Penggunaan internet di Indonesia pada zaman sekarang sudah menjadi hal yang biasa karena dengan kita mengakses internet kita dapat membuka jendela wawasan yang sangat luas dan cepat karena dengan kita menyambungkan hp/komputer kita kepada internet kita bisa mengakses situs-situs seperti youtube, instagram, facebook, ebook, dll. Disamping penggunaan internet yang positif tadi sudah dijelaskan ada juga dampak negatif yang dapat ditimbulkan dari kecanduan internet . Seiring berjalannya waktu keberadaan internet pun acap kali disalahgunakan dan dimanfaatkan untuk keperluan yang tidak seharusnya sehingga memberi konotasi negatif pada internet itu sendiri.

Namun, hal tersebut dapat dicegah dengan kontribusi dan partisipasi aktif yang sehat dari para penggunanya. Berikut adalah beberapa cara untuk menjadi pengguna internet atau kerap kali disebut netizen yang baik dan pintar.

1. Buka website produktif yang bermanfaat bagi diri Anda
Perkaya pengetahuan Anda dengan hal positif yang terdapat di internet. Ikuti akun-akun yang bermanfaat serta unduh aplikasi dan buka website dengan konten menarik yang dapat menambah kualitas diri Anda. Contohnya akun aplikasi olahraga yang dapat Anda ikuti dengan mudah di rumah, atau website yang berisi tentang cara membuat barang sendiri. 
2. Jangan percayai semua hal yang anda baca di internet. 
Sifat internet yang viral atau mudah menyebar tanpa adanya kontrol merupakan sebuah bumerang bagi para pembaca maupun para penyebar informasi itu sendiri. Tidak semua yang Anda baca di internet dapat dijamin kredibilitasnya. Jadilah pengguna internet yang pintar dengan menyerap informasi yang sekiranya benar serta mempunyai sumber yang jelas.
3. Jangan sebarkan informasi menyesatkan 
Adalah hal yang baik untuk menyebar informasi yang patut disebarkan ke publik. Namun, pastikan Anda melakukan cek dan ricek tentang berita tersebut sebelum Anda sebarkan ke pihak lain. Jangan sampai informasi yang Anda sebar merupakan berita yang menyesatkan dan masih dipertanyakan kebenarannya.|
4. Pahami etika berinternet
Sama seperti kehidupan sesungguhnya, etika pun diperlukan dalam menggunakan internet. Sepertinya peribahasa “Mulutmu Harimaumu” mempunyai andil besar dalam hal ini. Berhati-hatilah dalam memberi komentar pada setiap post maupun mencantumkan tulisan pada unggahan sosial media karena itu bisa saja menjadi bumerang bagi Anda.Begitu pula dengan foto atau video yang Anda unggah. Pastikan tidak ada unsur SARA, diskriminatif, atau mengandung unsur pornografi dalam setiap unggahan. Pikirkan efek jangka panjang yang akan terjadi setelah mengunggah konten tersebut. 
5. Berhati-hatilah dengan akun anda
Berhati-hatilah dalam mengelola akun Anda. Jangan lupa untuk menekan tombol log out ketika selesai mengakses akun dari perangkat digital yang bukan kepunyaan Anda. Minimalisir kemungkinan adanya penjahat cyber yang dapat mengakses akun kapan saja untuk kemudian dibajak atau dipergunakan untuk hal yang tidak baik.
6. Perhatikan sumber sebelum menyebar informasi
Jika bisa, cantumkan akreditasi atau kredit dalam berita yang Anda unggah ulang. Selain merupakan wujud apresiasi terhadap sang penulis berita orisinal, kredibilitas unggahan Anda juga akan lebih terjamin di muka publik.

Dalam bidang bimbingan dan konseling juga peran internet sangat membantu dalam proses penyampain informasi, Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan konseling belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi bimbingan konseing ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran guru bimbingan konseling akan berhasil? Siapapun pasti akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya. Oleh karena itu peranan teknologi informasi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut. Aplikasi teknologi informasi dalam bimbingan konseling adalah memberikan informasi kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, sarana yang diberikan oleh teknologi informasi itu sendiri,  memungkinkan antar pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok lainnya dapat bertukar pikiran. Teknologi informasi pun dapat meningkatkan kinerja dan memungnkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja konselor itu sendiri.

Penggunaan ICT dalam konseling mengarah pada pengembangan media konseling. Selain dapat dilakukan melalui tatap muka, konseling dapat dilakukan secara jarak jauh. Beberapa diantaranya sebagai berikut.

  1. Konseling melalui telepon
  2. Konseling berbantuan komputer
  3. Konseling melalui 

Sumber
http://www.harpersbazaar.co.id/articles/read/1/2017/3212/Cara-Menggunakan-Internet-Secara-Positif
http://darmayulia17.blogspot.com/2012/12/fungsi-dan-peranan-ti-dalam-bk.html