Memilih Tema Warna yang Tepat

Warna bukan hanya kombinasi biru, merah, kuning, dan hitam; melainkan suatu bentuk komunikasi non-verbal untuk target audiens. Setiap warna memiliki makna dan pikiran. Kita mengasosiasikan warna tertentu dengan makna khusus, yang sangat boleh jadi kita tidak menyadarinya. Warna dapat membangkitkan reaksi emosional, budaya dan bahkan reaksi yang bersifat fisik, sehingga pemahaman arti dan hubungan warna akan membantu kita untuk menentukan pilihan warna terbaik.

Berikut adalah beberapa contoh dari berbagai warna dan artinya:

  1. Merah dianggap sebagai terpanas dari semua warna, sekaligus refleksi sebuah intensitas dan gairah. Hal ini juga menunjukkan bahaya, panas, kebakaran, kecepatan, darah, kegembiraan, persaingan, dan agresi.
  2. Biru adalah warna yang paling populer; menyampaikan perdamaian, ketenangan, kesetiaan, keharmonisan, kepercayaan, dan keyakinan.
  3. Kuning adalah warna yang memancarkan kecerdasan, iman, kebaikan, dan persahabatan. Kuning juga memancarkan optimisme, kebahagiaan, idealisme, dan imajinasi.
  4. Abu-abu biasanya berkonotasi netralitas, stabilitas, dan kebijaksanaan.
  5. Putih adalah warna kebersihan, kemurnian, pemuda, kesederhanaan, kepolosan, persahabatan, dan perdamaian.
  6. Hijau menyampaikan netralitas, pertumbuhan, uang, kerendahan hati, dan kebijaksanaan. Warna ini membawa kesan murah hati, dan dalam banyak kebudayaan, itu adalah pilihan yang logis untuk mewakili kesuburan, penyembuhan, dan ekologi.
  7. Oranye adalah warna hangat yang menunjukkan mewah, semangat, dan hal-hal eksotis. Warna itu sendiri mengungkapkan antusiasme, bersemangat, dan ekspansif.
  8. Ungu adalah warna yang kaya yang memancarkan misteri, royalti, dan spiritualitas. Hal ini juga menyampaikan keadilan dan kebenaran.

Selain itu, kita juga perlu mengetahui bagaimana warna bekerja sama: apakah akan menggunakan komplementer, analog, split complementary, atau skema warna triad.

  1. Warna komplementer adalah dua warna yang langsung berlawanan dari satu sama lain pada roda warna, seperti ungu dan kuning, merah dan hijau, atau oranye-merah dan biru-hijau.
  2. Skema warna analog menggunakan tiga warna. Kita tentukan warna utama dan dua warna yang terletak pada kedua sisi untuk membentuk skema warna analog. Misalnya, jika kita memilih warna biru sebagai warna utama, warna biru-ungu dan biru-hijau untuk menggenapi skema warna ini.
  3. Warna split complementary dapat mengesankan desain dengan kontras tinggi. Jadi, jika kita memilih merah sebagai warna utama, kuning-hijau dan biru-hijau akan melengkapi skema warna ini.
  4. Warna triad merupakan tiga warna dengan jarak sama pada roda warna, yang menyediakan skema yang seimbang dan penuh warna. Contoh skema warna ini adalah oranye, hijau, dan ungu atau merah, kuning, dan biru.

David Airey mengumpulkan sumber-sumber online yang komprehensif untuk belajar lebih jauh mengenai warna.

3 responses to Memilih Tema Warna yang Tepat

Artikelnya keren banget. Makasih banget nih sangat bermanfaat. Awalnya kurang begitu memahami, tapi sekarang ada sedikit gambaran. makasih sebelumnya

Terima kasih atas infonya. Mohon lebih penerangan tentang kombinasi warna Merah+Hijau, Kuning+ Ungu dan lain-lain. Cheers….

Leave a Reply