Makin Sip, Ini Dia 3 Teknologi Enkripsi SSH Yang Mumpuni! Ketangguhan sistem secure shell ini tak mungkin berjalan mulus tanpa teknologi mutakhir yang membersamai nya. Berbeda dengan besutan sebelumnya, SSH dinilai mampu menyempurnakan koneksi sehingga terproteksi dengan sempurna.

SSH memiliki 3 pilar penopang yang menjadikan sistem ini mantap. Yakni, enkripsi hashing, asimetris juga simetris. Kolaborasi tiga sistem ini berperan sebagai pemasti proses pertukaran file atau data agar lebih aman. Khususnya melalui server juga client.

Jadi, anda sudah tahu belum terkait teknologi enkripsi SSH yang cukup moncer ini? Tak perlu bingung, simak saja dulu. Yap, siapa tahu nantinya anda bakalan butuh. Sehingga ketika akan menerapkan sistem ini anda sudah paham. Ya, kan?

Bongkar 3 Teknologi Enkripsi SSH Yang Banyak Diminati Oleh Para User

Memiliki sistem tangguh tentu ada rahasia nya dong? Bagi anda yang sedang mengulik info tentang ssh ini better to paid attention untuk referensi berikut ini ya!

  1. Hashing

Teknik enkripsi satu ini mengambil peranan dalam pengamanan data melalui proses kriptografi. Teknik ini sering klau disebut one-way-hash atau hashing dengan satu arah. Fungsinya ialah, mengkreasikan sebuah nilai yang panjang dan identik.

Kode-kode nilai ini tentu untuk melindungi pertukaran file selama koneksi SSH berjalan. Melalui enkripsi jenis ini, semua data yang dienkripsi tak mungkin dikembalikan karena melalui sistem satu arah. Umumnya teknik ini dipakai untuk mengecek orisinalitas dari message sebelumnya.

Anda bisa menjajal HMAC, yang mana diketahui cukup ampuh melindungi data dari manipulasi apapun. HMAC sendiri keepndrkna dari Hash-Based Message authentication.

  1. Enkripsi Simetris

Terkenal dengan shared key, enkripsi ini dilakukan  secara bersamaan. Yakni antara klien dengan server. Seperti metode musyawarah, nantinya klien juga server bakal mencari langkah perlindungan. Agar pihak ketiga tak mampu menjebol data yang sedang dienkripsi maupun didekripsi.

Pertukaran kunci ini hanya akan mengirimkan data saja. Sehingga kunci yang ada di klien ataupun server tak ikut dikirim. Makanya, algoritma ini dipastikan aman. Melalui sshstores.net, proses pertukaran data ini dijamin mampu membuat pihak ketiga kewalahan jika ingin mengetahuinya.

  1. Enkripsi Asimetris

Berbeda dari sistem kedua, yang ini memiliki jenis kunci dengan dua tipe. Yang pertama private key, dan satunya ialah public key. Kunci pribadi atau private hanya dipunyai pihak server saja. Sementara public key dimiliki oleh pihak pengguna atau klien.

Uniknya sistem ini hanya bisa dijalankan dengan kolaborasi kedua kunci tersebut. Sehingga dipastikan  tak ada kunci yang berseberangan. Sehingga cara ini dilakukan sebagai jalan satu arah. Makanya, sang host atau klien ini tak mungkin bisa membuka pesan melalui kunci publik jika telah dienkripsi.

Bagaimana, sudah ada gambaran tentang sistem ini? atau justru makin bingung? Tapi,  Semoga artikel tentang teknologi enkripsi SSH ini dapat membantu anda ya. Butuh platform sip untuk urusan satu ini?