Hari Nur Yulianto Hingga Saat Ini Tetap Setia Dengan PSIS Semarang

Posted on: September 22, 2020, by :

Saat membicarakan tentang klub Liga 1 PSIS Semarang saat ini sepertinya sangat sulit rasanya untuk tidak terlepas dari sosok Hari Nur Yulianto. Memang pemain asal Kendal ini dikenal sebagai salah seorang pesepak bola yang cukup setia dengan seragam Laskar Mahesa Jenar. Dari sejak tahun 2013, Hari Nur sudah bergabung bersama PSIS, setelah sebelumnya dia mengantarkan kontingen sepak bola Jawa Tengah meraih medali perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau.

Salah satu alasan Hari Nur bisa berseragam PSIS hingga saat ini adalah karena prestasinya di PON tersebut. Menurut berita bola terupdate, pada Kamis (02/04/2020) saat sedang melakukan perbincangan dengan redaksi berita olahraga INDOSPORT, pemain yang akrab disapa Mukri ini menceritakan sosok yang membawanya ke PSIS yaitu Firmandoyo.

Fimandoyo merupakan salah seorang yang sangat berjasa bagi karir Hari Nur, pasalnya dia juru taktik PON Jateng ditahun 2012, lalu setahun kemudian membesut PSIS.

Hari Nur menuturkan “Jadi dulu ceritanya waktu PON pelatihnya Pak Firmandoyo, terus kemudian beliau menjadi pelatih PSIS. Nah, setelah beliau ditunjuk menjadi pelatih PSIS, beliau mengajak beberapa alumni PON Jateng dan salah satunya saya untuk main di PSIS.”

Lalu ayah dari dua anak ini berimbuh, “Dari situlah awal mula karier saya berseragam PSIS. Namun sebelum itu saya juga sudah pernah berkostum klub Jawa Tengah lainnya seperti PSCS Cilacap dan Persibangga Purbalingga diawal karier saja menjadi seorang pesepak bola.”

Dilansir dari Bolanusantara, sejak tahun 2013, Hari Nur setia membela PSIS hingga saat ini. Tetapi dia tidak menampik bahwa ditengah kesetiaannya juga ada klub yang selalu berusaha untuk meminangnya. Hari Nur mengungkapkan “Kalau pertanyaannya ada klub yang menawari saya atau tidak, saya jawab ada. Namun saya tidak bisa sebutkan disini.”

Kontrak Hari Nur Yulianto sendiri bersama PSIS masih akan berlangsung hingga akhir tahun 2021 nanti. Jika dia tetap setia membela klub kebanggaan Panser Biru dan Snex ini, bukan tidak mungkin kesetiannya itu akan menjadikannya sebagai salah satu legenda PSIS.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Skip to toolbar