Fakta Orang Utan di Indonesia Sungguh menyedihkan

By | February 18, 2020

Indonesia merupakan surganya satwa liar yang beraneka ragam. Namun ada fakta orang utan di Indonesia yang cukup menyedihkan. Mulai dari tingkat kepunahan, siklus reproduksi dan sebagainya. Dengan mengenal kondisi orang utan yang sebenarnya saat ini, semoga masyarakat Indonesia dan dunia tergerak untuk melindunginya.

Mengenal Orang Utan di indonesia

Orang utan merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia. Binatang primata asli Indonesia ini masuk dalam daftar satwa yang terancam kepunahan. Karena itulah banyak LSM dari dalam dan luar negeri yang konsesn mengurusi perkara ini. Binatang kera besar ini memiliki tinggi sekitar 1 sampai 1,5 meter tetapi rentang tangan satwa ini bisa mencapai dua meter.

Fakta Orang Utan di Indonesia

Orang utan terancam punah. Sumber Unsplash

Orangutan berada dalam genus Pongo dan terdiri atas tiga spesies, yaitu orangutan kalimantan/borneo (Pongo pygmaeus), orangutan sumatra (Pongo abelii), serta orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis). Ketiga spesies ini semuanya hanya ada di Indonesia dan Malaysia bersama Brunei hanya memiliki satwa ini sebatas hanya sepesies orang utan Kalimantan.

Fakta Orang Utan Yang Menyedihkan

Orang utan merupakan satwa yang terancam punah. Karena itulah semua pihak harus bekerja sama melindunginya. Fakta orang utan dibawah ini menjadi bukti bahwa satwa liar asli Indonesia ini benar-benar diambang kepunahan. Simak ulasannya.

1. Populasi Selalu Menurun

Populasi dari orang utan selalu menurun. Jika dirata-rata setiap harinya ada 25 ekor spesies orang utan yang mati karena berbagai hal. Selain rusaknya lingkungan karena aktifitas perambah hutan, bencana akam seperti kebakaran hutan juga memicu terjadinya kepunahan satwa ini. Dan kebakaran pun sebenarnya disebabkan karena pembukaan lahan secara ilegal juga.

Tumpulnya hukum di Indonesia kepada para pengusaha perambah hutan disinyalir menjadi semakin peliknya permasalahan kerusakan lingkungan termasuk kerusakan hutan populasi orang utan di Indonesia. Dengan perubahan fungsi gutan yang tadinya merupakan tempat bernaung orang utan dan satwa lainnya kini berubah fungsi menjadi lahan pertanian dan perkebunan kelapa sawit dimana pemodal utamanya adalah pengusaha besar yang bergerak dalam sektor usaha besar bukan hanya sekedar perusahaan pengrajin centong kayu saja.

2. Reproduksi Orang Utan Lambat

Inilah salah satu alasan mengapa satwa ini harus dilindungi. Orang utan betina selama hidupnya hanya memiliki tiga keturunan. Dengan usia maksimal 45 tahun, satwa ini melahirkan anaknya setiap 8 tahun sekali. Dengan hanya melahirkan satu bayi orang utan saja setiap melahirkan. Selain itu anak orang utan selalu bergantung kepada induknya sampai usia 6 atau 7 tahun. Jadi selama itu pula sang induk mengajari anaknya banyak hal mulai dari mempertahankan diri, mencari makanan dan berbagai hal lainnya.

Yang perlu diketahui adalah orang utan memiliki hampir kesamaan gen dengan manusia sebesar 97 persen. Mungkin karena itulah orangutan dapat menggunakan tongkat sebagai alat bantu untuk mengambil makanan, dan menggunakan daun sebagai pelindung sinar matahari. Bahkan diketahui orangutan Sumatra usia 6 tahun yang hidup di rawa barat Sungai Alas Sumatra menggunakan tongkat untuk mendeteksi madu.

3. Hanya Ada di Dua Pulau

Orang utan dan dalam bahasa lokalnya disebut mawas hanya ada di dua pulau yakni pulau Sumatra bagian utara dan juga Pulau Borneo. Di pulau borneo atau Kalimantan, orang utan ada di dua negara yakni Indonesia dan Malaysia. Dan yang paling menyedihkan adalah di kedua pulau tersebutlah terjadi pengrusakan hutan secara massif.

Fakta Orang Utan di Indonesia

Hewan yang dilindungi oleh komunitas dunia termasuk Orangutan. Sumber Unsplash

Sebenarnya pada ratusan tahun lalu orang utan dapat ditemukan di China bagian selatan, Indochina dan juga pulau Jawa. Namun keberadaan mereka sudah punah di beberapa tempat. Yang tersisa hanya di Indonesia dan Malaysia. Di Borneo orang utan yang masih tersisa dikategorikan sebagai endangered oleh IUCN yakni Uni Internasional untuk Konsevasi Alam.

Orangutan di Borneo dikelompokkan ke dalam tiga anak jenis, yaitu Pongo pygmaeus pygmaeus yang berada di bagian utara Sungai Kapuas sampai ke timur laut Sarawak; Pongo pygmaeus wurmbii yang ditemukan mulai dari selatan Sungai Kapuas hingga bagian barat Sungai Barito; dan Pongo pygmaeus morio.

Jika anda berminat untuk mengetahui satwa primata ini secara kangsung, anda bisa menggunakan layanan perjalanan wisata kalimantan dari Be Borneo Tour yang memberikan layanan wisata di seluruh Kalimantan termasuk wisata ke konservasi orangutan dan wisata Derawan tour.

Itulah ulasan menarik tentang fakta orang utan di Indonesia yang bisa kita pelajari. Semoga artikel ini membantu anda mendapatkan pengetahuan tentang orang utan. Jangan lupa membaca artikel lainnya tentang spot liburan Jogja akhir tahun.

 

Leave a Reply