Mengenal Bidara, Pohon yang Ditakuti Jin dan Setan

By | March 23, 2020
Pohon Bidara Arab

Pohon Bidara Arab

Mungkin banyak yang belum tahu pohon ini. Karena memang belum terlalu populer di Indonesia khususnya. Karena pohon bidara ini memang spesies aslinya dari negeri Arab.

Pohon bidara Arab yang asli memiliki duri, sedangkan pohon bidara yang seringkali dikenal dan tidak memiliki duri, adalah pohon putsa atau apel India.

Keduanya memiliki buah yang hampir mirip, yakni seperti apel namun kecil. Untuk pohon bidara Arab asli buahnya bulat, sedangkan pohon putsa atau apel india buahnya terkadang bulat, terkadang agak lonjong seperti bentuk blimbing wuluh.

Di dalam Alqur’an, Pohon Bidara disebut pohon Sidr. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri…” (QS. al-Waqi’ah (56) : 27-29)

Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Bidara.” (QS. Saba :16)

Pohon bidara tidak memiliki duri di dalam surat al-Waqi’ah di atas, yang dimaksud adalah pohon bidara yang kelak ada di surga. Jadi Pohon bidara adalah salah satu tanaman yang kelak berada di surga. Sedangkan pohon bidara yang dimaksud dalam surat Saba adalah cerita pohon bidara ketika Allah mengadzab negeri Saba dalam kisah nabi Sulaiman.

Tahukah anda bahwa dalah satu manfaat daun bidara adalah ‘racun’ bagi bangsa jin? Daun ini in syaa Allah bisa digunakan untuk mengobati sihir dan gangguan jin.

Bagaimana cara menggunakan daun bidara untuk mengobati sihir atau gangguan jin?

Terkadang sebuah penyakit bisa diakibatkan oleh gangguan Jin. Hal tersebut sering disampaikan Ustadz faizar, salah satu terapi Ruqyah yang sering hadi di acara Trans 7. Bahkan beliau menyampaikan ada benjolan-benjolan yang diakibatkan ulah jin. Sampai-sampai juga ada rumah tangga yang tidak juga diberikan keturunan, ternyata rahimnya disihir dan diganggu oleh jin.

Wahb bin Munabih, salah seorang pemuka tabi’in yang ahli dalam sejarah dan ilmu kedokteran menyarankan untuk menggunakan tujuh lembar daun bidara yang dihaluskan. Kemudian dilarutkan dalam air dan dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq dan an Naas. (lihat Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13).

Al Qurtubi salah satu Ulama di zaman KeKhilafahan di Andalusia menceritakan dari Wahab untuk mengobati Sihir: “Diambil 7 helai daun bidara ditumbuk halus lalu dicampurkan air dan dibacakan Ayat Kursi dan diberi minum pada orang yang terkena sihir tiga kali teguk dan air di ember (yang telah dibacakan ayat-ayat dan juga dicampur bidara) dipakai untuk mandi, In syaa Allah akan hilang sihirnya.” “Dan diutamakan membaca Al Falaq, An Naas, juga ditambah Ayat Kursi karena ayat-ayat itu dapat mengusir Syaitan.

(Tafsir Ibn Katsir Jilid Satu Terjemahan Singkat Halaman 171)

Selain untuk mengobati sihir dan gangguan jin, daun bidara juga bisa dipergunakan untuk orang yang baru masuk Islam (muallaf), wanita haid yang bersuci, dan juga untuk memandikan jenazah:

1. Mandi Dengan Air yang Dicampur Daun Bidara Untuk Mualaf

Beliau masuk Islam, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara).” (HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

2. Memandikan Jenazah

Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian).” (HR. Bukhari no. 1253 dan Muslim no. 939).

3. Mandi Dengan Air yang Dicampur Daun Bidara Untuk Wanita Haid yang Akan Bersuci

‘Aisyah secara marfu’, “Salah seorang di antara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lalu dia bersuci dan memperbaiki bersucinya. Kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat sampai air masuk ke akar-akar rambutnya, kemudian dia menyiram seluruh tubuhnya dengan air. Kemudian dia mengambil secarik kain yang telah dibaluri dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya.” ‘Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah.” (H.R. Muslim no. 332 dari ‘Aisyah)

Selain manfaat di atas, daun bidara juga bisa digunakan untuk campuran makanan/sayuran yang biasa dimakan sehari-hari kita. caranya bisa mengambil 3 helai daun bidara kemudian ditumbuk halus dan dicampurkan ke dalam makanan.

Ustadz Sofyan Setiawan pakar terapi ruqyah  pernah bercerita kepada kami tentang terapi ruqyah menggunakan daun bidara.

Daun Bidara dapat Mengobati Sihir Dan Gangguan Jin

Daun Bidara juga dapat mengobati orang yang sedang terkena gangguan jin, sihir dan guna-guna.

Cara mengobati gangguan jin ini disarankan oleh seorang pemuka tabi’in bernama Wahab bin Munabih. Ia juga seorang ahli sejarah dan ahli dalam bidang ilmu kedokteran.

Caranya:

Menggunakan 7 lembar daun bidara, kemudian dihaluskan dan larutkan dalam air. Setelah itu bacakan ayat kursi, Surat Al-Ikhlas, Surat An Naas, Surat Al-Falaq dan Surat Al-Kaafirun lalu minumkan airnya

Begitu juga jika terkena sihir atau guna-guna, seperti diceritakan Al-Qurtuby dari wahab untukmengobati sihir : Ambil 7 lembar daun bidara lalu haluskan masukkan dalam segelas dan minumkan.

Kemudian ambil 1 ember air dan masukkan daun bidara pada ember lalu dibut untuk mandi diutamakan sebelum digunakan untuk minum atau mandi ‘Bacakan terlebih dahulu, Surat Al-falaq dan An naas kemudian bacakan juga Ayat Kursi, Insyaallah sihir dan syetan yang mengganggu kesadaran orang yang terkena guna-guna atau sihir bisa segera sembuh.

Leave a Reply