Mahasiswa UI ciptakan alat pengolah limbah batik

By | July 21, 2020

Mahasiswa UI ciptakan alat pengolah limbah batik

Mahasiswa-UI-ciptakan-alat-pengolah-limbah-batik

Lima mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) bersama-sama mengembangkan Plato, alat pengolah limbah batik portabel yang mudah digunakan oleh para pelaku industri dan penambangan limbah batik secara optimal.

“Industri batik Pekalongan adalah salah satu daerah pengamatan kami. Di kota Pekalongan, industri batik yang lazim di berbagai bagian kota Pekalongan mendominasi industri dalam negeri,” kata salah satu dari lima mahasiswa UI yang mendirikan Plato, Sharfan, di kampus UI Depok memiliki hari Senin.

Kelima siswa tersebut adalah Nur Sharfan (teknik kimia); Ahmad Shobri (teknik elektro); Fadhila Ahmad Anindria (teknik kimia); Rickson Mauricio (teknik kimia) dan Muhammad Akbar Buana (teknik bio-proses).

Dia mengatakan pertumbuhan industri batik Pekalongan tidak disertai dengan sistem pengolahan limbah yang baik. Jumlah pabrik pengolahan air limbah batik kota di Pekalongan hanya tiga dengan kapasitas yang tidak mampu menyerap semua limbah produksi dari divisi batik.

Karena banyak limbah dihasilkan ketika mengecat dan mewarnai kain dan dibuang ke sistem air setempat, kami mencari solusi untuk masalah limbah.

“Alat yang kami kembangkan menggunakan teknologi elektrokoagulasi dan fotokatalis untuk menambang limbah batik secara optimal,” katanya.

Di bawah arahan Dosen Fakultas Teknik UI Prof. DR. Ir. Slamet, MT., Plato

menjadi prototipe perangkat pengolahan limbah portabel yang dirancang agar mudah digunakan oleh mereka yang terlibat dalam industri rumah tangga batik.

Dengan kombinasi proses elektrokoagulasi dan fotokatalis, perangkat ini dapat mengolah banyak limbah seperti limbah warna, limbah organik, dan limbah logam berat secara bersamaan.

Plato memiliki kelebihan, termasuk kemampuan untuk digunakan saat bepergian

, dan dapat digunakan secara bergantian oleh setiap pelaku bisnis di suatu daerah tanpa harus mengumpulkan limbah cuci batik di pabrik pengolahan.

“Ini bisa mengurangi jumlah sampah yang dibuang secara ilegal ke sungai,” katanya.

Alat ini diharapkan dapat memberikan alternatif pengolahan limbah batik, sehingga merupakan solusi untuk kerusuhan di masyarakat sekitar sungai.

Air bersih yang telah diolah dengan teknologi ini mungkin

dapat digunakan kembali dalam proses produksi batik, sehingga penghematan yang signifikan dapat dilakukan dengan menggunakan air dalam proses produksi.

 

Referensi :

  1. https://excite.co.id/
  2. https://jalantikus.app/
  3. https://teknosentrik.com/
  4. https://apkmod.co.id/