Lisosom hanya dimiliki oleh sel hewan. Sementara tumbuhan tidak memiliki organel ini. Lisosom berasal dari kata Lyso yang berarti pencernaan, sementar Som berarti tubuh. Bagian ini berperan penting dalam sistem pencernaan intraseluler di berbagai kondisi.

Fungsi Lisosom Pada Sel Hewan

Lisosom berbentuk seperti kantong terikat membran yang di dalamnya menyimpan 40 sampai 50 jenis enzim hidrolitik. Di antara enzim-enzim itu adalah protease, lipase, glikosidase, nuklease, fosfolipase, sulfatase, dan fosfatase. Nantinya mereka semua menghirolisis semua jenis makromolekul seperti protein, lipid, fosfolipid, polisakarida dan asam nukleat. Enzim-enzim itu juga dapat membentuk PH asam 5. Keberadaan mereka sangat penting untuk pencernaan.

Lalu apa saja fungsi dari organel Lisosom ini?

Fungsi Lisosom Pada Sel Hewan

  • Endositosis

Endositosis adalah proses masuknya makromolekul  dari luar sel ke dalam sel. Yang kemudian materi-materi itu dibawa ke vesikel kecil yang disebut sebagai endosom awal. Materi-materi akan dipilah, kemudian diputuskan akan dibawa ke endosom lanjut atau dibuang ke sitoplasma.

Saat materi masuk ke endosom lanjut, ia akan dimatangkan, dan terbentuklah si Lisosom ini.

  • Autofagi

Fungsi Lisosom selanjutnya adalah untuk menjalankan proses Autofagi. Proses ini digunakan untuk pembuangan serta degradasi pada bagian sel itu sendiri. Layaknya organel yang sudah tidak herfungsi lantas dibuang.

Kemudian bagian REK akan menyelubungi organel lalu membentuk autofagosom. Autofogosom tersebut selanjutnya berkembang menjadi Lisosom atau Endosom lanjut dengan memanfaatkan enzim hidrolitik dari trans golgi. Proses Autofagi sangat berguna untuk embrio manusia, transformasi berudu menjadi katak, dan berguna untuk sel hati. Informasi yang lebih jelas bisa baca di pastiguna.com.

  • Fagositosis

Partikel yang memiliki ukuran besar dan mikroorganisme (bakteri atau virus) akan masuk ke dalam sel. Partikel-partikel tersebut dibungkus menggunakan membran, yang akhirnya membentuk Fogosom.

Frogosom tersebut berfusi bersama enzim hidrolitik lalu bergabung dengan Lisosom untuk mencerna makanan yang masuk.

  • Autolisis

Autolisis adalah proses penghancuan diri yang dilakukan sel dengan membebaskan isi Lisosom ke dalam sel. Contoh dari proses ini adalah dengan melihat apa yang terjadi pada katak. Ketika seekor berudu, berubah menjadi katak, ekornya akan hilang karena diserap oleh perkembangan tubuh si katak. Selain itu, Lisosom juga mampu menghancurkan senyawa-senyawa karsiogenik yang masuk ke dalam tubuh sel hewan.