Teori Tipologi Karier Jhon Holland

January 6, 2015 at 10:31 am

PEMBAHASAN
A. Sejarah Munculnya Teori Tipologi Karier Jhon Holland
Pada awal munculnya teori bimbingan dan konseling yang berawal dari pelaksanaan vocational guidance (bimbingan jabatan), banyak tokoh yang berusaha untuk menganalisis vocational guidance dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Beberapa tokoh itu antara lain Bordin, Happock, Donald E. Super, dan Anne Roe ( 1943, 1957, 1957 dan 1957), telah memaparkan teori tentang pemilihan karir atau jabatan.
Namun, dari beberapa tokoh yang disebut diatas ditemukan pada beberapa teori pilihan pekerjaan yang dikemukakan tampaknya memiliki kekurangan-kekurangan. Dalam teorinya, Donald E. Super menjelaskan bahwa dalam kematangan bekerja dan konsep diri (self-concept) merupakan dua proses perkembangan yang berhubungan dan merupakan tulang punggung teori yang dikemukakan. Pada teori tersebut Donald E. Super masih menjelaskan masalah perkembangan atau pemilihan jabatan secara umum.
Kemudian, pada teori yang dikembangkan oleh Bordin, Happock, dan Anne Roe, masih juga terlihat kekurangannya yaitu pada teori mereka hanya dikembangkan secara sempit dan hanya menekankan salah satu aspek saja. Misalnya, menekankan pada aspek pemusatan pada konsep diri (self-concept-centered), pemusatan kepada kebutuhan (needed-centered), atau berorientasi pada etiologi.
Dari beberapa tokoh yang mengembangkan teori pilihan jabatan diatas, muncul John L. Holland dengan teori yang mengajukan teori dengan pendekatan yang lebih komprehensif dengan memadukan ilmu-ilmu yang ada. Untuk itu, alam tulisan ini penulis akan lebih menjelaskan teori pilihan jabatan yang dikembangkan oleh John L. Holland.
B. Asumsi
Menurut holland ,sangatlah penting untuk membangun suatu keterkaitan atau kecocokkan antara tipe kepribadian individu dan pemilihan karir tertentu.dimana menurut pandangan holland bahwa pemilihan dan penyesuaian karir merupakan gambaran dari kepribadian seseorang .
Dimana konsep holland mengenai suatu perkembangan karir ini tumbuh dari pengalamannya dengan individu yang sedang membuat keputusan karir.
Ada 4 asumsi yang menjadi inti (jantung)dari teori holland yaitu:
1. Kebanyakan orang dapat dikategorikan sebagai salah satu dari 6 tipe yaiu ;realistic investigative , artistik, sosial, enterprissing , dan konvensional.
4
2. Ada 6 jenis lingkungan: realistik, investigatif, artistik, social, enterprissing ,dan konvensional.
3. Individu menyelidiki lingkungan –lngkungan yang memungkinkannya melatih ketrampilan- ketrampilan .
4. Perilaku individu ditentukkan oleh interaksi antara kepribadiannya dengan ciri lingkungannya.
Dan dari ke-6 asumsi tersebut merupakan rangkuman dari 11 pokok pemikiran holland mengenai karir:
1. pemilihan vokasional merupakan peernataan kepribadian individu
2. Inventori minat merupakan inventori kepribadian
3. Stereotip vokasional mempunyai makna psikologis dan sosiologis yang penting dan dapat dipercaya.
4. Individu dalam vokasional atau pekerjaan memiliki kepribadian yang serupa dan kesamaan sejarah perkembangan kepribadian.
5. Individu dalam rumpun pekerjaan dan memiliki tipe kepribadian yang sama dalam merspon situasi dan masalah dengan cara yang serupa.
6. Kepuasan ,pemantapan dan hasil kerja tergantung atas kongruensi kepribadian individu dengan lingkungannya tempat individu itu berada.
7. Pengetahuan tentang kehidupan vokasional tidak disusun dan sering kali terpisah dari batang tubuh pengetahuan psikologi dan sosiologi.
8. Dalam masyarakat kebanyakan individu dapat digolongkan kedalam salah satu dari 6 tipe dan setiap tipe merupakan hasil interaksi antara faktor keturunn,kebudayaan dan pribadi individu sekitar.
9. Terdapat 6 jenis lingkungan ,masing-masing dilakukan oleh salah satu tipe kepribadian tertentu.
10. Individu mencari lingkungan dan vokasional yang dapat melaksanakab kemampuan dan ketrampilannya.
11. Perilaku individu diterangkan melalui pola interaksi kepribadian dengan lingkungannya.
12. Enam karakteristik itu berupa realistik, investigatif, sosial, konvensional, enterprissing, dan artistik.
13. Enam karakteristik model lingkungan berupa realistik, intelektual, sosial, konvensional, enterprissing, dan artistik.
5
C. Tipe kepribadian
Holland mengajukkkan hipotesis bahwa pilihan karir itu merupakan suatu upaya pengembangan kepribadian dan mengimplentasikan gaya perilaku pribadi yang khas itu dalam konteks pilihan karir.
Holland percaya bahwa ketika individu menemukan karir yang cocok ,dengan kepribadiannya ,maka ia akan menikmati dan bertahan lama dalam pekerjaannya tersebut.
Tipe-tipe kepribadian menurut holland antara lain:
A. Tipe kepribadian Realistik
Lingkungan realistik ditandai oleh tugas-tugas konkret,fisik,dan eksplisit.dimana kemampuan bekerja dengan menggunakan alat dianggap akan lebih penting dibandingkan kemampuan untuk berintteraksi dengan orang lain.
Dalam kepribadiannya orang realistik lebih suka bekerja dengan menggunakan alat atau mesin dalam melakukan hobi dan pekerjaannya.
Tingkah laku dari konseli ini lebih suka saran dan sugesti yang spesifikk untuk menangani masalah karir dan solusi prakteknya.
B. Tipe kepribadian investigatif
Lingkungan investigatif ditandai dengan tugas0tugas yang memerlukkan kemampuan abstrak dan kreatif tidak tergantung ,pada pengamatan pribadinya.
Berdasarkan kepribadiannya orang-orang tipe kepribadian investigatif ini lebih menyukai teka-teki dan tantangan yang membutuhkan pemikiran intelektual.
Konseli dengan kepribadian investigatif menyukai tantangan berupa pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.
C. Tipe kepribadian artistik
Lingkungan artistik ditandai dengan tugas-tugas dan masalah-masalah yang memerlukkan interprestasi atau bentuk-bentuk artistik melalui cita rasa,perasaan,dadn imajinasi.
Seorang artistik suka mengekspresikkan dirinya dalam kebebasan yang tidak sistematis yang mereka butuhkan ,yaitu mengekspresikkann kebebasan dan ketrbukaan secara wajar.
Biasanya konseli yang memiliki kepribadian artistik menyukai pendekatan konseling nonstruktural yang salah satunya dengan menggunakan lembar kerja.
D. Tipe kepribadian sosial
Lingkungan dengan tipe kepribadian ini ditandai dengan tugas –tugas yang memerlukan kemampuan menginterprestasi dan mengubah perilaku manusia dan minat untuk berkomunikasi dengan orang lain .
6
Kepribadian orang dengan tipe ini yaitu lebih suka dan tertarik pada hal yang berbau kemanusiaan,menolong sesama ,atau menjadi pekerja sosial.
Tingkah laku konseli yaitu orang sosial mengekspresikkan idealisme ingin menolong ,selalu cinta sesama.
E. Tipe kepribadian Enterprising
Lingkungan dengan tipe enterprising ini ditandai dengan tugas-tugas yang mengutamakan kemampuan verbal yang dipergunakan untuk mengarahkan atau mempengaruhi orang lain.
Tipe kepribadian yaitu perolehlah keuntungan merupakan hal yang sangat penting bagi seorang pengusaha.
Tingkah laku dari konseli yaitu sangat santun pada konselor dan ingin cepat mengakhiri pembicaraan .
F. Tipe kepribadian Konvensional
Pengorganisasian dan perencanaan dapat menggambarkan lingkungan konvensional yang baik.tipe kepribadiannya yaitu seorang yang menghargai uang ,dapat diandalkan ,dan memiliki kemampuan menjalankan aturan dan perintah (arahan).
Sikap konseli dengan kepribadian ini yaitu menggangggap bahwa dirinya sebagai pengatur ,namun diarahkan juga oleh orang lain.
Sehingga perpaduan dari tipe-tipe kepribadian tersebut antara lain:
Sudah jelas bahwa dunia nyata tidak ada lingkungan kerja yang hanya memakai satu tipe kepribadian saja.dan berbagai kondisi lingkungan berbeda banyak hal.mereka lebih didominasi satu sampai dua tipe kepribadian ketika mendengarkan sejarah kerir dari kliennya,maka tipe kepribadian holland sangat membantu dalam memecahkan persoalan tersebut.
D. Pandangan John Holland
Dalam kata Pengantar pada karya tuliasannya yang terakhir, Making Vocational Choices: A Theory of Vocational Personalities and Work Environements (1985), John L. Holland mengatakan bahwa buku itu merupakan perumusan teorinya yang kelima sejak karya tulisannya yang pertama pada tahun 1959. Dia mengakui bahwa pandangannya berakar dalam Psikologi Diferensial, terutama penelitian dan pengukuran terhadap minat, dan dalam tradisi Psikologi Kepribadian yang mempelajari tipe-tipe kepribadian (typology). Dua sumber pengaruh ini mendorong Holland untuk mengasumsikan bahwa orang yang memiliki minat yang berbeda-beda dan bekerja dalam lingkungan yang berlain-lainan, sebenarnya adalah orang yang kepribadian lain-lain dan mempunyai sejarah hidup yang berbeda-beda pula.
7
Pandangan Holland mencakup tiga ide dasar, yang masing-masing dijabarkan lebih lanjut. Tiga tipe dasar bersama rinciannya adalah sebagai berikut:
a. Orang-orang dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh mereka dekati salah satu di antara enam tipe kepribadian, yaitu Tipe realistic(The Realistik Type); Tipe peneliti/ pengusut (The Inveswtigative Type); Tipe seniman (The Artistic Type); Tipe social (The Social Type); Tipe pengusaha (The Enterprising Type); Tipe orang Rutin (Conventional Type). Tipe Kepribadian adalah suatu tipe teoritis atau tipe ideal, yang merupakan hasil dari interaksi antara faktor-faktor internal dan eksternal.
b. Lingkungan-lingkungan, yang didalamnya orang hidup dan bekerja, dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh suatu lingkungan tertentu mendekati salah satu model lingkungan (a model environment), yaitu Lingkungan realistic (The Realistic Environment); Lingkungan peneliti dan pengusutan (The Investigative Environment); Lingkungan kesenian (The Artistic Environment); Lingkungan pengusaha (The Interprising Environment); Lingkungan pelayanan social (The Social Environment); Lingkungan yang bersuasana kegiatan rutin (The Conventional Environment). Makin mirip lingkungan tertentu dengan salah satu diantara enam model lingkungan, makin tampaklah didalamnya corak dan suasana kehidupan yang khas untuk lingkungan bersangkutan.
c. Perpaduan antara tipe kepribadian tertentu dan model lingkungan yang sesuai menghasilkan keselarasan dan kecocokan okupasional (occupational homogeneity), sehingga orang dapat mengembangkan diri dalam lingkungan jabatan tertentu dan merasa puas. Perpaduan dan pencocokan (pairing) antara tipe-tipe kepribadian dan suatu model lingkungan memungkinkan meramalkan pilihan jabatan, keberhasilan, dan stabilitas seseorang jabatan yang dipangku.
Holland berpegang pada keyakinan, bahwa suatu minat yang menyangkut pekerjaan dan jabatan adalah hasil perpaduan dari sejarah hidup seseorang dan keseluruhan kepribadiannya, sehingga minat tertentu akhirnya menjadi suatu ciri kepribadian yang berupa ekspresi diri dalam bidang pekerjaan, bidang studi akademik, hobi inti, berbagai kegiatan rekreatif dan banyak kesukaan yang lain. Salah satu indikasi dari minat ialah kesukaan seseorang untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu, sedangkan ketidaksukaan menjadi kontradiksi. Holand sendiri mengembangkan beberapa tes yang dapat membantu orang untuk mengenal diri sendiri, seperti The Vocational Preference Inventory (1977), dan self-directed Search (1979).,
8
Holland juga berefleksi tentang jaringan hubungan antara tipe-tipe kepribadian dan antara model-model lingkungan, yang dituangkan dalam bagan yang disebut Hexagonal Model. Model ini menggambarkan aneka jarak psikologis antara tipe-tipe kepribadian dan model-model lingkungan. Dalam bukunnya, Holland juga mendeskripsikan masing-masing tipe kepribadian dan masing-masing model lingkungan. Sebagai contoh disajikan deskripsi tipe realistic dan lingkungan realistic.
a) Tipe realistik. Bekal herediter yang dimiliki dan konstelasi hidup dalam berinteraksi dengan lingkungan hidupnya, menghasilkan kecenderungan dan kesukaan untuk melibatkan diri dalam beraneka aktivitas yang menyangkut penanganan alat-alat, mesin, dan hewan yang berlangsung menurut prosedur tertentu. Kecenderungan dan kesukaan ini pada gilirannya menghasilkan beraneka macam keterampilan pekerjaan tangan serta sejumlah keterampilan yang teknis dan mekanis. Tipe ini memiliki disposisi memilih jabatan yang memungkinkan mengekspresikan minatnya yang khas dan memanfaatkan konstelasi keterampilan yang dimilikinya. Tipe ini cenderung menghindari kontak intensif dengan orang-orang lain dan cenderung mempunyai sifat khas.
b) Lingkungan realistik. Lingkungan ini bercirikan perhatian besar terhadap variasi tuntutan dari lingkungan dan keterbukaan terhadap kesempatan yang menawarkan diri, sejauh berkaitan dengan penanganan alat-alat, mesin, dan berbagai jenis binatang. Kebanyakan orang yang bekerja dalam lingkungan itu tergolong tipe realistic dan bersama-sama menciptakan suasana khas, yang menghargai prestasi-prestasi di bidang teknik dan permesinan, kurang menekankan komunikasi antarpribadi serta menilai tinggi kekayaan dan kekuasaan.
Sebagai bagian integral dari teorinya, Holland juga mengembangkan suatu Sistem Klasifikasi Jabatan (The Classification System) yang menggolongkan 500 jabatan (occupations) dalam enam kategori jabatan, yaitu:
1. Realistic Occupations.
2. Investigative Occupations.
3. Artistic Occupation.s
4. Social Occupations.
5. Enterprising Occupations.
6. Conventional Occupations.
Klasifikasi ini terdapat dalam The Occupations Finder (1978), yang juga mencantumkan nomor-nomor kode teori dari Dictionary of Occupational Titles dan tingkat
9
pendidikan sekolah yang umumnya dituntut supaya mampu memegang jabatan tertentu (Appendix A). Sistem Klasifikasi Jabatan diterapkan dalam The Self-directed Search, yang dirancang untuk membantu orang agar lebih mengenal diri dan menemukan bidang jabatan yang dianggap cocok baginya, paling sedikit untuk dipertimbangkan (Appendix B).
Teori Holland oleh banyak pakar Psikologi Vokasional dinilai sebagai teori yang komprehensif karena meninjau pilihan jabatan sebagai bagian dari keseluruhan pola hidup seseorang (life style), dan sebagai teori yang mendapat banyak dukungan dari hasil penelitian sejauh menyangkut model-model lingkungan serta tipe-tipe kepribadian. Namun, dalam teori ini kurang ditinjau proses perkembangan yang melandasi keenam tipe kepribadian dan tidak menujukkan fase-fase tertentu dalam proses perkembangan itu serta akumulasi rentang umur. Teori Holland terutama menyangkut pilihan bidang jabatan (occupational field). Mengenai tahap atau tingkat yang dapat dicapai oleh seseorang dalam bidang jabatan tertentu (occupational level), Holland menunjukkan pada taraf inteligensi yang memungkinkan tingkat pendidikan sekolah tertentu. Pandangan Holland sangat relevan bagi bimbingan karir dan konseling karir di institusi pendidikan untuk jenjang pendidikan menengah dan masa awal pendidikan tinggi. Tekanan yang diberikan pada pemahaman diri sehubungan dengan beberapa kualitas vokasional yang dimiliki seseorang dan pada informasi yang akurat mengenai lingkungan-lingkungan jabatan, menyadarkan tenaga bimbingan akan tugasnya untuk membantu orang muda mengenal diri sendiri dan mengenal ciri-ciri lingkungan; kedua hal ini sangat diperlukan sebagai masukan dalam memikirkan pilihan jabatan secara matang.
Alat-alat yang dikembangkan oleh Holland, yaitu The Occupational Finder dan The Self-directed Search, yang menayakan kegiatan/aktivitas yang disukai, berbagai kompetensi yang dimiliki, bidang-bidang pekerjaan yang diminati, dan evaluasi diri dalam beberapa keterampilan, harus dicocokan dengan sistem klasifikasi jabatan yang berlandaskan pada teori yang sama. Dengan demikian, orang muda dapat menemukan sejumlah alternative pilihan jabatan untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Cara bekerja ini pada dasarnya menerapkan suatu pendekatan yang mirip dengan pendekatan Trait and Factor, namun maju lebih jauh dari pada teori Trait and Factor tradisional.
E. Menghubungan Kepribadian dan Nilai Seorang Individu dengan Tempat Kerja
Tiga puluh tahun yang lalu, organisasi hanya mengkhawatirkan kepribadian karena fokus utama mereka adalah mencocokan individu dengan pekerjaan tertentu. Kekhawatiran itu masih ada. Namun selama tahun-tahun terakhir, perhatian ini telah berkembang hingga mencakup seberapa cocok kepribadian dan nilai individu tersebut dengan organisasi. Mengapa? Karena manajer pada zaman sekarang lebih tertarik dengan fleksibilitas seorang
10
pelamar untuk memenuhi situasi-situasi yang berubah dan komitmen terhadap organisasi dibandingan kemampuan untuk melakukan pekerjaan tertentu.
F. Kesesuaian Individu-Pekerjaan
Memadankan persyaratan pekerjaan dengan karakteristik kepribadian merupakan pernyataan terbaik dalam teori kesesuaian kepribadian pekerjaan ( personality-job fit theory) milik John Holland. Teori ini didasarkan pada pendapat tentang kesesuaian antara karakteristik kepribadian seorang individu dengan pekerjaan. Holland menghadirkan enam tipe kepribadian dan mengemukakan bahwa kepuasan dan kecenderungan untuk meninggalkan satu posisi bergantung pada tingkat sampai mana individu secara berhasil mencocokan kepribadian mereka dengan suatu pekerjaan. Setiap tipe dari enam tipe kepribadian memiliki pekerjaan yang sepadan.
Tipologi Kepribadian Holland dan Pekerjaan-pekerjaan yang Kongruen
Jenis
Karakteristik-karakteristik Kepribadian
Pekerjaan-pekerjaan yang Kongruen
Realistis: Lebih menyukai aktivitas fisik yang membutuhkan keterampilan, kekuatan dan koordinasi
Pemalu, sungguh-sungguh, gigih, stabil, mudah menyesuaikan diri, praktis
Mekanik, operator alat bor, pekerja perakitan, petani
Investigatif: Lebih menyu-kai aktivitas yang melibatkan proses berfikir, berorganisasi dan memaha-mi
Analitis, tidak dibuat-buat, ingin tahu, bebas
Ahli biologi, ahli ekonomi, ahli matematika, pembawa berita
Sosial: Lebih menyukai aktivitas sosial seperti membantu dan meng-
arahkan orang lain
Suka bergaul, ramah, kooperatif, pengertian
Pekerja sosial, guru, konselor, psikolog klinis
Konvensional: Lebih
menyukai aktivitas yang diatur oleh peraturan , rapi tidak ambigu
Patuh, efisien, praktis, tidak imajinatif, tidak fleksibel
Akuntan, mana-
ger perusahaan, kasir bank, juru tulis
Enterprising: Lebih
menyukai aktivitas verbal
Percaya diri, ambisius, energetik, mendominasi
Pengacara, humas, manager bisnis kecil
11
dimana terdapat banyak peluang untuk mem-pengaruhi orang lain dan memperoleh kekuasaan
Artisitik: Lebih menyukai aktivitas ambigu dan tidak sistematis, memungkinkan ekspresi yang kreatif
Imajinatif, tidak suka bekerja dibawah aturan, idealistis, emosionalm tidak praktis
Pelukis, musisi, penulis, desainer interior
Holland telah mengembangkan sebuah kuesioner Vocational Preference Inventory yang memuat 160 jenis pekerjaan. Responden memberi tahu pekerjaan yang mereka sukai atau tidak, dan jawaban-jawaban tersebut digunakan untuk membentuk profil kepribadian. Menggunakan prosedur ini, penelitian sangat mendukung diagram heksagonal.
Figur ini menunjukan bahwa semakin dekat dua bidang atau orientasi dalam heksagon tersebut, semakin sepadan mereka. Kategori-kategori yang berdekatan sangatlah mirip, sementara kategori-kategori yang berlawanan secara diagonal sangat tidak mirip.
Apakah maksud dari semua ini? Teori tersebut menunjukan bahwa ketika kepribadian dan pekerjaan sangat cocok, kepuasan menempati peringkat tertinggi, sementara perputaran karyawan terendah. Invidivu dengan karakterisitik sosial harus melakukan pekerjaan-pekerjaan sosial, individu konvensional melakukan pekerjaan-pekerjaan konvensional, dan selanjutnya. Seorang realistis yang melakukan pekerjaan realistis berada dalam situasi yang lebih sesuai bila dibandingkan orang realistis yang melakukan pekerjaan investigatif . Seorang realistis yang melakukan pekerjaan sosial berada dalam situasi yang sangat tidak sesuai. Poin-poin utama dari model ini adalah
12
1. Terdapat perbedaan intrinsik dalam hal kepribadian diantara para individu
2. Terdapat jenis pekerjaan yang berbeda-beda
3. Individu yang melakukan pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian mereka harus merasa lebih nyaman dan berkemungkinan lebih sedikit untuk mengundurkan diri bila dibandingkan individu yang melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan kepribadian mereka
G. Keunggulan & Kelemahan
Teori Holland oleh banyak pakar psikologi vokasional dinilai sebagai teori yang komprehensif karena meninjau pilihan okupasi sebagai bagian dari keseluruhan pola hidup seseorang dan sebagai teori yang mendapat banyak dukungan dari hasil penelitian sejauh menyangkut model-model lingkungan serta tipe-tipe kepribadian (Winkel & Hastuti, 2005: 639). Kelemahan dalam teori ini adalah kurang ditinjau proses perkembangan yang melandasi keenam tipe kepribadian dan tidak menunjukan fase-fase tertentu dalam proses perkembangan itu serta akumulasi rentang umur (Winkel & Hastuti, 2005: 639). Mengenai tahap atau tingkat yang dapat dicapai oleh seseorang dalam bidang okupasi tertentu (occupational level), Holland menunjuk pada taraf inteligensi yang memungkinkan tingkat pendidikan sekolah tertentu, namun dipertanyakan apakah masih ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi dalam hal ini, seperti taraf aspirasi seseorang (Winkel & Hastuti, 2005: 639).
13
BAB III
KESIMPULAN
Pada awal munculnya teori bimbingan dan konseling yang berawal dari pelaksanaan vocational guidance (bimbingan jabatan), banyak tokoh yang berusaha untuk menganalisis vocational guidance dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Beberapa tokoh itu antara lain Bordin, Happock, Donald E. Super, dan Anne Roe ( 1943, 1957, 1957 dan 1957), telah memaparkan teori tentang pemilihan karir atau jabatan.
Menurut holland ,sangatlah penting untuk membangun suatu keterkaitan atau kecocokkan antara tipe kepribadian individu dan pemilihan karir tertentu.dimana menurut pandangan holland bahwa pemilihan dan penyesuaian karir merupakan gambaran dari kepribadian seseorang .
Pandangan Holland mencakup tiga ide dasar, yang masing-masing dijabarkan lebih lanjut. Tiga tipe dasar bersama rinciannya adalah sebagai berikut:
a) Orang-orang dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh mereka dekati salah satu di antara enam tipe kepribadian, yaitu Tipe realistic(The Realistik Type); Tipe peneliti/ pengusut (The Inveswtigative Type); Tipe seniman (The Artistic Type); Tipe social (The Social Type); Tipe pengusaha (The Enterprising Type); Tipe orang Rutin (Conventional Type). Tipe Kepribadian adalah suatu tipe teoritis atau tipe ideal, yang merupakan hasil dari interaksi antara faktor-faktor internal dan eksternal.
b) Lingkungan-lingkungan, yang didalamnya orang hidup dan bekerja, dapat digolongkan menurut patokan sampai berapa jauh suatu lingkungan tertentu mendekati salah satu model lingkungan (a model environment), yaitu Lingkungan realistic (The Realistic Environment); Lingkungan peneliti dan pengusutan (The Investigative Environment); Lingkungan kesenian (The Artistic Environment); Lingkungan pengusaha (The Interprising Environment); Lingkungan pelayanan social (The Social Environment); Lingkungan yang bersuasana kegiatan rutin (The Conventional Environment). Makin mirip lingkungan tertentu dengan salah satu diantara enam model lingkungan, makin tampaklah didalamnya corak dan suasana kehidupan yang khas untuk lingkungan bersangkutan.
c) Perpaduan antara tipe kepribadian tertentu dan model lingkungan yang sesuai menghasilkan keselarasan dan kecocokan okupasional (occupational homogeneity), sehingga orang dapat mengembangkan diri dalam lingkungan jabatan tertentu dan merasa puas.
14
Daftar Pustaka
P.Robbins Stephen & Timothy A.Judge, “Perilaku Organisasi (Organizational Behavior)”, Salemba Empat
Dewa Ketut Sukardi, Drs. 1994. “Bimbingan Karir di Sekolah-sekolah”. Jakarta: Ghalia Indonesia
Winkel, W. S & Sri Hastuti. M.Si. 2006. “Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan”. Yogyakarta : Media Abadi
Suherman AS., Uman, “Konseling Karir Sepanjang Rentang Kehidupan”. Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.