Bimbingan dan Konseling Pribadi

Bimbingan merupakan proses bantuan yang diberikan oleh orang yang kompeten kepada individu dalam upaya untuk mengembangkan kemampuan sesuai dengan potensi yang dimiliki agar mampu merealisasi diri dan mengarahkan diri untuk mencapai kebahagiaan dirinya dan masyarakat.

Sedangkan Konseling adalah proses bantuan yang diberikan oleh orang yang kompeten kepada individu dalam memecahkan masalah dari, oleh untuk dirinya sendiri sehingga terjadi perubahan mental spiritual dan tingkahlaku.
Dalam Bimbingan dan Konseling terdapat 4 Bidang, yaitu Pribadi, Sosial, Belajar dan Karir. Pada artikel ini, saya akan sedikit menjelaskan mengenai Bimbingan dan Konseling Pribadi.

Bimbingan dan Konseling Pribadi adalah proses bantuan untuk memfasilitasi siswa agar memiliki pemahaman tentang karakteristik dirinya, kemampuan mengembangkan potensi dirinya, dan memeahkan masalah-masalah yang dialaminya. Serta membantu siswa menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mantap dan mandiri, serta sehat jasman dan rohani.

Bimbingan dan konseling pribadi menyangkut pengembangan seputar, komitmen hidup beragama, pemahaman sifat dan kemampuan diri, bakat dan minat, konsep diri, dan kemampuan mengatasi masalah-masalah pribadi (stress, frustasi, dan konflik pribadi)
Sehingga layanan yang diberikan adalah layanan yang mengarah kepada pencapaian pribadi yang mantap, dengan memperhatikan keunikan karakteristik pribadi serta ragam permasalahan yang dialami oleh siswa.

Layanan Bimbingan dan Konseling Pribadi berkaitan dengan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, perolehan sisitem nilai, kemandirian emosional, pengembangan keterampilan intelektual, dan menerima diri dan mengembangkannya secara efektif.

Tujuan Bimbingan dan Konseling Pribadi menurut Prayitno ialah sebagai berikut:

  • Memiliki kesadaran diri, yaitu menggambarkan penampilan dan mengenal kekhususan yang ada pada dirinya.
  • Dapat mengembangkan sikap positif seperti, menggambarkan orangĀ¬-orang yang mereka senangi.
  • Membuat pilihan secara sehat.
  • Mampu menghargai orang lain.
  • Memiliki tanggung jawab.
  • Mengembangkan keterampilan hubungan antara pribadi.
  • Dapat menyelesaikan konflik.
  • Dapat membuat keputusan secara efektif

Layanan bimbingan pribadi lebih difokuskan sebagai upaya untuk mencapai perkembangan kemandirian (autonomy) dan penemuan ego identity pada diri siswa sebagai upaya untuk membantu siswa memahami diri sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *