Hadits tentang sholat jenazah

terdapat beberapa hadits nabi sallallahu alaihi wasallam tentang hadtis nabi. apa sajakah itu?

Hadits Tirmidzi 954

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ حَمْزَةَ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى سُهَيْلِ ابْنِ بَيْضَاءَ فِي الْمَسْجِدِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالَ الشَّافِعِيُّ قَالَ مَالِكٌ لَا يُصَلَّى عَلَى الْمَيِّتِ فِي الْمَسْجِدِ و قَالَ الشَّافِعِيُّ يُصَلَّى عَلَى الْمَيِّتِ فِي الْمَسْجِدِ وَاحْتَجَّ بِهَذَا الْحَدِيثِ

Rasulullah melakukan shalat jenazah atas (jenazah) Suhail bin Baidla` di masjid. Abu Isa berkata; Ini merupakan hadits hasan. Sebagian ulama mengamalkan hadits ini. Asy Syafi’i berkata; Malik berkata; ‘Tidak boleh menshalati mayit di masjid.’ Asy Syafi’i berkata; ‘Boleh shalat jenazah di masjid dgn hadits ini’. [HR. Tirmidzi No.954].

http://wahyuadiwinata.blogspot.com/2018/03/doa-mandi-wajib.html

Hadits Tirmidzi No.954 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr], telah mengabarkan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Abdul Wahid bin Hamzah] dari [‘Abbad bin Abdullah bin Zubair] dari [Aisyah] berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat jenazah atas (jenazah) Suhail bin Baidla` di masjid.” Abu Isa berkata; “Ini merupakan hadits hasan. Sebagian ulama mengamalkan hadits ini. Asy Syafi’i berkata; Malik berkata; ‘Tidak boleh menshalati mayit di masjid.’ Asy Syafi’i berkata; ‘Boleh shalat jenazah di masjid dengan hadits ini’.”]]]

Hadits Abudaud 2774

حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ صَالِحِ بْنِ عَجْلَانَ وَمُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّادٍ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ وَاللَّهِ مَا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى سُهَيْلِ ابْنِ الْبَيْضَاءِ إِلَّا فِي الْمَسْجِدِ

Rasulullah tak menshalati Suhail anak Al Baidha` kecuali di Mesjid. [HR. Abudaud No.2774].

Hadits Abudaud No.2774 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Sa’id bin Manshur] telah menceritakan kepada kami [Fulaih bin Sulaiman] dari [Shalih bin ‘Ajlan] dan [Muhammad bin Abdullah bin ‘Abbad] dari [‘Abbad bin Abdullah bin Az Zubair] dari [Aisyah], ia berkata; Demi Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menshalati Suhail anak Al Baidha` kecuali di Mesjid.]]]

Hadits Abudaud 2775

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ عَنْ الضَّحَّاكِ يَعْنِي ابْنَ عُثْمَانَ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى ابْنَيْ بَيْضَاءَ فِي الْمَسْجِدِ سُهَيْلٍ وَأَخِيهِ

sungguh Rasulullah telah menshalatkan dua anak Baidha` yaitu Suhail & saudaranya di masjid. [HR. Abudaud No.2775].

Hadits Abudaud No.2775 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Harun bin Abdullah], telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Fudaik], dari [Adh Dhahhak bin Utsman] dari [Abu An Nadhr] dari [Abu Salamah] dari [Aisyah] ia berkata; demi Allah sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menshalatkan dua anak Baidha` yaitu Suhail dan saudaranya di masjid.]]]

Hadits Abudaud 2776

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ حَدَّثَنِي صَالِحٌ مَوْلَى التَّوْأَمَةِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَلَا شَيْءَ عَلَيْهِ

Barangsiapa yg menshalatkan jenazah di masjid, maka tak mengapa. [HR. Abudaud No.2776].

Hadits Abudaud No.2776 Secara Lengkap

[[[Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Abu Dzi`b] telah menceritakan kepadaku [Shalih] mantan budak At Tauma ah, dari [Abu Hurairah] ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menshalatkan jenazah di masjid, maka tidak mengapa.”]]]

Hadits Muslim 1615

و حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ السَّعْدِيُّ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ وَاللَّفْظُ لِإِسْحَقَ قَالَ عَلِيٌّ حَدَّثَنَا وَقَالَ إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ حَمْزَةَ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ عَائِشَةَ أَمَرَتْ أَنْ يَمُرَّ بِجَنَازَةِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ فِي الْمَسْجِدِ فَتُصَلِّيَ عَلَيْهِ فَأَنْكَرَ النَّاسُ ذَلِكَ عَلَيْهَا فَقَالَتْ مَا أَسْرَعَ مَا نَسِيَ النَّاسُ مَا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى سُهَيْلِ بْنِ الْبَيْضَاءِ إِلَّا فِي الْمَسْجِدِ

Alangkah cepatnya orang lupa, bahwa Rasulullah pernah menshalatkan Suhail bin Baidla` di Masjid. [HR. Muslim No.1615].

Hadits Muslim No.1615 Secara Lengkap

[[[Dan telah menceritakan kepadaku [Ali bin Hujr As Sa’di] dan [Ishaq bin Ibrahim Al Hanzhali] -sedangkan lafazhnya milik Ishaq- Ali berkata, telah menceritakan kepada kami -sementara Ishaq berkata- telah mengabarkan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad] dari [Abdul Wahid bin Hamzah] dari [Abbad bin Abdullah bin Zubair] bahwa [Aisyah] menyuruh orang-orang agar membawa jenazah Sa’d bin Abu Waqash ke Masjid untuk dishalatkan di situ. Tetapi mereka tidak mengindahkan perintah tersebut, maka Aisyah pun berkata, “Alangkah cepatnya orang lupa, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menshalatkan Suhail bin Baidla` di Masjid.”]]]

Hadits Muslim 1616

و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ عَنْ عَبَّادِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ يُحَدِّثُ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا لَمَّا تُوُفِّيَ سَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ أَرْسَلَ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَمُرُّوا بِجَنَازَتِهِ فِي الْمَسْجِدِ فَيُصَلِّينَ عَلَيْهِ فَفَعَلُوا فَوُقِفَ بِهِ عَلَى حُجَرِهِنَّ يُصَلِّينَ عَلَيْهِ أُخْرِجَ بِهِ مِنْ بَابِ الْجَنَائِزِ الَّذِي كَانَ إِلَى الْمَقَاعِدِ فَبَلَغَهُنَّ أَنَّ النَّاسَ عَابُوا ذَلِكَ وَقَالُوا مَا كَانَتْ الْجَنَائِزُ يُدْخَلُ بِهَا الْمَسْجِدَ فَبَلَغَ ذَلِكَ عَائِشَةَ فَقَالَتْ مَا أَسْرَعَ النَّاسَ إِلَى أَنْ يَعِيبُوا مَا لَا عِلْمَ لَهُمْ بِهِ عَابُوا عَلَيْنَا أَنْ يُمَرَّ بِجَنَازَةٍ فِي الْمَسْجِدِ وَمَا صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى سُهَيْلِ بْنِ بَيْضَاءَ إِلَّا فِي جَوْفِ الْمَسْجِدِ

Alangkah cepatnya orang-orang mencela apa yg tak mereka ketahui. Mereka mencela kami membawa jenazah ke masjid. Padahal tidaklah Rasulullah menshalatkan Suhail bin Baidla` kecuali di dalam masjid. [HR. Muslim No.1616].

Hadits Muslim No.1616 Secara Lengkap

[[[Dan telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Hatim] Telah menceritakan kepada kami [Bahz] Telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Uqbah] dari [Abdul Wahid] dari [Abbad bin Abdullah bin Zubair] ia menceritakan dari [Aisyah] bahwa ketika Sa’d bin Abi Waqash meninggal dunia, para isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan orang-orang agar membawa jenazahnya ke masjid untuk dishalatkan (di situ). Permintaan tersebut mereka penuhi, maka dibawalah jenazah tersebut ke muka kamar para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mereka shalatkan. Kemudian dibawa kembali keluar melalui pintu jenazah yang berhubungan dengan tempat duduk. Tidak berapa lama kemudian sampailah kabar kepada para istri nabi bahwa orang-orang banyak mencela perbuatan mereka itu. Mereka berkata, “Jenazah tidak boleh dibawa ke masjid.” Ucapan orang banyak itu sampai pula kepada Aisyah. Maka Aisyah pun berkata, “Alangkah cepatnya orang-orang mencela apa yang tidak mereka ketahui. Mereka mencela kami membawa jenazah ke masjid. Padahal tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menshalatkan Suhail bin Baidla` kecuali di dalam masjid.”]]]

Hadits Muslim 1617

و حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَمُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَاللَّفْظُ لِابْنِ رَافِعٍ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ أَخْبَرَنَا الضَّحَّاكُ يَعْنِي ابْنَ عُثْمَانَ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ عَائِشَةَ لَمَّا تُوُفِّيَ سَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَتْ ادْخُلُوا بِهِ الْمَسْجِدَ حَتَّى أُصَلِّيَ عَلَيْهِ فَأُنْكِرَ ذَلِكَ عَلَيْهَا فَقَالَتْ وَاللَّهِ لَقَدْ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى ابْنَيْ بَيْضَاءَ فِي الْمَسْجِدِ سُهَيْلٍ وَأَخِيهِ قَالَ مُسْلِم سُهَيْلُ بْنُ دَعْدٍ وَهُوَ ابْنُ الْبَيْضَاءِ أُمُّهُ بَيْضَاءُ

Rasulullah telah menshalatkan jenazah dua orang putra Baidla` di dalam masjid, yaitu Suhail & saudaranya. Muslim berkata; Suhail bin Da’d adl Ibnul Baidla`, & ibunya adl Baidla`. [HR. Muslim No.1617].

Hadits Muslim No.1617 Secara Lengkap

[[[Dan telah menceritakan kepadaku [Harun bin Abdullah] dan [Muhammad bin Rafi’] -lafazhnya juga milik Ibnu Rafi’- keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Fudaik] telah mengabarkan kepada kami [Adl Dlahak] yakni Ibnu Utsman, dari [Abu Nadlr] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa ketika Sa’d bin Abu Waqash meninggal, [Aisyah] berkata, “Masukkanlah ia ke dalam masjid hingga aku bisa menshalatkannya.” Namun mereka tidak menyetujuinya, maka ia pun berkata, “Demi Allah, sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah menshalatkan jenazah dua orang putra Baidla` di dalam masjid, yaitu Suhail dan saudaranya.” Muslim berkata; “Suhail bin Da’d adalah Ibnul Baidla`, dan ibunya adalah Baidla`.]]]

shalat jenazah

Niat Sholat 5 waktu fardu

begini cara sholat yang baik dan benar, diikuti dan dibaca sampai habis

Shalat berasal dari kata bahasa arab yang artinya menurut bahasa ialah doa.

 

Menurut syara` shalat adalah berhadap hati kepada Allah sebagai ibadat dalam bentuk beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam serta menurut syarat-syarat yang telah ditentukan syara’.

 

Bacaan Takbir Niat Shalat Lima Waktu :

 

  1.      Dhuhur

أُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Dhuhur empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Ashar

أُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Ashar empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Magrib

أُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Magrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Insya

أُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Isya empat rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

  1.      Subuh

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكَعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءًلله تعالى

“ Sengaja aku mengerjakan sembahyang fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala”.

 

Tata Cara Dalam Mengerjakan Shalat Lima Waktu :

  1. Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat

Niat merupakan perbuatan hati yang dilafazkan dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.

Cara melafazkan bacaan niat shalat fardhu dilafazkan dalam hati menurut shalat masing-masing yang sedang dikerjakan, misalnya shalat shubuh, dhuhur atau yang lainnya.

Lalu mengangkat kedua belah tangan serta membaca TakbiratuL ihram “ALLAHU AKBAR”, setelah takbiratul ihram kedua belah tangan di sedekapkan pada dada.

Kemudian membaca do’a iftitah :

ALLAHU AKBAR KABIRAAN WAL HAMDU LILLAHI KATSIIRAAN WASUBHAANALLAHI BUKRATAN WA ASHIILAA.

INNII WAJJAAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARASSAMAAWAATI WAL-ARDHA HANIIFAN MUSLIMAN WAMAAANAA MINAL MUSYRIKIIN.

INNA SHALAATII WANUSUKII .WAMAHYAAYA WAMAMAATI  LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN.

LAASYARIIKALAHU WABIDZAALIKA UMIRTU WA ANAA MINAL MUSLIMIN.

Artinya :

“Allah Maha Besar lagi sempurna Kcbesaran-Nya, segala puji bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah Seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari golongan orang muslimin”.

 

  1. Membaca Al Fatihah

Selesai membaca doa iftitah, sambil tangan tetap bersedekap kemudian kita membaca surat Al Fatihah :

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM.

“ALHAMDU LILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN. ARRAHMAANIRAHIIM. MAALIKI YAUMIDDIIN. IYYAAKA NA`BUDU WAIYYAAKA NASTA -`IIN. IHDINASH SHIRAATHAL MUSTAQIM. SHIRAATHAL LADZIINA AN-‘AMTA ‘ALAIHIM. GHAIRIL MAGHDHUUBI `ALAIHIM WALADH DHAAALLIIN”

AAMIIIN  

                                  

Artinya :

“Dengan nama Allah pengasih dan penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mu lah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat. Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat”.

Sesudah selesai membaca fatihah dalam raka’at yang pertama dan kedua bagi orang yang shalat sendirian atau imam disunatkan membaca surat atau ayat Al-Qur’an.

  1. Ruku`

Selesai membaca surat atau ayat Al Qur`an, lalu mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca takbir “Allahu Akbar”, terus badannya membungkuk, kedua tangan kita memegang lutut dengan jari-jari tangan renggang dan posisi punggung dengan kepala rata.

Setelah cukup sempurna bacalah tasbih sebagai berikut, sebanyak tiga kali ;

SUBHAANA RABBIYAL ‘A-DZHIIMI WABIHAMDIH ( 3 x)

Artinya :

“Mahasuci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya”.

  1. I`tidal

Kemudian, sesudah melakukan ruku` kita lanjutkan dengan i`tidal.

Cara melakukan i`tidal dalam melaksanakan shalat yaitu bangkit berdiri tegak dengan mengangkat kedua belah tangan sejajar telinga sambil membaca bacaan berikut ;

 

SAMI `ALLAAHU LIMAN HAMIDAH

Artinya :

“Allah mendengar orang yang memuji-Nya”

Pada waktu berdiri tegak terus membaca ;

RABBANAA LAKAL HAMDU MIL-USSAMAAWAATI WA MIL-UL ARDHI WAMIL U MAA SYI’TA MIN SYAI IN BA’DU

Artinya :

“ Ya Allah Tuhan kami hanya milik-Mu lah segala puji, pujian sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apa yang ada diantara keduanya dan sepenuh segala sesuatu yang Engkau kehendaki dan setelahnya“.

Catt :

Apabila yang dikerjakan Shalat Subuh, setelah i’tidal dan membaca doa i’tidal pada rakaat terakhir, maka di sunatkan untuk membaca doa qunut lalu kemudian baru sujud dan bacaan doa qunut hukum-nya sunat ab’ad atau sunat yang diberatkan yang apabila ditinggalkan atau kelupaan maka di sunatkan pula untuk melakukan sujud sahwi.

Bacaan doa qunut sebagai berikut :

“BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM”

ALLAAHUMAHDINII FIIMAN HADAIT, WA AAFINII FIIMAN AAFAIT, WATAWALLANI FIIMANGTAWALLAIT, WABAARIKLII FIIMAA A TOIT, WAQINI BIRAHMATIKA SYARAMAA QADHAIT, FAINNAKATAQDHI WALAYUQDHA ALAIK, WAINNAHU LAYADZILLU MAWWALAIT, WALAYA IDZUMAN AADAIT, TABARAK TARABANNAA WATA AALAIT, FALAKAL HAMDU ALAMAA QADHAIT, ASTAG FIRUKA WA ATUUBU ILAIK, WASHALLALLOOHU ALA SAYYIDINAA MUHAMMADIN NABIYYIL UMMIYYI WA ALA AALIHI WASHAHBIHI WABAARIK WASALLIM.

Artinya :

“Ya allah semoga enggkau memberikan petunjuk kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan petunjuk, Dan semoga engkau memberikan keselamatan kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan keselamatan, Dan semoga engkau memberikan pertolongan kepadaku dengan orang yang telah engkau berikan pertolongan, Dan semoga engkau memberikan berkah kepadaku dari hay yang telah engkau tetapkan, Dan semoga engkau memeriksa kami dari rahmatmu dari keburukan yang telah engkau tetapkan, Dan sesungguhnya engkaulah yang maha menghukumi dan tidak ada yang bisa menghukummu, Dan sesungguhnya engkau tidak bisa hina, orang yang engkau sayang, Dengan tidak memulyakan orang yang di satru olehmu, Dan maha tinggi Allah maka tetap segala puji bagimu, Oleh hal yang sudah engkau hukum, Aku memohon pengampunan dan taubat kepadamu Dan semoga engkau menambahkan rahmatnya kepada muhammad yang menjadi nabi, Dan semua umat kanjeng nabi muhammad Dan para sahabatnya, Semoga allah menambahkan keberkahan dan keselamatan.”

  1. Sujud

Setelah i’tidal terus sujud meletakkan dahi dan beberapa anggota badan di tempat shalat, dan ketika turun seraya membaca “ALLAHU AKBAR”.

Sebaik-baik cara sujud ialah pertama-tama meletakkan ke dua lutut di atas tempat shalat lalu kedua tangan kemudian dahi dan dan hidung sambil merenggangkan kedua ujung kaki diatas tempat shalat, dengan bertuma`ninah.

Setelah sujud membaca bacaan tasbih sebagai berikut ;

SUBHAANA RABBIYAL A’LAA WABIHAMDIH

Artinya

“Maha suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya”.

  1. Duduk Antara Dua Sujud

Setelah sujud yang pertama segera mengangkat kepala sambil bertakbir lalu duduk iftirasy.

Duduk iftirasy yaitu duduk diatas mata kaki atau telapak kaki kiri, telapak kaki kanan di tegakkan dan ujung jari kaki kanan di tekuk menghadap kiblat (bila tidak menyusahkan).

Dalam duduk tersebut di sunatkan membaca :

RABBIGHFIRLI WARHAMNII WAJBURNII WARFA’NII WARZUQNI WAHDINII WA’AAFINI

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku dan cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajat kami dan berilah rizqi kepadaku, dan. berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku”.

  1. Sujud Kedua

Sujud kedua, ketiga dan keempat dikerjakan seperti pada waktu sujud yang pertama, baik cara maupun bacaannya.

Dengan demikian selesailah sudah raka`at pertama dari shalat tersebut, kemudian berdiri lagi sambil mengucap takbir dan mengangkat kedua tangan untuk melaksanakan rakaat yang kedua.

Tata cara shalat pada raka`at kedua sama seperti yang cara shalat raka`at pertama, hanya saja tidak ada melafazkan bacaan niat dan tidak membaca lagi doa iftitah dan kita melakukan tasyahud awal bila shalat tiga raka’at atau empat raka’at.

Apabila kita shalat hanya dua rakaat seperti shalat shubuh kita akan melakukan tasyahud akhir di raka`at kedua (Tasyahud akhir dilakukan saat raka`at terakhir dalam shalat).

  1. Duduk Tasyahud Awal

Tata cara shalat pada raka’at kedua, kalau shalat kita tiga raka’at atau empat raka’at maka pada raka’at kedua ini kita duduk untuk membaca tasyahud/tahyat awal.

Caranya ialah duduk dengan kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki (seperti duduk diantara dua sujud)

Ketika duduk tasyahud awal kita membaca do`a seperti di bawah ini ;

ATTAHIYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAA-TUTH THAYY1BAATU LILLAAH.

ASSALAAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

ASSALAAMUALAINAA WA’ALAA `IBAADILLAAHISH SHAALIHHN.

ASY-HADU AL LAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

ALLAAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.

Artinya :

“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad”

  1. Tasyahud Akhir

Cara duduk tasyahud akhir ;

  • Pantat langsung ke tanah (tempat shalat), dan kaki kiri dimasukkan kebawah kaki kanan.
  • Jari kaki kanan tetap menekan ke tanah.

Adapun bacaan saat sedang duduk tasyahud/tahyat akhir ialah ;




ATTAHIYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAA-TUTH THAYY1BAATU LILLAAH.

ASSALAAMU ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH.

ASSALAAMUALAINAA WA’ALAA `IBAADILLAAHISH SHAALIHHN.

ASY-HADU AL LAA ILAAHA ILLALLAAH, WA ASYHADUANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH.

ALLAAHUMMA SHALLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD.

WA ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

KAMA SHALLAITA ‘ALAA SAYYIDINAAIBRAAHIIM.

WA’ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM WABAARIK-‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA-‘ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

KAMAA BAARAKTA ALAA SAYYIDINAA IBRAAHIIM.

WA ‘ALAA AALI SAYYIDINAA IBRAAHIIM FIL’AALA MIINA INNAKA HAMIIDUM MAJIID.

Artinya :

“Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkahNya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah Limpahilah rahmat kepada Nabi Muhammad”

“Ya Allah limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Diseluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji, dan Maha Mulia”

  1. Salam

Selesai tasyahud akhir, kemudian salam.

ketika membaca salam yang pertama muka kita menengok ke kanan.

Waktu membaca salam yang kedua muka kita menengok ke kiri, dengan masing-masing membaca :

ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAAH

Artinya :

“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian”

 

Dengan selesainya salam maka selesailah bahasan tata cara shalat fardhu kita, meskipun saya masih akan menyampaikan beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang shalat, oke… langsung aja

MAKRUH DALAM SHALAT

Orang yang sedang shalat dimakruhkan melakukan hal-hal berikut ini :

  • Menutup mulutmu rapat-rapat.
  • Terbuka kepalanya.
  • Memalingkan muka ke kiri dan ke kanan.
  • Menengadah ke langit.
  • Menahan hadas.
  • Mengerjakan shalat diatas kuburan.
  • Melakukan hal-hal yang mengurangi ke khusyu’an shalat.

 

Sumber :

http://www.madrasatun.com/tata-cara-shalat-fardhu-lima-waktu-lengkap/

http://www.kajianmuslim.net/2016/08/bacaan-doa-qunut-sholat-shubuh-lengkap-dengan-artinya.html

http://wahyuadiwinata.blogspot.com/2017/08/tata-cara-dan-bacaan-sholat-sesuai.html

Doa Mustajab Sholat Dhuha dan Keutamannya

Inilah doa sholat dhuha dan bacaan doa sehabis sholat dhuha. Shalat sunah Dhuha juga disebut dengan shalat sunah untuk memohon dimudahkan rizki oleh Allah. waktu sholat dhuha yaitu sehabis matahari terbit dan sebelum sholat dzuhur kira kira jam 07.30-10.00. keutamaan doa sholat dhuha yaitu untuk meminta rejeki dari Tuhan SWT.

Keutamaan Shalat Dhuha

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
 
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى
 
“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720).
 
rumahzakat.com
 
doa sholat dhuha

Sureyya Aydin

 

Tata cara melakukan sholat dhuha dan bacaan doa doa setelah sholat dhuha:

  1. Membaca niat sholat sunah dhuha:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Lafal bacaan latin: Usholli sunnatad dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala.

 

  1. Membaca doa sholat dhuha Iftitah

اَلله أَكْبَر كَبِيْرًا وَالحَمْدُلِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَأَصِيْلاً .

إِنَّ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ

حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِيْن .

إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن .

لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِيًن.

Lafal bacaan latin: ALLAHU AKBARU KABIRAW-WALHAMDU LILLAHI KATHIRAW-WASUBHANALLAHI BUKRATAW-WA-ASILA. WAJJAHTU WAJHIA LILLAZI FATARAS SAMA-WATI WAL-ARDHA HANIFAM-MUSLIMAW-WAMA ANA MINAL-MUSYRIKIN. INNA SALATI WANUSUKI WAMAHYAYA WAMAMATI LILLAHI RABBIL-‘ALAMIN. LA SYARIKALAHU WABIZA-LIKA UMIRTU WA ANA MINAL MUSLIMIN.

 

  1. Sholat Dhuha Membaca surat Al Fatihah

bacaan fatihah dalam doa sholat dhuha

Lafal bacaan: Bismillahirrohmanirrohim. Alhamdulillahi robbil ‘alamin, Arrohmaanirrahiim Maaliki yaumiddiin, Iyyaka na’budu waiyyaaka nasta’iin, Ihdinasshirratal mustaqim, Syiratalladziina an’amta alaihim, ghairil maghduubi ‘alaihim waladdhaaalliin.

 

  1. Membaca (“doa sholat dhuha”)salah satu surat yang pendek dan mudah dihafal. Para ulama membaca surat Asy Syamsi pada rakaat pertama dan Al Kafirun pada rakaat kedua, pada 2 rakaat pertama. Selanjutnya pada 2 rakaat selanjutnya, membaca ad dhuha pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua. Untuk rakaat-rakat selanjutnya, membaca surat al Kafirun pada rakaat pertama dan al Ikhlash pada rakaat ke dua.

Bacaan surat Al Kafirun

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ﴿١﴾ لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ ﴿٢﴾ وَلَا أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٣﴾ وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ ﴿٤﴾ وَلَ أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ ﴿٥﴾ لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾ا

Lafal bacaan latin: Qul yaa ayyuhaa alkaafiruuna, laa a’budu maa ta’buduuna, walaa antum ‘aabiduuna maa a’budu, walaa anaa ‘aabidun maa ‘abadtum, walaa antum ‘aabiduuna maa a’budu, lakum diinukum waliya diini.

 

  1. Kemudian Rukuk sambil membaca Tasbih dalam sholat dhuha

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيم

Lafal bacaan latin: subkhana robbiyalngadzimi..baca 3x

 

  1. Berdiri setelah rukuk dan membaca doa sholat dhuha I’tidal

 سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُالْرَبَّنَا وَ الْكَ الْحَمْدُ

Lafal bacaan latin: Sami’allahu liman hamidah rabbanaa lakal hamdu atau rabbanaa wa lakal hamdu.

 

  1. Sujud sholat dhuha lalu sambil membaca

سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِه

Lafat bacaan latin: subkhana robbiyal a’laa wabihamdihi

 

  1. Kemudian bangun dari sujud dan membaca doa sholat dhuha

رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي

Lafal bacaan latin: Rabbighfir lii war hamnii wajbur nii warfa’nii wahdinii wa ‘aafinii warzuqnii

 

  1. Kemudian melukan sujud lagi dengan bacaan seperti no.7
  2. Kemudian berdiri dan ulangi langkah no.3 dampai no.9
  3. Tahiyat Akhir dalam sholat dhuha dengan membaca bacaan:

doa-sholat-dhuha-tahiyat-awal-gambar

Lafal bacaan latin: Attahiyatul mubarakatus solawatut taiyibatu laillah. Assalamu’alaika aiyuhan nabiyu warahmatullayhi wabarakatuh. Assalamu’alaina wa’la ‘ibadillahis salihin. Asyahadu alla illaha illallah. Wa’asyhadu anna Muhammadar Rasulullah. Allahumma solli’ala Muhammad wa’ala aliMuhammad. Kama sollaita’ala Ibrahim wa’ala aliIbrahim. Wabarik ‘ala Muhammad wa’ala aliMuhammad. Kama barakta ‘ala Ibrahim wa’ala aliIbrahim. Fil ‘alamina innaka hamidummajid.

 

  1. Ulangi sholat dhuha 2 rakaat lagi sehingga total menjadi 4 rakaat.

 

  1. Setelah selesai melakukan doa sholat dhuha, kemudian membaca doa setelah sholat atau Tahlilan, wirid atau dzikir

 

  1. Membaca doa setelah sholat dhuha:

 

Doa sholat dhuha

اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Lafal bacaan latin: ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”

doa mustajab sholat dhuha

Hukum dan Kesalahan Doa Iftitah

Hukum dan Kesalahan Doa Iftitah,

kita harus tau dimana kesalhan membaca doa iftitah dalam solat 5 waktu sehari hari, agar pahala puasa bisa diterima dan utamanya bisa sempurna sholat kita.

Hukum Doa Iftitah

Doa iftitah hukummnya adalah sunnah hayyiah, cukup dibaca secara sirr yang artinya tanpa mengeluarkan suara. Sholat tanpa membaca doa iftitah termasuk dalam sholat yang belum sempurna, bagi yang belum hafal lebih baik dihafalkan terlebih dahulu, agar lebih sempurna sholatnya.

“Sholat seseorang tidak sempurna hingga ia bertakbir memuji Allah dan menyanjungnya kemudian membaca Alquran yang mudah baginya” (HR. Abu Daud dan Hakim; shahih)

Kesalahan Doa Iftitah

Terdapat suatu kesalahan yang fatal, namun sangat jarang diketahui oleh muslim di indonesia. Banyak ayat yang dipelintir yang artinya jelas akan berbeda. Terutama pada inni wajjahtu, padahal tidak perlu menggunakan inni pada doa iftitah sholat.

inni wajjahtu memang ada haditsnya namun nabi baca pada acara penyembelihan hewan kurban. Apabila untuk sholat langsung saja baca wajjahtu. Sudah paham kan perbedaannya? jika belum tonton video berikut.
 

Hukum dan Kesalahan Doa Iftitah

dzikir dan doa sesudah sholat tahajud

sholat tahajud adalah sholat malam yang dapat anda lakukan untuk menambah pahal harian anda. sholat malam ini bisa dikerjakan pada sepertiga malam. berikut ini doa setelah melakukan sholat tahajud dan witir


ASTAGHFIRULLAAHALA AZHIIM. ALLADZII LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBUILAIH.
Artinya:
“Akumemohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung,yang tak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya”

Shalat tahajud yakni shalat yang dikerjakan pada malam hari sesudah tidur, walaupun tidurnya hanya sebentar. Hal ini sesuai dengan makna yang terkandung dalam kata “tahajjud”, yaitu “bangun dari tidur”. Kaprikornus syarat untuk melaksanakanshalat tahajud yakni “telah tidur sebelumnya”, walau sebentar. Hukum shalat tahajud yakni sunat mu’akkad, yaitu sangat dianjurkan, alasannya yakni berdasarkan hadits nabi, shalat yang paling utama dikerjakan sesudah shalat fardhu yakni shalat tahajud. Jumlah rakaat shalat tahajud minimal 2 rakaat, dan maksimal tidak terbatas. Kaprikornus shalat tahajud boleh dikerjakan berapa saja, sekuatnya. Rasulullah saw pernah mengerjakan shalat tahajud sebanyak 10 rakaat ditambah 1 rakaat sunat witir, 8 rakaat ditambah 1 rakaat sunat witir, dan 8 rakaat ditambah 3 rakaat sunat witir. Kaprikornus dalam melakukan shalat tahajud sebaiknya ditambah dengan shalat sunat witir. Shalat tahajud ini hendaknya dikerjakan 2 rakaat 2 rakaat (2 rakaat salam). Sedangkan shalat sunat witirnya, kalau dikerjakan lebih dari satu rakaat, contohnya 3 rakaat,boleh dikerjakan sekaligus dengan satu salam, boleh pula dikerjakan 2 rakaat dahulu, lalu 1 rakaat sisanya. Adapun waktu pelaksanaan shalat tahajud yakni sesudah berdiri dari tidur dan sesudah shalat isya, baik di awal malam (sepertiga malam pertama antara waktu Isya dan pukul 22.00 WIB), tengah malam (sepertiga malam kedua, antara pukul 22.00 dan pukul 01.0.0 WIB), maupun simpulan malam (sepertiga malam yang terakhir, antara pukul 01.00 dan menjelang subuh). Sepertiga malam yang terakhir inilah waktu yang paling utama untuk melakukan shalat tahajud. Karena berdasarkan hadits nabi, pada waktu itu rahmat Yang Mahakuasa turun, sehingga barang siapa berdoa akan dikabulkan, barang siapa meminta akan diberikah, dan barang siapa memohon ampun akan diampuni oleh Allah.

bacaan doa sholat tahajud

bacaan doa iftitah yang shahih

membaca doa iftitah saat sholat akan sempurna, tidak membaca ifititah sholat anda belum lengkap. berikut ini bacaan doa iftitah yang shahih sesuai sunnah nabi sallallahu alaihi wasallam

Doa istiftah lain yang bisa diamalkan,

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ

Allahumma baa’id baynii wa bayna khothoyaaya kamaa baa’adta baynal masyriqi wal maghrib. Allahumma naqqinii min khothoyaaya kamaa yunaqqots tsaubul abyadhu minad danas. Allahummagh-silnii min khothoyaaya bil maa-i wats tsalji wal barod (artinya: Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun).” (HR. Bukhari no. 744, Muslim no. 598, An Nasai no. 896, lafaznya adalah dari An Nasai)

Ibnu Taimiyah berkata, “Jika ada yang lupa membaca doa istiftah pada tempatnya, maka ia tidak perlu mengganti di rakaat kedua.” (Kitab Shifatish Shalah, hal. 97)

bacaan doa iftitah

Dzikir setelah sholat dhuha

dzikir setelah sholat dhuha sesuai sunnah

1. Istigfar (bisa 3x, 11x atau 33x)
2. Dilanjutkan dengan membaca kalimat tasbih 100x
3. Membaca sholawat atas nabi 33x – 100x

Sholat Dhuha merupakan sholat sunnah yang dilakukan setidaknya dua raka’at dan mampu dilakukan maksimal 12 raka’at, yaitu masing-masing dua raka’atnya diakhiri dengan satu ucapan. Shalat Dhuha mampu dilakukan ketika matahari terbit atau tepatnya sekitar pukul 07.00 WIB sampai sholat Zhuhr. Lebih tepatnya kurang dari pukul 12.00 siang. Bila anda ingin melaksanakan sholat Dhuha, sebaiknya sekitar pukul 08.00 – 10.00 WIB.

Tujuan shalat Dhuha ialah beribadah kepada Tuhan SWT. Disamping itu sholat Dhuha juga mampu menghapuskan dosa, melancarkan rezeki, sampai nasihat lainnya. Namun yang paling besar ialah untuk memudahkan rezeki alasannya sesuai dengan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi, “Dhuha dapat membawa penghidupan dan menolak ketidakpercayaan. Dan tidak ada yang akan memelihara Dhuha melainkan orang-orang yang bertobat.”

Adapun cara melaksanakan Shalat Dhuha yakni mirip Sholat secara umum yang dimulai dengan membaca niat, membaca surat Al-Fatihah dan Surat pendek, lalu Ruku, Itidal, Sujud dan Salam. Makara setiap muslim harus mengerti cara mengerjakan sholat Dhuha ini. Selainitu, terdapat beberapa surat yang mampu dibaca dalam doa Dhuha lengkap dengan terjemahan mirip di bawah ini.

bacaan doa sholat dhuha

Bacaan Doa Qunut Nazilah untuk palestina

Bacaan Doa Qunut Nazilah untuk palestina

saudara kita yang sedang terkena musib, mereka yang sedang didzolimi semoga mereka mendapatkan surganya Allah dan tenang di sisiNya.

kita yang berada di indonesia harus ingat palestina, kita harus doakan mereka agar mereka bisa merdeka.

berikut ini bacaan doa qunut nazilah untuk palestina

Tata Cara Melakukan Doa Qunut Nazilah

Doa Qunut Nazilah ini diucapkan sama dengan Melakukan Qunut Sholat Shubuh Yaitu ketika I’tidal setelah ruku’ pada HItungan rakaat terakhir. Peristiwa ini Pernah dicontohkan Rasulullah SAW bagaimana cara melakukan Qunut Nazilah yang baik dan benar. Dasar Kenapa Doa ini Muncul Adalah Saat sahabat Nabi SAW yang sengaja diutus untuk mengajarkan Islam dan Bacaan Al-Qur’an Yang dikhianati bahkan dibantai oleh kaum kuffar. Peristiwa ini disebut sebagai Ba’tsul Raji’ (10 sahabat) dan Bi’ru Ma’unah (70 sahabat). Setelah itu Nabi Muhammad SAW melakukan Qunut Nazilah disetiap shalat wajib sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits:

قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوعِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنَ الْعَرَبِ . متفق عليه

Artinya: “Rasulullah saw melakukan qunut (Nazilah) selama satu bulan setelah ruku’ mendoakan untuk kebinasaan beberapa perkampungan dari bangsa Arab” (Mutafaqun alaihi)

قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَصَلاَةِ الصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ . رواه أبو داود وأحمد

Artinya: ” Rasulullah SAW melakukan qunut (Nazilah) satu bulan berturut-turut dalam shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh, tatkala berkata sami’allahu liman hamidah pada rakaat terakhir. Mendoakan untuk kebinasaan perkampungan Bani Sulaim, kabilah Ri’l, Dzikwan dan ‘Ushiyyah. Sahabat di belakangnya mengamini” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

Contoh Bacaan Doa Qunut Nazilah Yang Ada Dalam Riwayat

Nah Dibawah ini Ada Beberapa Contoh Doa Qunut Nazilah Yang Pernah dibaca Oleh Para Sahabat Dan Tabi’in Di masa Lampau dan Masa kini

1. Bacaan Doa Qunut Nazilah untuk Palestina dan Iraq

Tata Cara Dan Bacaan Doa Qunut Nazilah Saat Terjadi Bencana Musibah Dan Peperangan

Doa ini Dibaca Untuk Mendoakan Sahabat dan Saudara Kita Yang Muslim di Bumi Palestina dan Iraq Semoga Segera dilepaskan dari Penjajahan Modern Saat ini

اللهم أَعِزَّ الإسلامَ و المسلمين , اللهم أَذِلََّ الشِركَ و المُشرِكِين , أللهم انْصُرْ اخوانَنَا المسلمين و المجاهدين و المُسْتَضْعَفِين , فى فلسطين و فى لُبْنَان و فى العراق وفى كل مكان و فى كل زمان

    Artinya :
    Ya Allah! Muliakan Islam dan orang islam. Ya Allah! Hinakan Syirik dan musyrikin. Ya Allah! Tolonglah saudara-saudara kami yang muslim dan mujahidin dan golongan-golongan lemah, di Palestine, di Lubnan, di Iraq dan di semua tempat dan di semua masa.

2. Doa Qunut Nazilah Amirul Mukminin Umar Bin Khatab

Khalifah Umar Ibnul Khattab r.a Pernah Membaca Doa Qunut Nazilah ketika Beliau Sedang memerangi orang-orang nashrani, sahabat Umar membaca Doa qunut dengan doa doa yang sudah banyak dikenal dan masyhur Yaitu Beberapa Bacaan Doa dibawah ini: 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ

*Artinya :
*Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah! Sesungguhnya hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan, meminta ampunan, dan senantiasa memuji-Mu atas kebaikan yang diberikan. Kami tidak kufur kepada-Mu, dan kami berlepas diri serta meninggalkan orang-orang yang durhaka kepada-Mu”.

اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّى وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ. نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ

*Artinya :
*Ya Allah! Hanya kepada Engkau kami beribadah, hanya karena Engkau kami shalat dan sujud, hanya kepada Engkau pula kami berusaha dan berkhidmat. Kami sangat mengharap rahmat-Mu dan kami pun takut akan siksa-Mu, karena sesungguhnya siksa-Mu itu tidak akan pernah berkurang atas orang-orang kafir”.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ

Artinya :
*Ya Allah ! Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka”.

اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ

*Artinya :
*Ya Allah! Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat”.

اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ

*Artinya :

Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir ahli kitab (yahudi dan nashrani) yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu.

3. Bacaan Doa Qunut Nazilah Lainya

Dibawah ini Ada Beberapa Bacaan Doa yang Bisa Dibaca Saat Sholat

اَللَّهُمَّ مَنْ أَرَادَ بِالْمُسْلِمِيْنَ سُوْءًا وَمَكْرًا وَكَيْدًا فَرُدَّ عَلَيْهِمْ مَكْرَهُمْ أَجْمَعِيْنَ.

“Ya Allah siapa saja yang menginginkan keburukan, rencana jahat, dan tipu daya kepada kami dan kaum muslimin, maka kembalikan kepada mereka seluruh tipu daya mereka.”

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَشْكُوْ إِلَيْكَ ضَعْفَنَا وَقِلَّتِنَا وَهَوَانِنَا عَلَى النَّاسِ.

“Ya Allah, kami mengadu kepada-Mu akan kelemahan kami, sedikitnya jumlah kami, dan kehinaan kami di hadapan manusia.”

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

“Dan Allah bersholawat atas Nabi kita, Muhammad SAW dan kepada keluarga dan sahabat beliau semuanya. Akhir doa kami, kami ucapkan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ تَكُنْ عَلَيْهِمْ، فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ

“Ya Allah terimalah syuhada mereka dan sembuhkanlah yang sakit dan terluka dari kalangan mereka. Ya Allah karuniakanlah kebaikan pada mereka dan janganlah Engkau timpakan keburukan pada mereka karena tiada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dengan pertolongan-Mu.”

اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ سُوْرِيَا، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ الْيَمَنِ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَفْرِيْقِيَا، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ أَفْغَانِسْتَانَ، اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ كُلِّ بِقَاعِ الأَرْضِ.

“Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Suriah. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Palestina. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Yaman. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afrika. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afghanistan. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di seluruh permukaan bumi.”

اللَّهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَاءِهِمْ وَمَنْ عَاوَنَهُمْ مِنَ الْمُنَافِقِيْنَ، اللَّهُمَّ سَدِّدْ رَمْيَهُمْ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ.

“Ya Allah tolonglah mereka menghadapi kaum musuh-musuh mereka dan para penolong musuh mereka dari kalangan orang-orang munafik. Ya Allah tepatkanlah bidikan mereka, satukanlah barisan perjuangan mereka, dan satukanlah kalimat mereka di atas kebenaran, Ya Hayyu, Ya Qayyum.”

اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَداً، وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً، وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً.

“Ya Allah kumpulkanlah dan binasakanlah mereka dan jangalah Engkau sisakan seorang pun dari mereka.”

اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْهِمْ وَعَلىَ مَنْ عَاوَنَهُمْ بَأْسَكَ الَّذِي لاَ يُرَدُّ عَنِ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ.

“Ya Allah turunkanlah atas mereka dan semua pihak yang membantu mereka balasan-Mu yang tidak dapat ditolak oleh kaum yang berbuat kezhaliman.”

اَللَّهُمَّ أَنْجِ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ سُوْرِيَا، اَللَّهُمَّ الْطُفْ بِهِمْ وَارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ.

“Ya Allah selamatkanlah saudara-saudara kami kaum muslimin yang lemah di Suriah. Ya Allah sayangi dan kasihilah mereka dan keluarkanlah mereka dari pengepungan dan keadaan sempit yang mereka alami saat ini.”

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، فَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.

“Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin laki-laki dan perempuan, mukmin laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, dekat dan mengabulkan doa-doa, wahai Dzat yang memenuhi segala kebutuhan.”

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

“Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami karena kelupaan dan kesalahan kami. Rabb kami, Rabb kami janganlah Engkau beri kami beban sebagaimana beban yang Engkau beri kepada para pendahulu kami. Rabb kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa-apa yang tidak kami sanggupi. Maafkanlah kami, ampunilah kami, sayangilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.”

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِبَشَّارِ الْأَسَدِ وَأَعْوَانِهِ الْمُعْتَدِيْنَ، الَّذِيْنَ قَتَلُوْا إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ حَلَبٍ خَاصَّةً، وَفِيْ سُوْرِيَا عَامَّةً.

“Ya Allah turunkanlah hukuman-Mu pada Bashar Asad dan para penolongnya yang telah melakukan kezhaliman dengan membunuh saudara-saudara kami kaum muslimin di Aleppo khususnya, dan di Suriah umumnya.”

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِهِمْ فَإِنَّهُمْ لاَ يُعْجِزُونَكَ، اللَّهُمَّ شَتِّتْ شَمْلَهُمْ، وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ، وَاجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ.

“Ya Allah hukumlah mereka, sesungguhnya mereka tak mampu melemahkan-Mu. Ya Allah cerai beraikan mereka, porak porandakan kesatuan mereka, dan turunkanlah balasan-Mu atas mereka.”

اللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَّالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ.

“Ya Allah berilah kami petunjuk sebagaimana orang-orang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kami kesehatan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Peliharalah kami sebagaimana orang-orang yang Engkau pelihara. Berkahilah kami atas apa-apa yang Engkau beri, Hindarilah kami dari keburukan hal yang telah Engkau takdirkan. Sesungguhnya Engkah Maha menghukum, bukan Engkau yang dihukum, sesungguhnya tidak akan pernah hina orang yang Engkau bimbing, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau Rabb kami dan Maha Tinggi.”

اَللَّهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَا رَحِيْمُ يَا حَلِيْمُ يَا عَظِيْمُ، سَمِيْعَ دَعْوَةِ الدَّاعِيْنَ، مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّيْنَ، نَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الْوَاسِعَةِ أَنْ تَغْفِرَ ذُنُوْبَنَا أَجْمَعِيْنَ.

“Ya Allah, Dzat yang Maha Mulia, Maha Penyayang, Maha Penyabar, Yang Maha Agung, Maha mendengar doa orang-orang yang berdoa, Maha Mengabulkan doa orang-orang yang dalam keadaan sempit. Kami memohon kepada-Mu, dengan rahmat-Mu yang luas agar Engkau ampuni dosa-dosa kami semua.”

Semoga Penjelasan tentang Bacaan Doa Qunut Nazilah Saat Terjadi Bencana Musibah Dan Peperangan ini Bermanfaat

Image result for Bacaan Doa Qunut Nazilah untuk palestina

bacaan doa qunut

Niat Puasa Senin Kamis Untuk Hajat

Bacaan Niat Puasa Sunah Hari Senin Arab, Latin dan Artinya

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SAUMA YAUMAL ITSNAINI SUNNATAN LILLAHI TAA’ALA

Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala.

Bacaan Niat Puasa Sunah Hari Kamis Arab, Latin dan Artinya

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

NAWAITU SAUMA YAUMAL KHOMIISI SUNNATAN LILLAHI TAA’ALA

Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala.

 

Bagi seluruh umat islam yang berpuasa, waktu berbuka ialah waktu yang sangat membahagiakan. Karena pada waktu itu kita sudah mampu kembali makan dan minum. Namun apakah anda tahu kapan waktu yang sempurna untuk berbuka? Waktu yang sempurna untuk berbuka puasa senin kamis ialah dikala adzan berkumandang.

Ketika adzan sudah berkumandang di masjid / mushola sekitar rumah anda sudah mampu dipastikan mampu berbuka puasa. Berbukalah minum dan makan secukupnya, semoga anda mampu melaksanakan sholat magrib.

Niat Berbuka Puasa Senin Kamis
Setelah menahan haus, lapar, dan hawa nafsu. Tiba-tiba terdengar bunyi adzan magrib berkumandang yang berarti waktu yang sempurna untuk berbuka puasa senin kamis. Dibawah ini bukan hanya doa buka puasa senin kamis. Tapi juga mampu untuk doa buka puasa bayar hutang puasa ramadhan.

Hukum Puasa Senin Kamis Tidak Sahur
Keutamaan dan Manfaat Puasa Senin dan Kamis
Apabila Yang Mahakuasa azza wa jalla dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memperintahkan sesuatu, maka kita diwajibkan sami na wa atho na. Yang artinya kami dengar dan kami taat. Dengan melaksanakan puasa senin dan kamis akan menambah pahala yang melimpah dan kesehatan untuk tubuh.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara marfu’:

ثَلَاثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا اللَّهُ فَوْقَ الْغَمَامِ وَيَفْتَحُ لَهَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ : وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

“Ada tiga golongan insan yang do’anya tidak akan ditolak : Orang yang berpuasa hingga beliau berbuka, pemimpin yang adil, dan do’anya orang yang dizhalimi, Yang Mahakuasa akan mengangkat doanya hingga di atas awan dan dibukakan pintu-pintu langit untuknya, dan Yang Mahakuasa berfirman : Demi keagungan-Ku, Aku benar-benar akan menolongmu meskipun tidak serta merta.” (HR. Tirmidzi dan yang lainnya, hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani)

#1 Kesuksesan
Dengan berpuasa sunnah berarti sama saja beriman kepada Allah. Maka dengan izinNya, Apa yang telah dicita-citakan dengan gampang tercapai dalam karir. InsyaAllah

#2 Kecantikan
Berpuasa sunnah secara rutin maka akan menciptakan perempuan jadi lebih cantik, aura kecantikan akan keluar sangat kuat.

#3 Cepat mampu Jodoh
Bagi perempuan yang sedang lajang, akan dengan gampang menerima jodoh. Karena mirip yang sudah saya katakan pada nomor 2, bahwa aura kecantikan anda akan sangat kuat.

#4 Dikabulkannya hajat
Jangan berhenti untuk berdoa dan meminta sama Allah, alasannya Yang Mahakuasa sangat senang apabila umatnya meminta kepadanya. Kalau kita terus minta sama manusia, niscaya insan akan marah. Tapi bila anda minta sama Allah, niscaya doa anda akan dikabulkan.
Dengan melaksanakan puasa wajib atau sunnah hingga berbuka. Doanya insyaAllah tidak akan tertolak.

bacaan niat puasa senin kamis

Bacaan adzan dan sesudah adzan

Bacaan lafadz adzan dan iqomah ialah bacaan yang harus diketahui. Sebelum kita sholat niscaya kita melafalkannya sebagai tanda bahwa waktu sholat telah tiba.

Begitupun membaca do’a setelah adzan ialah suatu hal yang baik dan usahakan jangan pernah ditinggal untuk dilafalkan agar pahala kita terus bertambah dan kita menerima faedah lain dari do’a itu.

Jika kita mau membaca do’a setelah adzan secara rutin, besar kemungkinan nanti adab kita akan terbawa menjadi adab yang baik dengan sendirinya.

Namun apakah kalian sudah tau dan hafal suara bacaan adzan, iqomah serta do’a setelah adzan ?

Jika belum, mari simak bantu-membantu ulasan dibawah ini. Ulasan ini mempermudah kita semua yang belum atau sudah mampu membaca Al-Qur’an. Karena bacaan Adzan dibawah ini ditulis dalam bentuk bahasa arab dan latin (dalam goresan pena indonesia).

Bacaan Adzan
Berikut bacaan lafadz adzan yang ditulis dengan bentuk 2 versi dan terjemahnya.

Bacaan lafadz adzan versi latin (Tulisan indonesia)
 
Allaahu Akbar Allaahu Akbar. (2X)
Asyhadu an laa illaaha illallaah. (2X)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2X)
Hayya ‘alas-shalaah (2X)
Hayya ‘alal-falaah. (2X)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)
 
Artinya :
 
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah.
Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah.
Marilah Sembahyang (sholat).
Marilah menuju kepada kejayaan.
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Tiada Tuhan selain Allah.
 
 
bacaan doa setelah adzan
ALLOOHUMMA ROBBA HAADZIHID DA’WATIT TAAMMATI WASHSHOLAATIL QOO-IMATI AATI MUHAMMADANIL WASHIILATA WAL FADHIILATA WASY SYAROFA WAD DARAJATAL ‘AALIYATAR ROFII’ATA WAB’ATSHU MAQOOMAM MAHMUUDAL LADZII WA’ADTAH INNAKA LAA TUKHLIFUL MII’AADA YA ARHAMAR ROOHIMIINA
 

bacaan doa setelah adzan

Skip to toolbar