Apa yang kamu makan malam tadi malam?

Kemungkinan besar itu adalah ayam. Ayam telah mendapatkan posisi teratas sebagai daging yang paling banyak dimakan di hampir seluruh dunia. Dan popularitas ayam terus meningkat setiap dekade sejak 1960-an. Pada tahun 2018, konsumsi ayam diperkirakan mencapai 93 pound per kapita.

Apa itu Ayam dan Bagaimana Makanan Ini Menjadi Pokok di Dapur Banyak Negara di Dunia?

Ayam dalam Bahasa latin Gallus gallus domesticus yang mendarat di meja kalian hari ini memiliki akar yang kembali ke 2.000 SM, ketika unggas hutan merah Asia Tenggara didomestikasi di India. Hari ini, di beberapa negara, ayam yang dijual berasal dari ras Cornish dan White Rock. Ayam yang dipelihara untuk dijual sebagai daging (bukan untuk menghasilkan telur) disebut ayam pedaging. Sampai awal 1900-an di beberapa negara, produksi ayam terjadi di halaman belakang. 

Pada dekade-dekade berikutnya, industri ayam tumbuh. Integrasi vertikal (di mana satu perusahaan mengendalikan semua tahap produksi) memungkinkan industri berkembang untuk menghasilkan lebih banyak ayam. Komponen nutrisi ayam akan bervariasi tergantung pada potongan yang kita makan.

Misalnya, daging gelap (paha, stik drum) mengandung lebih banyak kalori per ons daripada daging putih (dada). Mengkonsumsi kulit juga akan menambah lebih banyak lemak total, termasuk lemak jenuh. Yang mengatakan, karena alasan kesehatan, kalian mungkin akan memilih makan masakan ayam bagian dada tanpa kulit. Berikut adalah statistik untuk dada ayam tanpa kulit tanpa tulang 3,5 ons (oz):

  • Kalori: 165 (nilai harian 8 persen, atau DV, berdasarkan diet 2.000 kalori)
  • Protein: 31 gram (g) (62 persen DV)
  • Lemak: 3,6 g (6 persen DV)
  • Lemak jenuh: 1 g (5 persen DV)
  • Karbohidrat: 0 g (0 persen DV)
  • Serat : 0 g (0 persen DV)
  • Gula: 0 g (0 persen DV)

Seperti yang kalian lihat dari statistik nutrisi, ayam tanpa kulit bersinar sebagai sumber protein tanpa lemak. Dada ayam adalah sumber protein berkualitas untuk jumlah kalori yang sedikit dan sedikit lemak. Lebih penting lagi, ia memiliki sedikit lemak jenuh, jenis yang terkait dengan kadar kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

Ayam lebih dari sekadar protein. Ini mengandung vitamin B seperti tiamin (vitamin B1) , piridoksin (vitamin B6) , dan asam pantotenat (vitamin B5), bersama dengan mineral besi, seng, dan tembaga.  The American Heart Association merekomendasikan bahwa, bersama dengan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, orang-orang memberikan preferensi pada protein tanpa lemak seperti ayam dan ikan daripada daging merah seperti daging sapi, babi, dan domba. Mereka merekomendasikan membatasi konsumsi protein tanpa lemak hingga 5 ½ ons atau kurang total per hari.

Ayam sendiri merupakan salah satu daging yang bisa di olah dengan sangat mudah, menjadi aneka masakan yang memang sudah tidak asing di Indonesia. beberapa masakan ayam  yang bisa kalian coba buat sendiri dirumah dengan mudah. ayam juga merupakan salah satu masakan yang tinggi  akan protein yang sangat cocok untuk kalian yang sedang melakukan diet, seperti disebutkan diatas terutama bagian dada yang memiliki kandungan kalori yang lebih sedikit. Olahan ayam yang menggunakan bagian dadapun juga sangat banyak yang bisa kalian tirukan sendiri dirumah.

Terimakasih sudah menyimak artikel kami, semoga  dengan adanya artikel ini bisa bermanfaat bagi kalian semua!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *