Protista

 Kingdom Protista

Hallo teman-teman…pada blog kali akan dibahas mengenai kingdom protista, mulai dari pengertian protista, ciri-ciri protista, klasifikasi protista dan reproduksi protista.

A. Pengertian protista

Protista merupakan organisme eukariot pertama dan paling sederhana. Protista adalah organisme eukariotik sehingga mempunyai membran inti sel namun tidak tergolong kedalam kingdom animalia (hewan), plantae (tumbuhan), dan Fungi (Jamur). Kebanyakan anggota protista yaitu organisme uniseluser namun ada juga beberapa organisme multiseluler.

B. Ciri-Ciri Kingdom Protista

Berikut ini merupakan karakteristik dari Protista antara lain:

  1. Memiliki ukuran Mikroskopis & Makrokopis

Organisme yang berukuran mikroskopis yaitu ialah organisme yang berukuran sekitar 5 μm sampai dengan 3 mm. Selain itu, ada yang berukuran makroskopis dengan ukuran Panjang 60 meter bahkan lebih.

  1. Tipe Sel Eukariotik

Protista mempunyai membran inti sehingga disebut sebagai sel eukariotik. Sel yang telah bermembran inti, namun Protista adalah makhluk hidup prokariotik yang paling sederhana tetapi jauh lebih kompleks dalam hal struktur, fungsi, tingkah laku dan ekologinya jika dibandingkan dengan Archaebacteria dan Eubacteria.

  1. Hidup Bebas / Simbiosis

Kingdom Protista bisa hidup bebas dengan cara menguntungkan satu dengan yang lainnya. Tetapi juga bisa bersifat parasite bagi organisme lainnya yang demikian itu akan mengakibatkan banyak penyakit di sekitarnya.

  1. Umumnya Uniseluler

Kingdom Protista terdiri dari satu sel atau uniseluler. Namun ada juga yang multiseluler atau memiliki sel banyak. Dalam penelitian kingdom Protista yang bersel banyak atau multiseluler akan hidup dengan cara berkelompok (membentuk Koloni).

  1. Habitat Umumnya di Tempat Lembab

Bukan hanya bertempat di air tawar, di laut yang kadar garamnya banyak Protista juga dapat hidup. Protista yang hidup di laut sebagian besar bertindak sebagai fitoplankton yang menjadi kontributor utama dalam penyediaan energi jaring-jaring makanan.

  1. Bersifat Motil

Ada sebagian Protista yang memiliki alat gerak seperti flagel (bulu cambuk), silia (rambut getar), dan pseudopodia (kaki semu). Dengan demikian Protista bisa juga di sebut dengan motil yang bergerak bebas.

  1. Bersifat Aerob dan Anaerob

Bersifat aerob karena membuthkan oksigen dalam proses respirasi yang bertempat pada mitokondria. Bersifat anaerob karena tidak membutuhkan oksigen pada respirasi dengan bersimbiosis bersama bakteri yang bersifat aerob.

  1. Bersifat Heterotrof

Bersifat heterotrop sebab dalam memperoleh makanan dengan mengabsorsi molekul organik dan sebagian lagi bersifat fotoautotrof karena mempunyai kloroplas sebagai tempat untuk menangkap energi matahari.

C. Klasifikasi Kingdom Protista

Berikut ini ada tiga klasifikasi kingdom protista yaitu menyerupai hewan, menyerupai tumbuhan dan menyerupai jamur berikut adalah penjelasannya:

  1. Menyerupai Hewan (Protozoa)

Kingdom Protista yang mirip dengan hewan disebut dengan protozoa. Protozoa merupakan organisme yang memiliki sel pada saat berukuran mikroskopis. Protista mirip dengan hewan ini berkembangbiak dengan seksual dan asseksual. Selain berkembangbiak hewan ini juga bisa bergerak aktif. Berdasarkan alat gerak yan dimilikinya filum protozoa digolongkan menjadi 4 kelas, yaitu RhizopodA (kaki semu), Ciliata (bulu getar), Flagellata (bulu cambuk), sporozoa (tidak memiliki alat gerak khusus).

Ciri-Ciri Protozoa:

  •     Organisme uniseluler (bersel tunggal)
  •     Eukariotik (mempunyai membran nukleus)
  •     Hidup soliter (sendiri) / berkoloni (kelompok)
  •     Umumnya tidak bisa membuat makanan sendiri (heterotrof)
  •     Hidup bebas, saprofit / parasit
  •     bisa membentuk kista untuk bertahan hidup
  •     Alat gerak berupa pseudopodia, silia, / flagela

Klasifikasi protozoa:

1. Rhizopoda

Kelompok yang pertama adalah rhizopoda. Rhizopoda adalah protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia atau kaki semu/akar. Kaki semu tersebut berasal dari sitoplasma yang menjulur. Selain sebagai alat gerak, pseudopodia juga berfungsi sebagai alat untuk memangsa makanan. Beberapa jenis rhizopoda memiliki cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat dan silika. Kelompok organisme ini dapat ditemukan di danau atau kolam. Contoh amoeba sp. 

2. Ciliata

Kalau kelompok protista yang satu ini, menggunakan silia atau rambut getar sebagai alat geraknya. Silia terdapat di seluruh permukaan sel dan berfungsi sebagai alat bantu untuk menggerakkan makanan ke sitostoma (mulut pada sel). Ciliata dapat hidup di perairan air tawar maupun air asin. Contoh dari kelompok ciliata antara lain adalah Paramecium caudatum, Stentor roeseli, Didinium, Vorticella, dan masih banyak lagi.

3. Flagellata

Jika kelompok ciliata bergerak dengan menggunakan silia, maka kelompok flagellata bergerak dengan menggunakan flagel atau bulu cambuk. Flagel ini berasal dari tonjolan protoplasma yang panjang, sehingga mirip dengan cambuk. Pada umumnya, flagellata memiliki dua flagelum, yaitu di depan sel dan di belakang sel. Contoh kelompok flagellata yang dapat menyebabkan penyakit tidur yang mematikan, yaitu Trypanosoma gambiense.

4. Sporozoa

Kalau kelompok protista mirip hewan yang satu ini berbeda dari kelompok yang lain nih, Squad. Sporozoa adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Semua jenis sporozoa hidup sebagai parasit di tubuh hewan dan manusia. Sporozoa mengandung organel kompleks yang membantunya dapat menempel pada inangnya. Contoh: Plasmodium sp.

  1. Menyerupai Tumbuhan (Algae)

Kingdom Protista yang mirip dengan tumbuhan adalah kelompok Protista fotosintetik. Algae ini tersusun dari satu sel atau berkoloni yang membentuk tubuh multiseluler. Selain itu juga mempunyai klirifil seperti tumbuhan pada umumnya. Kelompok algae digolongkan dalam empat kelas berdasarkan pigmen dominan yang dimilikinya, yaitu Cholophyta, Chrysophyta, Phaeophyta, Rhodophyta.

Ciri-Ciri Algae:

  • Organisme eukariotik
  • Bersifat fotoautotrof (berfotosintetis)
  • Mempunyai klorofil dan pigmen fotosintetik lainnya,
  • Mempunyai pirenoid
  • Menyimpan cadangan makanan
  • Bersifat uniseluler/multiseluler
  • Memiliki dinding sel/tidak
  • Soliter/berkoloni
  • Bergerak/tidak bergerak
  • Bereproduksi secara aseksual yaitu membelah diri/fragmentasi/spora vegetatif, dan seksual yaitu konjugasi/singami/anisogami.
  • Hidup dengan bebas atau bersimbiosis dengan jamur membentuk lichen

Tubuh Ganggang (Alga) tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Tubuh berupa talus, sehingga termasuk dalam golongan thalophyta Habitat di perairan baik di air tawar maupun di air laut, tempat lembab. Menempel di bebatuan (epilitik), tanah/lumpur/pasir (epipalik), menempel pada tumbuhan sebagai (epifik), dan menempel tubuh hewan (epizoik).

Klasifikasi Ganggang/ Alga:

  1. Ganggang Hijau Biru (Blue Green Algae)

Ganggang hijau biru juga disebut sebagai cyanobacteria, merupakan bentuk ganggang paling sederhana. Contoh spesies ganggang hijau biru adalah Nostoc dan Calothrix. Seperti namanya, ganggang jenis ini berwarna hijau biru yang hidup soliter atau dalam koloni. Ganggang hijau biru mengandung klorofil a, b, dan phycobilins. Mereka merupakan organisme prokariotik yang menyerupai bakteri. Ganggang hijau biru sering dianggap sebagai organisme antara yang mirip bakteri dan tumbuhan. Karena organisme ini tidak memiliki organela khusus, mereka berfotosintesis langsung melalui sitoplasma.

  1. Ganggang Hijau (Green Algae)

Ganggang hijau termasuk dalam filum Chlorophyta, memiliki klorofil a, b, karotenoid, dan xanthophylls. Cadangan makanan utama ganggang hijau berupa pati. Beberapa contoh spesies ganggang hijau adalah Ulva, Codium, dan Caulerpa. Kebanyakan ganggang hijau hidup air tawar, sementara beberapa spesies ditemukan di air laut.

  1. Ganggang Merah (Red Algae)

Ganggang merah termasuk dalam Rhodophyta, mengandung klorofil a, d, karotenoid, xanthophylls, dan phycobilins. Cadangan makanan ganggang merah adalah pati floridean. Contoh spesies ganggang merah diantaranya Chondrus dan spesies Gelidiella. Mayoritas ganggang merah hidup di laut. Lebih dari 6.500 spesies ganggang merah telah teridentifikasi dengan sekitar 200 spesies hidup di air tawar. Pigmen merah phycobilin membantu menangkap cahaya matahari dengan lebih baik sehingga beberapa anggota ganggang merah ditemukan pada laut yang lebih dalam.

  1. Ganggang Coklat (Brown Algae)

Alga coklat termasuk dalam kelas Paeophyceae, mengandung klorofil a, c, dan pigmen fucoxanthin. Karena mengnadung pigmen hijau klorofil dan pigmen coklat fucoxanthin, ganggang coklat memiliki warna khas coklat kehijauan. Cadangan makanan ganggang coklat disimpan dalam bentuk polimer karbohidrat kompleks yang disebut laminarin. Laminaria dan Macrocystis adalah contoh spesies ganggang coklat. Serupa dengan ganggang merah, mayoritas ganggang coklat hidup dalam air laut. Ganggang coklat adalah kelompok alga yang paling kompleks, dimana beberapa spesies mampu hidup pada laut dalam.

  1. Menyerupai jamur

Terdapat 2 jenis jamur Protista yaitu jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota) namun bukan jamur sejati. Jamur jenis ini hanya menyerupai jamur yang sporangia atau filamen yang menyerupai hifa. Berwarna kuning, putih dan juga berlendir.

Ciri-Ciri protista jamur, termasuk Mycomycota, adalah sebagai berikut:

  • Bentuk tubuhnya seperti lendir.
  • Inti atau multiseluler.
  • Struktur tubuh vegetatif mirip dengan amuba.
  • Pembiakan aseksual dan seksual.
  • Biasanya hidup di hutan basah, tanah basah, batang busuk, kayu lapuk atau sampah basah.

Ciri-Ciri Protista Mirip Jamur termasuk Oomycota sebagai berikut:

  • Dengan banyak inti di hifa utas yang tidak terisolasi.
  • Dinding sel dalam bentuk selulosa.
    Spora diproduksi oleh zigot berdinding tebal yang bertindak sebagai pelindung. Dalam kondisi tertentu, spora tumbuh menjadi hifa baru.
  • Berkembang biak secara aseksual, membentuk zoospora yang dilengkapi dengan dua perangkat renang tipe flagela.
  • Dapat hidup di air atau di tempat yang lembab dan menjadikan Oospora sebagai produsen spora.

D. Cara Reproduksi Protista

Perkembangbiakan Protista terjadi dengan dua cara yaitu secara aseksual dan seksual. Perkembangan aseksual (vegetatif) berlangsung ketika terjadi pembelahan biner ataupun denagn tahap mitosis pada kromosom yang ada pada nukleus. Selain perkembangan secara vegetatif, kelompok organisme ini juga dapat berkembang secara generatif yaitu melalui meiosis. Protista memiliki 2 jenis gamet yaitu motil atau gamet yang bergerak dan non-motil atau gamet yang tidak bergerak. Gamet sendiri berfungsi pada proses reproduksi secara seksual (generatif).

Dari jenis gamet yang bersatu pada proses fertilisasi (syngamy), ada 3 jenis bentuk reproduksi generatif, yaitu:

  1. Isogami

Ismogami merupakan bentuk dari reproduksi seksual yang melibatkan gamet dengan morfologi (bentuk & ukuran) yang sama. Hal Ini adalah proses perkembangbiakan secara generatif pada Protista yang ditandai dengan meleburnya 2 gamet yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama, perhatikan gambar:

 

 

 

  1. Anisogami

Anisogami atau biasa disebut heterogami merupakan bentuk dari reproduksi seksual yang melibatkan gamet dengan morfologi yang berbeda. Hal ini adalah proses perkembangbiakan secara generatif pada Protista yang ditandai dengan meleburnya dua gamet yang berbeda ukuran dan bentuknya.

 

 

 

3.Oogami

Oogami merupakan bentuk heterogami yang lebih maju, satu gamet kecil & motil (sperma), dan yang satunya besar dan non-motil (telur).

 

 

 

Klik link di bawah ini untuk melihat video tentang  protista https://www.youtube.com/watch?v=qoZJj9UzxgI

 

Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *