Idul Adha 1429 dan Hujan

Maaf, judulnya ngaco. Asal njeplak. Ini bukan tulisan mengenai kurban, bukan juga hikmah dibaliknya. Ini soal perasaan (karena berpengaruh pada kekhusyukan)

Idul Adha 1429 jatuh pada bulan Desember, masa musim penghujan. Dalam rangka syiar sholat, Id dilaksanakan di tanah lapang, walaupun tanpa mengurangi nilai syiarnya sebagian jamaah lain saudaraku warga Nahdiyin berjamaah di masjid-masjib. Persoalan muncul ketika pagi itu, 8 Desember 2008, Yogyakarta mendung.

Jamaah sholat Id dijadwalkan mulai jam 6.30.¬†Sesaat menjelang 6.30 mendung semakin gelap, setidaknya di lapangan saya mengikuti sholat Id bersama anak-anak dan istri, juga simbah dan om+buliknya anak-anak, rintik air mulai berjatuhan. Ketika sholat sudah berlangsung, Read More →