MBTI

January 6, 2015 at 10:15 am

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator sendiri merupakan instrumen tes yang sangat populer di kalangan pemerhati kepribadian individu. MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers (dari merekalah kemudian nama MBTI Myers-Briggs Type Indicator berasal) pada era Perang Dunia II untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe pekerjaan yang paling cocok untuk mereka.

The MBTI ( Myers-Briggs Type Indicator ) didasarkan pada Carl Jung pengertian jenis psikologis. MBTI ( Myers-Briggs Type Indicator ) pertama kali dikembangkan oleh Isabel Briggs Myers (1897-1979) dan ibunya, Katharine Cook Briggs. Isabel gelar sarjana dalam ilmu politik dari Swarthmore College dan tidak ada afiliasi akademik. Ayah Katharine berada di Fakultas Pertanian Michigan College (sekarang Michigan State University). Suaminya adalah seorang fisikawan penelitian dan menjadi Direktur Biro Standar di Washington. Suami Isabel, Clarence Myers, adalah seorang pengacara. Karena Clarence begitu berbeda dari anggota keluarga lainnya, Katherine menjadi tertarik pada tipe. Dia memperkenalkan Isabel untuk buku Jung, Psikologis Jenis. Keduanya menjadi keranjingan “tipe pengamat.” Tujuan mereka adalah satu mulia: untuk membantu orang memahami diri mereka sendiri dan satu sama lain sehingga mereka mungkin bekerja di bidang pekerjaan yang cocok dengan jenis kepribadian mereka. Hal ini akan membuat orang lebih bahagia dan membuat dunia menjadi kreatif, produktif, dan damai tempat yang lebih di mana untuk hidup.

 

 

  1. Rumusan Masalah
  2. Kajian Teori tentang The MBTI ( Myers-Briggs Type Indicator ) didasarkan pada Carl Jung ?
  3. Empat skala Kecenderungan yang berlawanan pada individu dalam menentukan karir?
  4. Kelebihan dan kekurangan dari MBTI ( Myers-Briggs Type Indicator )?

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Kajian Teori

Tipe kepribadian, sebagaimana gaya kognitif, tipe kepribadian juga merujuk pada konstruk-konstruk yang telah digunakan untuk menjelaskan kesamaan dan pebedaan dalam modus pemikiran, persepsi dan prilaku yang disukai oleh individu. Pada dasarnya, tipe-tipe kepribadian adalah kategori-kategori yang dirumuskan oleh konfigurasi dua atau lebih ciri atau atribut tertentu. Sebagai penjelasan untuk perilaku manusia, tipologi memiliki sejarah untuk prilaku manusia, tipologi memiliki sejarah yang panjang. Sistem-sistem tipologi kerap kali memiliki daya tarik populer yang luar biasa karena sistem-sistem ini menawarkan basis pemahaman yang relatif sederhana namun kuat dan bisa menjelaskan prilaku seseorang atau orang lain.

Salah satu kualifikasi tipologis yang paling bertahan dirancang oleh C.G Jung (1921-1971). Dimana MBTI Myers-Briggs Type Indicator ini didasarkan pada pemikiran C.G Jung (1921-1971) mengenai persepsi, judgment dan sikap yang digunakan oleh setiap tipe yang berbeda dari individu. Persepsi adalah kemampuan psikologis individu untuk sadar pada hal-hal, orang-orang dan ide-ide.  Judgment melibatkan berbagai cara untuk menyimpulkan apa yang telah dipersepsikan individu tersebut. Kalau orang berbeda satu sama lain ketika mempersepsikan sesuatu juga ketika melakukan judgment, maka perbedaan ini juga mempengaruhi minat, ketrampilan, nilai-nilai serta reaksi mereka. MBTI dibuat untuk mempelajari tipe kepribadian berdasarkan teori Jung.

Value of the MBTI?

  1. Distinctions from other psychological or career based  tools
  2. Does not assess psychological health
  3. Does not “tell” the client what to do or be
  4. Involves client feedback and “agreement” to Type
  5. Involves no scaling or value
  6. Inherent strengths and weaknesses associated with each type profile

 

  1. Empat Skala Kecenderungan

MBTI bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan (dikotomis). Walaupun berlawanan sebetulnya kita memiliki semuanya, hanya saja kita lebih cenderung / nyaman pada salah satu arah tertentu. Seperti es krim dan coklat panas, mungkin kita mau dua-duanya tetapi cenderung lebih menyukai salah satunya. Masing-masing ada sisi positifnya tapi ada pula sisi negatifnya. Nah, seperti itu pula dalam skala kecenderungan MBTI.

Berikut empat skala  kecenderungan MBTI :

The MBTI® attempts to describe individual’s personality in terms of four dichotomous indices: Extraversion (E) – Introversion (I); Sensing (S) – Intuition (N); Thinking (T) – Feeling (F); Judgement (J) – Perception (P)

  1. Extrovert (E) vs. Introvert (I).

Dimensi EI melihat orientasi energi kita ke dalam atau ke luar. Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka dunia luar. Mereka suka bergaul, menyenangi interaksi  sosial, beraktifitas dengan orang lain, serta berfokus pada dunia luar dan action oriented. Mereka bagus dalam hal berurusan dengan orang dan hal operasional. Sebaliknya, tipe introvert adalah mereka yang suka dunia dalam (diri sendiri). Mereka senang menyendiri, merenung, membaca, menulis dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang.  Mereka mampu bekerja sendiri, penuh konsentrasi dan focus. Mereka bagus dalam pengolahan data secara internal dan pekerjaan back office.

  1. Sensing (S) vs. Intuition (N).

Dimensi SN melihat bagaimana individu memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, praktis, realistis dan melihat data apa adanya. Mereka menggunakan pedoman pengalaman dan data konkrit serta memilih cara-cara yang sudah terbukti. Mereka fokus pada masa kini (apa yang bisa diperbaiki sekarang). Mereka bagus dalam perencanaan teknis dan detail aplikatif. Sementara tipe intuition memproses data dengan melihat pola dan hubungan, pemikir abstrak, konseptual serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Mereka berpedoman imajinasi, memilih cara unik, dan berfokus pada masa depan (apa yang mungkin dicapai di masa mendatang). Mereka inovatif, penuh inspirasi dan ide unik. Mereka bagus dalam penyusunan konsep, ide, dan visi jangka panjang.

  1. Thinking (T) vs. Feeling (F).

Dimensi ketiga melihat bagaimana orang mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan. Mereka cenderung berorientasi pada tugas dan objektif. Terkesan kaku dan keras kepala. Mereka menerapkan prinsip dengan konsisten. Bagus dalam melakukan analisa dan menjaga prosedur/standar. Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan. Mereka berorientasi pada hubungan dan subjektif. Mereka akomodatif tapi sering terkesan memihak. Mereka empatik dan menginginkan harmoni. Bagus dalam menjaga keharmonisan dan memelihara hubungan.

  1. Judging (J) vs. Perceiving (P).

Dimensi terakhir melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging di sini bukan berarti judgemental (menghakimi). Judging diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak teratur (tidak melompat-lompat). Mereka tidak suka hal-hal mendadak dan di luar perencanaan. Mereka ingin merencanakan pekerjaan dan mengikuti rencana itu.  Mereka bagus dalam penjadwalan, penetapan struktur, dan perencanaan step by step. Sementara tipe perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, spontan, adaptif, dan bertindak secara acak untuk melihat beragam peluang yang muncul. Perubahan mendadak tidak masalah dan ketidakpastian membuat mereka bergairah. Bagus dalam menghadapi perubahan dan situasi mendadak.

Masing-masing tipe diidentifikasi dengan 4 huruf seperti ENFJ. Metode ini sangat populer, sehingga dapat menemukannya pada pribadi seseorang .

  1. ENFJ (Extroverted Feeling With Intuting)

Perasaan extrovert lewat intuisi. Tipe orang ini adalah suka bicara. Mereka cenderung melebih-lebihkan kawannya. Mereka akan menjadi orang tua yang baik, tapi enderung membiarkan diri mereka dimanfaatkan oleh orang lain. Mereka cocok menjadi : Ahli terapi, guru, eksekutif perusahaan dan sales.

  1. ENFP (Extroverted Intuiting With Feeling)

Pengintuisian extrovert lewat perasaan. Tipe orang ini suka hal-hal yang baru dan kejutan. Mereka sangat dikuasai oleh perasaan dan ekspresi. Mereka sangat peka dengan perubahan tubuh dan mempunyai kesadaran diri yang baik. mereka cocok menjadi : Sales, politisi, dan aktor

  1. ENTJ (Extroverted Thinking With Intuiting)

Berfikir ekstrovert dengan intuisi. Tipe kepribadian ini adalah orang yang suka dirumah dan berkumpul dengan keluarga. Mereka menyenangi organisasi dan struktur yang tertata. Tipe ini sangat cocok untuk eksekutif perusahaan dan administrator

  1. ENTP (Extroverted Intuiting With Thinking)

Pengintuisian ekstrovert dengan berpikir. Tipe ini adalah orang yang hidup dan bersemangat, tidak cuek, dan tidak pula rapi. Sebagai pasangan, mereka sedikit tidak menyenangkan, khususnya seara ekonomi. Mereka cocok menjadi analis dan entertainer. Mereka juga cenderung ingin mengedepankan diri.

  1. ESFJ (Extroverted Feeling With Sensing)

Perasaan ekstrovert dengan mengindra. Tipe ini adalah orang yang menyukai harmoni. Mereka bisa tegas untuk menyatakan “ya atau tidak”. Mereka cenderung tergantung, terutama pada orang tua dan kemudian pada keluarga. Mereka mengabdikan hati dan hidupnya untuk orang lain.

  1. ESFP (Extroverted sensing with feeling)

Mengindra ekstrovert dengan perasaan. Orang ini bersifat impulsif, mereka tidak tahan dengan kecemasan. Mereka cocok sebagai sosok yang tampil kedepan karena sangat menyenangi publi relation dan sangat senang dengan telepon. Mereka tidak akan pernah menyenangi hal-hal akademis, terutama sains.

  1. ESTJ (Extroverted thinking with sensing)

Berfikir ekstrovert dengan mengindra. Mereka adalah pasangan yang bertanggung jawab, orang tua yang baik dan pekerja yang loyal. Mereka bersifat realistis, mambumi, tapi dan menyayangi tradisi yang berlaku.

  1. ESTP (Extroverted sensing with thinking)

Mengindra extrovert dengan berpikir. Tipe ini adalah orang yang berorientasi pada tindakan , kadang canggih, kadang sembrono, seperti James Bond. Sebagai pasangan, orang ini sangat menyenangkan dan hangat, tapi mereka lemah pada soal komitmen. Mereka dapat menjadi pengusaha atau artis yang baik.

  1. INFJ (Introverted intuiting with feeling)

Pengintuitian introvert dengan perasaan. Tipe ini adalah pelajar atau pekerja serius yang benar-benar ingin punya andil. Mereka suka menyendiri dan mudah tersinggung. Mereka bisa menjadi pasangan yang baik dan seara fisik sangat menyenagkan. Mereka dianggap mampu memahami aspek kejiwaan orang lain. Mereka dapat menjadi terapis, pengabdi masyarakat dan menteri yang baik

  1. INFP (introverted feeling with intuiting)

Perasaan intreovert dengan intuisi. Mereka ini adalah orang-orang yang idealis, mau mengorbankan dirinya,sangat dingin dan mampu menahan diri. Mereka lebih mementingkan keluarga, tapi dengan cara yang santai. Anda akan menemukan mereka berkiprah dibidang psikologi, arsitekturm, agama tapi tidak dalam bisnis.

  1. INTJ (Introverted intuiting with thinking)

Pengintuisian dengan berfikir. Ini adalah tipe yang paling independen dibanding tipe-tipe yang lain. Mereka menyenangi logika dan gagasan baru serta mau terjun kedalam penelitian ilmiah. Tapi tidak jarang diantara mereka menjadi orang yang picik.

  1. INTP (introverted thinking with intuiting)

Berpikir introvert dengan intuisi. Orang ini dapat dipercaya, selalu berpikir masak-masak, dan pemaaf serta sangat mencintai buku. Mereka cenderung sangat hemat dengan bahsa yang dipakai, menyenangi logika dan matematika. Mereka cocok jadi filosof atau ilmuan teoritis, tapi tidak tepat menjadi penulis atau sales.

  1. ISFJ (Introverted sensing with feeling)

Pengindraan introvert dengan perasaan. Orang ini senang melayani dan pekerja keras. Mereka tidak menyenangi waktu luang dan akan berusaha mencari-cari masalah apabila tidak ada yang akan dikerjaan. Mereka cocok menjadi perawat, guru, sekretaris, pustakawan , manager,  menejr menengah dan ibu rumah tangga.

 

  1. ISPF (Introverted feeling with sensing)

Perasaan introvert dengan mengindra. Mereka ini adalah orang yang pemalu dan cepat lelah, tidak suka bicara tapi senang pekerja fisik. Mereka cocok jadi pelukis, pematung, komposer, dan penari (seni seara umum), dan mereka mencintai alam. Mereka ini tidak terlalu peduli dengan komitmen.

  1. ISTJ (Introverted sensing with thinking)

Perasaan introvert dengan berfikir. Mereka ini adalah tulang punggung kekuatan. Mereka saling berusaha mengubah pasangan atau orang lain. Mereka cocok menjadi praktisi bank, auditor, akuntan, analis pajak, pengawas perpustakaan, dan rumah sakit, pebisnis, dan sebagainya.

  1. ISTP (Introverted thinking with sensing)

Berpikir introvert dengan mengindra. Orang semaam ini menyenangi tindakan, tidk memiliki rasa takut dan selalu ingin gembira. Mereka akan sangat impulsif dan berbahay apabila dihentikan. Mereka lebih menyenangi perkakas, alat-alat dan senjata, dan biasanya cocok sebagai ahli teknik. Mereka tidak senang berkomunikasi dan kerap didiagnosis sebagai orang yang hiperaktif. Biasanya orang semacam ini tidak pintar disekolah.

Di dalam kajian Myers-Briggs Type Indicator, bahwasanya :

“Psychometrics and personality tests can be hugely beneficial in improving knowledge of self and other people, example : motivations, strengths, weaknesses, preferred thinking and working styles, and also strengths and preferred styles for communications, learning, management, being managed, and team-working”

Akan tetapi menurut Jung, sebagian dari kita extraverts (McGuire dan Hull 1997: 213). Ekstravert adalah preferensi Jung. Semua kutipan adalah untuk McGuire dan Hull, bahwasanya mereka lebih dipengaruhi oleh lingkungan mereka daripada niat mereka sendiri. ekstravert adalah orang yang pergi oleh pengaruh dunia luar , misalnya masyarakat atau rasa persepsi.

Namun hasil-haisl MBTI Myers-Briggs Type Indicator, tidak seperti hasil dari inventori kepribadian lainnya, terutama dimaksudkan untuk digunakan oleh responden dan disajikan dalam cara yang tidak menilai. Dua dari premis paling dasar yang digunakan dalam menaksirkan hasil-hasil MBTI adalah (a) bahwa semua tipe itu berharga dan niscaya serta memiliki kekuatan dan kelemahan tertentu, (b) bahwa individu lebih terampil dalam fungsi , proses, dan sikap yang mereka sukai. Ciri-ciri itu telah meningkatkan popularitas MBTI dan aplikasinya untuk berbagai maksud, termasuk bimbingan karir, konseling, dan selektif tim serta pengembangan tim.

Selain itu pula didalam jurnal MBTI® and Teams mengungkapkan ada beberapa keuntungan dari MBTI dalam sebuah keompok :

The Myers-Briggs Type Indicator benefits teams by:

  1. Reducing unproductive work
  2. Identifying areas of strength and possible areas of weakness for the team
  3. Clarifying team behavior
  4. Helping to match specific task assignments according to preferences
  5. Supplying a framework in which team members can understand and better handle conflict
  6. Helping individuals understand how different perspectives and methods can lead to useful and effective problem solving 
  7. Maximizing a team’s diversity in order to reach more useful and insightful conclusions

 

  1. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan :

  1. Individu lebih mudah dipahami melalui tes kepribadian karena hanya ada 2 pilihan alternatif yaitu “Ya atau Tidak”
  2. Dengan metode ENFJ dalam MBTI memudahkan individu untuk menyesuaikan pribadinya dengan pekerjaan yang di sukainya
  3. Individu menggunakan minat, bakat, kemampuan, dan niat dalam dirinya untuk memilih karir yang sesuai dengan kepribadiaannya tanpa ada paksaan dari luar
  4. Tujuan dari MBTI dibuat untuk mempelajari tipe kepribadian berdasarkan teori Jung.
  5. Individu mencoba menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan karirnya berdasarkan fakta yang ada dilingkungannya
  6. Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan (Strength) diri kita sekaligus kelemahan (Weakness) yang ada pada diri sendiri

 

Kekurangan :

  1. Individu cenderung merasa terpaksa atas pilihannya, karena harus memilih salah satu pilihan yang keduanya dianggap sesuai dengan kemampuannya
  2. Idndividu lebih dituntut atas niat dalam dirinya saja, tanpa melihat faktor pendukung lain yang berada dilingkungannya.

Adapun teori lain yang mendukung teori MBTI ini yaitu teori John L. Holland yaitu : Adapun model orientasi yang dijabarkan oleh John L. Holland adalah sebagai berikut:

  1. Realistis

Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan kerja yang berorientasi kepada penerapan. Ciri-cirinya yaitu; mengutamakan kejantanan, kekuatan otot, ketrampilan fisik, mempunyai kecakapan, dan koordinasi motorik yang kuat, kurang memiliki kecakapan verbal, konkrit, bekerja praktis, kurang memiliki ketrampilan social, serta kurang peka dalam hubungan dengan orang lain.

Orang model orientasi realistis dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas-tugas yang konkrit, fisik, eksplisit yang memberikan tantangan bagi penghuni lingkungan ini. Untuk dapat memecahkan masalah yang lebih efektif seringkali memerlukan bentuk-bentuk kecakapan, gerakan, dan ketahanan tertentu. Diantaranya kecakapan mekanik, ketahanan dan gerakan fisikuntuk berpindah-pindah dan seringkali berada diluar gedung.Sifat-sifat yang nampak dengan jelas dari tuntutan-tuntutan lingkungan menciptakan kegagalan dan keberhasilan.

Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, operator mesin/radio, sopir truk, petani, penerbang, pengawas bangunan, ahli listrik, dan pekerjaan lain yang sejenis.

  1. Intelektual

Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih pekerjaan yang bersifat akademik. Ciri-cirinya adalah memiliki kecenderungan untuk merenungkan daripada mengatasinya dalam memecahkan suatu masalah, berorientasi pada tugas, tidak sosial. Membutuhkan pemahaman, menyenangi tugas-tugas yang bersifat kabur, memiliki nilai-nilai dan sikap yang tidak konvensional dan kegiatan-kegiatanya bersifat intraseptif.

Orang model orientasi intelektual dalam lingkungan nyatanya selalu ditandai dengan tugas yang memerlukan berbagai kemampuan abstark, dan kreatif. Bukan tergantung kepada pengamatan pribadinya. Untuk dapat memecahkan masalah yang efektif dan efisien diperlukan intelejensi, imajinasi, serta kepekaan terhadap berbagai masalah yang bersifat intelektual dan fisik. Kriteria keberhasilan dalam melaksanakan tugas bersifat objektif dan bisa diukur, tetapi memerlukan waktu yang cukup lama dan secara bertahap. Bahan dan alat serta perlengkapan memerlukan kecakapan intelektual daripada kecakapan manual. Kecakapan menulis mutlak dipelihara dalam oreientasi ini.

Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli fiika, ahli biologi, kimia, antropologi, matematika, pekerjaan penelitian, dan pekerjaan lain yang sejenis.

 

 

  1. Sosial

Tipe model ini memiliki kecenderungan untuk memilih lapangan pekerjaan yang bersifat membantu orang lain. Ciri-ciri dari tipe model ini adalah pandai bergaul dan berbicara, bersifat responsive, bertanggung jawab, kemanusiaan, bersifat religiusm membutuhkan perhatian, memiliki kecakapan verbal, hubungan antarpribadi, kegiatan-kegiatan rapid an teratur, menjauhkan bentuk pemecahan masalah secara intelektual, lebih berorientasi pada perasaan.

Orang model orientasi sosial memiliki ciri-ciri kebutuhan akan kemampuan untuk menginterpretasi dan mengubah perilaku manusia, serta minat untuk berkomunikasi dengan orang lain. Secara umum orientasi kerja dapat menimbulkan rasa harga diri dan status.

Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, guru, pekerja sosial, konselor, misionari, psikolog klinik, terapis, dan pekerjaan lain yang sejenis.

  1. Konvensional

Tipe model ini pada umumnya  memiliki kecenderungan untuk terhadap kegiatan verbal, ia menyenangi bahasa yang tersusun baik, numerical (angka) yang teratur, menghindari situasi yang kabur, senang mengabdi, mengidentifikasikan diri dengan kekuasaaan, memberi nilai yang tinggi terhadap status dan kenyataan materi, mencapai tujuan dengan mengadaptasikan dirinya ketergantungan pada atasan.

Orang model orientasi konvensional pada lingkungan nyatanya ditandai  dengan berbagai macam tugas dan pemecahan masalah memerlukan suatu proses informasi verbal dan  dan matematis secara kontinu, rutin, konkrit, dan sistematis. Berhasilnya dalam pemecahan masalah akan nampak dengan jelas dan memerlukan waktu yang relative singkat.

Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, kasir, statistika, pemegang buku, pegawai arsip, pegawai bank, dan pekerjaan lain yang sejenis.

  1. Usaha

Tipe model ini memiliki cirri khas diantaranya menggunakan ketrampilan-ketrampilan berbcara dalam situasi dimana ada kesempatan untuk menguasai orang lain atau mempengaruhi orang lain, menganggap dirinya paling kuat, jantan, mudah untuk mengadakan adaptasi dengan orang lain, menyenangi tugas-tugas sosial yang kabur, perhatian yang besar pada kekuasaan, status dan kepemimpinan, agresif dalam kegiatan lisan.

Orang model orientasi usaha ditandai dengan berbagai macam tugas yang menitikberatkan kepada kemampuan verbal yang digunakan untuk mengarahkan dan mempengaruhi orang lain.

Contoh pekerjaan orang dengan model  orientasi ini adalah, pedagang, politikus, manajer pimpinan eksekutif perusahaan, perwakilan dagang, dan pekerjaan lain yang sejenis.

  1. Artistik

Tipe model orientasi ini memiliki kecenderungan berhubungan dengan orang lain secara tidak langsung, bersifat sosial dan sukar menyesuaikan diri. Orang model orientasi artistic ini ditandai dengan berbagai macam tugas dan masalah yang memerlukan interpretasi atau kreasi bentuk-bentuk artistic melalui cita rasa, perasaan dan imajinai.Dengan kata lain, orientasi artistic lebih menitikberatkan menghadapi keadaan sekitar dilakukan dengan melalui ekspresi diri dan menghindari keadaan yang bersifat intrapersonal,  keteraturan, atau keadaan yang menuntut ketrampilan fisik. Contoh pekerjaan orang dengan model orientasi ini adalah, ahli musik, ahli kartum ahli drama, pencipta lagu, penyair, dan pekerjaan lain yang sejenis.

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan

Beberapa intisari yang bisa diambil dalam MBTI Myere Briggs Theory Indicator adalah mempermudah individu dalam menentukan atau memilih karir yang sesuai dengan tipe kepribadiaannya. Dilain sisi MBTI Myere Briggs Theory Indicator sangat berguna dalam di dunia pendidikan dan pengembangan karier. MBTI bisa digunakan sebagai panduan untuk memilih jurusan kuliah sampai dengan profesi sampai pada pemilihan pekerjaan yang cocok dengan kepribadian. Dengan MBTI kita bisa memahami kelebihan (Strength) diri kita sekaligus kelemahan (Weakness) yang ada pada diri sendiri. Kita bisa lebih fokus mengembangkan kelebihan kita sekaligus mencari cara memperbaiki sisi negatif kita. Dan dengan MBTI membantu memperbaiki hubungan dan cara pandang kita terhadap orang lain. Kita bisa lebih memahami dan menerima perbedaan. Tidak semua orang berfikir, bersikap dan berperilaku seperti cara kita berperilaku. Jadi terimalah perbedaan yang ada. Karena  individu lebih terampil dalam fungsi , proses, dan sikap yang mereka sukai.

 

  1. Kritik

Berdasarkan isi dari pembahasan yang telah dikembangkan diatas, ada beberapa yang perlu ditelaah atau dikritisi. Antara lainnya, jangan pernah menghakimi orang (terutama kelemahannya) dan membuat batasan bahwa mereka tidak bisa berubah. Berubah memang sulit tetapi bukan hal  yang imposible. Selain itu pula, niat dalam diri, minat, bakat , kemampuan dan faktor pendukung lainnya seperti dukungan orang tua dan lingkungan yang individu tinggal ikut turut mendukung dalam perkembangan kepribadian indivu demi keberlangsungan pemilihan karir dimasa yang akan datang.

Biarkan individu memilih karir atau pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan kesenangan akan pemilihan pekerjaan indivu, tanpa ada penggolongan tipe-tipe kepribadian untuk menyesuaikan kepribadiannya dalam menentukan karir.


DAFTAR PUSTAKA

 

Rob Brandenburg. “Personality type and the male experience of career midlife”. Dr Kurt Lushington, Associate Professor, University of South Australia

Journal .“Myers-Briggs Personality Type Indicator –MBTI®” . Career Enhancement Committee Kathy Prem University of Wisconsin-Madison. American Institute of Aeronautics and Astronautics

Boerre, C. G., “Personality Theories Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikologi Dunia”. Ar-ruzz Media . Yogyakarta 2010

Mudrika, N. “Membaca Kepribadian Menggunakan Tes MBTI (Myer Briggs Type Indicator)”.Psikologi UGM Press. Yogyakarta

Anastasi, A. “Tes Psikologi (Edisi Bahasa Indonesia dari Psychological Testing 7th  ed)”. PT Prenhallindo. Jakarta 1997

Journal . “Myers-Briggs Type Indicator®”. Consulting Psychologist Press