6 Jenis Tembang Macapat

6 Jenis Tembang Macapat – Macapat adalah sebuah tembang tradisional Jawa yang menceritakan tahap kehidupan manusia. Macapat memiliki filosofi yang menggambarkan seorang manusia dari lahir, usia anak-anak hingga dewasa, dan akhirnya meninggal dunia.

Tembang atau tembung macapat disebut juga dengan tembang cilik (kecil). Macapat merupakan sebuah lagu yang memiliki karakteristik yang berbeda pada setiap jenisnya.

Berikut 6 jenis tembang atau tembung macapat:

Tembang Pocung (Pucung)

Pocung (pucung) adalah sebuah kata yang berasal dari kata ‘pocong’, yakni penggambaran seseorang yang dikafani saat meninggal dunia, atau dipocong sebelum dikubur. Filosofi dari tembang ini adalah menceritakan tentang sebuah ritual ketika melepaskan kepergian seseorang.

Umumnya, tembang ini digunakan untuk menceritakan berbagai nasihat dan lelucon. Pocung bercerita tentang sebuah tindakan yang dilakukan sesuka hati dan kebebasan. Tembang ini memiliki watak santai.

Tembang Maskumambang

Tembang yang satu ini menceritakan sebuah filosofi hidup manusia sejak awal mula manusia diciptakan. Mulai dari sosok manusia yang masih berbentuk embrio dalam rahim, masih belum diketahui jati dirinya, dan belum diketahui pula apakah janin tersebut perempuan atau laki-laki.

Tembang macapat yang satu ini mempunyai gambaran perasaan duka atau sedih, serta suasana hati yang sedang dalam kondisi nelangsa.

Tembang Megatruh

Megatruh adalah gabungan dari kata ‘megat’ dan ‘roh’, yaitu putusnya roh atau terlepasnya roh dari jasad. Megatruh mengandung filosofi mengenai perjalanan hidup manusia yang telah selesai di dunia atau telah meninggal dunia.

Tembang Megatruh berwatak kedukaan dan kesedihan. Umumnya, tembang ini menceritakan tentang kehilangan harapan atau rasa putus asa.

Tembang Gambuh

Gambuh berarti menyambungkan. Tembang Gambuh memiliki filosofi yang menceritakan tentang perjalanan hidup seseorang yang sudah dipertemukan dengan pasangan hidupnya yang sesuai.

Pasangan tersebut dipertemukan untuk menjalin ikatan suci pernikahan. Dengan begitu, keduanya akan mempunyai kehidupan yang langgeng.

Gambuh memiliki watak yang menceritakan sebuah persahabatan dan keramahtamahan. Biasanya, tembang Gambuh juga digunakan untuk menyampaikan kisah-kisah kehidupan.

Tembang Mijil

Tembang macapat yang kelima adalah tembang Mijil. Filosofi tembang ini yaitu melambangkan bentuk dari sebuah benih atau biji yang terlahir ke dunia.

Mijil adalah lambang awal mula perjalanan seorang manusia di dunia, yang begitu suci dan lemah hingga perlu perlindungan.

Tembang Mijil memiliki watak yang menggambarkan keterbukaan yang tepat untuk mengeluarkan nasehat, kisah-kisah, dan asmara.

Tembang Kinanthi

Kinanthi atau ‘kanthi’ artinya menuntun. Tembang Kanthi mempunyai filosofi tentang kehidupan seorang anak yang memerlukan tuntunan agar dapat berjalan dengan baik di dunia.

Tembang Kinathi berwatak penggambaran perasaan senang, teladan yang baik, nasihat, dan kasih sayang. Tembang ini digunakan untuk menyampaikan kisah yang mengandung nasihat yang baik serta kasih sayang.

Itulah beberapa jenis tembang macapat beserta penjelasan singkatnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *