Baru punya kartu kredit? Hati-hati, sebaiknya jangan sampai digunakan untuk gesek tunai di merchant. Gesek tunai kartu kredit adalah aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan uang tunai dalam waktu cepat dengan cara menggesek kartu di mesin EDC merchant-merchant tertentu dengan dalih seolah membeli barang. Padahal praktik ini sifatnya ilegal dan Bank Indonesia telah menghimbau pengguna kartu kredit untuk menghindari praktik yang satu ini dalam peraturannya. 

Untuk mengatasi ini, sudah banyak cara yang dilakukan pihak bank, salah satunya adalah menghentikan kemitraan dengan merchant yang menyediakan fasilitas gestun hingga memasukkannya ke daftar hitam. Tapi, seperti yang ditebak, praktik gestun tetap saja masih banyak dilakukan karena lumayan menguntungkan merchant. Dalam hal ini, merchant biasanya akan meminta fee penarikan sekitar 3% dari total uang yang ditarik pemilik kartu kredit. 

Sementara kita sebagai pemilik kartu, akan dihadapkan oleh 4 risiko berikut ini jika melakukan gesek tunai. 

Kredit macet & skor kredit memburuk

Bisa dapat uang cepat dengan gestun, tentu bikin ketagihan. Alih-alih berfungsi mempermudah pembayaran dan transaksi, kartu kredit malah dianggap sebagai dana cadangan pribadi. Padahal, yang kamu lakukan adalah menambah beban keuangan baru dalam bentuk utang. Jika dilakukan terus-menerus, tentu saja berpotensi besar terjadi kredit macet sehingga membuat skor kreditmu terpuruk. Tahu kan apa dampaknya jika skor kreditmu rendah? Ya, benar, kamu bakal kesulitan mendapatkan kredit kembali di masa depan. 

Perlu diingat, setiap kamu menggesek tunai kartu kredit, ada dua biaya tambahan yang harus kamu bayarkan di luar dari pokok uang yang diambil: fee untuk merchant tempat kamu gestun serta bunga sekitar 2% – 3% yang menyertai tagihan kartu kreditmu di bulan depan. Meskipun bunga gestun “lebih rendah” dibanding tarik tunai kartu kredit di ATM, tetap saja, transaksimu terhitung ilegal karena bank membacanya sebagai pembelian barang, bukan pencairan tunai. 

Masuk daftar hitam & sulit membuat kartu kredit baru

Tentu saja, bank tidak tinggal diam ketika praktik gestun masih marak di lapangan. Ketika kamu “rajin” gestun di merchant, kartu kreditmu akan berpotensi besar mengalami kendala. Apalagi, jika merchant tempat gestun tersebut sudah masuk dalam daftar hitam OJK atau BI. Bukan tidak mungkin, kartu kreditmu bisa diblokir oleh bank penerbit. Otomatis, data-data pribadimu di Bank Indonesia pun akan turut masuk dalam daftar data hitam atau bermasalah. Apa dampaknya? Minimal, ketika kartu kreditmu tidak diblokir, kamu bakal susah mendapat kesempatan naik limit kartu kredit dari bank terkait. Sementara lebih jauh lagi, kamu bakal kesulitan ketika mengajukan pembuatan kartu kredit baru di bank lain sebab data-datamu sudah tercatat bermasalah. 

Terjebak masalah pencucian uang

Bedanya gesek tunai di merchant dengan tarik tunai kartu kredit di ATM adalah seberapa besar uang yang bisa didapat. Dengan gestun, kamu bisa “menguras” limit kartu kredit sampai 0, sedangkan di ATM, kamu hanya bisa menarik 40%-60% dari total limit kartu kreditmu. Jangan senang atau tergiur dulu. Justru, di sinilah risiko paling berbahaya dari gestun: pencucian uang. Merchant (apalagi yang tidak kredibel) bisa saja menerima gestun karena telah bekerja sama dengan pihak atau oknum yang ingin menyalurkan dana hasil tindak pidana dan aktivitas ilegal lain agar tidak terekam jejaknya oleh pihak berwajib. Nah, kalau sudah begini, maka pemilik kartu kredit yang melakukan gestun bisa ikut-ikutan tersandung kasus hukum, lho. 

Pencurian data (skimming)

Jika gestun dilakukan di merchant yang abal-abal, kartu kreditmu juga berisiko tinggi terkena skimming atau pencurian data. Modus skimming kerap digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan cara memanipulasi mesin EDC: menempel card skimmer yang akan dengan mudah membaca data kartu kredit sesaat setelah digesekkan untuk mendapat uang tunai. Karena kecilnya ukuran card skimmer, pemilik kartu kredit biasanya tidak akan menyadari bahwa kartu kreditnya sudah dalam bahaya. Setelah proses skimmed selesai, data kartu kreditmu akan digunakan oleh oknum tersebut untuk melakukan transaksi-transaksi di merchant. Kalau sudah begini, yang harus bertanggungjawab dan bakal kelimpungan sama tagihannya, tentu saja kamu lho. 

Daripada gesek tunai kartu kredit, lebih baik pakai Kredivo: bisa buat kredit barang & dicairkan jadi pinjaman tunai secara legal

Kalau kamu mau bikin kartu kredit di bank cuma supaya bisa gestun sesuka hati, lebih baik ditunda dari sekarang. Sebab, selain supaya nggak terkena risiko-risiko di atas, sekarang sudah ada alternatif fasilitas kredit yang bisa all in one dalam satu platform: bisa buat transaksi harian, bulanan, kredit barang s.d 12 bulan, sampai dicairkan menjadi pinjaman tunai. Kredivo adalah fintech yang menyediakan layanan all in one tersebut. Sebagai kartu kredit digital, mulai dari daftar, transaksi, hingga pencairan limit, semua dilakukan secara online melalui aplikasi Kredivo. Kamu dapat mengunduh aplikasi Kredivo secara gratis di Google Play Store atau App Store untuk melakukan pendaftaran. 

Nggak kalah dengan kartu kredit, Kredivo dapat memberikan limit maksimal s.d Rp 30 juta bagi user Premium. Namun sebelum daftar sebagai user Premium, kamu harus memenuhi tiga persyaratan berikut: 

  1. Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) berusia minimal 18 tahun. 
  2. Memiliki penghasilan tetap minimum Rp 3 juta per bulan. 
  3. Tinggal di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi. 

Kamu juga harus memiliki dokumen: 

  1. KTP asli: difoto dengan ponsel kemudian unggah ke aplikasi Kredivo saat daftar. 
  2. Akun internet banking atau NPWP sebagai bukti penghasilan.
  3. Akun e-commerce yang aktif dan ada riwayat pembelanjaannya. 

Hanya dalam waktu 1 x 24 jam, kamu sudah bisa memiliki akses kredit all in one jika pendaftaran akunmu di-approve oleh Kredivo. Setelah itu, limit Kredivo dapat kamu gunakan untuk bertransaksi di aplikasi Kredivo itu sendiri (pulsa, paket data, token PLN, PPOB, dll), transaksi kredit di 250 lebih e-commerce atau merchant ternama di Indonesia, hingga diubah menjadi pinjaman tunai langsung melalui aplikasi Kredivo. 

Untuk kredit barang, Kredivo memberikan syarat minimum pembelanjaan sebesar Rp 1 juta di merchant rekanan, dengan opsi tenor 3/6/12 bulan dan suku bunga angsuran 2,95% per bulan. Sementara untuk transaksi di bawah Rp 1 juta, kamu dapat menggunakan opsi bayar dalam 30 hari tanpa bunga yang disediakan Kredivo. Beli sekarang, bayarnya bulan depan. 

Untuk pinjaman, Kredivo memberikan opsi tenor mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan dengan suku bunga yang sama: 2,95% per bulan dan potongan biaya admin di awal sebesar 6% dari total pinjaman. Pinjaman yang diajukan, akan diproses pencairan dalam waktu minimal 1 hari kerja sejak pengajuan disetujui. 

Kredivo juga merupakan fintech yang sudah terdaftar di OJK sejak tahun 2018 dan menggunakan teknologi keamanan yang setara dengan yang digunakan perbankan. Jadi, keamanan data-datamu di Kredivo sangat dijamin! 🙂