SISTEMATIKA PROTOKOL KONSELING

IDENTITAS KONSELI

  1. Identitas Diri

Nama                                       : Fajrah Madona

Jenis Kelamin                          : Laki – Laki

Usia                                         : 20 tahun

Status                                       : Mahasiswa

  1. Latar Belakang Klien
  2. Latar Belakang Keluarga
  • Ayah

Nama                                 : Hanum Wijaya

Usia                                   : 60 tahun

Pekerjaan                           : Wiraswasta

  • Ibu

Nama                                 : Nur Eka Wardania

Usia                                   : 50 tahun

Pekerjaan                           : Wiraswasta

  • Jumlah Saudara

 

  1. Riwayat Pendidikan
  • TK : TK Pratiwi Muara Enim
  • SD/MI : SDN 6 Muara Enim
  • SMP/MTS : SMPN 1 Muara Enim
  • SMA/SMK/MA : SMAN 2 Muara Enim

 

  1. Latar Belakang Sosial
  • Anak Ke : 2 dari 2 bersaudara
  • Status Dalam Keluarga : Anak Kandung
  • Status Ekonomi : Menengah

 

  1. Gejala Yang Nampak
  2. Keadaan Fisik

Keadaan fisik fajrah terlihat cukup normal. Ia adalah seorang remaja dengan tinggi 170 cm dan berat 60 Kg, ia memiliki rambut yang cukup lebat dan hitam serta kulit yang bersih dan putih. Fajrah pun memiliki indra pengeihatan yang cukup baik dan memiliki pertumbuhan fisik yang baik.

 

  1. Perilaku

Terlihat kesal jika Ricky memnggangu dan menggejek seragamnya yang sudah usang.

 

 

  1. Keluhan Yang Dialami Klien

Kesal dan merasa tidak nyaman di kelas apalagi dengan Ricky yang suka mengejek bajunya yang telah usang di kelas.

 

  1. Perkiraan masalah yang dialami

Klien merasa kesal karena teman satu kelasnya selalu menggejek dan menggangunya karena seragam Fajrah yang sudah usang.

 

  1. Tujuan konseling

Membantu klien agar mampu menghadapi sikap jahil yang dilakukan teman kelasnya.

 

  1. Protokol Konseling Individu

Skenario Pelaksanaan Konseling :

Tahap–Tahap Keterampilan Konseling  

Bentuk Kegiatan

 

Tindakan/Ucapan

KETERLIBATAN
1.    Attending 1.1.  Menyiapkan tempat duduk

 

1.2.  Menyambut kehadiran Klien dengan hangat

 

 

 

 

 

 

1.3.  Mengamati isyarat Non Verbal Klien

 

 

1.4.  Membangun Rapport

1.     Konselor merapikan kursi

 

2.     Konselor menjawab salam, mempersilahkan masuk dan mempersilahkan duduk Klien

“Waalaikumussalam.. mari silahkan masuk, silahkan duduk”

 

“Waalaikumussalam, eh nak Fajrah. Ayo silahkan masuk, silahkan duduk ”

 

3.     Konselor mengamati raut wajah Klien, apabila tegang berikan senyuman ramah pada Klien

 

4.     Konselor bertanya :

“Bagaimana kabar nak Fajrah?”

 

“Bagaimana dengan kabar Bapak Ibu dirumah nak Fajrah?”

2.    Bertanya 2.1.  Mengajukan pertanyaan terbuka

 

 

 

 

 

 

2.2.  Mengajukan pertanyaan tertutup

1.    Konselor mengajukan pertanyaan terbuka :

“Mungkin nak Fajrah ke sini karena ada suatu hal, nak Fajrah bisa menceritakannya kepada Ibu”

 

“Oh iya bagaimana nak Fajrah? Apakah ada yang ingin diceritakan kepada Ibu?”

 

2.    Konselor mengajukan pertanyaan tertutup :

“Sejak kapan hal itu terjadi?”

 

“Apakah benar seperti itu nak Fajrah?”

3.    Menggunakan penguat/dorongan minimal 3.1.  Menggunakan isyarat Verbal

 

 

 

 

3.2.  Menggunakan isyarat Non Verbal

1.    Konselor mengucapkan :

“Oh.. Jadi begitu ya?”

 

“Oh.. Iya, seperti itu ya?”

 

2.    Konselor mengangguk saat mendengarkan cerita Klien,

Konselor menepuk pundak Klien

Konselor senyum kepada Klien

Konselor menatap mata Klien

4.    Mengatasi keadaan diam (tidak membangkitkan dengan senda gurau) 4.1.  Menawari Klien apakah mau mengakhiri pertemuan

 

 

4.2.  Mendorong Klien untuk memecahkan suasana diam

1.    Konselor memberikan pertanyaan :

“dari raut wajah nak Fajrah tampaknya nak Fajrah tampak bingung? Apakah nak Fajrah ingin menceritakan dilain hari?”

 

2.    “bisakah nak Fajrah bercerita lebih spesifik sekali lagi?”

EKSPLORASI
1.    Menanggapi (Merespons) 1.1.  Menanggapi perasaan Klien

 

 

 

 

 

 

 

 

1.2.  Menanggapi pernyataan Klien

1.    Konselor mengungkapkan apa yang dirasakan oleh klien :

“Ibu mengerti apa yang nak Fajrah rasakan, memang rasanya sangat tidak nyaman jika selalu diejek”

 

“Ibu mengerti apa yang nak Fajrah rasakan, ketika teman kita selalu menggangu dan mengejek sangatah tidak nyaman”

 

2.    Konselor mengungkapkan pernyataan Klien :

“Baiklah jika begitu nak Fajrah sudah memberitahukan bahwa perbuatan nak Ricky selama ini tidak baik dan cukup menggangu bukan begitu?

 

“jadi nak Fajrah merasa bahwa nk Ricky selalu saja menggangu dan mengejek nak Fajrah.”

2.    Memparaphrase 2.1.  Menyatakan kembali suatu kata / phrasa secara sederhana / singkat tentang inti pernyataan Klien Konselor menyatakan kembali inti pernyataan Klien dengan bahasa Konselor sendiri :

“Jadi nak Fajrah merasa kesal karena Ricky suka mengejek baju nak Fajrah dan sekarang kalian satu kelas begitu?”

 

“ oh jadi nak Fajrah merasa tidak senang berada di satu kelas dengan nak ricky karena dia selalu mengejek baju nak Fajrah begitu?”

3.    Mengajukan pertanyaan spesifik 3.1.  Mengajukan pertanyaan spesifik yang mengarah kepada permasalahan Klien Konselor menanyakan tentang :

“Jadi nak Fajrah lebih suka bila nak Ricky tidak lagi menggangu dan mengejek baju nak Fajrah yang sudah usang begitu?”

 

“apakah nak Fajrah lebih senang bil nak Ricky berhenti menggangu dan mengejek nak Fajrah?”

4.    Mengarahkan 4.1.  Memberikan informasi yang diperlukan Klien

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2.  Memberi nasehat : memberi alasan, menambah pemahaman, membuat keputusan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3.  Bertanya secara langsung untuk mengarahkan pembicaraan, memperjelas permasalahan

 

 

 

4.4.  Mensugesti Klien agar tidak menyerah, putus asa, bergantung

 

 

 

 

 

 

4.5.  Mengajak (persuading) untuk menghimbau, membujuk / meyakinkan Klien

1.    Konselor memberikan informasi kepada klien :

“Baiklah nak Fajrah, dengan keputusan nak Fajrah tadi semoga nak Fajrah dapat lebih akrab lagi dengan nak Ricky. Dan lebih bisa beradaptasi lagi dengan lingkungan sekitar bukan hanya nak Ricky saja..”

 

“Jika ada teman yang nak Ricky terus menggangu, nak Fajrah lebih baik menegurnya kembali dn coba bertanya mengapa dia selalu menggangu nak Fajah”

 

2.    Konselor memberikan nasehat :

“Saran Ibu, jika nak Fajrah memutuskan untuk lebih akrab dengan Ricky dan menabung untuk membeli seragam baru.”

 

“Lebih baik nak Fajrah lebih bisa mengontrol emosi jika nak Ricky mencoba menggangu nak Fajrah dan mencoba lebih ramah lagi dengannya. Kemudian nak Fjrah harus mampu mengelola uang saku nak Fajrah untuk di tabung jangan menghamburkan uang untuk haal yang tidak bermanfaat.”

 

3.    Konselor bertanya :

“bagaimana nak Fajrah? Apakah masih ada yang membuat nak Fajrah bingung?”

 

“Apakah nak Fajrah masih merasa bingung?”

 

4.    Konselor berkata :

“Nak Fajrah, Ibu sangat berharap nak Fajrah dapat bergaul dengan baik dengan teman-teman di kelas maupun luar kelas terutama dengan Nak Ricky.”

 

“ibu sangat berharap nak Fajrah dapat memberi seragam baru agar nak Ricky tidak mengejek nak Fajrah lagi.”

 

5.    Konselor Berkata :

“Ibu rasa nak Fajrah dapat melewati semua gngguan nak Ricky”

 

“nak Fajrah psti mampu menghadapi sikap nak Ricky yang suka menggangu nak Fajrah”

PEMAHAMAN
1.    Merefleksi 1.1.  Merefleksi Isi

 

 

 

1.2.  Merefleksi Perasaan

 

 

 

 

 

 

 

 

1.3.  Merefleksi Pengalaman

1.    Konselor merefleksi isi

“ jadi nak Fajrah lebih suka bila nak Ricky tidak satu kelas denganmu begitu?”

2.    Konselor merefleksi perasaan Klien :

“Jadi nak Fajrah lebih suka bila nak Ricky tidak lagi menggangu dan mengejek baju nak Fajrah yang sudah usang begitu?”

 

 

“Nak Fajrah benar-benr merasa sedih jika nak Ricky selalu menggangu nak Fajrah begitu?”

 

3.    Konselor merefleksi pengalaman Klien :

“jadi dari kejadian ini nak Fajrah ingin menabung untuk membeli baju baru?”

 

“jad setelah kejadian ini nak Fajrah berinisiatif untuk menyisahkan unag saku untuk membeli seragam baru begitu?”

2.    Mengklarifikasi 2.1.  Mengklarifikasi pikiran

2.2.  Mengklarifikasi Pengalaman

Konselor mengungkapkan segala pikiran dan perasaan Klien agar pembicaraan tidak keluar dari topik :

“Jadi karena baju nak Fajrah sudah terlihat kusam lalu nak Ricky selalu menggangu dan mengejek nak Fajrah terus menerus? Lalu itu yang menyebabkan nak Fajrah kesal dan tidak ingin lagi berteman dengan nak Ricky benar begitu?

 

“jadi karena kejadian ini nak Fajrah ingin pindah kelas bgitu?”

3.    Menginterpretasi 3.1.  Mengutarakan arti kata

3.2.  Mengutarakan makna kata

3.3.  Mengutarakan makna perbuatan

Konselor berkata :

“nak Fajrah jangan khawtir, jika nak fajrah dapat laebih akrab dengan nak Ricky mungkin dia tidak akan mengejek baju nak Fajrah lagi.”

4.    Mengkonfrontasi untuk mengubah pertahanan Klien Konfrontasi terhadap adanya kontradiksi :

4.1.  Konfrontasi terhadap isi pernyataan Klien

Konselor mengkonfrontasi isi pernyataan Klien :

“Tadi nak Fajrah mengatakan sudah tidak sanggup lagi bereteman dengan nak Ricky, tapi sekarang nak Fajrah mengatakan ingin lebih dekat dan akrab dengan nak Ricky bena begitu?”

 

“tadi Nak Fajrah mengatakan tidak ingin satu kelas lagi dengan nak Ricky akan tetapi nak Fajrah ingin lebih dekat dengan nak Ricky benar begitu?”

 

5.    Mendiagnosis 5.1.  Mengungkap inti masalah

 

 

 

 

 

5.2.  Mengungkap penyebab masalah

1.    Konselor mengungkap masalah yang terjadi pada Klien :

“jadi nak Fajrah merasa kesal dan marah kepada nak Ricky?”

 

“jadi nak Fajrah merasa binggung?”

 

2.    Konselor mengungkap penyebab masalah Klien :

“Jadi nak Fajrah dari pembicaraan kita tadi, Ibu dapat menyimpulkan bahwa nak Fajrah merasa kesal dan benci kepada Ricky karena sering menggangu dan menggejek baju nak Fajrah yang sudah usang usang.”

 

“karena baju nak Fajrah sudah usang maka nak Ricky selalu menggangu nak Fajrah?”

6.    Menggunakan contoh pribadi Konselor Memberi contoh pengalaman pribadi keberhasilan menyelesaikan masalah Konselor mengemukakan pengalaman pribadi Konselor dan keberhasilan dalam menyelesaikan masalah :

“Jadi begini nak Fajrah, Ibu dulu juga pernah diposisi seperti nak Fajrah. Saat itu Ibu menggunakan kaca mata, dan kaca mata yang Ibu gunakan sudah sanggat usang.”

 

“ibu tidak mampu menganti kaca mata yang baru, karena pada saat itu harga kaca mata sangatlah mahal. Akan tetapi Ibu tidak merasa malu dan kesal. Bahkan itu dapat membuat Ibu termotivasi untuk menabung bahkan Ibu lebih giat belajar agar mendapat prestasi dan beasiswa.”

7.    Mengupas masalah Mendorong Klien untuk segera mengambil langkah pemecahan masalah Konselor menanyakan kepada Klien langkah mana yang akan ditempuh untuk menyelesaikan masalah :

“lalu, setelah ini apa yang nak Fajrah lakukan?”

 

“apa yang akan nak Fajarh lakukan setelah ini?”

8.    Menyajikan alternatif Mengemukakan alternatif-alternatif pemecahan masalah Konselor membantu Klien menyajikan alternatif untuk memecahkan masalah yang dihadapi Klien :

“Begini nak Fajrah, kita dapat membuat beberapa alternatif pemecahn masalah seperti yang Ibu sudah sampaikan sebelumnya. Yang pertama nak Fajrah dapat lebih menyesuaikan diri di kelas lama dan mencoba akrab dengan nak Ricky.”

 

“jadi begini nak Fajrah, nak Fajrah bisa pindah kelas jika nak Fajrah benar-benar menginginkan itu tetapi konsekuensinya nak Fajrah harus mampu beradaptasi dengan baik. Bagaimana nak Fajrah?”

9.    Memberi umpan balik Memberikan balikan terhadap pemecahan masalah diputuskan Klien Setelah Klien memutuskan untuk memilih satu alternatif, Konselor memberi umpan balik :

“Waaah, itu bagus sekali nak Fajrah. Nak Fajrah telah tetap memilih piihan yang benar dengan begitu nak Fajrah tidak membuang waktu untuk beradaptsi kembali. Dan motivasi nak Fajrah untuk menabung itu sangat bagus sekali. Ibu sangat mendukung keputusan nak Fajrah.”

 

“nah itu sudah cukup baik Nak Fajrah..”

10.              Menyimpulkan / Summary Bersama-sama Kien menyimpulkan pembicaraan dalam pertemuan Konselor dan Klien menyimpulkan pembicaraan :

“Jadi nak Fajrah dari pembicaraan kita tadi, Ibu dapat menyimpulkan bahwa nak Fajrah merasa kesal dan benci kepada Ricky karena sering menggangu dan menggejek baju nak Fajrah yang sudah usang usang. Namun, sebenarnya nak Fajrah ingin lebih akrab dengan nak Ricky, dan dia bisa berhenti menggangu dan menggejek nak Fajrah. Benar begitu nak Fajrah?”

 

“Apa yang dapat nak Fajrah simulkan dari proses konseling ini?”

PENUTUP ATAU TERMINASI
1.    Memberi informasi Memberi informasi berkenaan dengan pemecahan masalah yang diputuskan oleh Klien Konselor memberi informasi berkenaan dengan pemecahan masalah yang diputuskan oleh Klien :

“Baiklah nak Fajrah, dengan keputusan nak Fajrah tadi semoga nak Fajrah dapat lebih akrab lagi dengan nak Ricky. Dan lebih bisa beradaptasi lagi dengan lingkungan sekitar bukan hanya nak Ricky saja.“

 

“Keputusan nak Fajrah sudah cukup baik semoga nak fajrah bisa akrab dengan nak ricky.”

2.    Memberi saran Memberikan saran/usulan tentang cara melaksanakan pemecahan masalah yang diputuskan oleh Klien Konselor memberikan saran/usulan tentang cara melaksanakan pemecahan masalah yang diputuskan oleh Klien :

“Saran Ibu, jika nak Fajrah memutuskan untuk lebih akrab dengan Ricky dan menabung untuk membeli seragam baru. Lebih baik nak Fajrah lebih bisa mengontrol emosi jika nak Ricky mencoba menggangu nak Fajrah dan mencoba lebih ramah lagi dengannya. Kemudian nak Fjrah harus mampu mengelola uang saku nak Fajrah untuk di tabung jangan menghamburkan uang untuk haal yang tidak bermanfaat.

 

“usulan dari Ibu, jika nak Fajrah ingin menabung lebih baik jangan teralu boros agar lebih cepat membeli seragam baru dan nak Ricky tidak mengejek nak Fajrah lagi”

3.    Memperkuat hasrat melakukan sesuatu Memberikan perhatian penuh agar Klien menepati janji Konselor memberikan perhatian penuh agar Klien menepati janji :

“nak Fajrah ibu sangat berharap semoga nak Fajrah dapat berteman baik dengan nak Ricky.”

 

“Ibu sangat berharap agar segala keinginan nak Fajrah membeli seragam baru dan berteman baik dengan Ricky dapat tercapai.”

 

4.    Menghadapi kemungkinan hal yang terjadi Membantu Klien menghadapi kemungkinan kegagalan Konselor membantu Klien menghadapi kemungkinan kegagalan :

“Oh iya nak Fajrah, jika nanti ada keluhan atau sesuatu yang membuat nak Fajrah sedih atau menggangu nak Fajrah jangan sungkan untuk menceritkannya kepada ibu ya?”

 

“jika nanti nak Fajrah ada keluahan dan ingin berkonslutasi kepada Ibu sihkan langsung temui Ibu saja jangan terlalu sungkan ya.”

5.    Menilai hasil konseling Membicarakan perasaan-perasaan Klien Konselor membicarakan perasaan-perasaan Klien :

“Oh iya, apa Ibu boleh tahu apa yang nak Fajrah raskan setelah proses konseling ini?”

 

“apa yang akan nak Fajrah lakukan setelah proses konseling ini?”

 

semoga bermanfaat terimakasih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cara Menjaga Kesehatan Kulit Dengan Pola Hidup Sehat

 

Dengan tujuan menjaga kesehatan kulit, tak sedikit orang khususnya wanita tanpa sadar merubah gaya hidupnya menjadi lebih konsumtif. Melakukan berbagai perawatan agar kulit tetap sehat di salon dengan cara spa atau mandi susu dan ada juga wanita yang lebih memilih pemakaian produk-produk kecantikan dengan julangan harga yang cukup tinggi, namun hal tersebut tidak menjadi dinding penghalang keseriusan mereka. Jelas saja sebab cermin kecantikan tiap orang itu salah satunya adalah penampilan.

Banyak orang yang membuat statement bahwasanya kecantikan itu terpancar dari dalam alias hati bukan melihat parasnya secara fisik. Memang benar adanya, kulit yang putih berseri tidak cukup membuat seseorang di cap baik oleh orang lain, tapi pada kenyataannya indra penglihat kita akan merespon apa yang dilihat pertama kali. Tak masuk akal tiba-tiba mata kita men-judge seseorang yang hendak kita lihat itu baik karena cantik atau buruk karena (maaf) kurang sedap dipandang penampilannya.

Oleh karena itu apakah Anda ingin masuk kedalam kriteria atau kelompok wanita yang cantik dari luar maupun dari dalam? Jika iya apakah Anda masih bingung bagaimana caranya? Slow down ladies! Berikut ini saya akan mencoba memberikan beberapa tips merawat kulit agar sehat sepanjang hari dengan cara mudah dan murah meriah tanpa harus menyiksa kantung Anda.

Untuk menjaga kesehatan kulit Anda tak perlu repot dengan yang namanya perawatan karena pola hidup yang sehat adalah hal yang mendasari terciptanya kulit yang sehat dan cantik, apa saja pola hidup sehat yang dimaksud? Berikut saya rangkum dari JPN Network beberapa gaya hidup yang menyehatkan kulit.

1. Banyak Minum Air Putih

images

Tubuh kita lebih banyak tersusun dari air. Jika kekurangan mineral maka tubuh akan dehidrasi dan kulit pun akan kering akibat kekurangan air yang membantu kelembabannya dari dalam. Apabila Anda ingin terbebas dari masalah yang cukup menciutkan hati Anda mulai sekarang perbanyak minum air putih karena mampu memperlancar sistem peredaran darah dan menjaga kulit dari timbulnya kerutan.

Setidaknya manusia butuh air minimal 8 gelas perhari, jika kurang dari batas yang ditentukan tersebut maka kulit akan mudah mengalami gangguan kesehatan.

2. Tidur Berkualitas Minimal 7 Jam Perhari

Bergadang boleh saja jika memang ada tugas kantor yang belum terselesaikan, namun jangan keseringan sebab ini bisa membahayakan Anda sendiri. Uang yang Anda peroleh dari kerja keras Anda tiap malam sama saja akan terkikis untuk melakukan perawatan kulit di salon. Jadi jika Anda tidak ingin waktu kerja Anda sia-sia begitu saja, usahakan untuk berisitrahat (tidur) selama 7 jam sehari, itu minimal.

Jika jam tidur Anda tidak cukup maka kulit pun akan terima getahnya yaitu tampak kusam dan dehidrasi sehingga butuh waktu lama untuk membuat kulit menjadi sehat dan cerah kembali.

3. Lindungi Kulit Dari Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari pagi hari (pukul 07:00 – 10:00 WIB) sangat baik untuk kesehatan tubuh baik dalam maupun luar (kulit). Namun jika sudah tengah hari, teriknya sinar UV bisa membakar kulit jika Anda terlalu lama membiarkan kulit terpapar oleh matahari tanpa perlindungan.

Jika Anda terpaksa untuk menjalani aktivitas di luar ruangan dimana kulit secara langsung terpapar oleh sinar matahari, langkah awal yang harus Anda lakukan adalah menggunakan tabir surya yang mengandung SPF 45 ke kulit sebelum beraktivitas.

4. Jangan Menyentuh Apalagi Memencet Jerawat

Untuk kulit bagian wajah, kita harus lebih peka terhadap perlindungannya sebab kulit wajah adalah bagian yang paling sensitif terhadap bakteri yang menyebabkan berbagai masalah seperti kulit wajah berminyak, kusam, dan yang paling mengerikan adalah jerawat. Jika kulit wajah Anda sudah ditempeli jerawat maka Anda jangan berkecil hati dulu sebab ada cara mudah untuk mengatasinya yaitu usahakan untuk tidak menyentuh jerawat dengan tangan sebab banyak bakteri atau kuman yang menempel di telapak tangan Anda, selain itu jangan juga Anda memencet jerawat karena akan meninggalkan bekas yang cara menghilangkannya jauh lebih sulit.

  1. Senyum

Ini adalah optional saja, namun wajib juga Anda lakukan karena tidak terlalu sulit dalam menerapkannya bukan? Sebuah studi kasus di tahun 2011 menjelaskan kalau “senyum yang ikhlas dan benar” mampu membuat seseorang tampak awet muda. Hal ini dibuktikan oleh para peneliti dengan cara membandingkan foto orang dengan tiga ekspresi yaitu senyeum, netral, dan cemberut. Ternyata foto tersenyumlah yang paling terlihat awet muda dan menawan.

  1. Hindari Makanan Mengandung Gula

Langkah berikutnya untuk menjaga kesehatan kulit adalah dengan menghindari makanan yang banyak mengandung gula. Menurut penelitian, makanan yang mengandung gula terlalu tinggi akan menyebabkan kolagen dan elastin mengalami kerusakan. Jika sudah begitu, kulit anda akan menjadi keriput dan menjadi kendur. Karena itulah batasi konsumsi gula agar kulit anda tetap segar dan sehat. Gantilah makanan yang mengandung banyak gula dengan buah dan sayur. Hal tersebut perlu anda lakukan karena buah dan sayur merupakan sumber makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang sangat baik untuk kesehatan kulit.

  1. Lakukan Perawatan Rutin

Polusi udara membuat kulit anda menjadi kering dan kusam. Karena itulah anda perlu membersihkan kulit anda agar tetap terlihat bersih dan segar. Cucilah wajah anda setidaknya 3 kali dalam sehari. Hal itu penting karena polusi udara merupakan salah satu penyebab dari munculnya jerawat. Untuk itulah rajin-rajinlah mencuci wajah dan mandi 2 kali dalam satu hari.

  1. Menggunakan Masker Alami

Untuk menghindarkan kulit wajah dari jerawat, gunakan masker jagung muda. Untuk menghindari wajah kusam, gunakan masker mentimun dan untuk menghindari bekas jerawat, anda dapat menggunakan masker jeruk nipis.

Cukup mengikuti pola hidup sehat diatas secara teratur tiap harinya akan membuat kulit menjadi lebih terawat. Itulah beberapa cara menjaga kesehatan kulit dengan mudah.

jsdhj

BK.UAD_1-180x300  Pengertian Dan Tujuan Bimbingan Dan Konseling

A. PENGERTIAN BK

Secara etimologis, bimbingan dan konseling terdiri atas dua kata yaitu “bimbingan” (terjemahan dari kata “guidance”) dan “konseling” (diambil dari kata “counseling”). Dalam praktik, bimbingan dan konseling merupakan satu kesatuan kegiatan yang tidak terpisahkan. Keduanya merupakan bagian yang integral (Tohirin, 2011: 15).

 

  1. Pengertian Bimbingan
  2. a)      Pengertian Bimbingan Secara Etimologi

Menurut Winkel dalam Tohirin (2011: 15-16) istilah “bimbingan” merupakan terjemahan dari kata “guidance”. Kata “guidance”yang kata dasarnya “guide”memiliki beberapa arti :

  1. a)      menunjukkan jalan (showing the way),
  2. b)      memimpin (leading),
  3. c)      memberikan petunjuk (giving instruction),
  4. d)     mengatur (regulating),
  5. e)      mengarahkan (governing), dan
  6. f)       memberi nasihat (giving advice).

 

  1. b)      Pengertian Bimbingan Secara Terminologi
  2. Miller (1961) dalam Surya (1988), menyatakan bahwa bimbingan merupakan proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum kepada sekolah (dalam hal ini termasuk madrasah), keluarga, dan masyarakat (Tohirin, 2011: 16-17).
  3. Selanjutnya Surya (1988) mengutip pendapat Crow & Crow (1960) menyatakan bahwa bimbingan adalah bantuan yang diberikan oleh seseorang baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki pribadi baik dan pendidikan yang memadai, kepada seseorang (individu) dari setiap usia untuk menolongnya mengembangkan arah pandangannya sendiri, membuat pilihan sendiri, dan memikul bebannya sendiri (Tohirin, 2011: 17).
  4. Menurut Stoops mengemukakan bimbingan adalah suatu proses terus – menerus dalam hal membantu individu dalam perkembangannya untuk mencapai kemampuansecara maksimal dalam mengarahkan manfaat yang sebesar – besarnya bagi dirinya maupun masyarakatnya. (kutipan Djumhur dan M. Surya 1975).
  5. Djumhur dan M. Surya memberikan batasan tentang bimbingan, yaitu suatu proses pemberian bantuan terus menerus dan sistematis kepada individu dalam memecahkan masalah yang di hadapinya, agar tercapai kemampuan untuk memahami dirinya sendiri (self understanding), kemampuan untuk menerima dirinya sendiri (self accaptance), kemampuan untuk mengarahkan diri sendiri (self direction) dan kemampuan untuk merealisir diri sendiri (realization), sesuai dengan potensi dan kemampuan dalam mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan.

 

Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa BIMBINGAN berarti : bantuan yang diberikan oleh pembimbing kepada individu agar individu yang dibimbing mencapai kemandirian dengan mempergunakan berbagai bahan, melalui interaksi, dan pemberian nasihat serta gagasan dalam suasana asuhan dan berdasarkan norma-norma yang berlaku

 

  1. Pengertian Konseling

1)      Pengertian Konseling Secara Etimologi

Istilah konseling diadopsi dari bahasa Inggris “counseling” di dalam kamus artinya dikaitkan dengan kata “counsel” memiliki beberapa arti, yaitu nasihat (to obtain counsel), anjuran (to give counsel), dan pembicaraan (to take counsel). Berdasarkan arti di atas, konseling secara etimologis berarti pemberian nasihat, anjuran, dan pembicaraan dengan bertukar pikiran (Tohirin, 2011: 21-22).

 

2)      Pengertian Konseling Secara Terminologi

  1. Mortensen (1964) menyatakan bahwa konseling merupakan proses hubungan antarpribadi d mana orang yang satu membantu yang lainnya untuk meningkatkan pemahaman dan kecakapan menemukan masalahnya (Tohirin, 2011: 22).
  2. James Adam mengemukakan bahwa konseling adalah suatu pertalian timbal balik antara dua orang individu di mana seorang Counselor membantu Counsele supaya ia lebih baik memahami dirinya dalam hubungan dengan masalah hidup yang dihadapinya pada waktu itu dan waktu yang akan datang. (kutipan Djumhur dan M. Surya (1975) .
  3. Rogers (1982) mengemukakan bahwa konseling adalah serangkaian kegiatan hubungan langsung antar individu, dengan tujuan memberika bantuan kepadanya dalam merubah sikap dan tingkah lakunya.
  4. Mortensen dan Schmuller dalam bukunya berjudul Guidance in today’s school (1964) mengemukakan konseling adalah suatu proses hubungan seseorang dengan seseorang di mana yang seseorang di bantu oleh yang lainnya untuk meningkatan pengertian dan kemampuan dalam menghadapi masalahnya.
  5. Wren dalam bukunya yang berjudul student person al work in college, berpendapat bahwa konseling adalah pertalian pribadi yang dinamis antara dua orang yang berusaha memecahkan masalah dengan mempertimbangkan bersama sama, sehingga akhirnya orang yang lebih muda atau orang yang mempunyai kesulitan yang lebih banyak di antara keduanya di bantu oleh orang lain untuk memecahkan masalahnya berdasarkan penentuan diri sendiri.
  6. Williamson dan Foley dalam bukunya Counseling and Dicipline mengemukakan bahwa konseling adalah suatu situasi pertemuan langsung di mana yang seorang terlibat dalam situasi itu karena latihan dan keterampilan yang dimilikinya atau karena mendapat kepercayaan dari yang lain, berusaha menolong yang kedua dalam menghadapi, menjelaskan, memecahkan, dan menanggulangi masalah penyesuaian diri.
  7. Sedangkan menurut American Personnel and Guidance Association (APGA) mendefinisikan konseling sebagai suatu hubungan antara seorang yang terlatih secara profesional dan individu yang memerlukan bantuan yang berkaitan dengan kecemasan biasa atau konflik atau pengambilan keputusan (Tohirin, 2011: 23).

Kesimpulan yang dapat diambil mengenai pengertian KONSELING adalah kontak atau hubungan timbal balik antara dua orang (konselor dan klien) untuk menangani masalah klien, yang didukung oleh keahlian dan dalam suasana yang laras dan integrasi, berdasarkan norma-norma yang berlaku untuk tujuan yang berguna bagi klien (siswa).

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian Bimbingan dan Konseling (BK) adalah proses bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh pembimbing (konselor) kepada individu (konseli) melalui pertemuan tatap muka atau hubungan timbal balik antara keduanya, agar konseli memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya serta mampu memecahkan masalahnya sendiri.

 

  1. TUJUAN BK

Bimbingan dan konseling merupakan pelayanan bantuan untuk siswa baik individu/kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karier; melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku. Tujuan bimbingan dan konseling, yaitu untuk membantu memandirikan siswa dalam mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal.

Sudrajat (2008) menyatakan bahwa pelayanan BK di sekolah diarahkan pada ketercapaian tujuan pendidikan dan tujuan pelaksanaan konseling. Sebagai salah satu lembaga pendidikan, sekolah membutuhkan pelayanan BK dalam penyelenggaraan dan peningkatan kondisi kehidupan di sekolah demi tercapainya tujuan pendidikan yang berjalan seiring dengan visi profesi konseling, yaitu terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam memberikan dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar individu berkembang secara optimal, mandiri, dan bahagia.

Kemudian Winkle (2005:32) mengemukakan bahwa tujuan pelayanan BK yaitu supaya orang-perorangan atau kelompok orang yang dilayani menjadi mampu menghadapi tugas perkembangan hidupnya secara sadar dan bebas mewujudkan kesadaran dan kebebasan itu dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana serta mengambil beraneka tindakan penyesuaian diri secara memadai.

Secara Umum, Ada 5 tujuan yang akan di capai siswa dengan usaha bimbingan dan konseling di sekolah:

  1. Untuk mengenal diri sendiri dan lingkungannya.

Dengan mengenal diri sendiri dan lingkungannya, diharapkan siswa dapat melihat hubungan dan kemungkinan yang tersedia serta memperkirakan apa yang dapat mereka capai sesuai dengan diri mereka sendiri. Dengan kata lain mereka mampu untuk mengenal kelebihan dan kekurangan mereka.

  1. Untuk dapat menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan dinamis.

Maksudnya mereka dapat menerima keterbatasan yang mereka miliki, dengan mengenal keterbatasan diharapkan mereka mampu menerima apa yang ada atau apa adanya yang terdapat pada diri mereka secara positif dan dinamis.

  1. Untuk dapat mengambil keputusan sendiri tentang berbagai hal.

Kenyataan menunjukan bahwa seseorang yang dapat menentukan sendiri dari suatu hal tanpa dipaksa oleh pihak lain, akan memberikan kepuasan tersendirimbagi dirinya sendiri.

  1. Untuk dapat mengarahkan diri sendiri.

Sejalan dengan tujuan sebelumnya, bimbingan dan konseling menginginkan agar pada akhirnya siswa mampu mengarahkan diri mereka sendiri yang di dasarkan pada keputusan yang mereka ambil sesuai dengan apa yang ada pada diri mereka.

  1. Untuk dapat mewujudkan diri sendiri.

Dengan pengenalan diri dan lingkungan, mengambil keputusan sendiri, dan dengan mengarahkan diri sendiri, akirnya di harapkan siswa dapat mewujudkan dirinya sendiri.

 

Secara khusus, bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya yang meliputi aspek pribadi-sosial (afektif), belajar (akademik/kognitif), dan karier (psikomotorik).

  1. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait aspek pribadi-sosial siswa adalah:

1)      Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, sekolah/madrasah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.

2)      Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-masing.

3)      Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan; baik fisik maupun psikis.

4)      Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang lain.

5)      Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat.

6)      Bersikap respek terhadap orang lain, menghormati atau menghargai orang lain, tidak melecehkan martabat dan harga dirinya.

7)      Memiliki rasa tanggung jawab, yang diwujudkan dalam bentuk komitmen terhadap tugas dan kewajibannya.

8)      Memiliki kemampuan berinteraksi sosial (human relationship), yang diwujudkan dalam bentuk hubungan persahabatan, persaudaraan, atau silahturahmi dengan sesama manusia.

9)      Memiliki kemampuan dalam menyelesaikan konflik (masalah) baik bersifat internal (dalam diri sendiri) maupun dengan orang lain.

 

  1. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait aspek belajar (akademik) siswa adalah:

1)      Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar, dan memahami berbagai hambatan yang mungkin muncul dalam proses belajar yang dialaminya.

2)      Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.

3)      Memiliki motifasi yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.

4)      Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, menggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian.

5)      Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.

6)      Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.

 

  1. Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait aspek karier siswa (kebanyakan bagi siswa SMA) adalah:

1)      Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat, dan kepribadian) yang terkait dengan pekerjaan.

2)      Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karier yang menunjang kematangan kompetensi karier.

3)      Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna bagi dirinya dan sesuai dengan norma agama.

4)      Memahami relevansi kompetensi belajar (kemampuan menguasai pelajaran) dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi cita-cita kariernya masa depan.

5)      Memiliki kemampuan untuk membentuk identitas karier, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, kemampuan (persyaratan) yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan kesejahteraan kerja.

6)      Memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi.

7)      Dapat membentuk pola-pola karier, yaitu kecenderungan arah karier. Apabila seorang siswa bercita-cita menjadi seorang guru, maka dia senantiasa harus mengarahkan dirinya kepada kegiatan-kegiatan yang relevan dengan karier keguruan tersebut.

8)      Mengenal keterampilan, kemampuan dan minat. Keberhasilan atau kenyamanan dalam suatu karier amat dipengaruhi oleh kemampuan dan minat yang dimiliki. Oleh karena itu, maka setiap orang perlu memahami kemampuan dan minatnya dalam bidang pekerjaan apa dia mampu, dan apakan ia berminat terhadap pekerjaan tersebut.

 

  1. ARAH PELAYANAN BK

 

  1. Pelayanan Dasar

Pelayanan mengarah kepada terpenuhinya kebutuhan siswa yang paling elementer, yaitu kebutuhan makan dan minum, udara segar, dan kesehatan, serta kebutuhan hubungan sosio-emosional. Orang tua, guru dan orang-orang yang dekat (significant persons) memiliki peranan paling dominan dalam pemenuhan kebutuhan dasar siswa. Dalam hal ini, Guru BK atau Konselor pada umumnya berperan secara tidak langsung dan mendorong para significant persons berperan optimal dalam memenuhi kebutuhan paling elementer siswa.

 

  1. Pelayanan Pengembangan

Pelayanan untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan tahap-tahap dan tugas-tugas perkembangannya. Dengan pelayanan pengembangan yang cukup baik siswa akan dapat menjalani kehidupan dan perkembangan dirinya dengan wajar, tanpa beban yang memberatkan, memperoleh penyaluran bagi pengembangan potensi yang dimiliki secara optimal, serta menatap masa depan dengan cerah. Upaya pendidikan pada umumnya merupakan pelaksanaan pelayanan pengem-bangan bagi peserta didik. Pada satuan-satuan pendidikan, para pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran dominan dalam penyelenggaraan pengembangan terhadap siswa. Dalam hal ini, pelayanan BK yang dilaksanakan oleh Guru BK atau Konselor selalu diarahkan dan mengacu kepada tahap dan tugas perkembangan siswa.

 

  1. Pelayanan Teraputik,

Pelayanan untuk menangani pemasalahan yang diakibatkan oleh gangguan terhadap pelayanan dasar dan pelayanan pengembangan, serta pelayanan pemi natan. Permasalahan tersebut dapat terkait dengan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kehidupan keluarga, kegiatan belajar, karir. Dalam upaya menangani permasalahan peserta didik, Guru BK atau Konselor memiliki peran dominan. Peran pelayanan teraputik oleh Guru BK atau Konselor dapat menjangkau aspek-aspek pelayanan dasar, pelayanan pengem-bangan, dan pelayanan peminatan.

 

  1. Pelayanan Arah Peminatan/Lintas Minat/ Pendalaman Minat Studi Siswa

Pelayanan yang secara khusus tertuju kepada peminatan/lintas minat/pendalaman minat peserta didik sesuai dengan konstruk dan isi kurikulum yang ada. Arah peminatan/lintas minat/pendalaman minat ini terkait dengan bidang bimbingan pribadi, sosial, belajar, dan karir dengan menggunakan segenap perangkat (jenis layanan dan kegiatan pendukung) yang ada dalam pelayanan BK. Pelayanan peminatan/lintas minat/pendalaman minat peserta didik ini terkait pula dengan aspek-aspek pelayanan pengembangan tersebut di atas.

 

  1. Pelayanan Diperluas

Pelayanan dengan sasaran di luar diri siswa pada satuan pendidikan, seperti personil satuan pendidikan, orang tua, dan warga masyarakat lainnya yang semuanya itu terkait dengan kehidupan satuan pendidikan dengan arah pokok terselenggaranya dan suskesnya tugas utama satuan pendidikan, proses pembelajaran, optimalisasi pengembangan potensi siswa.

 

images-1

PENGERTIAN MUJAHADAH, SYAJA’AH DAN SABAR

 

  1. MUJAHADAH

Istilah mujahadah berasal dari kata jahadah-yujahidu-mujahadah-jihad yang berarti mencurahkan segala kemampuan (badzlu al-wus i ). Dalam konteks akhlaq, mujahadah adalh mencurahkan segala kemampuan untuk melepaskan diri dari segala hal yang menghambat pendekatan diri terhadap Allah SWT, baik hambatan yang bersifat internal maupun bersifat eksternal.

Hambatan yang bersifat internal datang dari jiwa yang mendorong untuk berbuat keburukan (nafsu ammarah bi as-sui), hawa nafsu yang tidak terkendali, dan kecintaan kepada dunia. Sedangkan hambatan eksternal datang dari syaithan, orang-orng kafir, munafik, dan para pelaku kemaksiatan dan kemungkaran.

Untuk mengatasi dan melawan semua hambatan (internal dan eksternal) tersebut diperlukn kemaun keras dan perjuangan yang sungguh-sungguh. Perjuangn sungguh-sungguh itulh yang disebut mujahadah. Apabila seseorang bermujahadah untuk mencari keridhaan Allah SWT, maka Allah berjanji akan menunjukkan jalan kepadanya untuk mencapai tujunnya tersebut. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

Dan orang-orang yang bermujahadah untuk ( mencari keridhaan ) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah bena-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al- Ankabut 29:69). (TAMBAHKAN AYATNYA)

 

  1. Objek Mujahadah

Secara terperinci objek mujahadah ada enam yaitu :

  1. Jiwa yang selalu mendorong seseorang untuk melakukan kedurhakaan atau dalam istilah Al-Qur’an fujur . di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa Allah SWT megilhmkn kepada jiwa jalan kefasikan dan ketaqwaan.
  2. Hawa nafsu yang tidak terkendali, yang menyebabkan seseorang melakukan apa saja untuk memenuhi hawa nafsunya itu tanpa memperdulikan arangan-larangan Allah SWT, dan tanpa memperdulikan mudharat bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.
  3. Syaithan yang selalu menggoda umat manusia untuk memperturutkan hawa nafsu sehingga mereka lupa kepada Allah SWT, dan untuk selajutnya lupa kepada dirinya sendiri. Banyak cara dilakukan oleh syaithan untuk mengoda umat manusia, baik dengan cara menjungkir balikkan nilai-nilai kebeneran, mencampuradukan hak dan btil, maupun dengan menakut-nakuti manusia untuk menyatakan keberan.
  4. sKecintaan terhadap dunia yang berlebihan sehingga mengalahkan kencintaan kepada akhirat, padahal kebenaran manusia di dunia hanya bersifat sementara, secara individual sampai maut datang menjemput, dan secara umum samapai kiamat datang. Kehidupan yang abadi adalah kehidupanj di akhirat.
  5. Orang-orang kafir dan munafik yang tidak pernah berpuas hati sebelum orang-orang yang beriman kembali menjadi kufur.
  6. Para pelaku kemaksiatan dan kemungkaran, termasuk dari orang-orang yang mengaku berman sendiri, yang tidak hanya merugikan mereka sendiri, tapi tidak merugikan masyarakat. Perbuatan mereka dapat menganggu dan menghambat orang lain melakukan ibadah dan amal kebijakan. Untuk itulah orang-orang yang beriman diperintahkan oleh Allah SWT untuk melakukan nahimunkar, di samping amar ma’aruf.

 

  1. Cara Mujahadah

Secara garis besar ada tiga cara mujahadah. Yang pertama, sebagai landasan teoritis, berusaha sungguh-sungguh : (1) Memahami hakikat jiwa dan bagaimana pengaruh kebaikan dan keburukan yang dilakukan terhadap kesucian jiwa; (2) menyadari bahwa hawa nafsu jika dikelola dengan baik akan berakibat positif untuk kebaikan diri, tapi kalau dibiarkan tidak tekendali akan merusak; (3) menyadari dan mengingat selalu bahwa syaithn tidak akan pernah berhenti menjerumuskan umat manusia dengan segala macam cara; (4) menyadari bahwa segala kenikmatan hidup dunia belum ada artinya dibandingkan dengan kenikmatan yang akan didapatkan di surga; (5)menyadari bahwa sebagian besar orang-orang kafir dan munafik tidak akan pernah berdiam diri selama orang-orang berfirman tidak mengikuti pandangan dan sikap hidup meeka; (6) menyadari bahwa kemaksiatan dan kemungkaran kalau dibiarkan akan dapat merusak masyarakat dan menghancurkan segala kebaikan yang sudah bersusah payah dibangun.

Cara mujahadah yang kedu adalah dengan melakukan amal ibadah praktis yng dituntunkan oleh rasulullah saw untuk memperkuat mental spiritual dan meningkatkan semangat juang untuk menghadapi semua tantangan di atas. Amlan-amalan praktis tersebut : (1). Sering mendirikan shalat malam; (2). Mengerjakan puasa sunnah senin kamis atau puasa sunnah lainnya; (3). Membaca Al-Qur’an sebanyak-banyaknya; (4). Berzikir dan berdoa terutama mohon perlindungan Allh SWT dari godaan syaitan.

Cara mujahadah ketiga (untuk menghadapi hambatan dari luar) adalah dengan jihad, mulai dari jihad dengan harta benda , ilmu pengetahuan, tenaga, sampai kepada jihad dengan nyawa (perang fi sabilillah) (QS. Ash-Shaf 61:10-13).

 

  1. SYAJA’AH

Syaja’ah artinya berani, tapi bukan berani dalam arti siap menentang siapa saja tanpa memperdulikan apakah dia beada di pihak yang benar atau salah, dan bukan pula berani memperturutkan hawa nafsu. Tetapi berani yang berlandaskan kebenaran dan dilakukan dengan penuh pertimbangan.

Keberanian tidak ditentuka oleh kekuatan fisik, tetapi ditentukan oleh kekuatan hati dan kebersihan jiwa. Betapa banyak orang yang fisiknya besar dan kuat, tapi hatinya lemah, pengecut. Sebaliknya betapa banyak yang fisiknya lemah, tapi hatinya seperti hati singa. Rasulullah saw menyatakan :

“ bukanlah yang dinamakan yang dikatakan pemberani itu orang yang kuat bergulat. Sesungguhnya pemberani itu ialah orang yang sanggup menguasai dirinya di waktu marah.” (H. Muttafaqun’Alaihi). (TAMBAHKAN AYATNYA)

  1. Bentuk –Bentuk Keberanian

Keberanian tidak hanya ditunukkan dalam peperangan, tapi juga dalam berbagai spek kehidupan. Berikut ini beberapa bentuk keberanian yang disebutkan oleh Al-Qur’n dan sunnah :

  1. Keberanian menghadapi musuh dalam peperangan (jihad fi sabilillah). Seorang muslim harus berani terjun ke medan perang menegakan dan membela kebenaran.
  2. Keberanian menyatakan kebenaran (kalimah al-bh) sekalipun dihadapan pengusa yang zalim. Kebenaran memang harus disampaikan meski mengandung resiko.
  3. Keberanian untuk mengendalikan diri tatkala marah sekalipun dia mampu melampiskannya.

 

  1. Sumber Keberanian

Menurut Raid Abdul Hadi, dalam bukunya Mamarat al-Haq, paling kurang ada tujuh faktor yang menyebabkan seorang memiliki kebeanian yaitu :

  1. Rasa Takut Kepada Allah SWT

Rasa takut kepada Allah SWT membuat seorang tidak takut kepada siapapun selama dia yakin bahwa yang dilakukannya adalah dalam rangka menjalankan perintah-Nya. Mereka yakin bahwa Allah akan memberikan pertolongan dan perlindungan.

  1. Lebih Mencintai Akhirat daripada Dunia

Bagi seorang muslim dunia bukanlah tujuan akhir. Dunia adalah jembatan menuju ke akhirat. Oleh sebab itu dia tidak akan ragu meninggalkan dunia assalkan mendapatkan kebahagiaan di akhirat. Sebaliknya, bila seorang lebih mencintai dunia daripada akhirat, maka dia akan takut mengahadapi segala sesuatu yang dapat menyebabkan dia kehilangan dunia.

  1. Tidak Takut Mati

Kematian adalah suatu kepastian. Cepat atau lambat setiap orang pasti mati. Seorang muslim tidak takut mati, apalagi mati dalam jihad.

  1. Tidak Ragu-Ragu

Diantara yang menyebabkan munculnya rasa takut adalah peasaan ragu-ragu. Apabila seorang ragu-ragu dengan kebenaranyang dia perjuangkan, tentu diakan takut menghadapi resiko.

  1. Tidak Menomor Satukan Kekuatan Materi

Seorang muslim memang meyakini bahwa kekuatan materi diperlukan dalam perjuangan, tapi materi bukanlah segala-galanya. Dibalik itu tetap Allah SWT YNG menentukan.

  1. Tawakal dan Yakin Akan Pertolongan Allah SWT

Orang-orang yang memperjuangkan kebenaran tidak pernah merasa takut, karena stelah mengarahkan segala tenaga, tinggal dia bertawakkal dan mengharapkan pertolongan dari Allah SWT.

  1. Hasil Pendidikan

Sikap berani lahir dari pendidikan, baik di rumahtangga, sekolah, masjid maupun dari lingkungan. Anak-anak yang diasuh dan didikdik oleh orantua pemberani juga akan tumbuh dan berkembang menjadi pemberani, demikianlah seterusnya.

 

  1. Jubun atau Penakut

Lawan dari sifat syaja’ah adalah jubun (al-jubn), yaitu penakut. Takut mengahdapi musuh, takut menyatakan keberanian, takut gagal, takut menghadapi resiko dan ketakutan-ketakutan lainnya. Penakut adalah sifat yang tercela, sifat orang-orang yang tidak benar-benar takut kepada Allah SWT.

siapa yang takut kepada Allah, Allah akan membuat segala sesuatu takut kepadanya. Sebaliknya siapa yang tidak takut kepada Allah, maka Allah akan membuat dia takut kepada segala sesuatu.” (TAMBAHKAN AYATNYA)

 

  1. SABAR

secara etimologis, sabar (ash-shabr) berarti menahan dan mengekang (al-habs wa al-kuf). Secara terminologis sabar berarti menahan diri dari segala sesuatu yang tidak disukai karena mengharap ridha Allah. Yang tidak disukai itu tidak selamanya terdiri dari hal-hal yang tidak disenangi seperti musibah kematian, sakit, kelaparan dan sebagainya, tapi juga bisa berupa hal-hal yang disenangi misalnyasegala kenikmatan duniawi yang disukai oleh hawa nafsu. Sabar dalam hal ini berarti menahan dan mengekang diri dari memperturutkan hawa nafsu.

Menurut Imam al-Ghazali, sabar merupakan ciri khas manusia, binatang dan malaikat tidak memerlukan sikap sabar.

  1. Macam-Macam Sabar

Menurut Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya Ash-shabrfi Al-Qur’an, sabar dapat dibagi menjadi eman macam :

  1. Sabar Menerima Cobaan Hidup

Cobaan hidup, baik fisik maupun nonfisik, akan menimpa semua orang, baik berupa lapar, haus, sakit, rasa takut, kehilangan orang-orang yang dicintai, kerugiaan harta benda, dan lain sebagainya. Cobaan seperti itu bersifat alami, manusiawi, oleh sebab itu tidak ada stupun orang yang dapat menghindar.

  1. Sabar dari Keinginan Hawa Nafsu

Hawa nafsu menginginkan segala macam kenikmatan hidup, kesenangan dan kemegahan dunia. Untuk mengendalikan segala keinginan itu diperlukan kesabaran.jangan samapai semua kesenangan hidup dunia itu membuat seseorang lupa diri, apalagi lupa kepada Allah.

  1. Sabar Dalam Ta’at Kepada Allah SWT

Dalam menaati perintah Allah, terutama dalam beribadah kepada-Nya, diperlukan kesabaran.

  1. Sabar Dalam Berdakwah

Jalan dakwah adalah jalan panjang berliku-liku yang penuh dengan segala onak dan duri. Seseorang yang melalui jalan itu harus memiliki kesabaran.

  1. Sabar Dalam Perang

Dalam peperangan sangat diperlukan kesabaran, apalagi menghadapi musuh yang lebih banyak atau lebih kuat. Dalam keadaan terdesak sekalipun, seorang prajurit islam tidak boleh lari meninggalkan medan perang kecuali sebagai bagian dari siasat perang (QS. Al-Anfal 8:15-16).

  1. Sabar Dalam Pergaulan

Dalam pergaulan sesama manusia baik antara suami-istri, antara orang tua dengan anak, antara tetangga dengan tetangga, antara guru dengan murid, atau dalam masyarakat yang lebih luas, akan ditemui dalam hal-hal yang tidak menyenangkan atau menyinggung perasaan.

 

  1. Keutamaan Sabar

Sifat sbar dalam islam menempati posisi yang istimewa. Al-Qur’an mengaitkan sifat sabar dengan bermacam-macam sifat mulia lainnya. Karena sabar merupakan sifat mulia yang istimewa, tentu dengan sendirinya orang-orang yang sabar juga menempati posisi yng istimewa. Misalnya dalam menyebutkan orang-orang beriman yang akan mendapat sorga dan keridhaan Allah SWT, orang-orang yang sabar ditempatkan dalam urutan pertama sebelum yang ain-lainnya.

  1. Jaza’u

Lawan dari sifat sabar adlah Ial-jaza’u yang berarti gelisah, sedih, keluh kesah, cemas dan putus asa, sebagaimana dalam fiman Allah SWT :

sama saja bagi kita , mengeluh ataukah bersabar, sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.” (QS. Ibrahim 14:21). (TAMBAHKAN AYATNYA)

Ketidak sabaran dengan segala bentuknya adalah sifat yang tercela. Orang yang dihinggapi sifat ini, bila menghadapi kegagalan akan mudah goyah, berputus asa dan mundur dari medn pejuangan. Sebaliknya apabila mendapatkan keberhasilan juga akan cepat lupa diri.

Tips Merawat Rambut Berjilbab Agar Tidak Rontok Dan Lebih Sehat

Tips merawat rambut berjilbab – Rambut merupakan mahkota kebanggan bagi setiap wanita, tidak terkecuali bagi wanita yang menggunakan jilbab. Tanpa rambut tentunya wanita akan merasa mminder, sehingga tidak aneh jika banyak wanita yang mengeluarkan uang banyak untuk perawatan rambutnya.

Untuk wanita yang menggunakan jilbab, sudah tentu cara merawat rambutnya berbeda, sebab dengan rambut yang selalu ditutupi, tidak menutup kemungkinan rambut akan terasa rontok, lepek, bau karena keringat. Untuk itu nitips.com akan memberikan info bagaimana cara merawat rambut berjilbab yang benar seperti berikut ini.

  1. Gunakan bahan jilbab yang dapat menyerap keringat

Menggunakan hijab atau jilbab dalam kehidupan sehari-hari memang akan membuat rambut lebih mudah berkeringat. Jadi rambut akan terasa lepek dan kotor. Hal ini tentu akan menyebabkan ketombe dan memicu kerontokan rambut. Anda harus lebih pintar saat mengenakan jilbab dalam kesehariannya. Lebih baik pilihlah bahan jibab yang adem seperti bahan katun karena lebih mudah menyerap keringat. Dengan begitu, Anda akan terbebas dari masalah kerontokan rambut meskipun berhijab.

  1. Jangan gunakan jilbab saat rambut basah

Ketika Anda baru saja mandi dan berkeramas, jangan terburu-buru untuk menggunakan jilbab di kepala. Keringkan rambut terlebih dahulu saat Anda akan menggunakan jilbab. Menggunakan jilbab pada saat rambut masih basah akan memicu rambut jadi mudah rontok dan menjadikan rambut makin lepek dan bau. Anda bisa mengeringkan rambut dengan cara alami seperti menyeka dengan handuk. Jangan menggosok rambut saat akan mengeringkannya karena justru akan memperparah kerontokan. Jika Anda buru-buru, bisa menggunakan hair dryer untuk mengeringkan rambut. Namun aturlah pada suhu rendah agar rambut tidak rusak.

  1. Jangan ikat rambut terlalu kencang

Mengikat rambut memang akan memudahkan kita saat akan mulai beraktifitas. Mengikat rambut juga biasa dilakukan pada saat akan tidur karena bisa mencegah rambut jadi berantakan. Namun sebaiknya jangan mengikat rambut terlalu kuat. Mengikat rambut dengan ikatan yang kuat bisa membuat akan rambut tertarik sehingga menyebabkan rambut rontok. Selain itu, gunakan ikatan dengan bahan yang lembut agar rambut lebih nyaman.

  1. Rutin berkeramas

Tips merawat rambut berjilbab agar tidak rontok juga bisa dilakukan dengan keramas secara teratur. Pilihlah jenis shampo yang sesuai untuk jenis rambut yang Anda miliki. Jagalah kebersihan dan kesehatan kulit kepala dengan berkeramas secara rutin. Dengan rambut serta kulit kepala yang bersih, maka penyebab rambut rontok bisa dicegah.

  1. Pilih jilbab warna soft

Selain menggunakan jilbab dengan bahan katun yang menyerap keringat, Anda juga perlu memperhatikan warna jilbab saat akan menggunakannya. Gunakanlah jilbab dengan warna yang lembut agar kulit kepala terasa nyaman dan tidak mudah kepanasan.

  1. Istirahatkan rambut

Sebaiknya beri rambut untuk istirahat saat di rumah dan ketika Anda istirahat. Biarkan rambut terurai tanpa diikat ketika di rumah agar lebih mudah bernapas. Cara ini akan membuat rambut jadi lebih segar dan dapat mencegah datangnya ketombe.

  1. Konsumsi makanan bergizi

Selain merawat rambut dari luar tubuh, Anda juga perlu melakukan perawatan dari dalam tubuh. Salah satu yang bisa dilakukan yaitu dengan konsumsi makanan yang bergizi untuk mendukung kesehatan rambut. Konsumsilah makanan yang mengandung vitamin B-6, vitamin B-12, vitamin C, vitamin E dan juga protein karena bisa membuat kesehatan rambut lebih baik. engan rambut sehat yang kuat, kerontokan rambut bisa diminimalisir.

  1. Jangan gunakan jilbab saat rambut basah

Ketika Anda baru saja mandi dan berkeramas, jangan terburu-buru untuk menggunakan jilbab di kepala. Keringkan rambut terlebih dahulu saat Anda akan menggunakan jilbab. Menggunakan jilbab pada saat rambut masih basah akan memicu rambut jadi mudah rontok dan menjadikan rambut makin lepek dan bau.

Anda bisa mengeringkan rambut dengan cara alami seperti menyeka dengan handuk. Jangan menggosok rambut saat akan mengeringkannya karena justru akan memperparah kerontokan. Jika Anda buru-buru, bisa menggunakan hair dryer untuk mengeringkan rambut. Namun aturlah pada suhu rendah agar rambut tidak rusak.

  1. Jangan ikat rambut terlalu kencang

Mengikat rambut memang akan memudahkan kita saat akan mulai beraktifitas. Mengikat rambut juga biasa dilakukan pada saat akan tidur karena bisa mencegah rambut jadi berantakan. Namun sebaiknya jangan mengikat rambut terlalu kuat. Mengikat rambut dengan ikatan yang kuat bisa membuat akan rambut tertarik sehingga menyebabkan rambut rontok. Selain itu, gunakan ikatan dengan bahan yang lembut agar rambut lebih nyaman.

  1. Rutin berkeramas

Tips merawat rambut berjilbab agar tidak rontok juga bisa dilakukan dengan keramas secara teratur. Pilihlah jenis shampo yang sesuai untuk jenis rambut yang Anda miliki. Jagalah kebersihan dan kesehatan kulit kepala dengan berkeramas secara rutin. Dengan rambut serta kulit kepala yang bersih, maka penyebab rambut rontok bisa dicegah.

  1. Pilih jilbab warna soft

Selain menggunakan jilbab dengan bahan katun yang menyerap keringat, Anda juga perlu memperhatikan warna jilbab saat akan menggunakannya. Gunakanlah jilbab dengan warna yang lembut agar kulit kepala terasa nyaman dan tidak mudah kepanasan.

  1. Istirahatkan rambut

Sebaiknya beri rambut untuk istirahat saat di rumah dan ketika Anda istirahat. Biarkan rambut terurai tanpa diikat ketika di rumah agar lebih mudah bernapas. Cara ini akan membuat rambut jadi lebih segar dan dapat mencegah datangnya ketombe.

  1. Konsumsi makanan bergizi

Selain merawat rambut dari luar tubuh, Anda juga perlu melakukan perawatan dari dalam tubuh. Salah satu yang bisa dilakukan yaitu dengan konsumsi makanan yang bergizi untuk mendukung kesehatan rambut. Konsumsilah makanan yang mengandung vitamin B-6, vitamin B-12, vitamin C, vitamin E dan juga protein karena bisa membuat kesehatan rambut lebih baik. engan rambut sehat yang kuat, kerontokan rambut bisa diminimalisir.

Berikut Tips Rambut Sehat terimakasih kepada yang menyempatkan membaca.

 

CARA MENDESAIN KAMAR TIDUR YANG SEMPIT DAN MEBUAT HIASAN DINDING

 

  1. Desain Kamar Tidur Sempit Minimalis Sederhana

Mendesain kamar tidur sempit yang tidak memiliki lahan yang luas adalah salah satu hal yang susah-susah gampang. Mendesain kamar tidur sempit tidak hanya membuat desain interior untuk menghemat ruang, tetapi juga mengkombinasikan gaya dekorasi dengan luas ruangan sehingga menghasilkan keseimbangan dan keindahan. Hal tersebut tentu saja membutuhkan perencanaan yang matang serta sentuhan seni yang baik.

  1. Kamar Tidur Sempit Bukan Berarti Buruk

Ya benar, jika Anda tidak memiliki lahan yang luas untuk kamar tidur Anda maka bukan berarti Anda harus menyerah untuk mendapatkan desain yang nyaman namun elegan. Pemilihan desain yang tepat serta penataan yang baik dalam mendekorasi kamar tidur dapat memberikan kenyamanan dan keindahan tersendiri bagi kamar tidur Anda, meskipun luas kamar tidur Anda terbatas.

 

  1. Mendesain Interior Kamar Tidur Sempit? No Problem!

Dalam mendesain kamar tidur berukuran kecil, maka semua hanyalah tentang trik membuat ilusi lebih luas, space saving, dan furniture untuk menympan barang Anda dengan desain yang kreatif. Tentu ditambah dengan desain yang bersih dan rapi adalah hal yang wajib. Mulai dari pencahayaan, peawranaan, dan kaca sebagai aksesoris, apapun itu baik kecil maupun besar semuanya akan membuat perbedaan didalam kamar tidur Anda.

 

  1. Jangan Tambahkan Banyak Warna Dalam Kamar Tidur Anda

Menambahkan terlalu banyak warna didalam kamar tidur yang memiliki lahan terbatas justru akan memberikan efek lebih sempit! Yaa justru membuat kamar tidur Anda lebih sempit dibandingkan aslinya!

 

  1. Gunakan Pencahayaan Yang Baik

Pencahayaan yang baik merupakan salah satu aspek yang penting jika Anda ingin membuat kamar tidur Anda yang berukuran terbatas menjadi lebih menyenangkan dan cantik untuk dipandang. Cobalah untuk menghilangkan bagian-bagian ruangan yang gelap dengan menggunakan cahata baik cahaya secara alami melalui kaca jendela maupun menggunakan lampu.

 

  1. Gambar Foto Desain Kamar Tidur Sempit Minimalis Sederhana

Disini kami akan sajikan beberapa Desain Kamar Tidur Sempit Minimalis Sederhana yang kami kumpulkan dari decoist.com dan freshome.com yang pastinya akan membuat Anda semakin terinspirasi. Selamat menikmati!

7. cara Membuat Hiasan Dinding Dari Kertas

Semua orang saya yakin mempunyai kertas di rumah, lalu kertas seperti apa yang bisa gunakan apakah kertas koran, kertas kado atau jenis kertas yang seperti apa, nah untuk tutorial yang pertama kita akan membuay hiasan dinding menggunakan kertas karton duplex, kertas jenis ini sering di gunakan untuk membungkus makanan, kenapa kertas yang satu ini kita gunakan, karena bahannya yang lebih tebal sehingga lebih mudah dalam membentuk model seperti yang kita inginkan, sekarang kita persiapkan bahan-bahan yang akan kiota gunakan untuk membuat hiasan dinding ini.

Bahan-Bahan / Peralatan:

  • Kertas karton duplex
  • Gunting
  • Penggaris
  • Pencil
  • Lem
  • Pylox sebagai warna yang akan di gunakan

 

Setelah kita mneyediakan peralatan atau bahan yang akan kita gunakan, maka tahap selanjutnya adalah cara pembuatannya, seperti yang saya jelaskan di atas  tadi, caranya cukup mudah bahkan sangatlah mudah yuk kita simak cara pembuatannya seperti di bawah ini.

Cara Pembuatan

  • Buatlah pola persegi panjang dengan lebar 4 cm ataupun 3 cm dengan panjang 10 cm (banyaknya pola tergantung pada model yang akan kita buat semakin besar ukuran tersebut semakin banyak pola yang di buat)
  • Potong pola tersebut menggunakan gunting yang kita sediakan tadi
  • bentuklah pola tersebut dengan cara menyatukan ujung dari pola tersebut sehingga terjadi lekukan
  • Rangkailah pola tersebut dan rekatkan dengan lem
  • Setelah pola sudah anda rangkai maka biarkan terlebih dahulu lem tersebut kering
  • Dan tahap terakhir adalah pewarnaan gunakan lah pylox yang sudah kita sediakan tadi dan untuk urusan warna bisa anda sesuaikan dengan selera anda masing-masing.

Berikut contoh kamar yang nyaman dan minimalis

Desain Kamar Tidur Sempit Minimalis Sederhana 6 Desain Kamar Tidur Sempit Minimalis Sederhana 7

 

Hallo semua aku sedikit mau cerita ni tapi maaf jika bahasanya kurang baku ya.

Aku sama aja kok kaya anak remaja pada umumnya yang mempunyai hobby. Tapi hobiku ini agak sedikit beda sih sama kalian. Aku seorang fansgirling yang sangat mengidolakan pria yang bertubuh tinggi dan bermuka sangat tampan ini. Dia adalah seorang idol KPOP kebayang dong kalo jadi fans KPOP itu gimana?

Gatau dari mana mulanya ya tapi bisa kalian ketahui kalau jadi fans itu bagaimana? Ya kita hanya sangat menggaguminya sangat menyanjungnya tapi pada kenyataannya mereka tidak mengetahui sedikitpun mengenai kita (hahhaha maksudnya saya). Aku sangat hobi mengoleksi semua tentang dia bahkan aku bisa gila kalau ada orang yang ngomongin tentang dia atau yang suka sama dia (rasanya pengen nabok), temen-temenku sampe bilang aku udah overdose kaya lagunya idola ku yups “EXO”.

Sebelumnya aku nggak kenal kaya beginian tapi setelah tahu sama group mereka aku jadi suka sama salah satu membernya. Dia adalah salah satu rapper dari group tersebut, dia sering di panggil HAPPY VIRUS. Karena dia selalu menyebar hal positif dan kebahagaian kepada semua orang termasuk aku (hehheh maaf bukan alay Cuma mau cerita aja kok). Aku tau semua tentang dia yang bahkan aku belum tentu tahu semua tentang orang atau teman disekitarku.

Aku benar-benar suka banget sama yang namanya “PARK CHANYEOL”. Dia di panggil Chanyeol oleh teman-temannya. Pria satu ini mempunyai seorang nuna (kakak perempuan) dan dia kebetulan anak bungsu. Dia itu tipe pria idaman bagetlah bagi para cewe kecuali yang antislah. Ini hanya sekedar hobi kok nggak lebih aku masih kenal sama dunia nyata, masih ingin kalau itu semua hanya khayalan kalau bisa ketemu sama chanyeol. Tapi apa boleh dikata kalau udah teranjur suka hehehe.

Maaf sebelumnya untuk para pembaca jika kurang berkenan silahkan abaikan dan tidak perlu menggapnya. Dan terimakasih kepada kalian yang sudah nyempetin waktu untuk membaca.

Ini dia si muka tampan yang asli dari KORSEL dan NO OPLAS.

chanyeol-exo-fashion-kpop-Favim.com-4014855

29c7e844008929dba628dab8a5f58b88

untuk melihat video Abang ganteng satu ini silahkan buka link ini

BIMBINGAN DAN KONSELING

Ini adalah contoh publisher yang udah saya buat. Saya sedikit mencertikan mengenai universitas tempat saya menimbah ilmu dan Prodi tempat saya memperdalam ilmu mengenai Bimbingan dan Konseling. Saya sedikit mempromosikan prodi saya. Untuk memasuki prodi bimbingan dan konseling harus mempunyai cukup mental loh karena di prodi yang satu ini sungguh kita dituntut siap dengan semua keadaannya. Bisa dibayangkan jika sedang uas saja belajar sambil ngerjain tugas akhir yang deadline.

Untuk para MABA silahkan mengambil pilihan jurusan yang tepat untuk menggambil jenjang yang lebih tinggi. Disini ada sedikit mengenai petunjuk tentang UAD dan Bimbingan dan Konseling.

Untuk kalian yang inigin membuat publisher  ini adalah langkah-langkah cara membuat MS publisher dengan baik.

Langkah-Langkah Membuat Brosur di Microsoft Publisher

Kali ini saya akan sedikit berbagi mengenai langkah-langkah pembuatan brosur di Microsoft Publisher 2010. Sebenarnya bukan hanya brosur saja, melainkan banyak pilihan seperti flyer, sertifikat, banner dan lain-lain yang bisa kita buat di Microsoft Publisher.

  1. Langkah Pertama

Untuk memulai pembuatan Brosur, langkah pertama buka Microsoft Publisher dengan cara klik Start – All Program – Microsoft Office – Microsoft Publisher – Enter.

kemudian Klik Brochures – Enter

  1. Langkah Kedua

Selanjutnya pilih kategori brosur sesuai keinginan dan keperluan yang diinginkan. Pilih design yang menarik agar banyak peminat. Misalnya seperti contoh Tilt – Create.

Tampilan pada lembar kerja Microsoft Publisher :

Disini ada dua halaman, halaman pertama untuk brosur bagian luar dan halaman kedua untuk brosur halaman dalam. Brosur ini adalah halaman lipat 3, seperti brosur pada umumnya.

  1. Langkah Ketiga

Kosongkan kolom-kolom yang ada di slide brosur tersebut untuk mempermudah proses pengisian brosur.

Untuk slide pertama, seperti tampilan di bawah ini :

Untuk yang slide kedua kosongkan kolom-kolomnya, akan tetapi format desainnya biarkan seperti semula. Seperti contoh :

Agar kelihatan menarik, edit dan ubahlah tampilan dari pola yang telah ada. Untuk format desain pada slide kedua copy di slide pertama dan sesuaikan dengan besar brosur yang akan dibuat.

  1. Langkah Keempat

Buat semenarik mungkin dengan menambahkan tulisan, gambar, maupun tema-tema yang ada pada template brosur yang dipilih. Design yang menarik agar mengangkat minat pembaca.

Untuk memasukkan teks ke dalam slide brosur, caranya dengan Klik Draw Text Box – Enter.

Buatlah kotak sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan untuk memasukkan gambar, caranya pun cukup mudah. Dengan cara Klik Insert – Picture – Pilih gambar yang akan dipakai – Lalu Tekan Insert.

Kemudian atur format gambar sesuai dengan keinginan, dengan cara Klik Gambar – Nanti akan keluar Picture Tool – dan pilih format gambar yang diingankan.

  1. Langkah Kelima

Slide Pertama

Untuk slide pertama, masukkan butiran seperti sejarah instansi, tujuan instansi, struktur organisasi maupun nama-nama instansi beserta logo dari instansi yang akan dibuat tersebut. Atau bisa juga bisa diisi sesuai dengan kebutuhan brosur yang akan dibuat.

Setelah semua sudah terisi lengkap sesuai dengan kebutuhan, langkah selanjutnya yakni atur format design dengan cara Klik Page Desain –Schemes – Pilih tema yang diinginkan.

Kemudian atur warna background semenarik mungkin, dengan cara Klik Page Desain – Background – Pilih sesuai keinginan masing-masing.

Slide Kedua

Langkah-langkahnya pun hampir sama dengan slide yang pertama hanya saja pada slide kedua ini tidak perlu mengubah tema lagi, karena tema yang dipilih di slide awal akan mengubah juga di slide kedua.

Untuk slide kedua ini, bisa diisi beberapa butiran seperti foto kegiatan instansi, fasilitas-fasilitas yang ada di instansi, serta visi dan misi yang ada di instansi tersebut. Atau bisa juga dikreasikan sesuai dengan kebutuhan brosur.

Untuk mendesign lembar kerja brosur, caranya pun sama dengan slide pertama, dengan cara Klik Page Desain – Schemes – dan pilih sesuai selera masing-masing.

Atur background semenarik mungkin untuk mendukung tampilan brosur yang akan dipromosikan dengan cara Klik Page Desain – Background – Dan pilih sesuai selera.

  1. Langkah Keenam

Langkah Keenam adalah langkah terakhir, yakni proses penyimpanan. Setelah semua tahap-tahap telah usai dan telah diperiksa kembali struktur, desain, dan tatanannya. Barulah kita simpan dengan cara Klik Save.

Untuk lebih jelasnya silahkan klik link disini

ini sebagian contoh publisher

BK DEPAN

 

BK BELAKANG

VIDEO KONSELING PRIBADI

Video yang berdurasi kurang lebih 15 menit ini menceritakan tentang konseling pribadi.

Di dalam konseling tersebut konseli menceritakan keadaan dirinya yang sedang bermasalah atau memiliki msalah dengan temannya. Konseli bercerita kepada konselor bahwa ia sedang binggung mengenai teman dekatnya. Karena ia memiliki teman baru yang saat ini sedang dekat dengannya. Akan tetapi teman lamanya kurang bisa memahami situasi dan kondisi konseli. Teman lama konseli menuntut agar konseli tidak lupa kepada teman lama jika memiliki teman baru, akan tetapi konseli binggung dengan pernyataan temannya tersebut. Karena, konseli merasa bahwa tindakkannya itu sudh cukup adil terhadap teman lama dan teman yang baru dikenalnya.

Pada dasarnya teman lama konseli mulai menjahui konseli dengan alasan bahwa konseli terlalu sibuk dengan teman barunya dan lupa kepada teman lamanya. Jadi konseli binggung harus berbuat apa agar teman lamanya tidak menjahuinya. Konselor pun membantu konseli untuk mengatasinya dengan memberikan saran agar konseli membuat pengertian yang baik dan memberikan alasan yang logis kepada teman lamanya jika hendak berpergian dengan teman barunya atau sedang melakukan sesuatu dengan teman lainnya.

Dengan proses konseling yang cukup lama dan akhirnya konseli mampu memcapai sebuah keputusan dan mengerti harus berbuat apa kepada teman-temannya.

untuk lebih jelasnya silahkan klik link dibawah ini

 

11

 

 

DAFTAR CEK MASALAH (DCM)

  1. PENGERTIAN DAFTAR CEK MASALAH (DCM)

Daftar cek masalah (DCM) merupakan daftar cek yang khusus disusun untuk merangsang atau memancing pengutaraan masalah-masalah atau problem-problem yang pernah atau sedang dialami seseorang.

Masalah siswa merupakan suatu hal yang penting diketahui olehkonselor, sebab masalah inilah yang mungkin menjadi sebab-sebab terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Dan masalah merupakan starting point di dalam kita memberikan layanan bimbingan konseling. Pada prinsipnya masalah yang menimpa diri individu harus segera dipecahkan (diatasi) agar tidak mengganggu kehidupan individu yang bersangkutan, dan mungkin pula individu-individu lainnya.

Metode inventori (Daftar Cek Masalah/DCM) instrumen berupa pertanyaan yang harus dipilih oleh subyek sesuai dengan keadaan dirinya. Metode inventori (Daftar Cek Masalah/DCM) merupakan salah satu laporan diri atau deskripsi diri yang dipakai untuk mengetahui adanya masalah yang dihadapai individu secara langsung menggunakan alat-alat tertentu.

DCM adalah sekumpulan pernyataan yang harus ditanggapi oleh siswa dengan jujur dan spontan, apakah pernyataan-pernyataan tersebut saat ini menjadi masalah pribadinya atau tidak. Pernyataan-pernyataan tersebut, dikelompokkan kedalam 11 bidang masalah, yakni:

 

  1. Masalah Kesehatan
  2. Masalah Ekonomi
  3. Masalah Rekreasi dan Hobby/Kegemaran
  4. Masalah Kehidupan Sosial
  5. Masalah Hubungan Pribadi
  6. Masalah Muda-Mudi
  7. Masalah Kehidupan Keluarga
  8. Masalah Agama dan Moral
  9. Penyesuaian terhadap Sekolah
  10. Masalah Masa depan dan Cita-Cita, dan
  11. Masalah penyesuaian terhadap Kurikulum

 

Dari pernyataan-pernyataan masalah yang dipilih oleh siswa, selanjutnya Konselor Sekolah atau Guru Pembimbing dapat mengolah hasil jawabannya kedalam program excel. Harapannya pekerjaan kita akan lebih cepat, mudah dan akurat.

Setelah hasil analisis masalah telah kita peroleh, Konselor/Guru Pembimbing dapat merumuskan dan menyusun strategi jenis layanan Bimbingan dan Konseling apa yang saat ini mendesak dibutuhkan oleh siswa.

 

 

 

  1. Alasan Penggunaan DCM

Penggunaan Daftar Cek Masalah (DCM) dilakukan atas dasar pertimbangan efisien, intensif, validitas dan reliabilitas (Sutoyo & Supriyo, 2008) :

  1. Efisien, DCM dikatakan efisien, karena dengan DCM dapat diperoleh banyak data tentang masalah dan kebutuhan siswa dalam waktu singkat.
  2. Intensif, karena data yang diperoleh melali DCM lebih teliti, mendalam dan luas. Data semacam ini sulit diperoleh melalui teknik lain seperti observasi, otobiografi, wawancara, sosiometri dan sebagainya.
  3. Validitas dan reliabilitas. DCM dikatakan valid dan reliabel, antara lain karena individu yang bersangkutan mengecek sendiri masalah yang telah atau sedang dialami, di samping daftar jumlah item kemungkinan masalah yang tersedia cukup banyak, sehingga individu dapat mencermati dan memilih masalah yang sesuai dengan dirinya.

 

  1. Fungsi dan Kegunaan DCM

Sebagai salah satu cara untuk memahami individu dalam pelayanan bimbingan dan konseling, DCM mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Untuk memudahkan individu mengemukakan masalah yang pernah dan sedang dialami. Dengan DCM memungkinkan individu mengingat kembali masalah-masalah yang pernah dialaminya.
  2. Untuk sistematisasi jenis masalah yang ada pada individu agar memudahkan analisis dan sintesis dengan cara/alat lain.
  3. Untuk menyarankan suatu prioritas program pelayanan bimbingan dan konseling sesuai dengan masalah individu atau kelompok pada saat itu.

Kegunaan DCM

Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menggunakan DCM, yaitu:

  1. Untuk melengkapi data individu yang sudah ada
  2. Untuk mengenal individu yang perlu segera mendapat bimbingan khusus
  3. Sebagai pedoman penyusunan program bimbingan klasikal dan bimbingan kelompok pada umumnya
  4. Untuk mendalami masalah individu maupun kelompok

 

  1. Pedoman pembuatan

Langkah langkah dalam pembuatan DCM

  1. Konselor menyiapkan bahan sesuai dengan jumlah siswa
  2. Konselor benar-benar menguasai petunjuk cara mengerjakan
  3. Pelaksan
  4. Mengontrol situasi ruang
  5. Konselor memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan penggunaan tujuan
  6. Memberikan instruksi terhadap siswa untuk mempersiapkana alat-alat tulis
  7. Membagikan lembar daftar cek masalah
  8. Memberikan instruksi kepada siswa untuk menulis identitas diri dan tanggal pelaksanaan daftar cek masalah siswa
  9. Membacakan petunjuk cara mengerjakan daftar cek masalah
  10. Memberi contoh cara mengerjakan cek masalah
  11. Memberikan instruksi cara mengerjakan daftar cek masalah, dan memperingatkan agar siswa mengerjakan dengan tenang, dan teliti, serta memberitahukan bahwa waktu yang disediakan cukup lam kurang lebih satu jam
  12. Mengontrol apakah para siswa telah mengerjakan daftar cek masalah dengan benar
  13. Mengumpulkan pekerjaan siswa.

 

  1. Petunjuk Pengadministrasian DCM

Agar hasil kegiatan ini valid dan reliabel perlu diberikan petunjuk pelaksanaan dan cara mengerjakan DCM. Petunjuk yang harus diperhatikan itu meliputi petunjuk bagi instruktur dan petunjuk bagi siswa.

  1. Petunjuk bagi instruktur

Keterampilan konselor melaksanakan DCM ini mencakup: (1) Persiapan, yaitu sebelum melaksanakan, dan (2) Pelaksanaan, yaitu menjelang dan pada waktu mengerjakan.

1)     Hal-hal penting dalam persiapan adalah:

  1. a)   Menyiapkan bahan (buku DCM) sesuai dengan jumlah siswa
  2. b)   Menguasai petunjuk cara mengerjakan DCM

2)     Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan meliputi berbagai kegiatan, antara lain:

  1. a)     Mengontrol situasi ruangan, siswa harus duduk tenang, menghindari suara yang mengganggu, menyingkirkan benda-benda yang tidak perlu agar tidak mengganggu pelaksanaan.
  2. b)     Konselor menerangkan maksud menggunakan DCM itu, untuk menumbuhkan kepercayaan, dan motivasi pada siswa
  3. c)     Menyuruh siswa mempersiapkan alat tulis
  4. d)     Membagikan lembar DCM
  5. e)     Menginstruksikan kepada siswa untuk menulis identitas dan tanggal pelaksanaan DCM
  6. f)       Membagikan buku DCM, setiap siswa satu buku
  7. g)     Membacakan petunjuk cara mengerjakan DCM, sementara siswa memperhatikan sambil membaca dalam hati petunjuk tersebut
  8. h)     Memberi contoh (misal dengan menulis di papan tulis atau di layar LCD) cara mengerjakan DCM, yaitu memberi tanda cek (√) pada nomor di lembar jawaban yang item nomor tersebut menjadi masalah bagi dirinya.

 

  1. Petunjuk bagi siswa

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh siswa, yaitu:

  1. Siswa harus mempunyai minat dan kemauan untuk mengutarakan masalah yang sebenarnya
  2. Siswa harus menyadari bahwa jika ia mengerjakan secara asal-asalan ataupun tidak serius, hanya akan merugikan dirinya sendiri
  3. Siswa harus menulis identitasnya sendiri
  4. Siswa harus mematuhi tata cara mengerjakan DCM.
  5. Memberi instruksi mengerjakan DCM, mengingatkan agar para siswa mengerjakan dengan tenang, teliti dan memberitahukan waktu yang disediakan cukup lama (+ 40 menit)
  6. Mengontrol apakah siswa telah mengerjakan DCM dengan benar
  7. Mengumpulkan pekerjaan siswa.

 

  1. Analisis DCM

Setelah semua pekerjaan siswa dikumpulkan, tugas konselor selanjutnya adalah menganalisis pekerjaan itu. Analisis tersebut meliputi analisis individual dan analisis kelompok.

  1. Analisis Individual

Langkah-langkah dalam menganalisis secara individual (per-siswa) ialah:

1). Menjumlahkan butir (item) yang menjadi masalah individu pada tiap-tiap topik masalah.

2). Mencari persentase per-topik masalah, dengan cara mencari rasio antara jumlah butir yang menjadi masalah dengan jumlah butir topik masalah.

3). Mencari jenjang (ranking) masalah, dengan cara mengurutkan % topik masalah dari yang terbesar sampai terkecil.

4). Mengkonversikan % masalah ke dalam stan-ten scale dan predikat nilai A, B, C, D, dan E. Konversi tersebut adalah sebagai berikut:

0% = 10 = A (Baik Sekali)
1% – 10% = 8 = B (Baik)
11% – 25% = 6 = C (Sedang)
26% – 50% = 4 = D (Kurang)
51% -100% = 2 = E (Kurang Sekali)

 

  1. Analisis Kelompok.
  2. Analisis Perbutir Masalah.
  3. Analisis pertopik Masalah.
  4. Pertanyaan Terbuka.
  5. Masalah Individu.

 

  1. Penyajian Hasil Analisis Data DCM

Hasil analisis data DCM perlu disajikan untuk dimasukkan ke dalam cummulative record agar sewaktu-waktu dapat diketemukan dan dipergunakan dengan mudah. Penyajian ini dapat dilakukan secara individual maupun kelompok.

Penyajian data DCM ini didasarkan pada hasil analisis masalah individual dan kelompok sebagaimana telah dipaparkan di muka. Hasil analisis data DCM adalah sebagaimana dipaparkan dalam Tabel-tabel berikut.

 

Tabel 1

Rekapitulasi Butir Masalah Siswa Berdasarkan DCM

Siswa kelas VIIIA SLTP Pringgodani Semarang Semester I tahun 2011/2012

 

No I. Kesehatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
1 1
2 2
3 6
4 0
5 8
6 5
7 2
8 4
9 0
10 1
11 4
12 7
13 6
14 3
15 2
16 2
17 1
18 5
19 2
20 2
21 7
22 3
23 6
24 3
25 1
26 8
27 11
28 4
29 4
30 6
31 3
32 2
33 5
34 4
35 1
36 7
37 4
38 0
39 2
40 2
41 6
42 7
43 2
44 7
2 3 14 8 9 1 10 11 8 1 11 16 5 1 20 6 0 0 21 0 168

 

Untuk lebih jelasnya silahkkan klik link di bawah ini