Liverpool Dan Salah Merupakan Pemain TOP


Sepak bola menjadi olahraga yang paling diminati masyarakat dunia. Bukan saja diminati dari satu kalangan masyarakat, melainkan hampir seluruh kalangan menyenangi pertandingan si kulit bundar ini. Laki-laki, perempuan, si kecil-si kecil, pedagang asongan, hingga presiden menyenangi sepak bola. Tercatat penggemar sepak bola sekitar 3,5 miliar orang atau hampir separo jumlah penduduk dunia menyukainya[1]. Selain karena lapangan perlombaan yang luas, yang memungkinkan jumlah penonton yang banyak, tetapi juga makna filosofis sepak bola yang dapat diterima banyak orang.

Pemain yang kerap kali sujud syukur sesudah mewujudkan gol ini juga banyak disambut oleh komunitas Muslim. Salah berupaya menunjukkan citra Islam yang sebenarnya dan jauh dari citra ‘teroris’ yang sering dipersembahkan oleh media.

Tribes familiar dengan kata mualaf? Ya, mualaf adalah sebutan bagi orang-orang yang non-muslim yang bermigrasi keyakinan untuk masuk agama Islam. Dilansir dari Wikipedia, ada tiga alasan utama kenapa seseorang menjadi mualaf. Yang pertama merupakan sebab pernikahan, yang kedua ialah sebab belajar di lingkungan yang akademis, serta yang ketiga ialah sebab mendapatkan hidayah segera seperti mimpi atau sebagainya.

Nyanyian ini sendiri informasinya diciptakan setelah Kopites mengetahui kebiasaan Salah untuk pergi ke masjid pasca-lomba. Hal ini memperoleh apresiasi dari Football Against Racism in Europe (FARE), sebuah badan non-keuntungan yang bertujuan untuk membasmi diskriminasi di sepak bola.

Banyaknya penggemar sepak bola membuat olahraga ini menjadi bisnis yang betul-betul menjanjikan. Klub-klub besar tidak segan memberikan gaji selangit untuk pemain yang dapat memberikan prestasi gemilang untuk klub. Klub-klub tersebut malah berani jor-joran membuat akademi sepak bola terbaik untuk menerima benih-bibit pemain yang nantinya menjadi idola bagi para penggemar.

Uniknya dari salah satu bait dari nyanyian tersebut jikalau para fans akan berbondong-bondong masuk agama Islam jika Mohamed Salah terus mencetak gol sampai akhir musim.

M. Salah, pemain Mesir yang pindah ke Fiorentina dari klub Inggris Chelsea, telah menjadi bintang besar di Liga Italia sesudah mencetak 9 gol dalam 12 lomba terakhir sejak Februari sampai April 2015, Worldbulletin melaporkan.

Pasca perlombaan, salah seorang Liverpudlian menghasilkan sebuah nyanyian khusu yang dimaksudkan untuk Mohamed Salah. tersebut terinspirasi dari lagu berjudul Sit Down milik penyanyi Inggris, James yang cuma diubah liriknya saja.

Penyerang klub sepak bola Italia Fiorentina Mohamed dilaporkan telah banyak memberikan bantuan bagi Muslim Italia. Salah pernah memberi bantuan senilai 70 ribu Euro bagi umat Muslim Florence di kawasan Tuscany. Salah menawarkan bantuan untuk membetulkan masjid di provinsi Barat Italia ini.

Nama M. Salah Salah tengah menjadi buah bibir yang tapil gemilang di musim ini dengan menjadi mesin gol untuk Liverpool.

Nah, di Liverpool sana, sepertinya penyebab utama orang menjadi mualaf merupakan ketidakhadiran seorang pesepak bola asal Mesir. Ya, benar, ketidakhadiran penyerang sayap lincah bernama Mohamed Salah sepertinya kapabel membuat banyak orang di Liverpool, terutama pendorong The Reds, masuk Islam!

Thereds yang mana sebutan dari kategori sporter fanatik klub sepak bola Liverpool kembali membuat kejutan. Nyanyian ini mereka bakal meniru agama dari salah seorang pemain bernama Mohamed Salah.

sumber: http://indobola247.com/

Kepuasan Terhadap Mobil Korea
Cara Mencari Jasa backlink web Nomor satu

Leave a Reply

Your email address will not be published / Required fields are marked *

 

Skip to toolbar