Mengembalikan Kesuburan Tanah

By | June 28, 2018

Mengembalikan Kesuburan Tanah – Tanah yang subur tentu akan sangat mendukung dalam pertanian maupun perkebunan karena akan menghasilkan panen yang berlimpah tidak hanya setahun sekali saja. Kesuburan tanah dapat kita amati dari tanaman yang ditanam pada tanah tersebut, bila tanaman dapat tumbuh dan berbuah dengan baik sepanjang tahun maka tanah tersebut dapat dikatakan subur.

Selain itu kita juga dapat mengukurnya menggunakan alat yaitu soil pH meter 4 in 1 yang tidak hanya dapat mengukur pH namun juga kesuburan tanah. Secara garis besar kesuburan tanah akan sangat dipengaruhi oleh sifat fisika, sifat kimia, sifat biologi maupun faktor eksternal dan interaksi dalam tanah tersebut.

Jual pH Meter Tanah & Air

Sifat fisika tanah mencakup tekstur dan struktur tanah tersebut dimana ada tanah yang bertekstur kasar hingga halus. Tanah yang memiliki tekstur halus akan lebih banyak menyerap air yang akan mengoptimalkan perkembangkan akar tanaman.

Sifat kimia tanah akan sangat dipengaruhi oleh tingkat keasaman atau pH tanah dan juga kandungan unsur hara yang terdapat dalam tanah. Tanah yang subur memiliki nilai pH yang stabil yaitu 7 pH dan dengan nilai tersebut tanah akan memudahkan dalam menyediakan unsur hara untuk tanaman.

Sifat biologi tanah berhubungan dengan makhluk hidup yang ada dalam tanah tersebut dari tumbuhan hingga hewan, hewanpun ada dari ukuran yang besar hingga mikroorganisme. Dengan adanya makhluk hidup tersebut ada yang membawa dampak positif maupun negatif.

Mikroorganisme seperti Pythium dan Fusarium akan memberikan dampak negatif bagi tanah dan tanaman karena dapat menyebabkan penyebab penyakit akar penyebab penyakit layu pada sayur dan buah – buahan. Selain itu ada juga organisme maupun mikroorganisme yang menguntungkan seperti cacing tanah dan bakteri. Keduanya mampu mengubah CO menjadi CO2 dan Actinomycetes yang merupakan antibiotik bagi tanaman itu sendiri.

Ada juga faktor eksternal seperti halnya iklim yang dapat mempengaruhi kualitas kesuburan tanah. Faktor eksternal tersebut adalah seperti halnya Intensitas sinar matahari, curah hujan, kelembaban, kecepatan angin dan sebagainya yang akan memberikan pengaruh baik itu positif maupun negatif. Kesuburan yang lebih spesifik lagi terbentuk karena hubungan dari semua hal tersebut.

Namun harus diperhatikan disini bahwa setiap tanaman membutuhkan tingkat kesuburan tanah yang berbeda – beda, kesuburan spesifik tersebut tentu akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang berbeda – beda.
Oleh karena itu untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah maka juga diperlukan evaluasi terhadap tanah tersebut dengan menganalisa tanah, mengamati gejala – gejala pada pertumbuhan tanaman, analisis tanaman, percobaan di lapangan maupun di rumah kaca.

Menganalisa tanah dilakukan dengan mengukur pH, kandungan unsur hara, bahan organik dan sebagainya untuk mengetahui kandungannya guna dibandingkan dengan kebutuhan tanaman. Dengan begitu tingkat kesuburan tanah dapat diketahui dan bila kurang maka dapat diambil langkah penyuburan kembali dengan cara pemupukan atau pengairan dsb.

Pengembalian kesuburan tanah ini tentu harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang ditanam pada tanah tersebut. Tentu jangan sampai pengembalian kesuburan tersebut justru membuat tanah malah menjadi tidak subur.
Perhatikan pula penggunaan pupuk kimia yang digunakan karena pupuk tersebut juga berpotensi membunuh mikroorganisme yang justru baik untuk tanah maupun tanaman tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *