Mengenal Batu Safir

By | June 28, 2018

Mengenal Batu Safir – Batu safir atau yang biasa disebut sebagai batu biru adalah salah satu batu mulia yang dihasilkan mineral korundum. Korundum adalah sebuah alumunium oksida seperti halnya rubi. Korundum yang memiliki warna biru, kuning, oranye, hijau dan ungu merupakan hasil campuran mineral lain seperti besi, titanium, kromium dan tembaga dimana warna merah mengakibatkan terbentuknya rubi.

Mengenal Batu Safir

Batu safir juga merupakan salah satu jenis batu yang sangat keras. Berdasarkan pengukuran kekerasan menggunakan Alat Uji NDT, batu safir memiliki nilai kekerasan 9 skala Mohs (skala yang biasa digunakan dalam pengukuran kekerasan). Nilai tersebut satu tingkat di bawah batu berlian yang bernilai 10 dan merupakan batu paling keras di bumi.

Ciri-ciri Batu Safir

  • Bentuk : Kristal, tergantung pemolesan
  • Warna : Semua warna kecuali merah
  • Kandungan : Corundum dengan komposisi kimia Al2O3
  • Indeks Bias : 1,762 – 1,770
  • Pembiasan Ganda : 0,008 – 0,010
  • Berat Jenis : 4,00
  • Skala Kekerasan : 9

Penilaian Batu Safir

Nilai dari sebuah batu safir dapat ditentukan dari 4C yaitu :

  • Color (Warna) : Pada dasarnya batu safir memiliki banyak warna kebuali merah. Batu safir yang bagus sangat ditentukan oleh kekuatan dari saturasi warnanya, oleh karena itu perhatikan hal ini baik – baik
  • Clarity (Kejelasan) : Dibandingkan batu rubi, batu safir memiliki tingkat kejelasan yang masih lebih baik. Namun ada pengecualian untuk safir biru yang memiliki sedikit inklusi
  • Cut (Pemotongan) : Batu safir yang dipotong dengan benar akan semakin barcahaya, oleh karena itu pemotongan batu safir juga merupakan hal yang sangat penting
  • Carat Weight (Karat) : Batu Safir biru ukurannya sangat beragam sehingga lebih mudah menemukan Safir biru yang besar dari pada batu Rubi besar

Jenis – jenis Batu Safir

  • Safir Biru : Batu safir jenis ini adalah jenis yang sangat umum dengan warna birunya dan tambahan sedikit warna ungu, violet atau hijau. Warna ungu dan violet menandakan keindahan yang baik. Berbeda dengan hijau yang justru akan menurunkan nilai Safir.
  • Safir Warna Lain : Tidak hanya biru, batu safir juga memiliki warna lain seperti kuning, hijau, merah muda, oranye, cokelat bahkan ada juga yang tidak memiliki warna / bening. Khusus untuk safir merah mudah jangan sampai salah dengan batu rubi, hal ini dapat dilihat dari satu rasi warnanya.
  • Padparadscha : Jenis safir ini memiliki warna merah muda oranye atau sebaliknya dengan warna yang sangat halus. Secara alami, safir jenis ini adalah jenis safir yang langka. Hal ini karena sekarang ada teknologi yang dapat membuat safir biasa menjadi safir jenis ini. Secara alami safir Padparadscha dapat ditemukan di pertambangan Sri Lanka, Vietnam, dan Afrika Timur dimana nama jenis batu safir ini diambil dari bahasa sansekerta yang memiliki arti warna seperti bunga teratai.
  • Safir Kashmir : Sesuai dengan namanya, batu safir ini dihasilkan dari Kashmir India yang memiliki kehalusan dan warna biru yang indah. Patut diketahui bahwa safir jenis ini adalah jenis safir langka yang tentunya memiliki harga yang tinggi.
  • Safir Bintang : Safir jenis ini merupakan safir yang memiliki bentuk bintang atau asterism yang disinari dengan cahaya tunggal.
  • Safir Sintetis : seorang ahli kimia bernama Auguste Verneuil dari Perancis, berhasil menemukan cara untuk membuat safir sintetis atau buatan pada tahun 1902 yang sampai saat ini produksi safir sintesis masih dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *