Hidup Antara Iya Dan Tidak

By | December 23, 2011

hidup, perjalanan hidupMungkin aneh terdengar di telinga antara iya dan tidak. Ya itu sebuah pernyatan saya tentang sebuah hidup, yang harus dijalani kita semua semenjak lahir hingga seperti sekarang. Hidup adalah hal yang terindah, yang telah di berikan oleh sang pencipta. Tentunya tidak semudah membalikkan tangan untuk melalui hidup. Butuh sedikit perjuangan untuk mencapai apa yang telah kita impikan.

Hidup antara iya dan tidak mengandung  banyak arti dan makna. Dalam kehidupan, terjadi banyak hal diantaranya bahagia, sedih,  masalah dan penderitaan. Apa yang menyebabkan itu? Sebetulnya hidup itu sederhana dan mudah dijalani jika kita selalu memilih jalan yang benar. Kita harus berani barkata iya untuk hal yang baik dan berkata tidak untuk hal yang akan berimbas buruk bagi kita. Contoh saja Amir seorang mahasiswa yang cukup alim, ketika diajak temannya untuk ikut kelabing dia langsung menolak dan menasehati temannya tersebut untuk tidak melakukan hal seperti itu. Nah, itu merupakan sebuah contoh dari sikap yang perlu dilakukan dalam hidup. Apa kita mau berkata iya atau tidak..

Hidup memang sebuah perjalanan yang harus di jalani dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan koridor agama yang telah ditentukan. Apa kita mau untuk memilih jalan yang baik atau malah sebaliknya. Banyak diantara kita mungkin memandang hidup hanya bagaimana bersenang-senang di dunia dan mengabaikan kesenangan yang menunggu di akherat.

Dengan adanya pemikiran seperti itu maka hidup akan menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang karena tidak dapat mengikuti keinginan untuk hidup glamor. Himpitan ekonomi  dan suasana kehidupan kota metropolitan dapat menyebabkan dampak buruk. Contoh saja kasus penjualan anak oleh orang tuanya untuk dijadikan pelacur. apa seperti itu ada rasa kemanusiaannya? Demi sekelumit uang manusia dapat berpikir sempit.

Hidup tidak mudah Seperti kata pepatah “berakit-rakit kehulu, berenang-renang kemudian ”. Dalam mencapai apa yang kita inginkan pastilah tidak instan seperti merebus mie. Butuh proses dan waktu untuk dapat menjadi yang kita inginkan. Dengan selalu mempertimbangkan apa yang kita lakukan dan berani berkata iya dan tidak.

Pertanyaan saya , apakah anda siap untuk berkata tidak untuk perbuatan yang tidak baik? Dan berkata iya untuk perbuatan yang baik?

Renungkan semua yang telah kita lakukan, intropeksi diri dan mulai diri dengan yang baru.

Kualitas hidup kita di tentukan oleh diri kita sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *