JUJUR ITU INDAH

JUJUR ITU INDAH
A. Pengertian Jujur
Kejujuran berarti meredam kebohongan dan mencegah kemunafikan. Kejujuran atau jujur artinya perkataan yang sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar – benar ada. Jujur juga berarti apa yang kita ucapkan sama dengan apa yang kita lakukan. Dan jujur juga bisa dalam artian menepati janji, mau yang telah terucap atau yang masih dalam hati nurani.
Sedangkan jujur menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tulus, tidak culas, lurus hati. Lawan kejujuran adalah dusta atau bohong. Jadi dalam menunjukkan kepercayaan sesuatu yang bisa diartikan sebagai akhlaq dasar yang paling minimal yang harus kita miliki adalah jujur. Padahal, kadang kita sering berbohong tetapi tidak merasa iman kita bermasalah.
Kejujuran juga bersangkutan dengan pengakuan. Dalam hal ini kita ambil contoh, siswa meminta izin kepada orang tua untuk berangkat bersekolah dan dia sampai di sekolah. Hal ini salah satu bentuk jujur kepada diri sendiri dan orang lain bahwa dia benar – benar sampai sekolah. Contoh lain yaitu ketika ujian siswa tidak dapat mengerjakannya, dia tetap berusaha sendiri untuk menjawab dan tidak menyontek. Ini juga adalah bentuk pengakuannya bahwa dia benar – benar menggunakan kemampuannya untuk mendapatkan nilai yang bagus.

B. Mengapa Harus Jujur?
Kejujuran adalah modal dasar agar bisa dipercayai orang lain yang ada di sekitar kita. Orang yang jujur sudah tentu disukai banyak orang. Sekali berbohong maka rusak sudah kepercayaan kita di mata orang lain. Oleh sebab itu jadilah orang jujur yang tidak suka berbohong untuk menjaga nama baik kita di mata orang lain.
C. Manfaat Jujur
1. Perasaan enak dan hati tenang, jujur akan membuat pelakunya menjadi tenang karena ia tidak takut akan kebohongannya. Karena jujur adalah ketenangan sedangkan dusta adalah kegelisahan.
2. Selamat dari bahaya. Orang yang jujur walaupun pertama – tama ia merasa berat akan tetapi pada akhirnya ia akan selamat dari berbagai bahaya. Tapi jika kita berniat bohong agar selamat, maka sesungguhnya bahaya yang lebih besar sudah akan menerjang karena kebohongan kita tersebut akan dipercaya oleh orang lain.
3. Akan dihormati oleh sesama manusia, karena semua orang menghargai kejujuran yang sejati.

D. Dampak Orang Berbohong
1. Kepercayaan dari orang lain. Ketika kepercayaan itu kita dapatkan dari banyak pihak, maka segala urusan akan lebih mudah. Namun, ketika kepercayaan itu hilang, maka kepercayaan itu sangat sulit untuk dibentuk kembali. Sekali kita telah berbohong, maka orang akan menilai kita tidak jujur dan walau kita sudah berusaha memperbaikinya dengan berkata jujur namun sulit bagi orang lain untuk percaya lagi kepada kita.
2. Ketika orang sudah tidak lagi mempercayai kita, maka kita seakan –akan tidak memiliki teman sejati. Semua akan menjauhi kita karena apa yang kita bicarakan sudah dinilai mengandung sebuah kebohongan. Pada kondisi tersebut kita akan menjadi orang yang paling malang karena tidak memilki haraga diri dan tidak aka nada yang mau mendengarkan perkataan kita.

E. Bagaimana Menjadi Orang yang Jujur?
1. Katakan semua itu sesuai dengan apa adanya dan jangan ada tambahan sedikitpun.
2. Jangan asal berkata jika sekiranya kita tidak mampu membuktikannya. Karena perkataan yang belum terjadi itu namanya janji. Janji adalah hutang.
3. Perbanyaklah diam dan bicaralah seperlunya saja. Mulutmu adalah harimaumu. Jika engkau salah dalam berkata maka engkau akan diterkam oleh perkataanmu sendiri. Jika kita ditanya orang lain untuk mengatakan sejujurnya, maka kalau kita tidak mau menjawab sebaiknya alihkan perhatian pembicaraan (ganti topik).
4. Ingat takut akan Tuhan, kalau berbohong itu adalah dosa.

Referensi:
Qaimi, Ali. 2003. Mengajarkan Keberanian dan Kejujuran pada Anak. Bogor : Cahaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *