Duduk Diantara Dua Sujud

Dhuhur Senin (1/11) di Masjid Darunnajah terasa istimewa, keistimewaan yang sering saya tunggu-tunggu karena Prof. Mursyidi yang menjadi imam, selalu mengawali dengan renungan yang sederhana tetapi sering kita lalaikan.

“Ingatlah bahwa dalam duduk diantara dua sujud kita selalu membaca doa robbigfirli, warhamni, wajburni,… warzuqni,…” kata beliau, “kita memohon kepada Allah untuk antara lain karuniakanlah rizqi kepada kami. Khusus untuk adik-adik mahasiswa, rizki itu dapat saja berupa nilai yang baik; karenanya kita tidak perlu mengulang kembali.”

Beliau juga mengingatkan untuk sadar dengan sepenuh-hati ketika melafalkan doa-doa tersebut (tentu juga bacaan doa-doa yang lain, bukankah bacaan sholat itu adalah doa). Itulah makna khusyuk. Betapa sering kita sholat tetapi kita lalai bahwa kita sedang sholat sehingga lupa apa yang sedang kita baca. Tak jarang kita lupa sudah rokaat ke berapa, tahu-tahu saja sudah harus salam.

Semua berjalan tanpa bekas…

Saya jadi malu mendengarnya; maka kemudian sepanjang sholat saya berusaha ‘sadar’ dan tiba-tiba menjadi lebih fokus pada duduk diantara dua sujud saya. Subhanalloh… belum sampai Ashar, hari itu juga, ada seseorang yang sudah mulai saya lupakan menelepon saya dan menawari tindaklanjut pekerjaan senilai 25 juta!