Politik Indonesia Masih Tentang Agama

Politik Indonesia Masih Tentang Agama merupakan berita politik yang sangat hangat di bicarakan saat ini. Mayoritas Indonesia memang beragama Muslim, hal ini membuat berita politik Indonesia yang menguat di berita Internasional mencuat, bahwa untuk mencalonkan beberapa kursi politik, harus di tingkatkan Kredensial Muslim. Seperti halnya pemilihan calon presiden di tahun 2019 nanti.

Politik Indonesia Masih Tentang Agama

Politik Indonesia Masih Tentang Agama

Seperti politik pada gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau yang akrab di sapa Ahok. Kursi sebagai gubernur DKI yang di duduki bukan dengan agama mayoritas saja sudah membuat demo sana sini. Maka pengamat politik menegaskan, bila ingin memenangkan pilpres 2019 nanti, para petisi partai harus mengedepankan kredensial Muslim.

Di gajang – gajang Ahok akan mendampingi Jokowi di bangku RI satu tahun 2019, membuat para pengamat politik menegaskan sekali lagi. Walaupun Jokowi di dukung banyak partai besar bahkan di dukung oleh 80% rakyat Indonesia, hal dalam memilih wakil presidennya yang tak memiliki agama islam yang kuat akan membuat Jokowi kalah telak di Pemilihan presiden nanti.

Hal ini di karenak pencalonan Gubernur Ahok yang kalah telak oleh Anies – Sandi. Walaupun kinerja Ahok sangat bagus, namun mayoritas yang ada di Indonesia muslim, dan tetap harus menjalankan perintah agamanya, sehingga tetap memilih calon petinggi yang beragama Muslim. Membuat Ahok harus berlapang dada menerima kekalahannya itu.

Aktivis Muslim pun berbondong – bonding memilihkan calon wakil presiden untuk Joko Widodo maju ke kursi RI nomor satu. Pemilihan yang di lakukan oleh aktivis muslim ini menunjuk Gubernur Provinsi NTB Tuan Guru Bajang atau nama asli Zainul Majdi. Hal ini karena beliau memiliki latar belakang ulama kental islam dan memiliki catatan sukses memimpin wilayah Indonesia (mirip dengan Jokowi yang merupakan Wali Kota Solo sebelum terpilih menjadi presiden).

Para Aktivis Muslim menggambarkan bahwa Zainul Majdi sebagai alternatif yang sempurna untuk Jokowi. Zainul yang telah menyelesaikan dua periode berturut-turut sebagai gubernur dan juga memiliki kredensial Islam yang kuat di nilai sangat tepat untuk pemerintah Indonesia. Berbekal lulusan Universitas Al Azhar di Kairo, yang dianggap oleh banyak Muslim sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang paling penting di dunia. TGB juga merupakan cucu Tuan Guru Pancor, pendiri Nahdlatul Wathan—organisasi Islam terbesar di Nusa Tenggara Barat. Bahkan SBY di bujuk untuk mensponsori Zainul untuk menjadi wakildari Jokowi.