Inilah Hukuman bagi Penjudi di Indonesia

Jun 4, 20 • HukumNo CommentsRead More »

Bandarqq – Tidak ada satu judipun yang menguntungkan. Tidak hanya mampu membuat pelakunya kehabisan uang, judi juga bisa memberikan efek buruk bagi kesehatan. Bahkan yang tidak kalah buruknya, judi bisa mengakibatkan pelakunya memiliki kepribadian yang sama sekali tidak baik.

Fenomena judi memang bukanlah perihal baru pada tatanan kehidupan ini. Bahkan judi memiliki sejarah yang sangat panjang dalam kehidupan manusia, hingga akhirnya tidak sedikit yang menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari hingga menjadi kebiasaan yang mendarah daging.

Di Indonesia sendiri, aturan perundangan-undangan tentang judi telah dibuat cukup lama dan terdapat beberapa. Seperti judi konvensional, telah diatur dalam KUHP yang diatur dalam pasal 303 serta pasal 303bis KUHP yang kemudian diperkuat dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 1974 mengenai Penertiban Perjudian.

Sementara pada judi nonkonvensional, hukumnya terdapat dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 pada Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (1).2. Jenis nonkonvesional dimaksudkan pada judi online yang bisa diakses melalui internet, baik itu menggunakan komputer maupun telepon genggam.

Perlakuan hukum bagi setiap pelaku judi memang berbeda di setiap negara. Di Indonesia sendiri hukuman bagi para penjudi sebetulnya masih cukup ringan. Bahkan beberapa pelaku judi yang sudah kecanduan, menganggap hukuman tersebut sama sekali tidak memberikan efek jera.

Untuk kasus perjudian bandarqq konvensional yang terungkap, maka pelakunya hanya akan dikenai sanksi kurungan penjara paling lama 10 tahun. Ditambah dengan denda maksimal 25 juta rupiah. Kemudian untuk judi online, maka hukuman yang akan diberikan adalah pidana penjara maksimal 6 tahun dengan denda maksimal 1 miliar rupiah.

Itu artinya, hukuman bagi pelaku judi ini masih beragam dan akan berbeda pada satu kasus judi dengan kasus judi lainnya. Bahkan tidak sedikit pelaku judi yang telah ditangkap kemudian didakwa, hanya akan mendekam beberapa bulan saja di dalam penjara.

Rentang waktu hukuman bagi para penjudi yang cukup pendek tersebut, memang tidak cukup untuk membungkam para pemain lama. Bahkan tidak sedikit ditemukan pemain-pemain baru perjudian. Terlebih lagi pada judi online yang bisa diakses oleh siapa saja dan kapan saja.

Yang lebih mengkhawatirkan, pejudi-pejudi kelas teri ini merambah kalangan pelajar dan mahasiswa. Di mana kebiasaan buruk ini berawal dari lemahnya pengawasan orang tua hingga para pelajar memulai dengan kebiasaan buruk seperti merokok, mencoba minuman beralkohol hingga meningkat pada judi.

Di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam atau biasa disebut Aceh, ada satu jenis hukuman bagi para penjudi yang cukup berhasil menurunkan tingkat perjudian di kota ini. Hukuman tersebut adalah hukum cambuk yang di atur dalam pasal 18 Qanun (Peraturan daerah/Perda) Aceh No. 6 Tahun 2014. Juga berdasarkan putusan dari Mahkamah Syariah Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Tahun 2019 serta surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Nagan Raya Nomor, tanggal 24 Oktober 2019, dan seterusnya.

Hukuman cambuk tersebut akan dilakukan di muka umum dan tempat terbuka. Adapun bagian yang akan dicambuk adalah bagian punggung pelaku. Terdapat perbedaan posisi terdakwa cambuk tersebut, di mana bila ia adalah seorang pria, maka harus dalam posisi berdiri, sementara jika ia wanita maka posisinya haruslah duduk.

Hukuman bagi para penjudi di Serambi Mekkah ini memang terdapat pro dan kontra. Namun di sisi lain, selain judi banyak kejahatan dan perilaku buruk yang mulai menghilang di kota tersebut. Bahkan tidak sedikit yang pernah mengalami hukuman tersebut akhirnya meninggalkan kota karena rasa malu

Ini membuktikan bahwa hukuman tersebut bisa saja diperhitungkan meskipun masih banyak yang perlu dipertimbangkan. Termasuk bila sudah berbicara masalah hak asasi manusia yang cukup pelik.

Yang pasti, untuk meninggalkan efek jera sebagai hukuman bagi para penjudi memang seharusnya lebih ditingkatkan lagi di negara ini. Kemudian akses-akses yang memungkinkan bertumbuhnya perjudian sudah seharusnya semakin diperketat dan dibatasi. Tidak saja bagi judi konvensional namun juga judi nonkonvensional yang terkadang tidak nampak dan saru.

Sementara jika dilihat dari sudut pandang agama, semua agama sangatlah menentang perbuatan ini. Bahkan larangan perjudian juga tertulis di semua kitab, baik itu untuk umat kristiani, Hindu, Budha dan tentu saja agama Islam. Ini cukup membuktikan bahwa judi sudah seharusnya ditinggalkan oleh siapapun juga.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak faktor yang menyebabkan orang memilih judi sebagai jalan hidupnya. Salah satunya adalah karena faktor ekonomi dan kesenjangan sosial. Sehingga keinginan untuk menikmati uang dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat sangatlah besar. Kemudian hukuman bagi para penjudi yang membayangipun tidak dihiraukan.

Di sinilah peran pemerintah sangat diperlukan, sehingga pemerataan ekonomi bisa didapatkan oleh setiap lapisan masyarakat. Mempermudah dan memperluas lapangan kerja, hingga menerapkan sistem pendidikan yang baik yang kelak mengubah pola pikir masyarakatnya.

Ada satu hal lagi yang membuat seseorang mudah terjerumus ke dalam perjudian dan perbuatan buruk lainnya. Yaitu, kurangnya memahami agama dan aturan-aturan yang diberlakukan agamanya. Sehingga hukuman bagi para penjudi yang sudah tertulis dalam kitab, juga diabaikan.

Yang semakin memperparah keadaan adalah, buruknya lingkungan sekitar yang tidak jarang menutupi adanya perbuatan perjudian. Sehingga akhirnya judi semakin sulit untuk diberantas.

Demikianlah beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai judi disertai dengan hukuman bagi para penjudi yang terdapat di Indonesia. Baik itu secara agama maupun secara aturan pemerintah yang telah diatur dalam Undang-Undang. Berat atau tidaknya hukuman-hukuman tersebut, sebetulnya kembali kepada pelaku serta lingkungan sekitarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Skip to toolbar