Video Game Mempengaruhi Fungsi Otak

Video Game Mempengaruhi Fungsi Otak-Studi penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara bermain video game tertentu dan peningkatan kemampuan pengambilan keputusan dan fleksibilitas kognitif. Ada perbedaan yang bisa diamati antara struktur otak individu yang sering bermain video game dan yang tidak.

Video Game

Video Game

Permainan video sebenarnya meningkatkan volume otak di area yang bertanggung jawab untuk kontrol keterampilan motorik halus, pembentukan memori, dan untuk perencanaan strategis. Dalam Artikel Terbaru,  Video game berpotensi memainkan peran terapeutik dalam pengobatan berbagai gangguan dan kondisi otak akibat cedera otak.

Video Game Meningkatkan Volume Otak
Sebuah studi dari Institut Max Planck untuk Pembangunan Manusia dan Charité University Medicine St. Hedwig-Krankenhaus telah mengungkapkan bahwa bermain game strategi real-time, seperti Super Mario 64, dapat meningkatkan materi abu-abu otak. Materi abu-abu adalah lapisan otak yang juga dikenal sebagai korteks serebral.

Korteks serebral menutupi bagian luar dari otak besar dan otak kecil. Peningkatan materi abu-abu ditemukan terjadi di hippocampus kanan, korteks prefrontal kanan, dan otak kecil dari mereka yang memainkan permainan jenis strategi. Hippocampus bertanggung jawab untuk membentuk, mengatur, dan menyimpan ingatan. Apabila Anda terdapat kesulitan, maka Anda dapat merancang versi untuk penggunaan di komputer Anda, dengan mengunjungi judi casino onlin.

Ini juga menghubungkan emosi dan indera, seperti bau dan suara, dengan ingatan. Korteks prefrontal terletak di otaklobus frontal dan terlibat dalam fungsi termasuk pengambilan keputusan, pemecahan masalah, perencanaan, gerakan otot sukarela, dan kontrol impuls. Otak kecil berisi ratusan juta neuron untuk memproses data.

Game Aksi Tingkatkan Perhatian Visual
Studi juga menunjukkan bahwa memainkan video game tertentudapat meningkatkan perhatian visual. Tingkat perhatian visual seseorang bergantung pada kemampuan otak untuk memproses informasi visual yang relevan dan menekan informasi yang tidak relevan.

Bagaimana Video Game Mempengaruhi Fungsi Otak?

Dalam studi, gamer video secara konsisten mengungguli rekan-rekan non-gamer mereka saat melakukan tugas terkait perhatian visual. Penting untuk dicatat bahwa jenis video game yang diputar adalah faktor signifikan terkait peningkatan perhatian visual.

Game seperti Halo, yang membutuhkan respons cepat dan perhatian yang terpecah terhadap informasi visual, meningkatkan perhatian visual, sedangkan game jenis lain tidak. Saat melatih gamer non-video dengan video game aksi, orang-orang ini menunjukkan peningkatan perhatian visual.

Video Game Membalikkan Efek Negatif dari Penuaan
Bermain video game bukan hanya untuk anak-anak dan remaja. Video game telah ditemukan untuk meningkatkan fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua. Peningkatan kognitif dalam memori dan perhatian ini tidak hanya bermanfaat, tetapi juga bertahan lama.

Baca Juga : Bermain Video Game Dapat Memberikan Kesehatan dan Sosial

Setelah pelatihan dengan video game 3-D yang dirancang khusus untuk meningkatkan kinerja kognitif, individu berusia 60 hingga 85 tahun dalam penelitian ini tampil lebih baik daripada individu berusia 20 hingga 30 tahun yang bermain game untuk pertama kalinya. Studi seperti ini menunjukkan bahwa bermain video game dapat membalikkan beberapa penurunan kognitif yang terkait dengan bertambahnya usia.

Video Game dan Agresi
Sementara beberapa studi menyoroti manfaat positif dari bermain video game, yang lain menunjukkan beberapa aspek negatif potensial. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi khusus jurnal Review of General Psychology menunjukkan bahwa bermain video game kekerasan membuat beberapa remaja lebih agresif. Semoga artikel ini bisa berguna dan bermanfaat.