TEORI ANNE ROE

January 6, 2015 at 10:12 am

A.    Teori Kepribadian Anne Roe

 

Teori kepribadian populer lainnya, sering kali disebut klasik, dikembangkan oleh Anne Roe (1956) didasarkan kepada teori klasik Maslow tentang kebutuhan-kebutuhan dasar. Kebutuhan yang dimaksudkan roe, diuraikan dari yang esensial bagi hidup hingga yang tertinggi bisa dicapai, adalah sebagai berikut:

  • Kebutuhan fisiologis
  • Kebutuhan rasa aman
  • Kebutuhan dimiliki dan dicintai
  • Kebutuhan mempercayai diri dan dihargai
  • Kebutuhan akan informasi
  • Kebutuhan akan pemahaman
  • Kebutuhan akan keindahan
  • Kebutuhan bagi aktualisasi diri

Sama seperti konsep Maslow, Roe juga menyatakan setelah kebutuhan paling dasar ( poin pertama dalam uraian diatas) terpenuhi barulah, jenjang kebutuhan-kebutuhan berikutnya muncul. Contohnya, kebutuhan rasa aman harus terpenuhi lebih dulu sebelum kebutuhan dimiliki dan dicintai muncul.

Riset Roe kemudian membawanya percaya kalau struktur kebutuhan individu sangat dipengaruhi oleh pengalaman awal kanak-kanak individu. Struktur kebutuhan-kebutuhan ini pada gilirannya akan mempengaruhi kategori perkerjaan yang akan dipilih individu. Riset ekstensif Roe terhadap perkerjaan telah membawanya kepada pengembangan delapan kelompok perkerjaan (Roe dan Klas,1972), yaitu:

  • Layanan
  • Kontak bisnis
  • Organisasi
  • Teknologi
  • Aktivitas luar ruangan
  • Sains
  • Budaya
  • Seni dan hiburan

 

Delapan kategori perkerjaan ini bisa dibagi lagi menjadi tingkat klasifikasi seperti yang ditentukan oleh taraf tanggung jawab dan kemampuan yang dibutuhkan.

  • Profesi dan manajerial : tanggung jawab independen
  • Profesi dan manajerial : tanggung jawab yang kurang begitu independen
  • Semi – profesional dan bisnis kecil
  • Terampil
  • Semi- terampil
  • Tidak terampil

 

Selain klasifikasi dan kategorisasi roe terbukti berguna sebagai kerangka kerja bagi pengorganisasian beragam perkerjaan dengan cara-cara yang bermakna, dan kerjanya memiliki sebuah pengaruh bagi pengembangan tes minat dan riset karir.

B.     Teori Pemilihan Jabatan Menurut Anne Roe

 

Anne roe dalam bukunya “theories of vocational choice:, mengemukakan teorinya yang berorientasi kepada aliran ilmu pengetahuan psiko-dinamik.

Di bawah ini akan di uraikan secara garis besarnya teori Anne Roe sebagai berikut :

  1. Pola perkembangan arah pilihan jabatan terutama di tentukan oleh kesan pertama (pada masa bayi dan masa permulaan kanak-kanak),atas perasaan puas dan tidak puas ini kemudian berkembang dan menjadi kekuatan psikis yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan arah minat jabatan anak.
  2. Kesan atas perasaan puas maupun tidak puas itu tidak puas itu di terima anak terutama dalam hubungannya dengan orang tuanya. Berbagai posisi dalam struktur emosi keluarga, yaitu : anak sebagai pusat curahan emosi orang tua, anak di jauhi orang tua dan anak di terima orang tua.
  3. Berbagai macam sikap orang tua terhadap orang tua terhadap anak, mempunyai dampak tertentu terhadap kebutuhan rasa puas anak dan mempengaruhi pula orientasi anak dalam lapangan pekerjaan.
  4. Seorang yang pada masa bayi dan permulaan kanak-kanak dulunya pusat perhatian keluarga, ia akan bersikap supaya dirinya selalu terbina dalam hubungannya dengan orang lain, dan sikap semacam ini akan terpuaskan apabila dia mendapatkan pekerjaan yang sifatnya memberikan layanan kepada orang lain ( model orientasi sosial), misalnya sebagai pedagang.

Menurut buku pendekatan konseling karir di dalam bimbingan karir (Drs. Dewa Ketut Sukardi)

Anne roe merumuskan serangkaian hipotesisnya dalam teorinya bahwa pola perkembangan arah pilih karir akan mencerminkan orientasi dasar pribadi yang berasal dari kebiasaan mengasuh anak. Orang tua yang terlalu banyak memberikan perhatian terhadap anak-anak mereka dalam arti lain orang tua terlalu mencintai, bersifat melindungi berlebih-lebihan, dan terlalu menuntut akan cenderung mengembangkan “orientasi orang”’ kemudian di ungkapkan dalam pilihan karir yang berorientasi dalam bidang jasa, perusahaan niaga, hiburan, dan mengabaikan pendidikan anak-anaknya, cenderung mengembangkan ”orientasi bukan orang”, dalam diri anak-anak mereka, kemudian di ungkapkan pilihan karir yang bergerak dalam bidang sain, teknologi, atau pekerjaan lapangan. Roe, mengklasifikasikan pekerjaan menjadi delapan kelompok, diantaranya:

  • Pemberi layanan (service)
  • Usaha/dagang (business contact)
  • Organisasi (organization)
  • Teknologi (technology)
  • Pekerjaan lapangan (outdoor)
  • Sain (science)
  • Budaya (cultural)
  • Seni dan pertunjukkan (art dan entertaiment)

Juga Roe mengklasifikasikan tingkatan pekerjaan mulai dari profesional sampai pada unskilled.

C.    Pandangan Anne Roe

 

Anne Roe juga menekankan unsur perkembangan dalam pilihan karier, lebih-lebih corak pergaulan dengan orang tua selama masa kecil dan pola pendidikan yang di tetapkan oleh orang tua terhadap anak kecil. Dalam bukunya The Psychology of Occupations (1956), Roe menekankan dampak dari keseluruhan pengalaman anak kecil dalam lingkungan keluarga inti terhadap perkembangan jabatan. Dia meneliti pengaruh dari gaya interaksi antara orang tua dan anak, serta pengaruh dari pola pendidikan keluarga terhadap kebutuhan-kebutuhan yang dikembangkan oleh anak dan hubungan antara struktur kebutuhan pribadi itu dengan gaya hidup pada unsur dewasa kelak. Dalam hal ini Roe menerapkan klasifikasi hierarkis tentang tahap-tahap kebutuhan (needs) yang di ciptakan oleh maslow, yaitu secara berturut-turut: kebutuhan fisiologis, kebutuhan merasa aman dan berlindung dari bahaya, kebutuhan merasa diterima dan di sayangi, kebutuhan akan rasa harga diri dan menjadi independen, kebutuhan akan informasi, kebutuhan mengerti dan memahami, kebutuhan menghayati keindahan, dan kebutuhan mengembangkan diri seoptimal dan semaksimal mungkin. Menurut pandangan maslow, kebutuhan-kebutuhan pada tahap lebih tinggi tidak akan dirasakan dan di hayati kalau kebutuhan pada tahap di bawahnya tidak terpenuhi secara memuaskan. Kebutuhan-kebutuhan mana akan lebih di hayati dan lebih di prioritaskan oleh orang dewasa (struktur kebutuhan), menurut Roe sangat di tentukan oleh keseluruhan pengalaman frustasi dan kepuasan pada masa kecil. Misalnya, orang-orang yang suka bekerjasama orang lain, dianggap cenderung demikian karena mereka menghayati kebutuhan yang kuat untuk diterima baik oleh orang lain. Semua orang ini dididik oleh orang tua yang menunjukkan sikap menerima dan menyayangi. Sebaliknya orang-orang yang lebih suka bekerja dengan menangani barang/benda tanpa mencari kontak dengan individu di sekitarnya itu dianggap berkecenderungan demikian karena mereka menghayati kebutuhan yang kuat untuk merasa aman dan terlindungi dari bahaya semua orang ini dididik oleh orang tua yang menunjukkan sikap dingin dan sikap menolak. Corak pergaulan antara orang tua dan anak di pandang sebagai sumber utama kebutuhan,minat,dan sikap, yang tercermin dalam pilihan jabatan pada umur lebih tua.

Roe menggolongkan seluruh jabatan atas dua kategori dasar, yaitu jabatan yang berorientasi pada kontak dengan orang lain (person oriented) dan yang berorientasi pada benda-benda (non-person oriented). Contoh bidang jabatan yang tergolong dalam kelompok yang pertama adalah jasa, bisnis, manajemen, pelayanan sosial, dan aktivitas di bidang kultural. Contoh bidang jabatan yang tergolong dalam kelompok yang kedua adalah teknologi,bekerja di lapangan seperti pertanian dan pertambangan, serta penelitian ilmiah. Dalam setiap kategori terdapat tahap-tahap. Menurut Roe pilihan kategori jabatan terutama di tentukkan oleh kemampuan seseorang dan latar belakang sosial-kulturalnya. Namun, dalam karya tulisannya yang terbit kemudian (1972), Roe meninggalkan pandangannya bahwa corak pergaulan antara orang tua dan anak, yang berbeda-beda, akan menghasilkan pilihan jabatan yang berlain-lainan. Diakuinya, bahwa masih terdapat aneka faktor lain yang memepengaruhi pilihan jabatan, meskipun arah orientasi yang ditanamkan pada umur sangat muda dikatakan kiranya tetap berpengaruh terhadap pilihan-pilihan yang menyangkut jabatan yang di pegang di kemudian hari. Roe menegaskan pula, bahwa tidak terdapat hukum yang berbunyi ”hanya ada satu-satunya jabatan yang paling cocok bagi seseorang” atau “hanya ada satu-satunya orang yang paling tepat untuk memegang jabatan tertentu”.

Meskipun ada data hasil penelitian lebih lanjut terhadap validitas teori ini tidak mendukung pandangan Roe mengenai hubungan erat antara perlakuan orang terhadap anak dan pilihan jabatan di kemudian hari, pandangan ini mempunyai sedikit relevansi bagi konselor karier. Dalam hal ini Samuel H. Osipow dalam bukunya theories of career development (1973) berpendapat, bahwa konselor sekolah dapat membantu orang muda, yang ternyata belum mengenal dirinya sendiri mengenai pengaruh kebutuhan pokok yang melandasi motivasinya dalam memperjuangkan suatu gaya hidup (life style), untuk berefleksi diri. Misalnya bila manusia muda mencita-citakan suatu jabatan yang menghasilkan unag banyak, mungkin orang ini sangat menghayati kebutuhan menikmati hidup yang secara ekonomis serba terjamin, supaya merasa aman terhadap kegoncangan dalam hidup. Bahkan ada kemungkinan bahwa sikap hidup ini di tanamkan dalam lingkungan keluarganya, yang menyamankan keamanan dalam hidup dengan jaminan ekonomis mewah. Persoalan yang di hadapi konselor ialah, apakah dia sebaiknya berusaha meningkatkan tahap kebutuhan orang muda itu, karena jaminan ekonomis saja tidak mesti membuat orang dewasa akan selalu merasa bahagia.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

 

Teori kepribadian populer lainnya, sering kali disebut klasik, dikembangkan oleh Anne Roe (1956) didasarkan kepada teori klasik Maslow tentang kebutuhan-kebutuhan dasar. Kebutuhan yang dimaksudkan roe, diuraikan dari yang esensial bagi hidup hingga yang tertinggi bisa dicapai, adalah sebagai berikut:

  1. Kebutuhan fisiologis
  2. Kebutuhan rasa aman
  3. Kebutuhan dimiliki dan dicintai
  4. Kebutuhan mempercayai diri dan dihargai
  5. Kebutuhan akan informasi
  6. Kebutuhan akan pemahaman
  7. Kebutuhan akan keindahan
  8. Kebutuhan bagi aktualisasi diri

Anne roe dalam bukunya “theories of vocational choice:, mengemukakan teorinya yang berorientasi kepada aliran ilmu pengetahuan psiko-dinamik.

Roe menggolongkan seluruh jabatan atas dua kategori dasar, yaitu jabatan yang berorientasi pada kontak dengan orang lain (person oriented) dan yang berorientasi pada benda-benda (non-person oriented).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Sukardi,dewa ketut.1989.pendekatan konseling karir di dalam bimbingan karir (suatu pendahuluan).jakarta:Ghalia Indonesia

Winkel,& Sri hastuti. 2012. Bimbingan dan konseling di institusi pendidikan.Yogyakarta: Media Abadi

Gibson. L.Robert.2011.Bimbingan dan Konseling.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.