.”
5:10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
5:11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,
5:12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!”
5:13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
April 14th, 2009 on 6:49 am
Sependek yg saya ketahui, Nabi Isa ['Alaihissalam] itu diangkat o/ Allh SWT. Kalau Allh menciptakan Nabi Isa ['Alaihissalam] tanpa ayah, sudah pasti perkara mudah jika mengangkat beliau ke langit, dan wktu hari akhir akan menurunkan lagi untuk menjelaskan kenabian beliau bukan KeTuhanan beliau.
Saya kalah dengan iblis..?? ya jelas kalah jamanlaah, dia kan gak pernah mati, and dulu dia pernah nglihat sndri Allh swt pas jaman penciptaan Nabi Adam ['alaihissalam]. Anda ngmng saya kalah dengan iblis?? Klo saya ngmng Anda sama dengan iblis boleh gak??
April 14th, 2009 on 9:28 am
Makanya kalo posting seharusnya anda pikirkan dulu!!! kecuali kalo anda punya tendensi: menyatakan bhw kepercayaan anda LEBIH DARI YG LAIN (percaya… blog anda tdk akan pernah dihampiri org yg merasa tdk sefaham dgn anda)…ANDA MAU-NYA MENANG SENDIRI…
Lagi pula: kebenaran itu apa??!!! Agama anda..??!!! payah… zaman gini… masih ngaku2 dan menang seniri???!!! tapi memang itu hak anda… so mat menikmati rasa ‘menang’ dan merendahkan org lain.
Saran sy: anda bergaul aja dgn dunia yg anda yakini… mat tertawa…
April 18th, 2009 on 2:11 am
Terimakasih atas sarannya mas adi [boleh panggil mas kan?]. Maaf juga aku gak bermaksud merendahkan orang lain, aku sangat menghormati Anda, buktinya aku seminimal mungkin gak menyertakan Alquran cz Anda pasti gak akan mempercayainya. Aku cuma mo berbagi ilmu yg cuma setitik air, semoga aja ada yg dapet inspirasi, Untuk inspirasi yg lain Anda bisa ngunjungi di sini >> http://republika.co.id/berita/35243/Erik_Meijer_Islam_Itu_Bisa_Diterima_Logika
April 21st, 2009 on 7:48 am
mau bantu bagi ilmu nih … yah untuk masukan aja … kalo yg di republika kayaknya hanya seperti gossip celebrities aja.
http://www.answering-islam.org/Quran/Contra/
April 21st, 2009 on 11:20 pm
Ehm.. iya emg kayak gosip artis, tp kan bisa dapet ilmu dari pengalaman orang lain, saya pribadi yg islam dari lahir jadi bisa mendapat pencerahan. Terserah Anda mo pendapat gmn, tiap org kan beda2..
Kakak sepupu saya juga kristen ‘n saya juga sering baca alkitabnya. Klo Anda mo belajar tentang Alquran juga gak ada larangan, toh terjemahannya itu buku paling laris di Amerika tahun kmrn. Tapi paling Anda juga males yaa.. orang kitabnya sendiri aja gak hafal 1lembar aja dech..Jadi jangan bilangin Alquran itu kontradiksi klo belum hafal kitabnya sendiri… ok?! PEACE…
May 4th, 2009 on 6:15 am
mau nonton film the messiah
May 27th, 2009 on 6:17 pm
Kehadiran film the messiah versi iran, merupakan bukti nyata akan berita bohong yang tersiar, seperti sudah tertulis di Injil Matius 28:11-15.
dimana film tersebut menggambarkan isi pikiran orang-orang yang ragu tentang peristiwa penyaliban Yesus Kristus yang terjadi 500 tahun sebelum AlQuran.
Sebab sudah jelas bahwa Injil sebuah kisah yang ditulis oleh saksi hidup yang melihat akan kejadian tersebut, sedangkan AlQuran menceritakan keadaan orang-orang yang hanya mendengar saja akan peristiwa penyaliban yang terjadi sudah lewat 500 tahun yang silam, sehingga mereka itu mengikuti perasangka belaka.
Kalau anda-anda mau tahu ulasan semua secara mata rantai, kunjungi:
http://filmthemessiah.blogspot.com/
June 10th, 2009 on 9:41 am
“Berbahagilah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh20:29)
“Mengapa engkau melihat selumbar dimata saudaramu, sedangkan balok didalam matamu tidak kamu ketahui” (Mat7:3)
June 11th, 2009 on 7:27 am
1. Walau bagaimanapun sebuah film adalah hasil karya seni dan tak perlu dianggap ada maksud dahwah. Kalaupun ada yang agap demikian, itu kembali ke masing-masing individu.
2. Untuk umat kristiani sebaiknya tidak perlu timbul khawatir berlebihan akan menggoyahkan iman anda. Lebih baik anda mempelajari ajaran agama anda lebih mendalam lagi, jangan sekedar kulit luar saja.
3. Dari dulu orang kristen dan islam di bumi pertiwi masih senang berbantah-bantahan tentang masalah cliché ini, tak bermanfaat. Ini semua kesalahan pemerintah yang belum berhasil, bahkan juga tak akan pernah berhasil mendidik dan menjadikan rakyat yang intelek dan makmur. Kalau sudah demikian, agama apapun yang dianut, tetap saja selalu ricuh.
July 30th, 2009 on 9:21 pm
@alexa: lu goblok bgt sih.. emosional kayak gitu. udah geblek marah2 lg… ayat mana?? banyak! bahwa bukan Isa yg disalibkan melainkan org lain yg diserupakan. coba tanya om google: “ayat tentang siapa yg disalib”. bodoh lain kali kl gak tau apa2 jgn mbludak mbludak
September 13th, 2009 on 1:11 pm
klo lo pde gak prcya ama kbnaran al-qur’an & hadist,,mkin aj…
tp liat gmn ktika adam as d ciptakan,,allah swy m;mrintah kan utk mngucap klimah syahadat,,yaitu prcya akn adanya allah swt & ngakui muhammad sbg rasul allah…
udh jls muhammad blum lahir…
itu lah kuasa allah awt…
wsalam…
September 20th, 2009 on 3:00 pm
Kalo ente umat kristiani mau eksis ama agamanya mestinya eksis juga ama kitab/injil yg di arsipkan oleh 12 murid jesus(apostle).
pertanyaan :
Kemana Injil yg di bukukan oleh salah satu murid Jesus yg bernama “BARNABAS” ?
Mengapa Injil “BARNABAS” tidak dijadikan bagian dari pedoman Kitab suci Injil?
Kenapa Tahun 325M Seluruh Injil Barnabas di Bakar?
mana Eksisitensi nyata Pengurus dan umat kristiani?
Mengapa Paulus yg nyata2 bukan murid Jesus lalu mengaku-aku murid ke 13 Jesus dan terakhir mengaku sebagai Rasul Jesus!
October 17th, 2009 on 4:32 pm
Allah itu Zat Yang Maha Segalanya, jadi bukan manusia.
Jadi jelas Allah tidak beranak dan tidak diperanakan !
Oleh karena itu tidak layak Allah mempunyai anak dari benih manusia dibumi karena semua manusia berdosa !
Maka ditegaskan: Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.
Lihat di:
http://kisahmencarituhan.blogspot.com/
December 27th, 2009 on 12:27 pm
Dasar pada bego lu pada.
Ngapain lu orang pada ngeributin soal agama.
Masalah ISA ANAK MARIAM atau YESUS ANAK MARIA, sudah lah.
Biarin masing-masing agama aja dech.
Yang Islam, biarin sesuai kepercayaannya, bahwa ISA ANAK MARIAM adalah salah satu Nabi Rasul milik orang Islam.
Kalau orang Kristen tersinggung dgn kepercayaan orang Islam bahwa ISA PUTRA MARIAM tidak mati di kayu salib, ya udah biarin aja.
ISA ya ISA, anak BUNDA MARIAM wanita sholeh dalam Islam, yang melahirkan putranya ISA di Kota BAITUL LAHIM, di TANAH ARAB PALESTINA.
Orang Kristen sudah sich jangan ngamuk, ini khan ajaran interen kami orang Islam.
HIDUP NABI ISA PUTRA MARIAM
DIALAH NABI ISLAM YANG AKAN TURUN LAGI KE DUNIA, YANG AKAN MENGIKUTI SYARIAT NABI MUHAMMAD SAW, yang akan mengembalikan umat manusia yang tersesat kembali ke ajaran TAUHID sesuai Islam.
ALLAHU AKBAR, ALLAH MAHA BESAR.
December 27th, 2009 on 12:44 pm
Saya setuju.
ISA TIDAK MATI DISALIB, MEMANG BEGITULAH KEYAKINAN DAN AJARAN AGAMA KAMI ISLAM.
JADI SAUDARA YANG KRISTEN, TOLONG JANGAN PAKSA KAMI UMAT ISLAM UNTUK MENGIKUTI KEPERCAYAAN DAN AJARAN KRISTEN, BAHWA YESUS ITU MATI DISALIB.
MAHA BESAR DAN SUCI ALLAH SWT, YANG TELAH MENYELAMATKAN ISA DARI PERBUATAN JAHAT DAN DENGKI ORANG YAHUDI, DENGAN MENGANGKAT DIA KE LANGIT, DAN MENGHUKUM MURIDNYA YANG BERKHIANAT YUDAS ISKARIOT DENGAN MENGHUBAH WAJAHNYA MIRIP ISA ALMASIH.
ISA AL MASIH PUTRA MARIAM, AKAN TURUN KE DUNIA NANTI UNTUK MENGEMBALIKAN KAUM SESAT AGAR KEMBALI KE JALAN YANG BENAR, YAITU AJARAN TAUHID ISLAM SEPERTI YANG DIAJARKAN NABI BESAR MUHAMMAD SAW.
ITU AJARAN AGAMA ISLAM KAMI. INI MASALAH INTEREN KAMI UMAT ISLAM.
MAHA SUCI ALLAH.
ANDA UMAT KRISTEN MEMILIKI YESUS, KAMI PUN UMAT ISLAM MEMILIKI ISA.
KITA URUS AGAMA KITA MASING-MASING SAJA, TIDAK USAH SALING NYAMPURI URUSAN AGAMA LAIN.
ANDIKA
Jl.Margonda Raya
Kota Depok
December 27th, 2009 on 12:57 pm
Dasar pada bego lu pada.
Ngapain lu orang pada ngeributin soal agama.
Masalah ISA ANAK MARIAM atau YESUS ANAK MARIA, sudah lah.
Biarin masing-masing agama aja dech.
Yang Islam, biarin sesuai kepercayaannya, bahwa ISA ANAK MARIAM adalah salah satu Nabi Rasul milik orang Islam.
Kalau orang Kristen tersinggung dgn kepercayaan orang Islam bahwa ISA PUTRA MARIAM tidak mati di kayu salib, ya udah biarin aja.
ISA ya ISA, anak BUNDA MARIAM wanita sholeh dalam Islam, yang dengan kekuasaan Allah, bisa mengandung anak tanpa disentuh laki-laki, dan melahirkan putranya di Kota Baitul Lahim di Tanah Arab Palestina.
DIALAH NABI ISLAM YANG AKAN TURUN LAGI KE DUNIA, YANG AKAN MENGIKUTI SYARIAT NABI MUHAMMAD SAW, yang akan mengembalikan umat manusia yang tersesat kembali ke ajaran TAUHID sesuai Islam.
ALLAHU AKBAR, ALLAH MAHA BESAR.
December 28th, 2009 on 8:36 am
BUKTI ORANG KRISTEN TIDAK TOLERANSI DENGAN AJARAN AGAMA LAIN.
FILM THE MESSIAH ADALAH FILM BERDASARKAN AJARAN AGAMA ISLAM, BUKAN YANG LAIN.
TOLERANSI DONG DENGAN UMAT LAIN.
INI KHAN FILM TENTANG NABI DAN RASUL ISLAM, ISA AL-MASIYAH, DAN SESUAI AJARAN AGAMA ISLAM YANG KAMI YAKINI KOK.
KAMI ORANG ISLAM AJA TIDAK USIL ORANG KRISTEN BIKIN FILM YESUS MATI DISALIB.
INI FILM TENTANG NABI KAMI SENDIRI KOK ORANG LAIN SEWOT.
SEKALI LAGI FILM THE MESSIAH ADALAH TENTANG NABI ISA AL-MASIYAH ANAK MARIAM.
BUKAN YESUS KRISTUS PUNYA ANDA.
TOLERANSI SEDIKIT LAH DGN AGAMA LAIN.
January 7th, 2010 on 4:35 pm
AL-MASIH ARTINYA PENGEMBARA
Mesias (Al-Masih) merupakan gelar atau sebutan untuk Penyelamat yang dijanjikan akan datang kemudian menyelamatkan bangsa Israel (Daniel 9:25, Lukas 2:26).
Mesias (Al-Masih) artinya orang yang diurapi dengan minyak.
“Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan.” (Daniel 9:25)
Qasemi melihat maksud asal nama “Al Masih” dan dia menyatakan sebagai berikut:
“Maksud asal gelaran itu [‘Al Masih’] ialah seperti berikut: menurut hukum mereka yang dinyatakan, siapa saja Imam [pemimpin agama] mengurapi dengan urapan suci, akan menjadi suci, layak untuk kerajaan itu dan pengetahuan dan derajat orang saleh yang tinggi, dan diberkati. Maka Allah Yang Maha Tinggi telah nyatakan, dengan gelaran itu, bahwa Isa adalah berada dalam keadaan yang senantiasa diberkati akibat dari pengurapan tersebut, walaupun dia tidak diurapi secara jasmani.”
Namun pertanyaan yang muncul kemudian, jika Yesus disebut Al- Masih karena diurapi, bukankah semua raja dan imam Yahudi turut diurapi…?
Dari Bibel, khususnya dalam Perjanjian Lama, akan kita dapatkan bahwa Al Masih itu bukan hanya Yesus. Mereka antara lain:
1. Saul Al Masih
Saul yang berhasil mengalahkan Filistin diangkat sebagai Al Masih, “Bukankah Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas umatNya Israel ? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat Tuhan, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa Tuhan telah mengurapi engkau menjadi raja atas milikNya sendiri (I Samuel 10:1).
2. Harun Al Masih
Setelah Saul menjadi Al Masih, maka Harun (saudara Musa) juga diangkat sebagai Al Masih.”Kemudian dituangkannya sedikit dari minyak urapan itu ke atas kepala Harun dan diurapinyalah dia untuk menguduskannya.” (Imamat 8:12).
3. Elisa Al Masih
Kehadiran seorang Al Masih untuk masa ini ternyata tidak cukup, maka setelah Harun menjadi Al Masih, Elisa pun diangkat menjadi Al Masih. “Juga Yehu, cucu Nimzi, haruslah kau urapi menjadi raja atau Israel , dan Elisa bin Safat dari Abel Mehola, harus kau urapi menjadikan Nabi menggantikan Engkau.” (I Raja- raja 19:16).
4. Daud Al Masih
Setelah Saul meninggal dunia, maka sesepuh suku-suku Israel mengangkat Daud sebagai Al Masih.
“Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan Tuhan; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel .” (II Samuel 5:3).
5. Salomo Al Masih
Setelah Daud meninggal dunia, maka Salomo putra Daud diangkat sebagai Al Masih. Sebagaimana tercantum dalam I Raja-raja 1:39. “Imam Zadok telah membawa tabung tanduk berisi minyak dari dalam kemah, lalu diurapinya Salomo. Kemudian sangkakala ditiup, dan seluruh rakyat berseru “Hidup Raja Salomo.”
6. Koresy Al Masih
Raja Syrus penyembah berhala ini diangkat sebagai Al Masih setelah meninggalnya Salomo.
“Beginilah firman Tuhan: Inilah firmanKu kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresy yang tangan kanannya kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu gerbang tidak tinggal tertutup.” (Yesaya 45:1).
Ayat ini dialamatkan kepada Raja Syrus yang pagan, untuk memenuhi kerinduan akan datangnya penyelamat, walaupun pada kenyataannya ayat tersebut adalah nubuat dari nabi Yesaya akan datangnya seorang Koresy (Quraisy) sebagai nabi akhir, yaitu Muhammad Saw. Amatlah mustahil jika Tuhan menyayangi seorang kafir untuk diurapi.
Mesias (Al-Masih) artinya Kristus.
“Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).” (Yohanes 1:41)
Al Masih menurut bahasa ‘Arab artinya ‘yang menghapus’, ‘yang terhapus’, dan ‘yang mengembara’.
Gelar Al Masih sendiri artinya adalah : Dia yang melakukan pengembaraan di negeri- negeri dan bagian-bagian dunia. (Murthada Az Zabidi, Tajul ‘Uruus Jld II).
Kajian yang dalam terhadap literatur dan sejarah Nashrani Awal akan menunjukkan bahwa penyebar-penyebar Injil pertama adalah orang Yahudi yang berbicara bahasa Arami atau bahasa Syriac lama. Apakah “Injil” merupakan sebuah dokumen tertulis, atau doktrin tidak tertulisa atau agama yang disebarkan secara lisan, adalah sebuah pokok bahasan yang perlu dijawab namun diluar pokok pembahasan kita sekarang. Namun satu yang pasti, yakni umat KNashrani Awal menjalankan ibadah keagamaan mereka dalam bahasa Arami. Itulah bahasa sehari-hari yang digunakan oleh bangsa Yahudi , Syria , Phoenicia , Khaldea, dan Assyria .
Menurut tokoh, James H. Charlesworth, komuniti Qumran dimulai kira-kira tahun 150 S.M. dan berakhir ketika tentera Roma menghancurkan tempat ini pada tahun 68 M. 4) Dari sebelas gua yang dihuni orang-orang Qumran, mereka meninggalkan naskah-naskah kuno termasuk teks-teks Alkitab Perjanjian Lama. Naskah tersebut sebagian besar tertulis dalam bahasa Ibrani/Arami, dan hanya sebagian kecil yang berbahasa Yunani.
Robert Einseman, salah seorang dari sarjana peneliti Qumran yang sangat liberal, menunjukkan bahwa banyak petunjuk yang jelas menghubungkan Qumran dengan kekristenan awal. Einseman berasaskannya dari fakta bahwa kekristenan Yahudi awal di Yerusalem desebut Notzrim (im bentuk jamak), yang menunju komunitas “pengikut Isa, orang Nazaret” (Kis. 24:5; Mat. 2:23). Robert Einseman menghubungkan nama Kekristenan awal ini dengan istilah kelompok Qumran yang juga disebut “Notzeri ha-Berit” (yang memelihara Perjanjian).
Selanjut, Einseman juga mengemukakan fakta tentang ada komunitas Kristen Yahudi pada abad ke-2 Masehi di Jabal Fahin (Yunani: Pella), seberang Yordan, yang disebut “Ebionit”. Karena istilah ini berasal dari bahasa Ibrani Ebiyon, “orang-orang miskin”, maka cocok dengan identitas jemaah Yerusalem sendiri (Gal.2:10).
Data-data ini oleh Einseman ditafsirkan sedemikian rupa, sehingga terbangunlah teori yang menganggap bahwa Guru Kebenaran (Moreh hassadeq) yang disebut dalam naskah-naskah Qumran adalah Yakobus, saudara Yesus yang juga digelar Ha-Tsadiq (Yang Benar) dalam gereja kuno. Sedangkan 2 watak lain yang jahat, yang oleh Einseman ditafsirkan Kayafas dan pendusta adalah Rasul Paulus. Dengan menyebut Paulus sebagai pendusta, maka Einseman mempertentangkan kekristenan yang paulinis dengan kekristenan Yahudi di Yerusalem.
Di dalam daftar keduabelas murid tidak disebutkan nama Paulus.
Dalam ayat lain ditunjukkan dimana Paulus tidak memiliki kecocokan dengan ’sesama rasul-rasul lain’ seperti Barnabas dan Kefas (St. Peter, yohanes 1:42).
“Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.” (Kisah 15:36-3)
“Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.” (Galatia 2:11-12)
“Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan dusta ataupun dengan jujur. Tentang hal itu aku bersukacita.” ( Filipi 1:18)
Kaum Nashrani Awal yang bahasa ibunya adalah bahasa Arami pasti akan lebih senang membaca dan berdoa dalam bahasa mereka sendiri, dan konsekuensinya berbagai macam kitab Injil, Epistel, dan doa-doa, dan liturgi ditulis dalam bahasa Syriac.
Dilain pihak, para pemeluk agama baru dari kaum non-Yahudi yang pindah ke agama Kristen membaca Perjanjian Lama dalam versi Yunaninya dari “tujuh puluh” (The seventy) . Seperti lazimnya para filsafat Yunani, begitu pindah ke agama baru (Kristen) dan ada Septuagint dihadapan mereka, tidak mengalami kesulitan dalam pembuatan “Perjanjian Baru” sebagai penyelesaian atau kelanjutan dari Perjanjian Lama.
Sebenarnya banyak ajaran penting yang termuat dalam satu kitab Injil tidak dikenal oleh gereja-gereja yang tidak memilikinya (ditolak pasca Konsili Nikea). Konsekuensinya tidak ada keseragaman ibadah, disiplin, otoritas, keyakinan, perintah, dan hukum pada gereja awal.
Injil-injil yang dinyatakan tidak sah yang harus dimusnahkan tersebut, antara lain:
1. Injil Andreas
2. Injil Apeles
3. Injil Barnabas
4. Injil Duabelas
5. Injil Ebionea
6. Injil Ibrani
7. Injil Marcion
8. Injil Maria
9. Injil Mathias
10. Injil Nicodemus
11. Injil Orang-orang Mesir
12. Injil Philip
13. Injil Thomas
14. Injil Yakobus
15. Injil Yudas Iskariot
Berita Injil Matius 2:13-15 yang berkisah tentang pelarian Isa dan keluarga Baginda ke Mesir, dalam Injil Matius/Pseudo Gospel of Matthew yang berasal dari abad ke-5 Masehi, berisi kisah- kisah mukjizat seperti pohon korma yang kononnya membungkuk menuruti perintah kanak-kanak Yesus untuk mengeluarkan buahnya dan air segar yang memancar dari bawah pohon itu.
Demikian pula, kisah-kisah ajaib mengenai remaja Yesus yang membuat burung dari tanah liat, dimuat dalam The Gospel of Thomas (Injil Thomas) berbahasa Yunani. Injil tersebut berasal dari abad ke-2 atau ke-3 Masehi.
Yang dapat kita simpulkan dari literatur Perjanjian Baru hanyalah umat Kristen pada jaman Apostolik menjadikan kitab-kitab suci Yahudi sebagai alkitab mereka, dengan sebuah kitab yang memuat wahyu sebenarnya yang disampaikan oleh Yesus.
Setelah berbagai invasi atas Yerusalem, demikianlah bahwa ke 10 suku Israil yang hilang telah bermigrasi berabad-abad lamanya ke negeri-negeri di timur, dan meskipun telah berasimilasi dengan suku, budaya, adat, dan agama setempat namun jejak fisik tubuh, budaya, dan agama Israil masih bisa ditemukan.
Kepada merekalah Nabi Isa (Yesus) a.s. meninggalkan negeri Yerusalem, untuk memberikan petunjuk kepada domba-domba Israil yg hilang, dan memenuhi tugas kerasulan beliau. Berjalan dari Barat ke Timur, melintasi negeri-negeri.
Perjanjian Baru, meski tidak pernah secara langsung menceritakan masa-masa lowong dalam kehidupan Yesus itu, memberikan banyak sekali keterangan bagi pembacanya mengenai latar belakang Yesus. Dalam Perjanjian Baru tidak ada petunjuk sama sekali tentang perjalanan yang dilakukan Yesus ke negeri Timur. Yesus digambarkan sebagai seorang tukang kayu (Markus 6:3) dan anak seorang tukang kayu (Matius 13:55).
JESUS HIS LIFE
Keempat-empat periwayat Injil hanya menceritakan kehidupan Yesus ketika Ia dilahirkan (Mat. 1:18-25; Luk. 2:1-7), disunat pada usia 8 hari dan diserahkan di Bait Allah (Luk. 2:21-40). Ia kembali muncul di Bait Allah yang sama pada umur 12 tahun (Luk. 2:41-52). Yesus tampil di depan umum setelah dibaptis oleh Yohanes. “Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, baginda berumur kira-kira 30 tahun” (Luk.2:23).
Jadi, ada “waktu senyap” (“the silent period”) selama 18 tahun, yaitu antara baginda usia 12 sampai usia 30 tahun. “Kesenyapan” ini (minimal kalau kita mengikuti corak fikiran itu), telah menyebabkan banyak penulis mencoba mengisinya menurut tuntutan kepentingan dan andaian-andaian mereka sendiri.
Penyelidikan-penyelidikan modern menunjukkan bahwa orang-orang Afghanistan dan Kashmir adalah turunan Bani Israil dan kepada mereka inilah Nabi Isa akhirnya pergi melaksanakan tugas yang diserahkan Tuhan kepadanya.
J.B. Frazer dalam bukunya “An Historical and Descripture Account of Persia and Afghanistan”, diterbitkan dalam tahun 1843, berkata: “Menurut riwayat mereka (bangsa Afghanistan) sendiri mereka percaya bahwa mereka adalah keturunan Yahudi ….mereka mempertahankan kemurnia agama mereka
sampai mereka memeluk Islam”…(halaman 298).
Francies Bernier, yang pernah bekerja pada istana Aurangzeb , Raja Kerajaan Moghuldi India menulis dalam bukunya “Travels in Moghul Empire: Journey to Kashmir the Paradise of Indians mengatakan sbb: “Tuan lihatlah, saya tak ingin untuk membantah bahwa bahwa “bangsa Yahudi kemungkinan besar telah bermukim di Kashmir”….kemurnian hukum mereka , setelah lewat beberapa abad, mungkin rusak , sehingga setelah terperosok kedalam penyembahan berhala, mereka terdorong masuk agama Muhammad , sebagaimana terjadi pada banyak kaum kafir lainnya”….(halaman 433).
Dalam mengemukakan bahwa bangsa Afghanistan dan Kashmir adalah turunan Bani Israil, George Moore berkata dalam bukunya “The Lost Tribes”, 1861:
“Dan kita lihat bahwa watak asli Israil sendiri muncul kembali dalam kehidupan dan kejadian-kejadian sehari-hari pada negeri-negeri di mana orang-orang menyebutkan diri mereka sendiri Bani Israil dan secara umum mengaku turunan turunan suku yang hilang itu. Nama dari suku-suku dan daerah-daerah mereka, baik dalam geografi lama maupun geografi dewasa ini, membenarkan riwayat alami universal ini. Akhirnay kita mengenal jalan-jalan yang dilalui orang Israil dari “Media ke Afghanistan dan India” yang ditandai oleh serangkaian tempat-tempat berhenti yang memakai nama berbagai suku dan jelas menunjukkan tingkat-tingkat perjalanan mereka yang panjang dan berat”….(halaman 51).
Pandit Jawaharlal Nehru juga berpendapat bahwa Nabi Isa datang ke India. Berkata Nehru:
“Diseluruh daerah Asia Pusat , di kashmir, di Ladakh, dan Tibet dan bahkan juga lebih jauh ke Utara masih ada kepercayaan yang kuat bahwa Isa pernah pergi mengembara kesana. Bebrapa orang juga
percaya bahwa ia pernah mengunjungi India…Tetapi boleh jadi juga ia telah sampai disini” (Lintasan Sejarah Dunia, terjemahan B. rangkuti, cetakan II, halaman 127, Balai Pustaka, 1966.). Buku aslinya Glimpses of World History
Seorang pengarang Rusia , Nicholas Notovitch , telah menerbitkan bukunya berjudul “The Unknown Life Jesus” dalam tahun 1890 di New York. satu bagian dari buku itu bernama “Life of Saint Isa” dan ia adalah
terjemahan dari satu kitab tua yang ditemukan di kuil Budha di Himis,Tibet. Dalam buku itu dilukiskan perjalanan Isa al Masih dari Palestina kedaerah-daerah timur , diantaranya India, Afghanistan dan Kashmir.
Kutipan-kutipan dari berbagai buku sejarah ini menunjukkan dengan nyata bahwa Nabi Isa meninggalkan Palestina menunju daerah-daerah timur dan akhirnya sampai di Kashmir, dimana berdiam sebahagian suku-suku Israil yang hilang itu….
“Ke duabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil.” ( Injil Matius 10:5-6)
KAUM YAHUDI MENYEMBAH PATUNG ANAK SAPI
” Lalu, berkatalah Harun kepada mereka, ”Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga istrimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku.” Seluruh bangsa itu pun menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun. Harun menerimanya dari tangan mereka, lalu dibentuk dengan pahat, dan dibuatlah anak lembu tuangan. Kemudian, berkatalah mereka, ”Hai, Bani Israil, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.” (Keluaran Pasal 32 ayat 1-4).
Seorang penulis Kristen, Richard Rives, dalam bukunya Too Long in the Sun , menulis, ”Hathor dan Aphis adalah dewa-dewa sapi betina dan jantan bangsa Mesir yang merupakan lambang dari penyembahan matahari. Penyembahan mereka hanyalah satu tahapan dalam sejarah pemujaan matahari oleh bangsa Mesir. Anak sapi emas di Gunung Sinai adalah bukti yang lebih dari cukup untuk mengetahui bahwa pesta yang dilakukan berhubungan dengan penyembahan matahari.” (Richard Rives, Too Long in the Sun, Partakers Pub, 1996: 130-31).
Mereka berkata, “Kami tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami harus membawa beban berat dari perhiasan kaum (Fir’aun) itu, kemudian kami meleburnya (ke dalam api), dan demikian pula Samiri melakukannya.” Kemudian dia (Samiri) membentuk (patung) anak sapi yang bertubuh dan bersuara untuk mereka, maka mereka berkata, “Inilah tuhamu dan tuhannya Musa, tetapi ia (Musa) telah lupa.” (QS Thaha : 87 – 88)
Selanjutnya dari kisah Samiri ini adalah ia diusir oleh Nabi Musa. Tidak dijelaskan selanjutnya bagaimana nasib Samiri, karena secara intisarinya redaksi al-Qur’an, meskipun secara terperinci merekam dialog- dialog mereka, namun tidak menjelaskan kisah yang tidak terlalu penting, karena hanya bermaksud mengajarkan sebuah hikmah atas suatu kejadian. Karena yang menarik adalah timbul pertanyaan, apakah Samiri diusir diikuti pula oleh sebagian Bani Israel yang percaya pada apa yang Samiri bawa?
Jika tidak, mengapa budaya bangsa India hari ini sama dengan cerita dalam Al Qur’an, penyembahan (anak) sapi. Perlu diselidiki lebih lanjut oleh para sejarawan kaitan yang begitu erat antara Mesir kuno dan India hari ini. Kita tahu kalau sungai Nil merupakan sungai suci bagi bangsa Mesir. Dan sungai Gangga di India pun demikian. Kita tahu kalau ular kobra adalah simbol kekuatan bagi Firaun dan tukang sihir di Mesir dan ular kobra pulalah binatang yang begitu dekat dengan budaya India.
“Pada-Ku MASIH ADA DOMBA-DOMBA LAIN YANG BUKAN DARI KAWANAN (Israel) INI. DOMBA-DOMBA ITU PUN HARUS KUBAWA DAN SUARA-KU AKAN MEREKA DENGAR. DOMBA-DOMBA ITU AKAN MENJADI SATU KAWANAN DENGAN SATU GEMBALA.” ( Injil Yahya 10: 14-16)
Di India bagian utara yakni Kashmir terdapat sekitar 5-7 juta jiwa. Terdapat nama Ibrani di lembah dan didesa-desa di Kashmir seperti Har Nevo, Beit Peor, Pisga, Heshubon. Kebanyakan peneliti berpendapat bahwa bangsa Kashmir keturunan sepuluh suku Israel yang hilang pada pembuangan pada 722 BCE. Penampilan fisik mereka berbeda dengan umumnya orang India. Tradisi mereka memang mengindikasikan perbedaan asal-usul. Orang Kashmir memiliki hari raya Pasca pada musim semi, saat dilakukan penyesuaian perbedaan penanggalan candra dan surya, dengan cara seperti yang dilakukan orang-orang Jahudi. Mereka memang menyebut diri sebagai Bene Israel, Anak-anak Israel.
Orang Kashmiri menghormati Sabbath (beristirahat dari semua jenis kerja); menyunat bayi pada usia delapan bulan; tidak makan ikan yang tak bersisik dan bersirip, dan merayakan beberapa hari raya Jahudi lainnya, tetapi tidak yang berasal dari setelah kehancuran bait Allah pertama (seperti Hannukah).
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” (Injil Matius 15:24)
Pada-Ku MASIH ADA DOMBA-DOMBA LAIN YANG BUKAN DARI KAWANAN INI. DOMBA-DOMBA ITU PUN HARUS KUBAWA DAN SUARA-KU AKAN MEREKA DENGAR. DOMBA-DOMBA ITU AKAN MENJADI SATU KAWANAN DENGAN SATU GEMBALA.” ( Injil Yahya 10: 14-16)
“Allah Ta’ala telah mewahyukan kepada Isa bahwa: “Wahai Isa, pergilah dari satu tempat ke tempat lain, supaya jangan dikenali orang yang akan menyusahkanmu”. (HR. Ibnu Asakir, Kanzul Ummal, 1989, jld. III, hal. 158).
“Adalah Isa Ibnu Maryam mengembara, maka apabila hari telah senja dia sering makan dedaunan di padang pasir, dia minum air biasa yang bersih dan berbantalkan tanah”. (HR. Ad-Dailami, Kanzul Ummal, 1989, jld III, hal. 342)
Dan, Sayyidina Ali r.a. lebih lanjut menerangkan: “Dan jika engkau mau, aku akan bercerita tentang Isa ibnu Maryam as, bahwasanya sungguh beliau berbantalkan batu, berpakaian dengan kain yang kasar, makan kayu-kayuan, gulainya adalah lapar, lampu malamnya adalah bulan, dan naungan di musim dinginnya adalah langit belahan timur dan baratnya”. (Nahjuul Balaaghah, hal. 227).
Diriwayatkan oleh Abdullah ibn Umar r.a. :
“Yang paling dicintai oleh Allah adalah orang-orang yang gharib (miskin)”. Ditanyakan kepada beliau (saw) apakah gharib itu? Apakah orang-orang seperti Nabi Isa a.s. yang melarikan diri dari negerinya dengan membawa iman.”
Dia yang banyak melakukan perjalanan di muka bumi dalam rangka penghambaan kepada Allah dan tidak berdomisili di satu tempat saja (Muhammad bin Ahmad al Qurthubi).
“Pada waktu Yesus berangkat meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seseorang berlari-berlari mendampatkan Dia dan berlutut di hadapan-Nya, ia bertanya: “Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk mendapat hidup yang kekal? Yesus menjawab: “Mengapa kamu katakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain daripada Allah saja.” (Markus 10: 17-18).
“Dan mereka (Bani Israel) Kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar” (QS. 7:160)
Dalam Alkitab disebutkan Yesus memilih dua belas murid untuk mengkhotbah masing- masing dari dua belas suku Israel:
“Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.” (Injil Matius 10:2-4)
“Itulah semuanya suku Israel, dua belas jumlahnya…” (Kejadian 49:28)
IMIGRAN YAHUDI
Sekitar 2 abad setelah Kerajaan Israel yang musyrik dan tidak mempunyai rasa sesal digulingkan, dan seluruh penduduk dari 10 suku dideportasi ke Assyria, Yerusalem, dan bait agung Sulaiman diratakan dengan tanah oleh bangsa Khaldea, dan sisa-sisa keturunan suku Yudas dan Benjamin yang tidak terbantai dipindahkan ke Babylonia. Setelah penahanan selama beberapa tahun, bangsa Yahudi diizinkan untuk pulang ke negeri mereka dengan kewenangan penuh untuk membangun kembali kota dan bait mereka yang telah hancur.
Ketika fondasi-fondasi rumah Tuhan yang baru diletakkan, terjadi luapan kegembiraan dan sambutan yang luar biasa dari umat; sementara para orang tua yang pernah menyaksikan bait Sulaiman yang indah sebelumnya tiba-tiba hanyut dalam tangisan pilu. Pada upacara yang khidmat inilah Yang Maha Kuasa mengutus hambaNya, Nabi Hagai, untuk menghibur umatnya yang sedih dengan pesan penting ini:
“Aku akan menggoncangkan segala bangsa, dan Himda untuk semua bangsa ini akan datang, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman Tuhan semesta alam. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman Tuhan semesta alam. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman Tuhan semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi Syalom, demikianlah firman Tuhan semesta alam.” (Haggai 2:7-9)
Prof. David Benjamin Keldani, menulis dalam bukunya, Menguak Misteri Muhammad:
“Tidak ada bangsa yang dikenal dalam sejarah seperti bangsa Israel, yang dalam kurun waktu kurang dari empat ratus tahun telah ditundukkan oleh banyak sekali nabi-nabi palsu, tak terhitung lagi (banyaknya) tukang-tukang tenung, peramal-peramal dan segala macam persihiran dan tukang-tukang sulap. Nabi-nabi palsu itu ada dua macam: mereka yang mengakui agama dan Kitab Taurat dari Yahweh dan berpura-pura meramal atas NamaNya, dan mereka yang dengan di bawah lindungan raja Israel penyembah berhala meramal atas nama Baal atau dewa-dewa lainnya dari bangsa-bangsa tetangga yang juga kafir musyrik. Dalam golongan pertama terdapat beberapa peniru (nabi) yang sezaman dengan nabi-nabi sejati seperti Mikha (Micah) dan Jeremiah, dan dalam golongan kedua terdapat mereka yang menimbulkan banyak kesulitan bagi Eliyah, dan menyebabkan pembantaian nabi-nabi sejati dan orang-orang beriman dalam masa pemerintahan Ahab dan isterinya Jezebel. Yang paling berbahaya dari semua itu terhadap jalan keyakinan dan agama yang sesungguhnya adalah nabi-nabi palsu yang melaksanakan upacara-upacara suci di kuil maupun Mispha dan berpura-pura memberikan firman Tuhan kepada manusia. Barangkali tidak ada nabi yang menerima lebih banyak penindasan dan kesukaran di tangan para peniru ini selain daripada Nabi Jeremiah.
Semasa masih muda, Jeremiah memulai tugas-tugas kenabiannya kira-kira pada kwartal akhir dari abad ke tujuh sebelum Masehi, ketika Kerajaan Judah dalam bahaya besar penyerbuan oleh tentara dari Kaldea. Orang-orang Yahudi telah bersekutu dengan Fir’aun dari Mesir, tetapi karena Fir’aun ini telah mengalami kekalahan buruk dari tentara Nebukadnezar, maka nasib buruk Jeruzalem adalah hanya soal waktu saja. Dalam hari-hari yang kritis ini, selama masa mana nasib dari sisa-sisa hamba-hamba Allah akan ditentukan, Nabi Jeremiah dengan tegar memberi nasehat kepada raja dan para pemimpin orang-orang Yahudi untuk menyerah dan mengabdi pada Raja Babilon, supaya Jeruzalem bisa diselamatkan dari dibakar habis jadi abu serta orang-orang Yahudi diselamatkan dari deportasi sebagai orang tawanan. Beliau mencurahkan semua ceramahnya yang vokal dan berapi-api ke telinga raja-raja, pendeta-pendeta, dan tetua-tetua masyarakat, tetapi semua sia-sia. Beliau menyampaikan firman demi firman Tuhan, dengan mengatakan bahwa satu-satunya jalan menyelamatkan negeri dan penduduknya dari pemusnahan yang mengancam ialah menyerah kepada orang-orang Kaldea; namun tiada seorang pun sudi mendengar peringatan itu.
Nebukadnezar datang dan mengambil alih kota, membawa pergi rajanya, pangeran-pangeran, serta banyak tawanan, demikian pula seluruh kekayaan dari kuil termasuk bejana-bejana emas dan perak. Seorang pangeran lain, pangeran yang ketiga, diangkat oleh Kaisar Babilon untuk memerintah sebagai budaknya di Jeruzalem. Raja ini, bukannya menjadi bijak dan setia kepada penguasa Babilon tetapi bahkan memberontak terhadapnya. Tanpa henti Jeremiah menasehati raja untuk tetap setia dan meninggalkan kebijakan (persekutuan dengan) Mesir. Namun nabi-nabi palsu terus saja berceramah dengan bombastis di kuil dengan berkata: “Demikianlah Tuhan Rumah Allah itu berfirman , Lihatlah, Aku telah mematahkan simpul Raja Babilon, dan dalam waktu dua tahun semua tawanan orang Yahudi dan bejana-bejana Rumah Tuhan akan dikembalikan ke Jeruzalem.” Jeremiah membuat simpul dari kayu dan dikalungkan di lehernya dan pergi ke kuil serta memberi tahu orang-orang bahwa Tuhan telah merasa senang meletakkan simpul raja Babilon seperti ini pada leher semua orang Yahudi. Beliau dipukul mukanya oleh salah satu nabi lawannya yang mematahkan simpul kayu itu dari leher Jeremiah serta mengulangi lagi khotbah bombastis dari nabi-nabi palsu. Jeremiah dimasukkan ke dalam sel yang penuh dengan lumpur, dan hanya diberi makan dengan sebuah roti kering yang terbuat dari barley setiap hari hingga terjadi kelaparan di kota itu, yang diserang oleh orang-orang Kaldea. Nabi palsu Hananiah meninggal seperti diramalkan oleh Jeremiah. Dinding kota itu diruntuhkan di suatu tempat, dan tentara yang menang itu menyerbu masuk kota, Raja Zedekiah yang melarikan diri dan orang-orang yang besertanya ditangkap dan dibawa ke raja Babilon. Kota dan kuil itu sesudah dijarah lalu dibakar dan semua penduduk Jeruzalem dibawa pergi ke Babilon; hanya orang dari kelas miskin yang ditinggalkan untuk mengusahakan tanah. Atas perintah Nebukadnezar, Jeremiah diizinkan tinggal di Jeruzalem dan gubernur yang baru diangkat Gedalliah diberi tugas untuk menjaga dan mengurusi nabi itu. Tetapi Gedalliah telah dibunuh oleh orang Yahudi yang berontak, dan mereka kemudian lari ke Mesir dengan membawa Jeremiah beserta mereka. Bahkan di Mesir pun beliau meramal hal-hal yang bertentangan dengan kepentingan para pelarian dan orang-orang Mesir. Beliau pastilah sudah mengakhiri hidupnya di Mesir.”
Para ahli ramal dan kaum bijak Yahudi, dan para Apocalyptist menggambarkan Anak Manusia yang akan datang pada waktu yang ditetapkan oleh Tuhan untuk membebaskan Israel dan Yerusalem dari penindasan kaum penyembah berhala dan menegakkan kerajaan yang permanen untuk “orang-orang kudus milik Yang Maha Tinggi” (Daniel pasal tujuh).
Para ahli ramal, kaum bijak, meramalkan lahirnya sang Pembebas yang kuat. Mereka melihat dia – hanya dalam penglihatan, wahyu, dan keimanan – dengan segala kekuatan dan keagungannya.
Adalah ciri khas kaum Yahudi bahwa hanya mereka lah yang memiliki cita-cita kebangsaan untuk melakukan penaklukan-penaklukan yang luar biasa yang dipimpin oleh seorang keturunan Daud, mengejar dominasi universal atas penduduk bumi. Kecerobohan dan kelembaman mereka sangat cocok dengan keyakinan mereka yang tidak tergoyahkan akan kelahiran “Singa Yudas”. Dan itulah barangkali alasannya mereka tidak pernah mengkonsentrasikan semua sumberdaya, energi, dan kekuatan nasional mereka dan melakukan upaya bersama untuk menjadi sebuah bangsa yang berpemerintahan sendiri.
Penakluk Yahudi yang hebat bukanlah Daud, tetapi Yesus bar Nun (Yoshua). Ia adalah Mesias yang pertama, yang bukannya mengubah suku-suku pagan Kanaan yang telah menunjukkan keramahtamahan kepada Ibrahim, Ishaq, Yaqub, malah tanpa belas kasih membantai mereka secara besar-besaran. Dan Yoshua, tentu saja, adalah (diyakini sebagai) seorang nabi dari kalangan bani Israel dan mesias dizamannya.
Setiap Hakim bangsa Israel selama periode tiga abad atau lebih adalah seorang Mesias dan Pembebas. Dengan demikian kita menemukan bahwa dalam setiap malapetaka nasional, khususnya bencana alam, seorang mesias diramalkan, dan biasanya pembebasan terjadi akibat bencana dan benar-benar dalam kadar yang tidak sesuai.
Michael Keene misalnya, menulis: “Terjemahan kitab suci Yahudi paling awal adalah Septuagint (juga dikenal dengan LXX), yakni terjemahan dari bahasa Ibrani ke Yunani untuk memenuhi kebuTUHAN orang-orang Yahudi yang tersebar di seluruh dunia yang berbicara bahasa Yunani dan sudah tidak dapat berbicara bahasa Ibrani.” Lihat, Michael Keene, Alkitab: Sejarah, Proses Terbentuk, dan Pengaruhnya, terjemah: Y. Dwi Koratno, (Yogyakarta: Kanisius, cet. II, 2007), hlm. 66.
KESAKSIAN YANG MEMBINGUNGKAN
Dalam kesaksian Yohanes, salah seorang pengikut Yesus dalam Yohanes 19:24-25. Yohanes memberikan kesaksian bahawa selepas Yesus disalibkan, “Tetapi salah seorang laskar menusuk rusuk Yesus dengan tombak, dan pada ketika itu juga keluarlah darah dan air” ( Yohanes 19:34). Hal ini sungguh menggairankan Yohanes sehingga dia terdorong untuk menulis bahwa “… orang yang telah melihat kejadian ini memberikan kesaksiannya, supaya kamu pun percaya. Kesaksiannya benar dan dia tahu bahwa apa yang dikatakannya benar” Yohanes 19:35.
Namun Markus dan Matius membuat kesaksian yang membatalkan kesaksian Yohanes :
“Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri” .MARKUS 14 :50
Murid-murid meninggalkan dia dan melarikan diri (Matius 26: 56).
Artinya, tidak ada seorang murid pun yang menjadi saksi mata.
Tentang Injilnya, Lukas berkata:
“Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti (kisah Yesus) yang disampaikan kepada kita oleh mereka…” (Lukas 1: 1- 2) Dengan jelas Lukas menyatakan bahwa dirinya bukanlah saksi mata, dan hanya menulis apa yang disampaikan dari cerita- cerita orang kepadanya.
Siapakah Lukas itu? Ada dua orang yang bernama Lukas. Orang ingin mengidentifikasikan Lukas dengan seorang tabib dengan nama yang sama, yaitu yang disebut oleh Paulus dalam surat-suratnya. Terjemahan Ekumenik mengatakan bahwa “banyak orang yang
mendapatkan konfirmasi mengenai pekerjaan Lukas pengarang Injil sebagai seorang tabib dalam kepandaiannya untuk mendiagnosa orang sakit.” Keterangan ini adalah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Lukas tidak pernah memperoleh keterangan tentang penyakit “kata-kata yang ia pakai adalah kata orang-orang terpelajar pada zaman itu.” Memang ada seorang Lukas lain yang menjadi teman perjalanan Paulus. Apakah orang itu Lukas Pengarang Injil?
Tahun ditulisnya Injil Lukas dapat dikira-kira menurut beberapa faktor. Lukas telah mempergunakan Injil Markus dan Injil Matius. Kita membaca dalam Terjemahan Ekumenik sebagai berikut: “nampaknya ia tahu tempat kota Yerusalem serta reruntuhannya yang disebabkan oleh tentara Titus pada tahun 70. Dengan begitu maka Injil Lukas telah ditulis sesudah itu.
Bermacam-macam Hikayat dalam Injil Lukas menunjukkan perbedaan besar dengan Injil-Injil sebelumnya. Terjemahan Ekumenik telah membicarakannya, selanjutnya O. Culmann dalam karangannya: “Perjanjian Baru,” memuat hikayat-hikayat Injil Lukas yang tidak terdapat dalam Injil-Injil lain. Hal ini tidak mengenai perincian.
Hikayat tentang masa kanak-kanak Yesus dalam Injil Lukas adalah hanya terdapat dalam Injil Lukas. Matius memberikan riwayat yang berbeda, sedangkan Markus tidak memuatnya sama sekali.
Matius dan Lukas memberi silsilah keturunan Yesus yang berbeda-beda. Ada kontradiksi penting, kekeliruan yang sangat besar dari segi ilmiah sehingga perlu dibahas dalam bab khusus. Kita dapat mengerti bila Matius yang menghadapi orang-orang Yahudi, menyebutkan silsilah keturunan Yesus dan dimulai dengan Nabi Ibrahim sampai Nabi Daud. Kita dapat memahami pula jika Lukas seorang
yang mula-mula kafir kemudian memeluk agama Kristen, memberikan silsilah keturunan sampai yang lebih tinggi. Akan tetapi kita akan menemukan bahwa bermula dengan
Nabi Daud silsilah-silsilah keturunan itu berkontradiksi.
Tugas kenabian Yesus diriwayatkan oleh Lukas, Matius dan Markus secara berbeda-beda dalam beberapa hal.
Suatu kejadian yang sangat penting bagi umat Kristen, yaitu lembaga Ekaristi;15 diriwayatkan secara berbeda oleh Lukas di satu pihak dan oleh Matius dan Markus di pihak yang lain. R.P. Rouguet menulis dalam bukunya, Pengantar kepada Injil (Initiation a l’Evangile),
halaman 75 bahwa kata-kata Yesus yang menjadi dasar kelembagaan Ekaristi diriwayatkan oleh Lukas (22, 19-24) dalam bentuk yang sangat berbeda dengan riwayat Matius (26, 26-29) dan riwayat Markus (14, 22-24). Kedua yang terakhir ini boleh dikatakan sama atau
identik. Sebaliknya susunan yang diriwayatkan oleh Lukas sangat mirip dengan susunan Paulus (surat pertama kepada orang Korintus 11, 23-25).
Sebagaimana orang mengetahui, Lukas dalam Injilnya meriwayatkan Kenaikan Al Masih dalam susunan yang kontradiksi dengan riwayat yang terdapat dalam fasal-fasal Perbuatan-perbuatan para Rasul-rasul yang merupakan bagian penting daripada Perjanjian Baru dan yang Lukas sendiri dianggap sebagai penulisnya. Dalam Injilnya, Lukas mengatakan bahwa kenaikan Al Masih itu
terjadi pada hari Paskah, sedang dalam: Kisah Perbuatan Para Rasul, Lukas mengatakan bahwa kenaikan Al Masih terjadi 40 hari sesudah Paskah.16 Kontradiksi ini telah mendorong para ahli tafsir Injil untuk memberi tafsiran-tafsiran yang ajaib.
Akan tetapi ahli tafsir Injil yang mementingkan obyektifitas seperti penulis-penulis Terjemahan Ekumenik terhadap Bibel, terpaksa mengakui, dalam suatu rangka yang umum bahwa: “Bagi Lukas, perhatian pertama bukan untuk meriwayatkan kejadian secara tepat dalam arti ketepatan material.” R.P. Kannengiesser membandingkan riwayat yang terdapat dalam: “Kisah Perbuatan Para Rasul” yang juga karangan Lukas, dengan riwayat tentang kejadian yang sama yang diberikan oleh Paulus. R.P.\Kannengiesser menulis: “Di antara empat pengarang Injil, Lukas adalah yang paling berperasaan dan yang paling sastrawan. Ia menunjukkan semua sifat-sifat penulis roman.” (Dr. Maurice Bucaille)
February 11th, 2010 on 7:17 am
Yesus memang tidak pernah disalibkan. Faktanya, sebab kisah di dalam Alkitab telah terjadi penambahan. Paulus sendiri awalnya tidak menyatakan bahwa Isa disalibkan secara jasadnya, tetapi hanya menggambarkannya, bahwa ummatnya harus menyalibkan daging mereka sbgmn yang dilakukan yesus, yaitu menyalibkan dosa- dosa mereka.
BEBERAPA DI ANTARA BANYAKNYA KESAKSIAN YANG MEMBINGUNGKAN
Dalam kesaksian Yohanes, salah seorang pengikut Yesus dalam Yohanes 19:24-25. Yohanes memberikan kesaksian bahawa selepas Yesus disalibkan, “Tetapi salah seorang laskar menusuk rusuk Yesus dengan tombak, dan pada ketika itu juga keluarlah darah dan air” ( Yohanes 19:34). Hal ini sungguh menggairankan Yohanes sehingga dia terdorong untuk menulis bahwa “… orang yang telah melihat kejadian ini memberikan kesaksiannya, supaya kamu pun percaya. Kesaksiannya benar dan dia tahu bahwa apa yang dikatakannya benar” Yohanes 19:35.
Namun Markus dan Matius membuat kesaksian yang membatalkan kesaksian Yohanes :
“Lalu semua murid itu meninggalkan dia dan melarikan diri” .MARKUS 14 :50
Murid-murid meninggalkan dia dan melarikan diri (Matius 26: 56).
Artinya, tidak ada seorang murid pun yang menjadi saksi mata.
Tentang Injilnya, Lukas berkata:
“Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti (kisah Yesus) yang disampaikan kepada kita oleh mereka…” (Lukas 1: 1- 2) Dengan jelas Lukas menyatakan bahwa dirinya bukanlah saksi mata, dan hanya menulis apa yang disampaikan dari cerita- cerita orang kepadanya.
Semua manuskrip Yunani kuno tidak mengandung 12 ayat terakhir yang ditambahkan kepada pasal 16 Injil Markus (16:9-20). Bahkan dalam ayat-ayat tambahan ini, ucapan “Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus” tidak ada. Di dalam Markus 16, Yesus hanya mengatakan:
“Pergi dan ajarkanlah Injil keseluruh dunia, dia yang percaya dan dibaptis akan hidup, dan dia yang tidak percaya akan dikutuk”.
Ayat-ayat yang muncul belakangan atau ditambahkan tsb. adalah:
9) “Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.”
10) “Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.”
11) “Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.”
12) “Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.”
13) “Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya.”
14) “Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.”
15). “Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16). “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”
17) “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.”
18) “Mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
19) “Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.”
20) “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. “