Berpotensi Terjadi Resesi, Yuk Segera Siapkan 5 Hal Ini

Posted on: October 11, 2020, by :

Resesi ekonomi menjadi salah satu risiko yang mengintai Indonesia di kuartal III ini karena pandemi covid-19 yang tak kunjung usai. Selain karena ekonomi yang minus 5,32% di kuartal II dan lebih tinggi dibanding yang diprediksi oleh Menkeu, berkaca juga dari negara tetangga seperti Singapura dan Filipina yang telah resmi mengumumkan kondisi resesi di negaranya. Jika di kuartal III kondisi ekonomi kembali minus, maka potensi resesi tak terelakkan lagi. 

Salah satu yang menyebabkan resesi terjadi adalah tingkat konsumsi dan daya beli yang lemah sejak pandemi terjadi di Indonesia. Agar resesi tidak terjadi, berbagai cara dilakukan negara salah satunya dengan mendorong ekonomi melalui pemberian bansos dan berbagai insentif/bantuan. Siapa pun tentunya tidak mengharapkan resesi dan krisis ekonomi terjadi. Namun, dari sisi individu, kita juga perlu bersiap-siap untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. 

Bagaimana caranya?

Atur ulang prioritas kebutuhan

Mengatur ulang prioritas adalah hal yang utama. Semua kebutuhan yang kurang penting dan bisa ditunda, sebaiknya ditunda. Misalnya, beli motor, mobil, atau HP baru. Tapi, bukan berarti kita tidak melakukan belanja sama sekali. Justru, belanja harus tetap dilakukan sebagai upaya kita membantu perekonomian dan mencegah terjadinya resesi karena pertumbuhan ekonomi yang minus. Namun, prioritas belanja harus cermat dan benar-benar dipikirkan: misalnya untuk kebutuhan primer saja. 

Di tengah kondisi ekonomi seperti saat ini, belanja yang kita keluarkan juga bisa membantu banyak bisnis tetap berputar dan berjalan. Maka dari itu, kalau ada teman yang tiba-tiba promosi atau jualan, jangan ragu untuk menyisihkan uang dan membeli produknya sebagai bentuk dukungan. 

Sumber penghasilan sampingan

Memang, bukan perkara mudah untuk mencari sumber penghasilan sampingan di tengah pandemi, di mana orang berlomba-lomba mencari kerja dan berusaha mempertahankan penghasilannya. Namun, bukan berarti peluangnya tidak tersedia. Sumber penghasilan sampingan bisa didapat dari mana saja asalkan kita kreatif melihat peluang. 

Untuk jualan atau berbisnis misalnya, kalau nggak punya modal, kita bisa menjadi dropshipper. Dengan menjadi dropshipper, kita hanya perlu HP dan kuota internet untuk menjajakan barang atau produk yang dijual supplier ke channel-channel yang kita punya seperti story atau grup WhatsApp, Instagram, Facebook, sampai Telegram. Selanjutnya, jika ada pesanan, kita hanya perlu mengirimkan pesanan tersebut pada supplier untuk dikirimkan ke pelanggan. Hasilnya, kita akan mendapat komisi dari supplier ataupun dari harga jual yang kita lebihkan ke konsumen. Kuncinya, kita perlu mencari supplier yang tepat dan menentukan produk apa yang kira-kira akan laris manis dijual. 

Dana darurat dan investasi

Kondisi mendesak dan darurat datangnya tidak pernah terprediksi. Maka dari itulah, dalam anggaran keuangan perlu disediakan alokasi untuk dana darurat. Daripada berutang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, akan lebih baik kalau kita punya dana darurat. Jika sudah punya, tambah & besarkan lagi persentase alokasinya. Paling tidak minimal dana darurat yang dimiliki adalah sebesar kebutuhan selama 3 – 6 bulan ke depan. 

Untuk investasi, kita perlu berhati-hati dan memantau terus kondisi pasar saham yang saat ini kondisinya sedang menurun (jika tertarik investasi saham). Kalau tertarik berinvestasi pada produk baru, pahami dulu produk tersebut dengan sebaik-baiknya dan lakukan riset. Perlu dicatat juga bahwa investasi berada di posisi kedua setelah tabungan atau dana darurat. Jadi, penuhi atau miliki dulu dana darurat, baru setelahnya kita bisa mempertimbangkan melakukan investasi. 

Kondisi keuangan yang minim utang

Memiliki utang, apalagi utang konsumtif, artinya menambah beban baru dalam keuangan yang harus ditanggung. Supaya nggak makin banyak pikiran di tengah kondisi yang tidak pasti ini, yuk segera bebaskan kondisi keuangan dari utang yang masih tersisa. Caranya adalah dengan fokus membayar sesuai jatuh tempo jika penghasilan masih stabil agar tidak terkena denda dan jangan tambah utang atau kredit baru sampai yang lama lunas. Perlu diingat, kondisi keuangan yang sehat yang direkomendasikan banyak pakar keuangan adalah kondisi utang yang tidak memakan lebih dari 30% penghasilan per bulannya. 

Kurangi kepemilikan fasilitas kredit atau pinjaman

Punya banyak kartu kredit dari bank? Atau punya banyak saldo & limti kredit dari aplikasi pinjaman online cepat cair cukup KTP? Eits, jangan senang dulu. Punya banyak fasilitas kredit nggak selamanya menguntungkan lho. Malah bisa bikin buntung karena kita harus bayar biaya-biayanya kayak biaya kartu dan biaya tahunan meskipun nggak dipakai. Selain itu, banyak fasilitas kredit juga berpotensi bikin khilaf dan jadi boros. 

Solusinya, kita bisa memilih dari sekian banyak fasilitas kredit & pinjaman yang perlu ditutup dan bisa dipertahankan. Pertahankan fasilitas kredit yang paling banyak benefit dan bunganya rendah buat cicilan. Sebaliknya, tutup yang dirasa sudah jarang digunakan dan minim benefit supaya kita nggak perlu lagi bayar biaya maintenance-nya. 

Buat kamu yang pakai aplikasi kredit atau pinjaman online, sangat disarankan untuk hanya miliki atau gunakan satu aplikasi saja kalau nggak mau keuangan boncos. Untuk kebutuhan darurat misalnya, yang berbunga rendah ada Kredivo untuk pinjaman online cepat cair cukup KTP. Bunganya cuma 2,6% per bulan dengan pilihan tenor 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. Sementara pinjaman yang bisa diajukan mulai dari 500 ribu untuk tipe pinjaman mini dan mulai dari Rp 1 juta untuk tipe pinjaman jumbo. Karena berbasis online, Kredivo tidak membebankan biaya lain-lain seperti biaya tahunan atau biaya kartu. 

Bukan cuma buat pinjaman, Kredivo juga memiliki fasilitas kredit lain yang serupa dengan kartu kredit bank. Yaitu fasilitas untuk transaksi di ratusan merchant (Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Erafone, dll) dengan metode bayar dalam 30 hari tanpa bunga dan cicilan tenor s.d 12 bulan tanpa uang muka untuk minimum transaksi Rp 1 juta. Kredivo bisa jadi alternatif terbaik bagi kamu yang mau punya akses kredit untuk mempermudah transaksi dan pembayaran. 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Skip to toolbar