Konselor Muslim

Layaknya sebuah analogi, jika kita memberikan makanan kepada orang lain, kita harus mempunyai makanan yang dapat kita berikan. Begitu pula jika kita ingin mampu menjadi konselor yang sukses, baik sebagai orang tua, guru, dai atau murabbi yang berhasil, sudah selayaknya kita memiliki bekal yang mantap dalam menjalankan fungsi tersebut. Untuk itu, berikut ini saya mencoba menyampaikan tiga bekal pokok  untuk menjadi konselor Islam yang kompeten.

 

Bekal  Pengetahuan.  Pengetahuan yang boleh dikatakan wajib dimiliki oleh seorang konselor adalah:

  • Pertama: Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling yang akan membantu konselor dalam melaksanakan tugas dan fungsinya;
  • Kedua: Konsep Manusia agar konselor mampu bersikap tepat dalam membina dalam hubungannya dengan sesama manusia;
  • Ketiga: Komunikasi Efektif serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat membina dan membimbing konseli; dan
  • Keempat: Dinamika Kelompok yang sangat diperlukan dalam melaksanakan konseling kelompok.

 

Bekal Kemampuan dan Keterampilan.  Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, setiap konselor perlu memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mempraktikkan kemampuan yang dimilikinya. Berikut ini beberapa kemampuan dan keterampilan yang perlu dimiliki oleh seorang konselor.

 

  • Pertama, Pemahaman Individu.  Karena yang dihadapi oleh konselor adalah manusia yang setiap manusia memiliki keunikannya sendiri, mau tidak mau seorang konselor harus memahami keunikan dari setiap orang yang dihadapinya. Memiliki keterampilan dalam memahami individu akan membantu konselor dalam memahami konseli yang akan meminta bantuannya. Konselor akan mampu bersikap lebih tepat sesuai dengan yang dibutuhkan konseli.

 

  • Kedua, Komunikasi Efektif. Keterampilan ini menjadi keterampilan yang akan membantu konselor dalam berkomunikasi dengan konseli. Dengan keterampilan ini konselor tidak terjebak pada komunikasi yang tidak efektif yang menyebabkan konselor tidak dapat segera menyelami masalah konseli atau membimbing konseli. Dengan memahami dan melaksanakan komunikasi efektif, konselor dapat memberikan respons dengan tepat kepada konseli.

 

  • Ketiga, Bimbingan Individu.  Bimbingan individu dalam dunia bimbingan dan konseling adalah suatu proses saat seorang konselor memberikan bimbingan kepada konseli yang tidak berdasarkan adanya masalah, tetapi hanya berdasarkan keinginan konselor untuk membimbing dan membantu konseli dalam mengembangkan diri. Keterampilan bimbingan individu diperlukan oleh seorang konselor agar ia mampu melakukan sebuah bimbingan individu dengan tepat dan menghindari kekurangefektifan dalam proses membimbing konselinya.

 

  • Keempat, Bimbingan Kelompok.  Bimbingan kelompok dilakukan dalam rangka membimbing sekelompok orang yang belum tentu memiliki masalah. Biasanya bimbingan kelompok dilakukan dengan memberikan wawasan untuk mengembangkan diri. Keterampilan itu diperlukan jika konselor harus membina dan membimbing sebuah kelompok, baik dengan jumlah konseli banyak maupun sedikit.

 

  • Kelima, Konseling Individu. Keterampilan konseling individu dibutuhkan dalam melakukan konseling yang gunanya membantu dan membimbing konseli dalam menyelesaikan masalah.

 

  • Keenam, Konseling Kelompok. Hampir sama dengan bmbingan kelompok, keterampilan ini digunakan saat konselor membantu dan membimbing konseli yang memiliki masalah relatif sama. Keterampilan ini akan membantu konselor dalam menyelenggarakan konseling kelompok yang efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*