Sate Klathak Pak Pong, Ini Baru Sate Kambing!

By | October 11, 2016

Sate Klathak Pak Pong selalu menjadi tujuan kami ketika berlibur ke Jogja, setelah Anda membaca review ini dan “Ngiler”, andapun akan memasukkan lokasi spot wisata kuliner ini dalam target berikutnya. Memang Yogyakarta itu adalah kota wisata, kota budaya, dan sekaligus kota kuliner. Sangat banyak kuliner yang lezat di sini, asalkan Anda teliti dalam berburu. Selain gudeg, dan ayam goreng Jogja, sate kambing di Pak Pong juga layak untuk dimasukkan dalam list. Selain nikmat, sate Klathak sesuai namanya, juga mempunyai keunikan tersendiri. Mari baca selengkapnya.

Lokasi

Lokasi dari sate Klathak ini yakni di Kec. Imogiri, Bantul, DIY. Tepatnya di Jl. Imogiri Timur. Walaupun tergolong warung, tetapi tempatnya cukup nyaman dan besar.

Bahan yang digunakan adalah daging kambing, jadi di sini memang menu utamanya adalah sate kambing. Daging kambing akan dipotong kecil-kecil. Saat dipanggang, daging kambing tersebut bukan ditusuk seperti sate pada umumnya, yang menggunakan batang lidi, melainkan sate akan ditusuk menggunakan jeruji sepeda. Katanya karena jeruji sepeda ini lebih baik dalam menghantarkan panas, sepertinya masuk akal juga. Dan memang itulah yang menjadikannya cukup unik – Dengan menggunakan jeruji besi sepeda, maka sate yang dipanggang pun akan matang sampai bagian dalamnya.

Bumbu minimalis

Jika membicarakan sate kambing, selain daging kambingnya, yang akan ikut mempengaruhi rasa secara garis besar adalah pembuatan bumbunya. Bumbu yang digunakan benar-benar minimalis, jadi untuk daging kambingnya sendiri hanya menggunakan merica dan garam, serta ketumbar sedikit. Sisanya adalah bumbu sambal kacang atau sambal kecap. Justru terkadang yang minimalis itu lebih enak, terbukti dari sate Klathak ini. Ketika Anda menggigit sate, garam yang sebelumnya ditaburkan pada daging kambing akan menghasilkan cita rasa tersendiri, apalagi dimakan saat lapar, wah, air liur sepertinya tidak akan berhenti menetes. Anda sudah bisa membayangkan bagaimana lezatnya sate ini bukan?

Mengapa dinamakan sate Klathak?

Untuk nama pak Pong, itu adalah nama orang, Anda tentu sudah tak merasa aneh lagi, banyak juga warung makan lain yang menggunakan nama “Pak”, “Bu”, dan sejenisnya. Namun untuk istilah Klathak, mengapa sate ini dinamakan seperti itu? Sesungguhnya ada alasan di balik penamaan itu, jadi tidak asal membuat nama. Di mana saat daging kambing dibakar, terdengar bunyi “Klatak, klatak” karena letupan kecil. Dari situlah asal muasal mengapa sate ini dinamakan dengan sate Klathak. Karena suara letupan tersebut. Jika Anda ingin liburan di Jogja dan sedang mencari paket wisata Jogja, jangan ragu untuk mencari biro wisata terbaik yang salah satunya adalah Joglo Wisata.

25 menit dari Jogja

Untuk menuju warung sate Klathak Pak Pong, Anda membutuhkan waktu kurang lebih 25 menit jika berangkat dari pusat kota Jogja. Semua aktivitas memasak bisa dilihat oleh pengunjung, karena memang dapurnya adalah dapur terbuka. Jadi bagi Anda yang senang foto-foto kuliner, ini merupakan sebuah berita gembira. Anda bisa memfoto orang yang sedang membakar sate Klathak ini.

Tak hanya sate saja, namun Anda juga bisa menikmati olahan makanan berbahan daging kambing yang lain, yang juga tidak kalah lezat. Yakni tongseng. Anda pun bisa meminta nasi putih disiram dengan kuah gulai, karena kombinasi kuah gulai, bumbu sate, sate kambing Klathak, dan nasi putih, merupakan perpaduan sempurna yang menciptakan citarasa tiada duanya.

Jam buka: 10:00 hingga 23:00 WIB

Harga: Sate Rp 14.000,00 Nasi + Es teh manis Rp 6.000,00

Sekian artikel tentang sate Klathak Pak Pong, ini baru sate kambing! Salam kuliner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *