Cara Budidaya Hidroponik yang Unik dan Patut Dicoba

By | June 22, 2020

Hidroponik dikenal sebagai salah satu cara menanam yang unik. Cara menanam yang satu ini tidak membutuhkan banyak tempat karena dapat dirancang sedemikian rupa tanpa harus ditanam diatas sebidang tanah, serta aktivitasnya lebih bersih dibandingkan menanam pada tanah.

Karena itu, hidroponik menjadi salah satu hobi yang semakin banyak ditekuni oleh sebagian kalangan karena menarik bagi mereka. Namun, tahukah Anda bahwa hidroponik sebenarnya sudah dikenal sejak lama? Tidak sebagaimana di Indonesia yang baru diketahui oleh sebagian kalangan.

Namun hal ini wajar saja. Sebab Indonesia memang tanah yang subur dan luas. Sehingga ide ini memang tidak sering muncul di Indonesia karena bercocok tanam pada tanah dapat dengan mudah dilakukan. Ide hidroponik ini baru dikenal tidak lama setelah lahan-lahan tanaman mulai sempit serta rumah-rumah di desain minimalis tanpa pekarangan atau hanya memiliki halaman yang sempit. Sehingga sebagian kalangan yang menyukai tanaman akhirnya melirik hidroponik.

Definisi Hidroponik

Hidroponik definisi mudahnya adalah bercocok tanam tanpa tanah sebagai medianya. Media tanam yang dipakai adalah air. Namun tentu saja air yang bernutrisi untuk tanaman yang ditanam. Di sinilah asal kata hidroponik yang terdiri dari dua kata, hydro dan ponos yang bermakna air dan daya.

Tanaman Hidroponik, sumber : Konfrontasi

Tanaman Hidroponik, sumber : Konfrontasi

Jadi hidroponik merupakan solusi dari berbagai penelitian tentang cara bercocok tanam yang baik. Hasilnya ternyata juga bisa menjadi alternatif bagi siapa saja yang tidak memiliki lahan berupa tanah untuk bercocok tanam. Istilah ini diciptakan oleh Gericke sejak tahun 1937.

Sejarah Hidroponik

Meskipun istilah Hidroponik baru diciptakan pada tahun 1930-an, namun sebenarnya banyak studi yang melatarbelakangi penemuan cara bercocok tanam yang satu ini. Seorang filsuf, negarawan dan penulis dari Inggris Francis Bacon menulis sebuah buku yang didalamnya terdapat ulasan terkait menaman tanaman darat tanpa tanah sebagai medianya pada tahun 1600-an. Inilah yang disebut-sebut sebagai awal mula penelitian yang menghasilkan hidroponik.

Di tahun-tahun bahkan abad-abad setelahnya terus dilakukan penelitian yang menjadi akumulasi ditemukannya hidroponik seperti nutrisi mineral bagi tanaman. Yaitu pada tahun 1842 dimana Julius von Sachs dan Wilhelm Knop menemukan elemen penting yang dibutuhkan oleh tanaman tanpa harus melibatkan tanah. Sehingga elemen mineral ini dapat tersedia dalam bentuk larutan.

Tanaman hidroponik memang tidak melibatkan tanah sama sekali. Sehingga nutrisi bagi tanaman harus diberikan dalam bentuk larutan. Penelitian tentang hidroponik ini bahkan disebut-sebut memiliki peluang pengembangan yang lebih besar lagi, salah satunya adalah metode bercocok tanam di luar angkasa. Sebagaimana diketahui, di luar angkasa tidak terdapat tanah untuk bercocok tanam. Maka hidroponik bisa menjadi solusinya.

Cara bercocok tanam Hidroponik

Untuk memudahkan Anda, berikut beberapa cara bercocok tanam dengan metode hidroponik. Yang sudah pasti adalah Anda tidak membutuhkan tanah sama sekali. Berikut tata caranya :

1. Pembibitan

Sangat disarankan untuk menggunakan bibit hibrida supaya mutu buah/sayur yang dihasilkan cukup optimal. Dalam hal ini, tidak semua tanaman dapat dibudidaya menggunakan metode hidroponik. Beberapa yang sudah terbukti adalah Strawberry, Tomat, Selada, Pok coy dan beberapa lainnya.

2. Penyemaian

Penyemaian sistem hidroponik bisa menggunakan bak dari kayu atau plastik. Bak tersebut berisi campuran pasir yang sudah diayak halus, sekam bakar, kompos dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1:1. Semua bahan tersebut dicampur rata dan dimasukkan ke dalam bak dengan ketinggian sekitar 7cm.

Masukkan biji tanaman dengan jarak 1×1,5 cm. Tutup tisue/karung/kain yang telah dibasahi supaya kondisi tetap lembab. Lakukan penyiraman hanya pada saat media tanam mulai kelihatan kering. Buka penutup setelah biji berubah menjadi kecambah. Pindahkan ke tempat penanaman yang lebih besar bila pada bibit telah tumbuh minimal 2 lembar daun.

Strawberry Hidroponik, sumber : Labsatu News

Strawberry Hidroponik, sumber : Labsatu News

3. Persiapan media tanam

Syarat media tanam untuk hidroponik adalah mampu menyerap dan menghantarkan air, tidak mudah busuk, tidak mempengaruhi pH, steril, dll. Media tanam yang bisa digunakan dapat berupa gambut, sabut kelapa, sekam bakar, rockwool (serabut bebatuan). Kemudian isi kantung plastik, polibag, pot plastik, karung plastik, atau bantalan plastik dengan media tanam yang sudah disiapkan.

4. Pupuk

Karena media tanam pada sistem hidroponik hanya berfungsi sebagai pegangan akar dan perantara larutan nutrisi, untuk mencukupi kebutuhan unsur hara makro dan mikro perlu pemupukan dalam bentuk larutan yang disiramkan ke media tanam. Kebutuhan pupuk pada sistem hidroponik sama dengan kebutuhan pupuk pada penanaman sistem konvensional.

5. Perawatan tanaman

Perawatan pada sistem hidropinik pada dasarnya tidak berbeda jauh dengan perawatan pada penanaman sistem konvensional seperti pemangkasan, pembersihan gulma, penyemprotan pupuk daun.

Itu dia ulasan seputar hidroponik untuk Anda. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang hobi bercocok tanam. Untuk inspirasi taman di rumah Anda, hubungu Jasa Taman Jogja. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply