Tips dan Trik Bagaimana Cara Sukses Menulis Blog

Sebelum berfikir bahwa ini adalah tulisan yang berisi rincian cara memasarkan sebuah blog dengan SEO, kita nyatakan saja dulu, tidak. Ini adalah cara pemasaran yang lebih manusiawi dan bukan menggunakan SEO. ,Kita katakan saja: ini adalah pengalaman seorang teman pengelola biro wisata. Ia memulainya dengan modal sebuah website dan kini memiliki sekitar 12 driver serta pagawai lainnya. Dan, bagaimana sebuah blog pribadi bisa membawanya kesana. 

Yudi awalnya adalah seorang karyawan perusahaan pertambangan di daerah yang lumayan terpencil. Dengan posisinya, Yudi bekerja dengan jadwal beberapa minggu bekerja dan beberapa minggu libur. Saat libur inilah, Yudi selalu mengambil beberapa hari untuk berlibur ke objek wisata yang diminatinya. Tentunya, ia pulang membawa berbagai foto – foto dari tempat wisata tersebut…

 

jasa pembuatan website Malang

Berawal dari foto – foto inilah Yudi akhirnya menulis sebuah blog pribadi. Ia menulis perjalanannya ke berbagai tempat tersebut. Mengunggah beberapa foto dan beberapa video ke Youtube. Video – video ini kemudian di-embed di websitenya. Yudi hanya melakukannya dikala sempat sebenarnya. Ia tidak memaksa untuk menulis jika sibuk atau saat bekerja. Yudi juga men-share yang ia tulis di media sosial. Yudi memperlakukan websitenya sebagai sebuah “majalah wisata.” Ia menulis dengan baik artikel – artikelnya supaya para pembaca menyukainya.

Yudi yang menulis dalam bahasa Inggris akhirnya mendapat banyak pertanyaan dari para pembacanya. Mereka yang berniat datang ke Indonesia mencari informasi melalui Google. Mereka mencari artikel tentang tempat wisata di Indonesia. Sebagian yang sampai di halaman milik Yudi mulai bertanya bagaimana mencapai tempat itu. Kemudian juga bertanya tentang hotel yang direkomendasikan dan lain sebagainya. 

Semakin banyak pertanyaan, Yudi semakin menulis lebih lengkap. Ia berusaha tidak melewatkan satu aspekpun yang biasa ditanyakan pengunjung kepadanya. Ia mencoba memberikan penjelasannya. Kemudian, saat bekerja, Yudi memberikan “pengumuman” kecil di header bahwa ia off karena pekerjaan lapangannya. Ia baru bisa kembali pada tanggal yang disebutkannya. jadi, pengunjung yang berkomentar tidak langsung mengharapkan jawaban darinya. Saat itu, setiap hari Yudi sudah menerima beberapa komentar di websitenya. 

Ternyata cara menulis yang seperti ini semakin menarik bagi pengunjungnya. Yudi misalnya menyimpan alamat Google Map dari tempat wisata yang ditujunya, jika tersedia jaringan internet. Jadi, pengunjung websitenya bisa mendapatkan pin lokasi dengan akurat.

Selain berwisata, Yudi juga memiliki pemikiran lain. Ia merenovasi rumahnya menjadi sebuah guest house. Ia berfikir bahwa Istri dan adiknya bisa mengurus guest house tersebut. Saat ingin berpromosi, Yudi segera saja mengupload foto guest housenya dari berbagai sudut.ke Instagram, FB serta tentu saja, websitenya. 

Suatu hari, seorang pengunjung webnya datang ke Indonesia. Ia berniat mengunjungi kota dimana Yudi tinggal. Ia ternyata tertarik untuk menginap di guest house Yudi. Setelah beberapa tamu, akhirnya ada tamu yang minta diantarkan ke beberapa objek wisata. Saat itu Yudi bingung, ia hanya menyewakan guest house. Tetapi, permintaan kini semakin bertambah dan Yudi akhirnya menyerah. Ia mempekerjakan temannya sebagai driver untuk mengantarkan tamunya. Yudi kini mulai menerima order tour, jika memungkinkan. Masalah mendasarnya, banyak tamu yang telah menginap di guest house miliknya memberikan komentar di blog wisatanya. Komentar inilah yang paling menarik bagi pengunjung lainnya. Mereka yakin bahwa Yudi serius dengan bisnisnya dan akhirnya meminta untuk menginap atau diantarkan Yudi sebagai pemandu ke berbagai objek wisata tadi. 

Kini, Yudi mulai dihadapkan pada pilihan untuk serius mengelowa jasa tournya atau terus menjadi karyawan di perusahaannya. Akhirnya Yudi mencoba memanage semua dengan lebih baik. Ia menyewa driver lagi, Memberikan SOP kepada “orang rumah” dan driver tentang cara mengelola perusahaan. Driver ini juga berfungsi sebagai pemandu yang bisa berbahasa Inggris. Yudi juga mulai mengumpulkan nomer kontek beberapa rental mobil yang dianggapnya bisa dipercaya. Ia mengantarkan turis dengan mobil sewaan. Tentunya armada mobil pribadinya yang hanya sebuah tidak cukup untuk mengantarkan beberapa tamu sekaligus.  

jasa pembuatan website wisata jogja

Tetapi hal ini belum menyelesaikan masalah. Manajer sepertinya tetap harus mengawasi langsung. Adanya pelanggaran SOP menyebabkan adanya satu dua protes dari pihak tamu. Setelah pola kerja ini berlangsung selama 6 bulan, Yudi akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan. Ia menetapkan hati untuk mendirikan usaha sendiri. 

Yang pertama dilakukan adalah mendesain ulang websitenya supaya terlihat sebagai web profesional. Ia perlu membuat setiap pengunjung tahu bahwa ia mengelola jasa tour dan travel secara profesional. Jadi, ada bagian pemberitahuan seperti ini disetiap halaman, Tentunya, tanpa terkesan mengganggu kenyamanan pengunjung. 

Kemudian, ia juga lebih serius menulis. Ternyata artikel di website inilah yang semakin mendatangkan pengunjung. Dengan artikel yang ditambah secara teratur, pengunjung juga bertambah secara teratur. 

Kini, setelah 5 tahun berjalan, Yudi memiliki 12 driver yang juga sekaligus menjadi pemandu. Mereka melayani tour wisata di beberapa temtap di Indonesia. Sebenarnya, Yudi memiliki lebih banyak menolak klien daripada menerimanya. Alasannya tentunya adalah jarak perjalanan yang jauh serta keterbatasan SDM. 

Hingga hari ini, ternyata merekrut SDM yang handal jauh lebih sulit dilakukan. Driver yang sama sekali tidak menyentuh HP saat mengemudi sangat sedikit. Padahal, tamu – tamu asing ini tidak senang dengan pengemudi yang bermain HP sambil mengemudi. Ini belum soal adaptasi dengan budaya para tamu ini dan hal lainnya lagi. 

Yudi, saat ini sedang mencari cara untuk mengembangkan bisnisnya. Ia perlu menerima klien lebih banyak jika ingin tumbuh. tetapi manajemen sepertinya juga perlu mendapat perhatian serius.

jasa-pembuatan website jakarta

Apa yang membuat website seperti milik Yudi bisa menghasilkan banyak klien?

Ada beberapa hal. Diantaranya adalah:

  • Kepercayaan.

Konten website ini ditulis dengan passion oleh Yudi. saat awal ia menulis karena passionnya soal wisata sehingga tulisannyapun bisa membuat pengunjungnya berinteraksi dengan memberikan komentar. 

  • Lengkap

Ulasan Yudi tentang berbagai tempat wisata tergolong lengkap. Ia sering traveling dan ingin orang lain bisa traveling dengan nyaman.

  • Membalas komentar

Ini adalah interaksi yang dilakukan Yudi. Ia berusaha untuk membalas komentar di websitenya. Kecuali tentunya saat ia sedang bekerja.

  • Sharing Youtube dan medsos

Percaya atau tidak, cara ini menambah pengunjung ke websitenya. Meskipun pengunjung Instagram mungkin hanya melihat kumpulan fotonya, Tetapi sebagian tetap berkunjung juga ke websitenya. Dan ketika ada yang membaca artikel di “majalah wisata” nya, mereka akan lebih tertarik daripada sekedar melihat foto.

Membuat sebuah website tentunya bukan semata urusan rangking di Google. Yang membaca website kita akhirnya adalah manusia juga. 

Jika kita berusaha memenuhi keperluan mereka, maka uang menjadi “byproduct” atau produk sampingan kita.Semua website yang baik ternyata diawali dengan niat membantu orang lain. Bukan sekedar komersial. Jadi, berusaha menolong orang dengan artikel bermanfaat bisa membuat pengunjung loyal kepada kita. Salam. Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*