4 Jalur Penerimaan Murid Baru Tahun 2020 yang Perlu Diketahui Orangtua

Tahun ajaran baru kerap menjadi momen sibuk orangtua dalam membantu menyiapkan sekolah bagi putra putrinya. Mulai dari daftar ulang, biaya penerimaan siswa baru, sampai membeli perlengkapan dan peralatan sekolah seperti seragam, buku, dan alat tulis. 

Nah, mengurus penerimaan siswa baru bagi anak yang sekolahnya sudah naik jenjang adalah hal yang paling bikin repot dibanding yang lain. Pasalnya, orangtua tidak cukup hanya menggelontorkan uang saja untuk daftar namun juga perlu mengetahui sistematika pendaftaran dan penerimaan murid itu sendiri. Terutama, jika anak berniat disekolahkan di sekolah negeri. Pun sekolah swasta, punya batas kuota pendaftaran lho. Jadi hati-hati, jangan sampai terlewat. 

Di tengah pandemi, tahun ajaran baru akan berjalan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Karena tidak boleh berkerumun, maka tahun ajaran baru ini akan murni mengandalkan PPDB online sesuai dengan arahan pemerintah dan Kemendikbud. Hal ini sendiri sudah tertuang dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 terkait Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). 

PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) online adalah sistem yang telah dirancang untuk mengelola pendaftaran murid atau siswa baru untuk jenjang TK, SD, SMP, SMK, dan SMA. Mulai dari proses pendaftaran, seleksi, sampai pengumuman hasilnya, bisa dilakukan secara online di rumah sehingga orangtua dan siswa tidak perlu lagi datang ke sekolah. 

Supaya nggak terlewat, ada 4 jalur PPDB yang wajib diketahui oleh orang tua, yaitu:

Jalur Zonasi (Kuota 50%)

Adalah jalur penerimaan calon siswa yang bertempat tinggal di radius zona terdekat dari sekolah. Dengan kuota minimal 50% dari daya tampung sekolah, di jalur ini, sekolah juga wajib menerima siswa tidak mampu dan penyandang disabilitas. Untuk persyaratannya sendiri antara lain: 

  1. Peserta didik wajib berdomisili di wilayah zonasi yang ditetapkan pemerintah daerah.
  2. Domisili calon peserta didik berdasarkan alamat pada KK yang telah diterbitkan paling singkat 1 tahun sejak tanggal pendaftaran PPDB. 
  3. KK bisa juga diganti dengan surat keterangan domisili dari RT/RW yang dilegalisir lurah/kepala desa setempat. 
  4. Sekolah akan memprioritaskan peserta didik yang memiliki KK atau surat keterangan domisili yang sama dengan sekolah asal. 

Jalur Afirmasi (Kuota 15%)

Untuk peserta didik atau siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, PPDB jalur afirmasi bisa dipilih. Tidak perlu menggunakan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), siswa dan orangtua hanya perlu melampirkan Kartu Indonesia Pintar yang sudah didapat sebelumnya. Siswa yang masuk lewat jalur ini boleh berasal dari dalam maupun luar wilayah zonasi sekolah dengan kapasitas sebanyak 15%. 

Jalur Perpindahan Tugas Orangtua atau Wali (Kuota 5%)

Bagi peserta didik yang harus sekolah di tempat baru mengikuti perpindahan tugas orangtua atau wali, jalur ini tersedia maksimal 5% dari kapasitas sekolah. Namun, orangtua wajib menyertakan bukti resmi perpindahan tugas dari instansi atau kantor tempatnya bekerja. 

Jalur Prestasi (Kuota 30%)

Bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah negeri favorit, jalur prestasi bisa dipilih. Syaratnya, peserta didik harus melampirkan hasil UN atau USBN, berbagai penghargaan di bidang akademik maupun non-akademik (misalnya OSN, ekstrakurikuler, dsb), baik di tingkat nasional maupun internasional. Kuota untuk jalur prestasi terbilang cukup besar, yaitu 30% maksimal dari kuota sekolah. Jalur ini terbuka untuk jenjang pendidikan SMP, SMA,dan SMK, dengan bukti prestasi yang diterbitkan paling singkat 6 bulan atau 3 tahun paling lama. 

Sudah tahu jalur PPDB, lalu bagaimana dengan biaya pendidikannya?

Idealnya, biaya pendidikan sudah disiapkan jauh-jauh hari oleh orangtua. Jadi, apapun kondisinya, biaya pendidikan bisa tetap tercover, termasuk di tengah pandemi. Namun, nggak dipungkiri pula, dalam kondisi krisis biaya yang sudah disiapkan jauh-jauh hari jadi terpakai. Jika Anda mengalami kondisi ini, tidak perlu khawatir. 

Sebab, saat ini, Anda bisa mengajukan pinjaman dana cepat lewat fintech berbunga rendah seperti Kredivo. Mulai dari 500 ribu untuk jenis pinjaman mini dan Rp 1 juta untuk pinjaman jumbo, Anda hanya perlu daftar dan mengajukan pinjaman melalui aplikasi Kredivo yang dapat diunduh gratis lewat Google Play Store atau App Store. Sebelum daftar, ada 3 syarat yang perlu Anda penuhi, yaitu: 

  1. Anda adalah WNI yang berusia minimum 18 tahun atau maksimum 60 tahun. 
  2. Memiliki pendapatan tetap minimal Rp 3 juta per bulan. 
  3. Berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi. 

Kredivo juga menawarkan limit maksimal hingga Rp 30 juta bagi pengguna yang mendaftarkan diri sebagai akun Premium. Dengan proses approval hanya 1 x 24 jam sejak pendaftaran di-submit, Anda bisa langsung mengajukan pinjaman dana cepat ketika sudah memiliki limit dari Kredivo. Pengajuan pinjaman dana cepat di Kredivo hanya bisa dilakukan melalui fitur pinjaman mini atau pinjaman jumbo di bagian dasbor aplikasi. Cukup klik fiturnya, isi nominal pinjaman yang ingin diajukan, tujuan pinjaman, tenor yang diinginkan, dan nomor rekening atas nama pribadi.

Setelah pengajuan, tunggu proses approval dari Kredivo. Apabila disetujui, pinjaman Anda akan cair ke rekening minimal dalam waktu 1 hari kerja. Cepat dan praktis! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *